Abstract:Berdasarkan temuan penelitian yang dipublikasikan selama lima tahun terakhir (2020–2025), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas berbagai pendekatan pembelajaran dalam pembelajaran matematika.…
tematika. Data yang dikumpulkan dari delapan artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan membahas penerapan metode Problem Based Learning (PBL), Realistic Mathematics Education (RME), Cooperative Learning, Blended Learning, dan Team Assisted Individualization (TAI) dalam pembelajaran matematika di berbagai jenjang pendidikan. Studi ini menggunakan metode studi literatur deskriptif-komparatif dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang berbeda memiliki fitur dan keunggulan yang unik. Pendidikan matematika realistik (RME) meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematis siswa, sedangkan model masalah dasar belajar (PBL) efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan pemahaman konseptual siswa. Pembelajaran kooperatif, yang melibatkan kerja kelompok dan interaksi sosial, terbukti meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Blended learning, di sisi lain, lebih fleksibel dan meningkatkan hasil belajar.
Abstract:Penelitian ini menganalisis peluang dan ancaman yang dihadapi sektor furnitur Indonesia dalam perdagangan internasional, dengan fokus pada Vietnam sebagai mitra dagang utama di kawasan ASEAN pada tahun 2025. Dengan menggunakan…
unakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini bersumber dari data primer Badan Pusat Statistik (BPS) serta data sekunder dari jurnal ilmiah dan laporan pemerintah. Data primer menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, total nilai ekspor furnitur Indonesia ke Vietnam mencapai $ 8.380.442,83, sedangkan nilai impor dari Vietnam mencapai $ 66.740.816,14. Hal ini mencerminkan defisit perdagangan sebesar sekitar $ 58,36 juta. Meskipun demikian, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif berupa ketersediaan kayu tropis berkualitas tinggi, tradisi desain budaya yang kaya, dan dukungan pemerintah yang terus meningkat. Ancaman utama meliputi persaingan ketat dari produsen Vietnam, inefisiensi logistik, dan hambatan birokrasi perdagangan. Penelitian ini merekomendasikan agar Indonesia melakukan diversifikasi pasar di kawasan ASEAN, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperkuat diplomasi ekonomi bilateral dengan Vietnam.
Abstract:Kerajinan bambu merupakan produk ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal yang memiliki potensi ekspor tinggi, khususnya ke pasar India. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, tantangan, dan strategi pengembangan…
embangan ekspor kerajinan bambu Indonesia ke India pada tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research) menggunakan data sekunder dari BPS, FAO, UNCTAD, IBEF, IMARC Group, dan berbagai literatur ilmiah terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi daya saing ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume ekspor kerajinan bambu Indonesia ke India pada tahun 2025 mencapai 70.541 kg dan memiliki prospek yang positif seiring meningkatnya permintaan produk ramah lingkungan. Kekuatan utama terletak pada keunikan desain, nilai budaya, dan bahan berkelanjutan, sedangkan tantangan utama meliputi persaingan dengan produsen lokal India, konsistensi kualitas produk, keterbatasan teknologi, dan hambatan perdagangan. Strategi yang direkomendasikan mencakup peningkatan kualitas produk, inovasi desain, penguatan pemasaran digital, serta dukungan kebijakan ekspor. Penelitian ini menegaskan bahwa kerajinan bambu berpotensi menjadi komoditas unggulan dalam meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar India.
Abstract:Wakaf memiliki peran strategis sebagai instrumen filantropi Islam dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan ekonomi di Indonesia. Namun, kesenjangan yang signifikan masih terjadi antara potensi masif yang dimiliki…
ki dengan realisasi penghimpunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan wakaf produktif di Indonesia, mencakup konsep, kerangka hukum, tantangan, serta strategi pengembangannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (literature review), penelitian ini mensintesis berbagai artikel ilmiah, buku, dan laporan resmi terkait tata kelola wakaf produktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum melalui UU No. 41 Tahun 2004 dan pembentukan Badan Wakaf Indonesia (BWI) sudah kuat, efektivitas pengelolaan wakaf produktif secara nasional belum berjalan optimal. Tantangan struktural utama meliputi keterbatasan kapasitas manajerial nazhir, rendahnya literasi masyarakat mengenai wakaf produktif, serta kendala administrasi aset. Sebaliknya, beberapa studi kasus lembaga wakaf modern membuktikan bahwa manajemen profesional, inovasi model bisnis, dan transparansi mampu menghasilkan surplus berkelanjutan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi manajemen wakaf melalui profesionalisasi nazhir, kolaborasi lintas sektor, dan digitalisasi merupakan keharusan untuk meningkatkan efektivitas wakaf produktif sebagai pilar pembangunan ekonomi yang inklusif.
Abstract:Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sering diposisikan sebagai barometer kondisi ekonomi nasional yang merangkum ekspektasi pelaku pasar terhadap fundamental makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi…
engevaluasi peran serta efektivitas IHSG sebagai indikator kesehatan ekonomi Indonesia berdasarkan bukti-bukti empiris dari studi terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (literature review) sistematis yang mensintesis artikel jurnal, laporan ilmiah, dan data sekunder terkait. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa IHSG memiliki hubungan dua arah yang signifikan dengan variabel makroekonomi utama seperti inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan pertumbuhan PDB. Penguatan IHSG mencerminkan optimisme investor dan stabilitas keuangan, sementara penurunannya memberikan sinyal risiko makroekonomi atau tekanan eksternal akibat integrasi keuangan global. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi keterbatasan IHSG, antara lain kerentanannya terhadap perilaku spekulatif jangka pendek, serta ketidakmampuannya dalam merefleksikan kondisi sektor UMKM secara komprehensif. Kesimpulannya, meskipun IHSG sangat relevan sebagai leading indicator untuk membaca dinamika pasar dan mendiagnosis denyut nadi perekonomian, penggunaannya tidak boleh berdiri sendiri. Otoritas kebijakan disarankan untuk mengintegrasikan analisis IHSG dengan indikator sektoral dan sosial-ekonomi yang lebih luas guna menciptakan gambaran kesehatan ekonomi nasional yang utuh, inklusif, dan berkelanjutan.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun seringkali menghadapi kendala akses permodalan. Pembiayaan syariah hadir sebagai solusi alternatif yang mengedepankan prinsip…
p keadilan, transparansi, dan etika tanpa unsur riba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembiayaan syariah terhadap indikator pertumbuhan UMKM serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur deskriptif, mengintegrasikan data sekunder dari jurnal ilmiah, publikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia periode 2017–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan syariah memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap pertumbuhan UMKM, di mana 63% UMKM mengalami kenaikan omzet, 64% peningkatan laba usaha, dan 58% mampu memperluas usaha. Akad bagi hasil (mudharabah dan musyarakah) terbukti lebih dominan mendorong ekspansi jangka panjang dibandingkan akad murabahah. Inovasi teknologi finansial syariah turut memperluas inklusi keuangan di daerah terpencil. Namun, efektivitasnya masih terhambat oleh rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan likuiditas, dan kompleksitas prosedur. Simpulan: Pembiayaan syariah terbukti efektif menjadi pilar utama pemberdayaan UMKM, yang memerlukan dukungan kebijakan adaptif serta peningkatan edukasi keuangan yang masif.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan keuangan publik dan distribusi kekayaan dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat pada masa Khulafaur Rasyidin. Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh kebijakan…
n keuangan publik dan distribusi kekayaan terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat Islam pada era tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif melalui berbagai sumber ilmiah dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Baitul Mal, pelaksanaan zakat, jizyah, dan kharaj, serta pembangunan infrastruktur berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan distribusi kekayaan yang dilakukan secara adil mampu mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat stabilitas ekonomi umat. Selain itu, kebijakan para khalifah menunjukkan adanya sistem keuangan publik yang terorganisasi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Abstract:Budaya literasi digital telah berubah sebagai akibat dari pertumbuhan media sosial, terutama di kalangan Generasi Z, yang tumbuh di era digital. Studi ini menggunakan teknik Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) untuk meneliti…
liti bagaimana budaya literasi digital Generasi Z telah berubah di era media sosial. Tinjauan Literatur Sistematis digunakan, mengumpulkan publikasi ilmiah dari SINTA dan Google Scholar antara tahun 2020 dan 2025. Kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya digunakan dalam proses pemilihan artikel. Setelah prosedur penyaringan, 20 artikel yang relevan ditemukan untuk dipelajari dari 35 artikel yang dihasilkan oleh pencarian. Temuan menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak besar pada bagaimana budaya literasi digital Generasi Z berkembang, mulai dari pergeseran kemampuan penilaian informasi dan kebiasaan akses hingga pembuatan konten digital. Namun, masih ada masalah, seperti kurangnya kemampuan berpikir kritis, paparan informasi palsu yang tinggi, dan ketergantungan pada media sosial. Untuk memberdayakan Generasi Z agar dapat menggunakan media sosial secara bijaksana dan etis, sangat penting untuk memperkuat literasi digital mereka.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh inkonsistensi temuan penelitian sebelumnya terkait hubungan omnichannel experience dan customer satisfaction. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh omnichannel experience dan service…
vice quality terhadap customer satisfaction pada ritel modern di Indonesia menggunakan metode kualitatif melalui Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari jurnal ilmiah dan buku melalui tahapan identifikasi, seleksi, ekstraksi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa omnichannel experience dan service quality masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Secara simultan, keduanya menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepuasan konsumen ritel modern.
Abstract:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak kompensasi strategis terhadap kinerja karyawan Generasi Z di era teknologi saat ini dan untuk menemukan jenis kompensasi yang paling sesuai dengan karakteristik…
generasi tersebut. Untuk melakukan penelitian literatur, artikel ilmiah dari tahun 2021–2026 dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional melalui basis data seperti Google Scholar dan SINTA. Teknik analisis termasuk identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi strategis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kinerja yang ditunjukkan oleh karyawan. Memiliki sistem kompensasi yang adil dan sesuai dengan tujuan perusahaan dapat meningkatkan motivasi, produktivitas, dan kepuasan kerja. Bagi Generasi Z, efektivitas kompensasi dipengaruhi oleh faktor-faktor non-finansial dan finansial, seperti fleksibilitas dalam bekerja, pengembangan karier, dan menemukan keseimbangan antara hidup pribadi dan kerja. Selain itu, perusahaan harus menerapkan kompensasi strategis yang komprehensif dan adaptif untuk meningkatkan retensi, keterikatan, dan kinerja karyawan secara berkelanjutan. Ini karena ketidaksesuaian antara sistem kompensasi dan harapan karyawan dapat menyebabkan penurunan kinerja dan peningkatan niat untuk meninggalkan pekerjaan.