Abstract:Abstract: The success of a government agency can be seen from the services provided by the agency itself. Therefore, government agencies must provide optimal services according to the needs of the community so that it is…
easy to carry out administration. Tanjungbalai City Office of the Ministry of Religion in conducting community satisfaction survey activities distributes questionnaires using google form and processes questionnaire data using number processing applications. So that there is no decision support system to accelerate knowing the level of community satisfaction with the services that have been provided. purpose of this study was to determine the level of public satisfaction with Hajj and Umrah Organizer section at the Tanjungbalai City Ministry of Religion Office. In this study the method used is the servqual method with 5 dimensions. Data collection was carried out through a questionnaire given to 30 respondents who had received services from the Hajj and Umrah Organizer section. Based on the results of the study, it is known that 75% people feel very satisfied, 18.75% people feel satisfied, and 16.15% people feel dissatisfied. The results also show that there is one dimension that has a negative value, namely the dimension of physical evidence regarding waiting chairs.
Keywords: Satisfaction; Servqual; Deccission Support.
Abstrak: Keberhasilan suatu instansi pemerintah dapat dilihat dari pelayanan yang diberikan oleh instansi itu sendiri. Oleh karena itu, instansi pemerintah harus memberikan pelayanan optimal sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar mudah melakukan administrasi. Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungbalai dalam kegiatan survei kepuasan masyarakat melakukan penyebaran kuesioner menggunakan google form dan mengolah data kuesioner menggunakan aplikasi pengolah angka. Sehingga belum ada sistem pendukung keputusan untuk mempercepat mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang telah diberikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap seksi Penyelenggara Haji dan Umrah di Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungbalai. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode servqual dengan 5 dimensi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada 30 responden yang pernah mendapat pelayanan dari bagian Penyelenggara Haji dan Umroh. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 75% masyarakat merasa sangat puas, 18,75% masyarakat merasa puas, dan 16,15% masyarakat merasa tidak puas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat satu dimensi yang bernilai negatif yaitu dimensi bukti fisik mengenai kursi tunggu.
Kata kunci: Kepuasan; Servqual; Sistem Pendukung Keputusan.
Abstract:bstract: Disease is an abnormal condition in which the body or mind experiences discomfort or dysfunction in the person it affects. Every day the number of people suffering from infectious diseases always increases with…
different types of diseases. Therefore, there is a need for a grouping to help the government find information about the diseases most commonly suffered by citizens. In this research, patient disease data was grouped using multidimensional clustering data mining techniques. K-Means Clustering is a non-hierarchical data clustering method that groups data in the form of one or more clusters. Data that has the same characteristics is grouped in one cluster and data that has different characteristics is grouped in another cluster so that the data in one cluster has a small level of variation. This research aims to make the government pay more attention to areas that have high rates of infectious diseases both from the environment and other things. The results of research from 34 provinces and 8 infectious diseases show data where 32 areas are very vulnerable, 2 areas are vulnerable and 2 areas are quite vulnerable.
Keywords: Data Mining, Disease Cases, K-Means
Abstrak: Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dimana tubuh ataupun pikiran mengalami ketidaknyamanan atau disfungsi terhadap orang yang dipengaruhinya. Setiap harinya jumlah warga yang menderita penyakit menular selalu bertambah dengan jenis penyakit yang berbeda. Oleh sebab itu, perlu adanya pengelompokan untuk membantu pihak pemerintah menemukan informasi mengenai penyakit yang paling banyak diderita oleh warga. Pada penelitian ini dilakukan pengelompokkan data penyakit pasien menggunakan teknik data mining clustering multidimensi. K-Means Clustering merupakan salah satu metode data clustering non-hirarki yang mengelompokkan data dalam bentuk satu atau lebih cluster. Data-data yang memiliki karakteristik yang sama dikelompokkan dalam satu cluster dan data yang memiliki karakteristik berbeda dikelompokkan dengan cluster yang lain sehingga data yang berada dalam satu cluster memiliki tingkat variasi yang kecil. Penelitian ini bertujuan agar pemerintah lebih perhatian terhadap daerah yang memilki angka tinggi terhadap penyakit menular baik dari lingkungan maupun dari hal lainnya. Hasil dari penelitian dari 34 Provinsi dan 8 Penyakit menular menunjukkan data dimana 32 daerah dengan sangat rawan, 2 daerah rawan dan 2 daerah cukup rawan.
Kata kunci: Data Mining, Kasus Penyakit, K-Means
Abstract:Abstract: The government has made many efforts to eradicate poverty in society by implementing programs such as pro-poor, basic food assistance and cash assistance which are useful for achieving the standards of a prosperous…
rous society. The results of data processing are useful in future decision making. Considering the large amount of public data, finding out poor people is not an easy thing for the government to do, as is the case in North Sumatra. This research uses the K-Means Clustering (Multidimensional) method, making it easier to see patterns and structures in data that are difficult to see in the original representation. The application of the K-Means Clustering (Multidimensional) algorithm produces 3 clusters with a silhouette_score value of 33, namely cluster 0 with a high level of population poverty of 1, cluster 1 with a moderate level of population poverty of 4 and cluster 2 with a low level of population poverty as many as 28.
Keywords: Resident; Poor; Data Mining; K-Means
Abstrak: Banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk menghapus kemiskinan pada masyarakat dengan cara melakukan program seperti pro-poor, bantuan sembako maupun bantuan uang tunai yang berguna untuk mencapai standar masyarakat sejahtera. Hasil pengolahan data tersebut berguna dalam pengambilan keputusan kedepannya. Mengingat banyaknya data masyarakat, maka untuk mengetahui masyarakat miskin bukanlah hal mudah yang dilakukan oleh pemerintah, sama halnya di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode K-Means Clustering (Multidimensi) memudahkan untuk melihat pola dan struktur dalam data yang sulit dilihat dalam representasi aslinya. Penerapan algoritma K-Means Clustering (Multidimensi) menghasilkan 3 cluster, yaitu dengan cluster 0 dengan tingat kemiskinan penduduk yang tinggi sebanyak 1, cluster 1 dengan tingat kemiskinan penduduk yang sedang sebanyak 4 dan cluster 2 dengan tingkat kemiskinan penduduk yang rendah sebanyak 28.
Kata kunci: Penduduk; Miskin; Multidimensi; Data Mining; K-Means
Abstract:Abstract: Augmented reality is a technology that combines the virtual world and the real world in the form of two-dimensional or 3D objects in real time. This study uses the markerless augmented reality method to display…
the object. This study uses the prototype method where researchers listen to customers, build or revise mockups and customer test drive mockups. This augmented reality application was created using the Blender, Unity, Sketchup Pro and Vuforia SDK applications. Making three-dimensional objects is made using Blender and Sketchup Pro while making applications using Unity and Vuforia SDK. The results of the research on the application that was made were tested using blackbox testing where the test results obtained "as expected" which means the application is functioning and working properly.
Keywords: augmented reality; markerless augmented reality; 3D
Abstrak: Augmented reality adalah teknologi yang mengubah realitas menjadi objek dua dimensi atau tiga dimensi secara real time. Studi ini menggunakan metode augmented reality tanpa penanda untuk mengungkap objek. Penelitian ini menggunakan metode prototipe, di mana peneliti mendengarkan pelanggan, mengembangkan atau mengubah maket, kemudian meminta pelanggan untuk menguji coba maket tersebut. Aplikasi augmented reality ini dibuat menggunakan Blender, Unity, Sketchup Pro, dan Vuforia SDK. Objek tiga dimensi dibuat menggunakan Blender dan Sketchup Pro, sedangkan aplikasinya dibuat menggunakan Unity dan Vuforia SDK. Hasil penelitian pada aplikasi yang diuji menggunakan pengujian blackbox yang mendapatkan hasil "sesuai harapan" yang memiliki arti aplikasi sudah berfungsi dan bekerja dengan baik.
Kata kunci: augmented reality; markerless augmented reality; 3D
Abstract:Abstract: Nagari Pariangan as the most beautiful tourist village in the world has a place to help the community's economy, increase local revenue (PAD). Local industrial products that have been owned by the community can…
become souvenirs for visiting tourists. However, in fact Nagari Pariangan does not have the media to promote it. This study aims to analyze the convergence of media in marketing the local industrial handicraft products of the community. This research approach is descriptive qualitative, with data collection methods, namely by means of observation and interviews and literature review. The results of this study reveal that Nagari Pariangan is an area with tourism potential that has become the spotlight of the world, there is a need for a media that helps the community in introducing local Nagari products in order to increase local community income. The main key to convergence is digitization, Nagari Pariangan does not yet have digital media as a forum for supporting community industrial output. Based on the 3C technology dimension (Communication, Compute and Contents), which consists of the IT Industry, Telcom Infrastructure Provides, and the Content Industry. Nagari Pariangan is considered capable of building a digitalized medium, in order to be able to make the economy of the people in areas that have tourism potential much better.
Keywords: convergence; craft produk; media
Abstrak: Nagari Pariangan sebagai desa wisata terindah dunia memiliki wadah untuk membantu perekonomian masyarakat, menambah pendapatan asli daerah (PAD). Hasil Industri lokal yang selama ini dimiliki oleh masyarakat bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung. Namun, pada kenyataanya Nagari pariangan belum memiliki media dalam mempromosikannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis konvergensi media dalam memasarkan produk kerajinan industri lokal masyarakat. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan wawancara serta kajian literatur. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Nagari Pariangan merupakan daerah dengan potensi wisata yang sudah menjadi sorotan dunia, dan perlu adanya sebuah media yang membantu masyarakat dalam memperkenal produk lokal nagari agar bisa menambah pendapatan masyarakat setempat. Kunci utama konvergensi adalah digitalisasi, Nagari Pariangan belum memiliki media digital sebagai wadah dalam mendukung hasil industri masyarakat. Berdasarkan dimensi teknologi 3C (Communication, Compute and Contents), yang terdiri dari IT Industry, Telcom Infrastructure Provides, serta Content Industry. Nagari Pariangan dirasa mampu untuk membangun sebuah media yang digitalisasi, agar mampu menjadikan ekonomi masyarakat di daerah yang memiliki potensi wisata jauh lebih baik.
Kata kunci: konvergensi; media; produk kerajinan
Abstract:This study focuses on the development of an Augmented Reality (AR)–based learning application designed to assist students in understanding the mathematical concepts of volume and surface area of three-dimensional geometric…
tric shapes. The development process adopted the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) model, which consists of six systematic stages: concept, design, material collecting, assembly, testing, and distribution. The research concentrated on the development and expert validation stages. Validation results from content and media experts indicate that the application meets pedagogical and technical feasibility standards. The content expert confirmed that the materials align with the national mathematics curriculum and are presented in a clear, contextual, and accurate manner, while the media expert highlighted the user-friendly interface, interactive features, and visual appeal of
the application. Theoretically, this AR-based medium bridges the gap between abstract mathematical concepts and concrete visualization by enabling students to interact directly with
virtual 3D objects. Practically, the application enhances learning motivation and engagement by providing dynamic, interactive experiences. Overall, this research contributes to the
advancement of educational technology by offering a systematic model for developing AR-based learning media that support active and meaningful learning in the digital
era.
Abstract:Abstract: The rapid expansion of digital learning environments has increased students’ reliance on Learning Management Systems (LMS), including SPOT UPI. However, limited studies have examined the platform’s overall user…
user experience across all User Experience Questionnaire (UEQ) dimensions. This study aims to evaluate the user experience (UX) of SPOT UPI, identify its strengths and weaknesses, and provide recommendations for system improvement. A quantitative-dominant mixed-method design was applied, involving 81 student respondents for the UEQ survey and two participants for follow-up semi-structured interviews selected through purposive sampling. The UEQ data were analyzed to generate mean scores for six UX dimensions, while interview data were thematically analyzed to support the interpretation of quantitative findings. The results indicate that Perspicuity (1.05) and Efficiency (0.78) achieved the highest scores, reflecting adequate clarity and functionality. In Contrast, Stimulation (0.50) and Novelty (-0.15) were the lowest, indicating limited engagement and innovation. Overall, pragmatic quality (0.84) outperformed hedonic quality (0.17), suggesting that users value functionality more than enjoyment. In conclusion, SPOT UPI is generally usable but lacks aesthetic appeal, emotional engagement, and innovative features, highlighting the need for interface redesign and performance optimization to enhance the overall learning experience.
Keywords: learning management system; user experience; user experience questionnaire
Abstrak: Perkembangan pembelajaran digital membuat mahasiswa semakin bergantung pada Learning Management System (LMS), termasuk SPOT UPI. Meski digunakan secara luas, evaluasi pengalaman pengguna secara komprehensif berdasarkan seluruh dimensi User Experience Questionnaire (UEQ) masih belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi user experience (UX) pada SPOT UPI, mengidentifikasi keunggulan dan kelemahannya, serta memberikan rekomendasi perbaikan sistem. Penelitian menggunakan desain penelitian mixed-method dominan kuantitatif, melibatkan 81 responden pada survei UEQ dan dua partisipan pada wawancara semi-terstruktur yang dipilih melalui purposive sampling. Data UEQ dianalisis untuk memperoleh nilai rata-rata pada enam dimensi UX, sedangkan data wawancara dianalisis secara tematik untuk memperkaya interpretasi temuan kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa Perspicuity (1,05) dan Efficiency (0,78) menjadi dimensi dengan skor tertinggi, mencerminkan bahwa SPOT UPI mudah dipahami dan cukup membantu dalam menyelesaikan tugas. Sebaliknya, Stimulation (0,50) dan Novelty (-0,15) memperoleh skor terendah, menandakan rendahnya tingkat keterlibatan dan inovasi yang dirasakan pengguna. Secara keseluruhan, pragmatic quality (0,84) lebih tinggi dibandingkan hedonic quality (0,17), menunjukkan bahwa pengguna lebih mengutamakan aspek fungsional daripada kenyamanan emosional. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa SPOT UPI sudah layak digunakan secara fungsional, tetapi masih memerlukan peningkatan pada interface, pengalaman visual, dan fitur inovatif agar dapat memberikan pengalaman belajar digital yang lebih menarik dan optimal.
Kata kunci: learning management system; pengalaman pengguna; user experience questionnaire
Abstract:Abstract: The online exam system is used to evaluate student learning, but it has some limitations. Therefore, it is necessary to research the user satisfaction of the system. This study aims to assess user satisfaction…
using the End User Computing Satisfaction (EUCS), Importance Performance Analysis (IPA), and Customer Satisfaction Index (CSI) methods. The results showed that three dimensions, namely, accuracy, ease of use, and timeliness significantly affected user satisfaction, while content and format did not have a significant effect. IPA analysis shows the majority of attributes (12 attributes) are in quadrant II, which indicates moderate satisfaction, 11 attributes in quadrant III, one attribute in quadrant I, and three attributes in quadrant IV. CSI concluded that the online exam system provides satisfactory service with a score of 77.54%.
Keywords: csi; eucs; ipa; online exam system; user satisfaction
Abstrak: Sistem ujian online digunakan untuk mengevaluasi pembelajaran mahasiswa, tetapi sistem ini memiliki beberapa keterbatasan. Karena itulah perlu penelitian kepuasan pengguna sistem tersebut. Penelitian ini bertujuan menilai kepuasan pengguna dengan menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS), Importance Performance Analisys (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil riset menunjukkan tiga dimensi yaitu, akurasi, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu signifikan mempengaruhi kepuasan pengguna, sementara konten dan format tidak berpengaruh signifikan. Analisis IPA menunjukkan mayoritas atribut (12 atribut) berada di kuadran II, yang mengindikasikan kepuasan sedang, 11 atribut di kuadran III, satu atribut di kuadran I, dan tiga atribut di kuadran IV. CSI menyimpulkan sistem ujian online memberikan layanan yang memuaskan dengan skor 77,54%.
Kata kunci: csi; eucs; ipa; kepuasan pengguna; sistem ujian online
Abstract:Abstract: Heart disease is one of the leading causes of death worldwide, making early detection and accurate diagnosis crucial for reducing mortality rates and improving patient outcomes. This study aims to evaluate the…
effectiveness of four machine learning algorithms—Logistic Regression, Random Forest, Support Vector Machine (SVM), and K-Nearest Neighbors (KNN)—in predicting heart disease, with a focus on enhancing model performance using Linear Discriminant Analysis (LDA) for feature reduction. Among the models, SVM achieved the highest accuracy at 84.24%, followed by Logistic Regression at 83.70%. Although Random Forest and KNN showed lower accuracies, all models benefited from LDA's dimensionality reduction. This study suggests that SVM, combined with LDA, offers an optimal solution for early and accurate heart disease prediction in the healthcare industry.
Keywords: feature reduction; heart disease; linear discriminant analysis (LDA); machine learning; SVM
Abstrak: Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, sehingga deteksi dini dan diagnosis yang akurat sangat penting untuk menurunkan angka kematian dan meningkatkan hasil pengobatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas empat algoritma pembelajaran mesin—Regresi Logistik, Random Forest, Support Vector Machine (SVM), dan K-Nearest Neighbors (KNN)—dalam memprediksi penyakit jantung, dengan fokus pada peningkatan kinerja model menggunakan Analisis Diskriminan Linear (LDA) untuk reduksi fitur. Di antara model yang diuji, SVM mencapai akurasi tertinggi sebesar 84,24%, diikuti oleh Regresi Logistik dengan 83,70%. Meskipun Random Forest dan KNN menunjukkan akurasi yang lebih rendah, semua model memperoleh manfaat dari reduksi dimensi yang diberikan oleh LDA. Studi ini menunjukkan bahwa SVM yang dikombinasikan dengan LDA merupakan solusi optimal untuk prediksi penyakit jantung secara dini dan akurat dalam industri kesehatan.
Kata kunci: linear discriminant analysis (LDA); machine learning; penyakit jantung; reduksi fitur; SVM.
Abstract:Abstract: The design of Smart Village Enterprise Architecture for village government systems serves to support sustainability in facilitating the creation of Good Governance in a Village Government. One significant role…
in achieving Good Governance in a village is Education. Education plays a crucial role in enhancing and developing Good Governance and the SDGs values of a village. The conducted research focuses on the design of Enterprise Architecture of the Smart Village concept, with a focus on Village Services' dimension that specifically targets Education Services in a village in the Special Region of Yogyakarta. The research method utilized the TOGAF ADM 9.2 framework. The focus domain in this study includes the preliminary phase, architecture vision, business architecture, data architecture, application architecture, technology architecture, opportunities and solutions, and migration planning for the Education service in the Pagerharjo Village Government. The research result is an Enterprise Architecture blueprint as a solution to the issues that occur in the Education service in the Pagerharjo Village Government, along with an IT Roadmap as a reference for the village government in project development. It is hoped that the recommendations provided can enhance the Education services offered by the Pagerharjo village, thereby aiding the Pagerharjo Village Government in improving its score for the fourth SDGs, Quality Education.
Keywords: Enterprise Architecture, Smart Village, SDGs, TOGAF ADM 9.2.
Abstrak: Perancangan Enterprise Architecture Smart Village pada sistem pemerintahan Desa befungsi mendukung sustainability dalam membantu terciptanya Good Governance di suatu Pemerintahan Desa. Salah satu peranan penting terciptanya Good Governance di suatu Desa adalah Pendidikan. Pendidikan memiliki peran penting dalam peningkatan maupun pembangunan Good Governance dan nilai SDGs Desa. Penelitian yang dilakukan berfokus pada perancangan Enterprise Architecture konsep Smart Village dimensi Village Services yang berfokus pada Education Services di Desa Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan framework TOGAF ADM 9.2. Fokus domain yang diambil dalam penelitian ini mencakup fase preliminary phase, architecture vision, arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi, opportunities and solutions, dan migration planning pada layanan Pendidikan di Pemerintahan Desa Pagerharjo. Hasil dari penelitian yang dilakukan berupa blueprint Enterprise Architecture sebagai solusi dari permasalahan yang terjadi pada layanan Pendidikan di Pemerintahan Desa Pagerharjo serta IT Roadmap sebagai acuan Pemerintah Desa dalam melakukan pengembangan proyek. Diharapkan, rekomendasi yang diberikan dapat meningkatkan layanan Pendidikan yang disediakan oleh Desa Pagerharjo, sehingga mampu membantu Pemerintah Desa Pagerharjo meningkatkan score nilai SDGs ke-empat, Pendidikan yang Berkualitas.
Kata kunci: Enterprise Architecture, Smart Village, SDGs, TOGAF ADM 9.2