Search Articles & Publications

Showing 189 articles found for "Participatory"

Sosialisasi Penerapan Sistem Informasi Pada UMKM Ayam Bakar Gazebo Pematangsiantar

Siregar, Nur Hamida, Puspita, Rini
Abstract: Rumah makan Ayam Bakar Gazebo berlokasi di Jalan Dahlia No.1 Kota Pematangsiantar merupakan salah satu UMKM yang cukup ramai sehingga sering terjadi penumpukan pengunjung dan membuat antrian panjang hanya untuk memesan makanan.… akanan. Hal ini juga terjadi karena sistem pemesanan makanan di UMKM masih bersifat manual. Tujuan dilakukan program pengabdian ini adalah mengatasi permasalahan yang terjadi dengan memanfaatkan sistem informasi berbasis web dan QR code. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Melalui program pengabdian diperoleh hasil dan terbukti bahwa penerapan sistem informasi pada UMKM mampu meningkatkan kualitas layanan UMKM dan customer juga merasa dipermudah dalam melakukan pemesanan makanan

Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Aman Melalui Sosialisasi Anti Bullying Di Mi Darul Ulum, Desa Rowo Gempol

Ufi’atun Nur Faizah, Dewi A'issyatur Rohmah, Virgie Ramadhani Z, Eli Masnawati, Masfufah, Siti Kholidatur Rodliyah, Yuliastutik, Laila Badriyah
Abstract: Perundungan atau bullying merupakan fenomena yang mengganggu keharmonisan lingkungan pendidikan. Permasalahan ini tidak hanya berdampak pada individu yang menjadi korban, tetapi juga merusak dinamika kelompok secara keseluruhan.… luruhan. Lingkungan sekolah idealnya menjadi tempat yang mendukung perkembangan peserta didik secara optimal, baik akademik maupun sosial. Namun kenyataannya di lapangan, beberapa peserta didik masih menghadapi tantangan berupa tindakan bullying yang mampu mengganggu proses belajar mereka. Hal tersebut menjadi urgensi, sehingga penerapan program anti bullying perlu di implementasikan guna mencegah dan mengatasi permasalahan tersebut. Melihat kondisi ini, MI Darul Ulum, Desa Rowo Gempol, menginisiasi pelaksanaan sosialisasi anti-bullying yang digagas oleh mahasiswa Universitas Sunan Giri Surabaya. Sosialisasi anti-bullying ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mampu mendukung perkembangan peserta didik. Kegiatan ini juga memfokuskan pada peningkatan keterampilan guru dalam mengidentifikasi dan menangani kasus bullying, serta melibatkan orang tua untuk  mendukung anak mereka dalam menghadapi dan mencegah perilaku bullying. Objek kegiatan ini ditujukan untuk seluruh peserta didik MI Darul Ulum, Desa Rowo Gempol, dengan melibatkan partisipasi aktif dari kepala sekolah, guru dan juga orang tua. Metode yang dipilih guna pengimplementasian sosialisasi bullying di MI Darul Ulum, Desa Rowo Gempol yakni Participatory Action Research (PAR), dengan langkah berikut: 1) identifikasi masalah, 2) perencanaan, 3) implementasi, 4) evaluasi dan refleksi, 5) diseminasi, serta 6) keberlanjutan. Hasil dari pengimplementasian sosialisasi bullying di MI Darul Ulum Desa Rowo Gempol menunjukkan pelaksanaan kegiatan sosialisasi anti-bullying di MI Darul Ulum telah berhasil  mencapai tujuan utamanya yakni menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman. Melalui sosialisasi yang komprehensif, peserta didik, guru dan orang  tua mendapatkan pemahaman mendalam terkait bentuk bullying beserta dampaknya, baik secara fisik maupun psikologis. Selain itu juga mendorong terciptanya budaya sekolah yang lebih inklusif dan saling menghargai satu sama lain, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya dukungan dari orang tua dan guru dalam mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekitar, khususnya sekolah. Dari kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan kondusif bagi perkembangan siswa.

Pelatihan Pengoperasian Aplikasi Pendaftaran Dan Pengambilan Nomor Antrian Berbasis Android Pada Klinik THS Pematangsiantar

Siregar, Nur Hamida, Napela, Asyah
Abstract: Klinik anak THS yang berlokasi di Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar merupakan klinik anak yang cukup terkenal di Jalan Sudirman dan sekitarnya. Salah satu pembeda Klinik THS dengan klinik anak lainnya adalah… komitmen terhadap keamanan obat. Klinik sangat selektif dalam memilih obat-obatan yang diberikan kepada anak-anak. Klinik juga tidak menerima resep obat dari luar. Klinik THS sudah berdiri sejak 2016 dan mendapatkan kepercayaan dari banyak orang tua yang tinggal di lokasi Klinik dan sekitar. Permasalahannya adalah terjadi peningkatan jumlah pasien secara signifikan pada tiga bulan terakhir. Sementara sistem pelayanan untuk pendaftaran dan pengambilan nomor antrian masih dilakukan dilakukan secara manual dan melalui WhatsApp sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dan ketidakefisienan pelayanan terhadap pasien. Solusi terhadap masalah ini berupa tawaran pelatihan aplikasi pendaftaran dan pengambilan nomor antrian berbasis Android. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Hasil dari pengabdian masyarakat terbukti dapat meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan kepada pasien. Admin Klinik THS secara mandiri mampu mengontrol dan mengelolah data pasien. Pasien juga dimudahkan dalam proses pendaftaran dan pengambilan nomor antrian.

Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Dan Menjaga Lingkungan Melalui Pengelolaan Bank Sampah “Macan Glowing”

Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi, Mochammad Idris, Ismail Abduh, Moh. Djaelani, Rahayu Mardikaningsih, Reny Nuraini, Mirza Elmy Safira, Wakid Evendi
Abstract: Sampah adalah masalah yang sangat kompleks bagi masyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Volume, jenis, dan sifat sampah yang dihasilkan meningkat sebagai akibat dari pertumbuhan… n populasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan, yang melibatkan masyarakat dalam proses pengelolaan sampah secara langsung. Tujuan dari program pengabdian masyarakat di Desa Grogol, yang dikelola oleh Bank Sampah Macan Glowing, adalah untuk mengubah sampah menjadi cara yang menguntungkan secara ekonomi dan lingkungan. Memilah, menimbang, dan mendaur ulang adalah semua bagian dari sistem pengelolaan sampah yang digunakan oleh program ini. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, Bank Sampah Macan Glowing berhasil menurunkan jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa metode pengelolaan sampah yang inovatif dan partisipatif membantu mengatasi masalah lingkungan dan menghasilkan nilai sosial dan ekonomi yang besar. Ini menunjukkan bahwa model ini dapat diterapkan di tempat lain.

Optimizing The Literacy Corner To Increase Maritime Cultural Knowledge In Galesong Baru Village

Khaerunnisa, Ahmad Subair, Nur Amalia
Abstract: This community service program aimed to enhance maritime cultural knowledge in Galesong Baru Village through the optimization of the Literacy Corner. Galesong Baru, known for its rich maritime heritage, faces challenges… in preserving local knowledge and traditions amidst social changes and modernization. To address this issue, the program involved renovating the Literacy Corner, adding relevant educational materials, and conducting various educational activities. These activities included reading sessions, discussions, and workshops focused on maritime culture, as well as involving maritime experts and local leaders to provide in-depth insights. Program evaluation showed a significant increase in maritime cultural knowledge among participants, particularly among the younger generation. Pre- and post-program surveys indicated substantial improvement in understanding maritime traditions, such as boat-making and fishing techniques. The optimized Literacy Corner has become a more active hub, with increased visitation from the community. Support from the village government, local schools, non-governmental organizations, and the local community was crucial to the program's success. This program demonstrates that a participatory and collaborative approach in developing literacy centers can effectively enhance cultural knowledge and engage the community in preserving local heritage. The results of this program are expected to serve as a model for other coastal villages facing similar challenges in cultural preservation

Pemberdayaan Bumdesa Muncul Sari Aji Dalam Pengelolaan Laporan Bidang Keuangan

Ketut Gunawan, I Made Madiarsa, Ni Putu Sri Wati
Abstract: Bidang keuangan masih menjadi permasalahan utama bagi Bumdesa Muncul Sari Aji. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pengelola Bumdesa Muncul Sari Aji dalam tata kelola laporan keuangan. … uangan.  Kegiatan ini berbasis pada metode PALS (Participatory Action Learning System) yang diwujudkan melalui tahapan persiapan, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring dan sevaluasi secara berkelanjutan. Penekanan pelatihan dan pendampingan diarahkan pada pembuatan laporan keuangan terhadap semua jenis usaha dan analisis kesehatan keuangan. Data diperoleh dari observasi aktivitas peserta pelatihan serta wawancara dan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan pengelola laporan bidang keuangan serta mendapatkan respon yang positif dari peserta. Peserta memahami kondisi keuangan yang dikelola dan mampu memberikan pemahaman yang mendalam dari hasil pemberdayaan ini.

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN APLIKASI GUDANG ONLINE DALAM PERSEDIAAN MATERIAL DI PLN ULP KISARAN

Suhada, Rida Fahari, Yustanto, Rizky, Puariesthaufani, Achmad
Abstract: Abstract: State Electricity Company (PLN) is an Indonesian state-owned company operating in the electricity sector which is required to adapt to the times, one of which is the use of information technology. PLN's Kisaran… Customer Service Unit (ULP) currently uses various applications to support various information activities, one of which is the Online Warehouse Application (AGO). This AGO information system is used for material management such as requesting, using, receiving and returning materials. However, the effectiveness of using the material is still unknown. This research aims to see the effectiveness of AGO in supporting material supplies using qualitative methods, through literature review, observation and participatory interviews of AGO users. This aims to find out the extent of AGO users' understanding and perception of the application. From the questionnaire results, it can be seen that 85.7% answered that AGO was effective in meeting material requests.   Keywords: effectiveness of online warehouse application; information systems; material inventory     Abstrak: PT Perusahaan  Listrik Negara (PLN) adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang ketenagalistrikan yang dituntut agar menyesuaikan zaman, dimana salah satunya adalah penggunaan teknologi informasi. PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kisaran saat ini banyak menggunakan berbagai aplikasi untuk menunjang berbagai aktivitas informasi, dimana salah satunya adalah Aplikasi Gudang Online (AGO). Sistem yang informasi AGO ini digunakan untuk pengelolaan material seperti permintaan, pemakaian, penerimaan, dan pengembalian material. Namun keefektifan penggunaan material masih belum dapat diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektfvitas AGO dalam menunjang persediaan material dengan menggunakan metode kualitatif, melalui kajian literature, observasi dan wawancara partipatif pengguna AGO. Ini bertujuan untuk mengetahu sejauh mana pemahaman dan presepsi pengguna AGO tentang aplikasi. Hasil kuesioner dapat dilihat bahwa 85,7% menjawab bahwa AGO sudah efektif dalam memenuhi permintaan material.   Kata kunci: efektifitas aplikasi gudang online; sistem informasi; persediaan material  

Peningkatan Kualitas Air Mata Untuk Mendukung Sekolah Adiwiyata di SMPN 1 Cangkringan

Putri, Yandhia Febrina, Adilasana, Rahmad Setya, Anggreani, Della, Puspita Dewi, Miftasyafani Winda, Ariyati, Dwi, Bhakty, Tania Edna
Abstract: Abstract: Clean water availability plays an important role in supporting sanitation, environmental health, and educational activities in schools. SMP Negeri 1 Cangkringan has a natural spring water source containing iron… (Fe) levels of 1–2 mg/L, exceeding the water quality standard stipulated in Indonesian Ministry of Health Regulation No. 32 of 2017. This community service program aimed to improve water quality through the implementation of a simple treatment system based on aeration, sedimentation, and filtration, while also supporting the Adiwiyata School Program. The implementation method applied a participatory approach involving teachers, students, and educational staff through several stages, including identification of water quality problems, initial water quality testing, design of aeration and filtration systems, installation of the water treatment unit, post-treatment water quality testing, as well as monitoring and evaluation of program sustainability. The filtration system utilized gravel, silica sand, activated carbon, and zeolite stone as filter media. Water quality testing was conducted before and after treatment to evaluate the effectiveness of Fe reduction. The results showed that the aeration and filtration system successfully reduced Fe concentrations from 1–2 mg/L to 0.5–1 mg/L with an efficiency of 50–75%, thereby meeting the hygiene and sanitation water quality standards. In addition, the program enhanced environmental awareness among school members through practice-based learning activities.             Keywords: aeration; community service; filtration; iron (Fe); spring water quality; sustainability education.   Abstrak: Ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam mendukung sanitasi, kesehatan lingkungan, dan aktivitas pendidikan di sekolah. SMP Negeri 1 Cangkringan, Yogyakarta memiliki sumber mata air alami dengan kandungan zat besi (Fe) sebesar 1–2 mg/L yang melebihi baku mutu berdasarkan Permenkes RI No. 32 Tahun 2017. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas air melalui penerapan sistem pengolahan sederhana berbasis aerasi, sedimentasi, dan filtrasi sekaligus mendukung program Sekolah Adiwiyata. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan guru, siswa, dan tenaga kependidikan melalui tahapan identifikasi permasalahan kualitas air, pengujian awal kualitas air, perancangan sistem aerasi dan filtrasi, implementasi instalasi pengolahan air, pengujian kualitas air pasca pengolahan, serta monitoring dan evaluasi keberlanjutan program. Sistem filtrasi menggunakan media kerikil, pasir silika, arang aktif, dan batu zeolit. Pengujian kualitas air dilakukan sebelum dan sesudah pengolahan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar Fe. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem aerasi dan filtrasi mampu menurunkan kadar Fe dari 1–2 mg/L menjadi 0,5–1 mg/L dengan efisiensi sebesar 50–75%, sehingga memenuhi baku mutu air higiene sanitasi. Program ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan warga sekolah melalui pembelajaran berbasis praktik. Kata kunci: aerasi; filtrasi; pengabdian kepada masyarakat; peningkatan kualitas air; Sekolah Adiwiyata; zat besi (Fe).

Optimalisasi Bank Sampah Sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Sirkular di Desa Waru

Septiani, Triana, Vidriza, Ullya
Abstract: Abstract: Household waste management in Waru Village is still dominated by conventional practices without sorting, so it has the potential to cause environmental problems and has not been used as a source of economic value.… ue. This community service activity aims to optimize waste banks as an instrument for implementing the circular economy at the household level. The method used is a participatory approach with a quantitative descriptive design through socialization, training, and mentoring to farmer group mothers, as well as evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results of the activity showed an increase in community capacity in all variables measured, with an average score increasing from 3.67 to 4.19 or by 14.2%. The highest increase occurred in the aspect of perception and impact of the program, while behavior changes showed a tendency to increase gradually. In addition, this activity also encouraged the formation of more structured waste bank management at the group level. These findings show that participatory approaches are effective in driving changes in waste management understanding and practices, as well as supporting the implementation of a household-based circular economy. Keywords: waste banks; waru villages; circular economy; community service; waste management   Abstrak: Pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Waru masih didominasi oleh praktik konvensional tanpa pemilahan, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai sumber nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan bank sampah sebagai instrumen penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain deskriptif kuantitatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada ibu-ibu kelompok tani, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat pada seluruh variabel yang diukur, dengan rata-rata skor meningkat dari 3,67 menjadi 4,19 atau sebesar 14,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek persepsi dan dampak program, sementara perubahan perilaku menunjukkan kecenderungan meningkat secara bertahap. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya pengelolaan bank sampah yang lebih terstruktur di tingkat kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif untuk tranformasi perilaku dalam mendorong perubahan pemahaman dan praktik pengelolaan sampah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular berbasis rumah tangga. Kata kunci: bank sampah; desa waru; ekonomi sirkular; pengabdian masyarakat; pengelolaan sampah

Pendampingan Budidaya Alpukat Menuju Santripreneur GO GREEN di PONPES Irsyaduth Tholabah Padangan

Fauziyah, Ririn, Cahyono, Eko Arief, Zaenal Abidin, Muhammad, Dyana, Burhanatut
Abstract: Abstract: The problem faced by Ponpes Irsyaduth Tholabah Padangan is the limited knowledge and skills of the students in efficient and environmentally friendly avocado cultivation. Many students are not familiar with sustainable… tainable farming methods, so they still rely on traditional ways that are less efficient and potentially harmful to the environment. In addition, the lack of understanding of agricultural business management and digital marketing is also another problem in optimizing agricultural yields. This activity aims to increase the entrepreneurial capacity of the students through avocado cultivation as an environmentally friendly and sustainable economic potential. This program is implemented at Ponpes Irsyaduth Tholabah, Padangan, Bojonegoro Regency, with a participatory and educational approach. The main focus of the mentoring includes the transfer of knowledge about avocado cultivation techniques, agribusiness management, and the strengthening of entrepreneurial spirit based on Islamic values. Through a series of training and field practice, the students not only gain technical skills in planting avocados, but are also able to design business models that support the go green principle. The steps of activity implementation are as follows: a) Activity location survey, b) Pre-Test, c) Avocado Cultivation and Digital Marketing Training, d) Post-Test. The results of the activities show an increase in students' understanding of sustainable farming concepts and the emergence of small business initiatives based on agricultural products. This program is expected to become the embryo for producing a generation of students who are economically independent and concerned about environmental sustainability. Keywords: avocado farming; go green; santripreneur; sustainable economy   Abstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh Ponpes Irsyaduth Tholabah Padangan adalah terbatasnya pengetahuan dan keterampilan santri dalam budidaya alpukat yang efisien dan ramah lingkungan. Banyak santri yang belum terbiasa dengan metode pertanian yang berkelanjutan, sehingga masih mengandalkan cara-cara tradisional yang kurang efisien dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu, kurangnya pemahaman tentang manajemen usaha pertanian dan pemasaran digital juga menjadi permasalahan lain dalam mengoptimalkan hasil pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan santri melalui budidaya alpukat sebagai potensi ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Irsyaduth Tholabah, Padangan, Kabupaten Bojonegoro, dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Fokus utama pendampingan mencakup transfer pengetahuan tentang teknik budidaya alpukat, pengelolaan agribisnis, serta penguatan semangat kewirausahaan berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui serangkaian pelatihan dan praktek lapangan, santri tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis dalam menanam alpukat, tetapi juga mampu merancang model usaha yang mendukung prinsip go green. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: a) Survey lokasi Kegiatan, b) Pre-Test, c) Pelatihan Budidaya Alpukat dan Pemasaran Digital, d) Post-Test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri terhadap konsep pertanian berkelanjutan dan munculnya inisiatif usaha kecil berbasis hasil pertanian. Program ini diharapkan menjadi embrio lahirnya generasi santri yang mandiri secara ekonomi dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Kata kunci: budidaya alpukat; ekonomi berkelanjutan; go green; santripreneur