Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan siswa kelas XI di SMK Terpadu Rangganis. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya mutu pendidikan…
dan daya saing yang masih menjadi perhatian, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan terarah. Untuk itu, manajemen layanan bimbingan dan konseling menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan bimbingan dan konseling melibatkan penyusunan program kerja yang mencakup strategi, tujuan, struktur, dan mekanisme yang terarah. Dalam pelaksanaan, siswa yang bermasalah mendapatkan layanan bimbingan dari guru BK setelah adanya laporan dari guru atau siswa lain. Siswa kemudian diberi arahan serta diperingatkan untuk tidak mengulangi pelanggaran yang sama, dengan komitmen melalui surat pernyataan. Faktor pendukung yang ditemukan adalah kerja sama antara guru BK, wali kelas, siswa, dan orang tua, serta keterbukaan siswa terhadap guru BK. Sementara itu, faktor penghambat termasuk jarak rumah siswa yang jauh dari sekolah, rendahnya motivasi orang tua dalam menegakkan tata tertib sekolah, dan pengaruh lingkungan yang kurang kondusif. Kesimpulannya, manajemen bimbingan dan konseling di SMK Terpadu Rangganis berhasil membantu meningkatkan kedisiplinan siswa melalui perencanaan dan pelaksanaan program yang matang. Meski terdapat kendala eksternal dan internal, pendekatan yang terarah dan dukungan dari berbagai pihak dapat membantu siswa lebih disiplin dan meningkatkan prestasi akademik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan belajar matematika pada siswa kelas IV MIS Darunnajah Cipining Bogor dan mengeksplorasi upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan tersebut. Dalam pendahuluan,…
uan, diuraikan bahwa matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sering dianggap sulit oleh siswa, sehingga mempengaruhi motivasi dan hasil belajar mereka. Hambatan-hambatan ini penting untuk diidentifikasi agar dapat diberikan solusi yang tepat guna meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui observasi di kelas, wawancara dengan kepala sekolah, guru, siswa, dan wali siswa, serta dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara untuk uji validitas data, peneliti menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan belajar yang dialami siswa antara lain kesulitan dalam memahami operasi hitung pecahan, kesulitan dalam menyamakan penyebut, dan kesulitan mengubah pecahan menjadi desimal. Faktor-faktor penyebab hambatan tersebut berasal dari faktor internal, seperti rendahnya motivasi belajar, dan faktor eksternal, seperti kurangnya variasi metode pengajaran serta penggunaan media pembelajaran yang kurang maksimal. Dalam pembahasan, peneliti memaparkan bahwa guru telah berupaya mengatasi hambatan tersebut dengan berbagai strategi, seperti memberikan les privat, menerapkan variasi metode pengajaran, dan memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi. Kesimpulannya, dengan pendekatan yang tepat dan upaya yang berkelanjutan, hambatan dalam belajar matematika dapat diminimalisir, sehingga kualitas pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap materi matematika dapat meningkat.
Abstract:Pendidikan merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengukur kemajuan masyarakat. Penerapan manajemen mutu pendidikan di sekolah dapat membantu mencapai hasil yang optimal dalam pembelajaran.…
belajaran. Gangge (1997) mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku yang berbeda antara kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Di SMK Darunnajah, terdapat masalah dalam pemahaman materi oleh siswa yang perlu diatasi melalui penelitian tentang manajemen penjamin mutu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, berlandaskan filsafat positivisme menurut Sugiono. Metode ini bertujuan menginterpretasikan fenomena dalam kondisi alami dengan peneliti sebagai instrumen utama. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive dan snowball, serta pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi. Analisis data dilakukan secara induktif untuk menekankan makna daripada generalisasi. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, SMK Darunnajah memerlukan kerjasama jangka panjang dengan lembaga terkait bidang TKJ (Teknologi Jaringan Komputer), bukan hanya selama praktik kerja industri (prakerin), tetapi untuk periode yang lebih lama, seperti lima tahun. Langkah-langkah yang diterapkan termasuk MGMP, Bimtek, Tafsify I’gdad, Ta’hil, In House Training (IHT) dan Khutbatul ‘Arsy, serta supervisi guru. Namun, ada beberapa faktor penghambat seperti rendahnya kesadaran siswa, jumlah mata pelajaran kejuruan yang sedikit, kurangnya dana, dan gangguan fasilitas. Kerja sama jangka panjang antara SMK Darunnajah dan lembaga terkait sangat penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Faktor pendukung seperti tim pengawas dan evaluasi rutin berkontribusi pada perbaikan, sementara penghambat seperti kesadaran siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas, dan dukungan dana yang masih bergantung pada pesantren perlu diatasi. Dengan implementasi langkah-langkah perbaikan dan dukungan berkelanjutan, kualitas pembelajaran di SMK Darunnajah diharapkan dapat meningkat secara signifikan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Talqin dan Tasmi' dalam meningkatkan keterampilan menghafal Al-Qur'an dan Hadits. Al-Qur'an sebagai petunjuk utama dalam Islam, serta Hadits sebagai sumber hukum…
ukum kedua, memerlukan pendekatan pembelajaran yang efektif untuk mencapai pemahaman dan penghafalan yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menginterpretasikan hasil wawancara dan observasi terkait penerapan metode Talqin dan Tasmi'. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Talqin dan Tasmi' dilakukan dalam tiga tahapan: perencanaan dengan penyusunan RPP, pelaksanaan yang melibatkan pembagian kelompok dan pengoreksian bacaan, serta evaluasi melalui tes lisan individu dan observasi. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan menghafal, yang tercermin dari peningkatan rata-rata nilai kelas dari 70 menjadi 85. Selain itu, metode ini juga memperbaiki kualitas pembelajaran dengan mendorong pemahaman materi, menciptakan suasana belajar interaktif, serta memperkuat hafalan dan kualitas bacaan Al-Qur'an. Faktor pendukung penerapan metode ini meliputi komitmen sekolah, kualifikasi guru, lingkungan belajar, dukungan orang tua, kedisiplinan guru, dan adanya budaya kompetisi. Sebaliknya, faktor penghambat termasuk perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu, kelelahan, gangguan eksternal, keterbatasan sumber daya, dan penggunaan gadget. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Talqin dan Tasmi' efektif dalam meningkatkan keterampilan menghafal Al-Qur'an dan Hadits, dengan implikasi penting untuk pembelajaran yang lebih baik dan peningkatan kualitas pendidikan agama Islam.
Abstract:Seni pertunjukan, khususnya tarian daerah, berperan penting dalam merefleksikan dan memperbarui estetika budaya tradisional dalam konteks etika kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses reinterpretasi…
tasi estetika tradisional dalam tarian daerah serta dampaknya terhadap keberlanjutan budaya. Metode penelitian menggunakan studi literatur sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisis teori-teori terkait, dengan fokus pada interaksi antara estetika tradisional dan nilai-nilai etika kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian daerah menggabungkan elemen estetika tradisional seperti gerakan, kostum, dan musik dengan nilai-nilai etika kontemporer yang muncul akibat globalisasi dan perkembangan teknologi. Penafsiran ulang elemen tradisional memungkinkan seniman untuk menciptakan karya yang relevan dan menarik di era modern, sekaligus menjaga keberlanjutan budaya. Studi kasus seperti Tari Pendet dan Tari Saman menunjukkan bagaimana reinterpretasi dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya sambil beradaptasi dengan tuntutan kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun reinterpretasi membawa tantangan dalam menjaga autentisitas, ia juga membuka peluang untuk pelestarian dan inovasi budaya yang lebih luas. Dengan demikian, seni tarian daerah tetap menjadi medium vital dalam melestarikan dan memperbarui warisan budaya di tengah dinamika zaman.
Abstract:Budaya adalah pola perilaku yang dilakukan setiap hari secara berulang, dan memiliki kaitan erat dengan nilai social dengan agama, menyadari akan pentingnya budaya sekolah terhadap pengembangan etika dan adab siswa disekolah,…
olah, Dalam meningkatlan mutu Pendidikan budaya sekolah mempunyai makna bersama hal meningkatkan keefektifan pembelajaran tersebut. Tujuan dari studi ini agar mengetahui seberapa pengaruh budaya sekolah terhadap mutu pendidikan siswa. Adanya metode studi yang dimanfaatkan yakni pendekatan kuantitatif bersama metode survey dan teknis analisis regresi sederhana. Sampel studi ini memanfaatkan teknik totalitas sampling yaitu seluruh siswa kelas VII A yang berjumlah 34 siswa. Instrumen studi ini berupa kusioner budaya sekolah yang berjumlah 15 pertanyaan, dan Mutu Pendidikan yang total 15 pertanyaan, kemudian diuji coba kepada 34 siswa. Sesudah dijalankan uji coba, dinyatakan valid sejumlah 28 butri pertanyaan. Serta pernyataan tidak valid diganti dengan pernyataan lain sehingga menjadi valid 30 pertanyaan, Selanjutnya dijalankan uji normalitas serta uji regresi sederhana. Hasil penjumlahan disampaikan persamaan regresi Y = 15,471 + 0,648 X persamaan tersebut diyakini yakni ꞵ > 0, bermakna tolak H_0, serta terima H_1 bermakna ada pengaruh yang relevan. Nilai koefisien korelasi sederhana dari r_xy = 0,703 koefisien mengandung makna yakni 49,4% yang memicu Budaya sekolah terhadap Mutu Pendidikan dan 50,6% berdampak oleh faktor lain.
Abstract:Pelatihan dalam pedagogi adalah elemen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan guru. Studi ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif untuk menilai dampak pelatihan guru terhadap kinerja siswa dalam menerapkan…
an model pengajaran inovatif di MI Darunnajah 2 Cipining. Sumber informasi untuk studi ini mencakup kepala sekolah, guru, atau siapa pun yang menjabat sebagai wali kelas, serta siswa di Kelas 5B. Teknik pengumpulan data menggunakan metode seperti analisis dokumen, observasi kelas, dan wawancara mendalam. Temuan studi menunjukkan bahwa pelatihan internal (IHT) secara signifikan meningkatkan kemampuan guru dalam menyampaikan materi dengan metode yang lebih efektif dan relevan. Lingkungan pembelajaran ini, bersama dengan kurikulum yang kaku dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), memungkinkan guru untuk melakukan modifikasi pelajaran dan memanfaatkan teknologi terkini. Sebagai hasilnya, kualitas pendidikan meningkat dengan keterlibatan aktif siswa.
Abstract:Fenomena keberhasilan dan tantangan dalam adopsi layanan digital perbankan Islam telah menjadi perhatian utama bagi industri keuangan, dengan fokus pada perspektif nasabah di Indonesia. Di era digital yang semakin maju,…
layanan digital perbankan islam menjadi sangat relevan untuk diteliti untuk mengevaluasi sejauh mana layanan digital ini dalam memenuhi kebutuhan nasabah, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi seeta memberikan rekomendasi di masa depan untuk perbaikan. Masalah utama penelitian ini mencakup evaluasi mendalam terhadap adopsi dan penggunaan teknologi oleh nasabah. Tujuan penelitian adalah untuk meneliti sejauh mana layanan digital memenuhi harapan nasabah, dengan fokus pada inovasi dan tantangan dalam meningkatkan aksesibilitas, kecepatan, dan kualitas layanan perbankan islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan analisis tematik. Hasil penelitian meyatakan bahwa layanan digital perbankan Islam di Indonesia secara umum diterima baik oleh nasabah, dengan peningkatan aksesibilitas dan kecepatan transaksi. Meskipun demikian, perlu adanya perbaikan dalam aspek keamanan sistem dan pengembangan fitur yang lebih intuitif untuk mempertahankan dan meningkatkan kepuasan nasabah.
Abstract:Di masa modern ini sistem pendidikan sangat beragam, mengikuti perkembangan zaman. Pesantren Darunnajah cipining hadir dengan program yang baru yaitu program darsul idhofi, yang mana ini merupakan revitalisasi kurikulum…
kuliyatul mu’allimin al-islamiyah (TMI) yang di jalankan oleh divisi pengajaran. Darsul idhofi adalah program unggulan yang ada di kurikulum TMI guna untuk peningkatan bahasa resmi pondok yaitu arab dan inggris dengan metode kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di kelas oleh kelas senior yaitu kelas 5 TMI, yang mana metode ini adalah visi dari kurikulum TMI sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan gambaran yang nyata dan tepat mengenai objek studi, berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan. Metode yang dipilih adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam konteks penelitian kualitatif, validitas data atau temuan dicapai ketika deskripsi peneliti sepenuhnya mencerminkan realitas yang diamati pada objek penelitian, tanpa ada perbedaan antara laporan dan kenyataan di lapangan. Pada Implementasi Program Darsul Idhofi Dalam Meningkatkan Kualitas Bahasa Santri Kelas 5 TMI di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menggunakan sistem POACE. Planning: Dengan adanya perencanaan dapat membuat kegiatan lebih efektif dan efisien. Dengan kata lain, perencanaan adalah dasar pokok acuan, gambaran dan patokan pelaksanaan kegiatan agar dapat berjalan dengan baik, Organizing: Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Semua yang dipilih memalui proses, dilihat dari riwayat Ketika menjadi santri dan mempunyai ambisi tinggi, Actuating: proses pelaksanaan divisi pengajaran membuat kegiatan seperti, membuat persiapan mengajar (ta’hil), pemeriksaan persiapan ajar (taftisy i’dad tadris), KBM di kelas, dan perbaikan bahasa (tahsinul lughoh) yang semuanya berbasis bahasa arab dan inggris, Controlling: Pada aspek ini pengajaran melibatkan direktur TMI, kepala sekolah, dan guru-guru yang berkompeten di bidangnya, Evaluating: hasil dari program akan terlihat pada evaluasi mingguan, bulanan, dan tahunan yang semuanya di nilai dari laporan petugas kontroling dan hasil ujian mid dan semester 1 dan 2.
Abstract:Pendidikan merupakan elemen esensial dalam kehidupan manusia, terutama bagi generasi penerus bangsa. Kualitas pendidikan dapat dilihat dari kemampuannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk generasi muda yang cerdas,…
erdas, berkarakter, bermoral, dan berkepribadian baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji manajemen kelas dalam meningkatkan prestasi akademik siswa kelas VIII di SMP Darunnajah Cipining, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat manajemen kelas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan berdasarkan kriteria dependabilitas, kredibilitas, dan konfirmabilitas. Penelitian yang dilakukan di SMP Darunnajah Cipining menunjukkan bahwa manajemen kelas di sekolah ini telah dijalankan sesuai dengan metode yang baik. Aspek-aspek manajemen kelas yang diterapkan meliputi perencanaan yang matang, pengaturan ruang kelas yang nyaman, pengelolaan waktu yang efektif, serta pengembangan aturan kelas yang mendukung lingkungan belajar yang kondusif. Sekolah juga menerapkan kegiatan belajar tambahan (Muwajjah) untuk membantu siswa mendalami materi yang belum dikuasai. Faktor pendukung manajemen kelas di antaranya adalah kurikulum yang relevan, fasilitas yang memadai, serta dukungan dari guru, orang tua, dan keaktifan siswa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi hambatan seperti kurangnya tenaga kebersihan dan siswa yang sering tertidur di kelas, yang dapat mengurangi semangat belajar. Manajemen kelas di SMP Darunnajah Cipining terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi akademik siswa kelas VIII. Dukungan dari kurikulum, fasilitas, guru, dan orang tua sangat berperan dalam keberhasilan ini. Meskipun demikian, hambatan seperti kurangnya tenaga kebersihan dan motivasi belajar siswa tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai hasil yang lebih optimal di masa depan.