Search Articles & Publications

Showing 521 articles found for "Keterampilan"

EKSPLORASI PENGALAMAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA SEKOLAH DASAR

Akuba, Deiske Ramadanti, Pongoliu, Yusraningsih H., Hidayatullah, Andi Nur Syarif
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman guru dalam mengimplementasikan metode bermain peran untuk mengembangkan keterampilan komunikasi siswa di SDN 1 Telaga Biru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif… dengan jenis fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas II, guru kelas III, guru kelas IV, serta siswa kelas III dan IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman guru dalam menerapkan metode bermain peran bersifat reflektif, adaptif, dan kontekstual. Guru merancang skenario sederhana berdasarkan materi, karakter siswa, keberanian berbicara, dan dinamika kelas. Dalam pelaksanaan, guru berperan sebagai fasilitator yang mengatur kelompok, memberi contoh, membimbing dialog, serta menjaga keseimbangan antara keaktifan siswa dan ketertiban kelas. Metode bermain peran memberi ruang bagi siswa untuk menyimak, berbicara, membaca skenario, menulis catatan sederhana, bekerja sama, dan mengekspresikan peran secara lebih percaya diri. Tantangan yang muncul meliputi rasa malu, perbedaan kemampuan memahami peran, keterbatasan waktu, dan perlengkapan pembelajaran. Guru mengatasinya melalui motivasi, penyederhanaan skenario, latihan bertahap, penguatan positif, dan refleksi pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan bermain peran dalam mengembangkan komunikasi siswa tidak hanya ditentukan oleh prosedur metode, tetapi juga oleh kemampuan reflektif guru dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi nyata kelas.

The PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI STRATEGI PENGEMBANGAN KEBUN STROBERI BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Yusman, Yusman, Sabriani, Sabriani, Takdir, Nuraisyah Takdir, Tabuni, Telemin, Tabuni, Linus G
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan kebun stroberi berbasis kearifan lokal di Kampung Wilekama, Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya,… , Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam identifikasi potensi, penyuluhan, diskusi, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 15 orang yang terdiri atas anggota kelompok tani, tokoh masyarakat, dan pemuda. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest terhadap enam indikator, yaitu potensi ekonomi budidaya stroberi, teknik budidaya, pengelolaan lahan dan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit, pemanfaatan kearifan lokal, serta penanganan pascapanen dan pemasaran hasil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 49,3% pada pretest menjadi 89,6% pada posttest atau mengalami peningkatan sebesar 40,3%. Selain meningkatkan pengetahuan teknis budidaya, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya integrasi teknologi budidaya dengan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan pemanfaatan sumber daya lokal dalam pengelolaan kebun. Pendekatan partisipatif yang diterapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat serta mendorong kesiapan dalam mengembangkan usaha budidaya stroberi secara produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PENANGANAN AWAL KEGAWATDARURATAN ANAK TERSEDAK DAN KEJANG DEMAM DI DESA TIMBUSENG KAB. TAKALAR

Samsir, Samsir, Alamsyah, Alamsyah, Tuhuri, Asri, Rosmini, Rosmini, Fitranur, Anisa, Ramadani, Suci
Abstract: Anak usia balita rentan mengalami kondisi kegawatdaruratan medis di lingkungan rumah, di mana insiden yang paling sering dijumpai adalah tersedak benda asing dan kejang demam. Keterlambatan atau kesalahan dalam penanganan… n awal di masa golden period (4-6 menit) dapat berakibat fatal, seperti kerusakan otak hingga kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan melatih keterampilan praktis ibu rumah tangga di RW 01 Desa Timbuseng, Kabupaten Takalar, dalam melakukan pertolongan pertama secara mandiri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terbagi dalam tahap edukasi kognitif dan pelatihan simulasi (hands-on training) menggunakan alat peraga. Kegiatan ini diikuti oleh 15 ibu rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan rata-rata nilai pre-test 45/100 meningkat menjadi 88/100 pada post-test. Pada capaian psikomotorik, 87% peserta berhasil melakukan manuver back blow, 80% menguasai Heimlich maneuver, serta 100% peserta mampu mempraktikkan posisi miring mantap dan kompres yang tepat. Edukasi dan simulasi terbukti efektif dalam mendekonstruksi mitos penanganan yang keliru dan meningkatkan kesiapsiagaan ibu rumah tangga sebagai first responder kegawatdaruratan anak di rumah.

ANALISIS KINERJA PEGAWAI PADA BALAI PRASARANA PERMUKIMAN WILAYAH GORONTALO

Himran, Anisah Azrina, Abdussamad, Juriko, Tui, Fenti Prihatini
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja pegawai pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo yang dilihat dari lima indikator, yaitu prestasi kerja, kedisiplinan, kerja sama, keterampilan,… dan tanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang pegawai yang dipilih secara purposive. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo secara umum telah berjalan dengan baik. Pada indikator prestasi kerja, pegawai tergolong sangat baik karena mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target, kualitas, dan batas waktu yang telah ditentukan serta melakukan koordinasi dengan atasan ketika menghadapi kendala. Pada indikator kedisiplinan, secara umum sudah cukup baik karena peraturan dan sanksi telah diterapkan, namun masih ditemukan beberapa pegawai yang datang terlambat, menunda pekerjaan, dan kurang mematuhi ketentuan jam kerja. Pada indikator kerja sama, telah terjalin dengan baik melalui koordinasi, komunikasi, dan saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan secara tim. Pada indikator keterampilan, pegawai tergolong baik dalam menggunakan kemampuan dan pengetahuan untuk menyelesaikan pekerjaan serta didukung dengan kegiatan pengembangan kompetensi seperti bimbingan teknis, pendidikan dan pelatihan, serta workshop. Sementara itu, pada indikator tanggung jawab, pegawai tergolong cukup baik dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, meskipun masih terdapat beberapa pegawai yang menunda pekerjaan. Dengan demikian, kinerja pegawai pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo telah berjalan dengan baik, namun aspek kedisiplinan dan tanggung jawab masih perlu ditingkatkan melalui evaluasi dan pengawasan secara berkelanjutan agar pelaksanaan tugas dapat semakin optimal.

Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Toleransi Antarumat Beragama

Muci Herliyanto, Nurdian Setiawan, Vinni Helvionita
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membangun toleransi antarumat beragama, menganalisis tren penelitian, mengidentifikasi efektivitas, serta tantangan implementasinya.… mplementasinya. Menggunakan metode tinjauan sistematis literatur atas publikasi dalam lima tahun terakhir, studi ini menemukan peningkatan signifikan dalam perhatian akademis, mencapai puncak publikasi sembilan artikel pada 2023 dan delapan artikel pada 2025. PKn terbukti efektif menumbuhkan pemahaman kognitif tentang keberagaman, keterampilan berpikir kritis, dan sikap empatik, terutama pada mahasiswa yang umumnya menunjukkan tingkat toleransi sangat tinggi serta internalisasi nilai kerukunan. Lembaga pendidikan formal, didukung guru sebagai teladan dan fasilitator, mengintegrasikan nilai multikultural dan moderasi beragama dalam kurikulum, membentuk sikap inklusif. Namun, studi mengidentifikasi tantangan seperti kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan perilaku praktis, munculnya sikap eksklusif pada mahasiswa, penurunan standar perilaku antaragama di beberapa periode, serta pengaruh lingkungan luar sekolah dan perbedaan latar belakang siswa. Faktor kearifan lokal dan kebijakan publik adaptif juga berperan penting. Studi ini berkontribusi dengan mensintesis literatur yang terfragmentasi, menyajikan gambaran holistik tentang dinamika PKn dalam konteks toleransi, dan menyoroti celah kunci untuk penelitian mendatang. PKn merupakan instrumen krusial, namun efektivitasnya sangat bergantung pada implementasi holistik, menuntut penelitian longitudinal dan kontekstual untuk menjembatani kesenjangan teori-praktik.

Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Paving Block Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Di Desa Kelapapati, Kabupaten Bengkalis

Muhammad Hadziq, Bunga Cantika, Mufthia Urfa, Ummu Munadila Rai’ah, Sefia Alfianti, Alfan Maulana, Elda Zahria, Dwi Meysha Afrita, Hidayatul Izzana, Dhiya Ghina Putri, Deswita Sari
Abstract: Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang paling mendesak di Desa Kelapapati, Kabupaten Bengkalis, karena aktivitas rumah tangga sehari-hari menghasilkan sampah plastik sekali pakai dalam jumlah besar… sar yang belum diimbangi dengan sistem pemilahan dan pengolahan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat, khususnya pelajar dari sekolah mitra, melalui sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis sumber sekaligus penguatan ekonomi sirkular. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang memadukan Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi, dengan melibatkan Pemerintah Desa Kelapapati, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, serta tiga sekolah mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis praktik langsung (hands-on) mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai dampak sampah plastik, prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), serta keterampilan teknis dalam mengolah sampah plastik menjadi paving block yang memiliki nilai ekonomi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dalam pengelolaan sampah plastik di wilayah pesisir, sekaligus mendorong tumbuhnya unit usaha berbasis Bank Sampah di tingkat desa.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Olahraga, Pemeriksaan Kesehatan Lansia, Dan Pemanfaatan Limbah Kulit Pinang Menjadi Biobriket Di Desa Seberang Tembilahan

Nazwa Azura Yasmin, Irsan Taufik Ali, Nawa Afifah, Adelia Putri, Dea Ananda, Izhar Ibnu Fahmi, Oktavia Rahmadhani, Muhammad Genadi, Triana Suci Amanda, Tasya Nofa, Arie Styawan
Abstract: Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Seberang Tembilahan, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada… epada masyarakat. Berdasarkan hasil observasi lapangan, teridentifikasi tiga permasalahan utama, yaitu rendahnya aktivitas sosial antarwarga, minimnya kesadaran kesehatan pada kelompok lanjut usia, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah kulit pinang hasil perkebunan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan participatory action research dengan tiga program utama, yaitu turnamen bola voli antarkampung, pemeriksaan kesehatan lansia melalui posyandu, dan pelatihan pengolahan limbah kulit pinang menjadi biobriket. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa turnamen bola voli berhasil meningkatkan interaksi dan kebersamaan antarwarga, kegiatan posyandu lansia meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat lanjut usia terhadap layanan kesehatan, serta pelatihan biobriket memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat dalam mengolah limbah perkebunan menjadi produk bernilai ekonomi. Ketiga program tersebut saling melengkapi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dari aspek sosial, kesehatan, dan lingkungan, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sosialisasi Manajemen Stres Kerja Dan Work-Life Balance Bagi Tenaga Kerja Perempuan Di Sektor Industri Rumahan Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli

Wasesa, Supar
Abstract: Tenaga kerja perempuan di sektor industri rumahan memiliki beban ganda yang unik, yaitu menjalankan peran produktif sebagai pekerja sekaligus peran domestik sebagai pengelola rumah tangga secara bersamaan dan dalam ruang… yang sama. Kondisi ini berpotensi memicu stres kerja yang tidak terkelola dengan baik serta ketimpangan work-life balance, namun seringkali tidak disadari oleh pelaku usaha itu sendiri karena dianggap sebagai bagian yang wajar dari kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga kerja perempuan pelaku industri rumahan di Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, dalam mengenali gejala stres kerja, menerapkan teknik manajemen stres sederhana, serta menyusun strategi keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi partisipatif yang meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi teknik relaksasi, serta pendampingan penyusunan rencana aksi pribadi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap peserta untuk mengukur perubahan pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai gejala dan penyebab stres kerja, teknik pengelolaan stres, serta pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model intervensi berkelanjutan bagi kelompok tenaga kerja perempuan sektor informal di wilayah perkotaan lain yang memiliki karakteristik serupa.

Pendampingan Orang Tua Melalui Sosialisasi Media Pembelajaran Nilai Tempat Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Bilangan Siswa Kelas III SD

Sari Natalia Br Sihombing, Devi Vitaloka Naingolan, Rosarmita Sihombing, Melyana Priskila Rajagukguk, Widya, Juwita Sri Ayu Br Barus
Abstract: Keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika pada siswa sekolah dasar, terutama pada materi nilai tempat bilangan.… ilangan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap satu orang tua siswa kelas III Sekolah Dasar di kediamannya yang beralamat di Jalan Bunga Lau II Nomor 8, diperoleh informasi bahwa orang tua masih mengalami kendala dalam mendampingi anak belajar karena belum memahami penggunaan media pembelajaran yang sesuai. Kondisi tersebut menyebabkan anak masih mengalami kesulitan dalam membedakan nilai satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memanfaatkan media pembelajaran nilai tempat sebagai sarana pendampingan belajar di rumah. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan yang meliputi observasi dan penyusunan materi, pelaksanaan berupa penyampaian materi, demonstrasi, diskusi, serta praktik penggunaan media pembelajaran, dan evaluasi melalui wawancara untuk mengetahui ketercapaian tujuan kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah mengikuti kegiatan, orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep nilai tempat bilangan, mampu menggunakan media pembelajaran secara mandiri, serta lebih percaya diri dalam mendampingi anak belajar di rumah. Selain itu, peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan karena media pembelajaran yang diperkenalkan dinilai sederhana, mudah digunakan, dan efektif dalam membantu menjelaskan konsep bilangan secara lebih konkret. Dengan demikian, sosialisasi media pembelajaran nilai tempat terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak sehingga mendukung peningkatan pemahaman konsep bilangan siswa kelas III Sekolah Dasar.

Implementasi Literasi Keagamaan Moderat bagi Siswa SMK Berbasis Pendekatan Pendidikan Agama Islam 

Nida Nur Khansa, Muhammad Sidiq Asyhari
Abstract: Penanaman literasi keagamaan moderat menjadi kebutuhan penting dalam konteks pendidikan menengah kejuruan yang memiliki karakter peserta didik heterogen. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program Pengalaman Praktik Lapangan… gan (PPL) 2025 di SMK PGRI 1 Tulungagung dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai nilai-nilai moderasi beragama melalui pendekatan Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan meliputi observasi, analisis kebutuhan, implementasi strategi pembelajaran moderat, serta refleksi pelaksanaan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemahaman keagamaan siswa sebelumnya masih bersifat tekstual, kurang kritis, dan belum sepenuhnya mencerminkan nilai moderasi. Implementasi model literasi keagamaan moderat dilakukan melalui diskusi kelas, telaah kasus, penguatan budaya religius inklusif, dan penggunaan media pembelajaran kontekstual. Program ini terbukti meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep moderasi beragama, memperkuat sikap toleran, serta membangun keterampilan dialogis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang multikultur. Temuan ini menegaskan bahwa PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderat di sekolah kejuruan, sekaligus menjadi model alternatif pembelajaran untuk memperkuat karakter religius dan sosial siswa secara seimbang.