Search Articles & Publications

Showing 3086 articles found for "Terhadap"

Upaya Peningkatan Kemampuan Belajar pada Mata Pelajaran Pengelasan SMAW dengan Model Case Based Method pada Siswa Kelas XI SMKN 2 Bengkulu Utara

Akbar, Faqihuddin Muhammad, Jasman, Irzal, Adri, Junil
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa pada mata pelajaran Shielded Metal Arc Welding (SMAW) melalui penerapan Case-Based Method (CBM) di kelas XI Teknik Pengelasan SMKN 2 Bengkulu Utara. Metode… ode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas, dan angket respons siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 73,10 (pra-siklus) menjadi 86,97 (siklus I) dan 92,04 (siklus II) dengan ketuntasan belajar meningkat dari 52% menjadi 96%. Respons positif siswa terhadap pembelajaran juga naik dari 48% menjadi 85%. Penerapan CBM terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, dan motivasi siswa melalui pembelajaran berbasis kasus nyata yang relevan dengan praktik industri

Persepsi Guru PAUD terhadap Penggunaan Media Digital dalam Pembelajaran: Tinjauan dari Perspektif Psikologi Perkembangan

Eska Hifdiyah Sahal, Mayasari
Abstract: Integrasi teknologi digital ke dalam ranah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah memicu pergeseran paradigma yang mendalam dalam cara pendidik memahami proses belajar mengajar. Laporan penelitian ini menyajikan analisis… komprehensif mengenai persepsi guru PAUD terhadap penggunaan media digital, dengan mengambil studi kasus di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi, Sumedang. Melalui lensa psikologi perkembangan, laporan ini mengevaluasi bagaimana alat-alat digital memengaruhi domain kognitif, sosial-emosional, dan motorik anak pada fase krusial "Masa Emas." Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, memanfaatkan teknik analisis data interaktif untuk mengeksplorasi narasi dan pengalaman nyata para pendidik di lapangan.  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru-guru di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi memandang media digital sebagai instrumen ganda: sebagai katalisator motivasi dan literasi yang efektif, namun juga sebagai sumber risiko potensial terhadap perkembangan sosial dan kesehatan fisik anak. Berdasarkan perspektif sosiokultural Lev Vygotsky, media digital diidentifikasi mampu menyediakan scaffolding dalam Zone of Proximal Development (ZPD), khususnya melalui metode digital storytelling yang memperkaya kemampuan bahasa ekspresif. Namun, dari perspektif kognitif Jean Piaget, terdapat kekhawatiran mengenai kesesuaian konten digital dengan tahap pra-operasional anak yang masih membutuhkan interaksi konkret. Laporan ini juga menyoroti tantangan sistemik berupa keterbatasan literasi digital guru dan infrastruktur, serta upaya strategis Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui platform Sumedang Simpati Academy (SSA) untuk meningkatkan kompetensi digital pendidik. Kesimpulan dari laporan ini menekankan perlunya model integrasi teknologi yang seimbang, berpusat pada anak, dan didukung oleh kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua guna memastikan bahwa penggunaan media digital selaras dengan tugas-tugas perkembangan anak yang holistik.  

PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Novelina Hutauruk
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana peran orang tua mempengaruhi proses pendidikan anak pada usia dini yang merupakan masa pertumbuhan paling penting. Berdasarkan hasil observasi dan kajian literatur, diperoleh… peroleh gambaran bahwa keterlibatan orang tua sangat menentukan perkembangan anak dalam berbagai aspek, baik kemampuan intelektual, keterampilan sosial, pengelolaan emosi, maupun pembentukan nilai spiritual. Orang tua berperan sebagai pembimbing utama melalui rutinitas harian, pemberian contoh perilaku positif, serta penerapan pola pengasuhan yang tetap dan sesuai kebutuhan anak. Hasil menunjukkan bahwa anak yang mendapat perhatian intensif di rumah mampu menunjukkan minat belajar yang tinggi, lebih percaya diri, serta mudah menyesuaikan diri dalam kegiatan sekolah. Selain itu, kebiasaan religius dan moral yang dibangun dalam keluarga turut membentuk sikap saling menghargai, peduli, dan memiliki empati terhadap orang lain. Kerja sama yang baik antara keluarga dan lembaga PAUD juga memperkuat perkembangan anak. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peran orang tua harus dilakukan secara terarah dan berkesinambungan agar pendidikan anak usia dini menghasilkan perkembangan optimal pada tahap selanjutnya.

Implementasi Aplikasi Exambppp Dalam Pelaksanaan Ujian PPG di SD Narwastu Pekanbaru

Nona Nabila, Dinda Ayuni, Elly Nielwaty
Abstract: Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan upaya peningkatan profesionalisme guru melalui pembelajaran berbasis kompetensi, workshop perangkat ajar, praktik mengajar di sekolah, serta evaluasi kompetensi melalui ujian… an berbasis aplikasi. Salah satu instrumen evaluasi yang digunakan adalah Aplikasi Exambppp, yang berfungsi untuk menyelenggarakan ujian PPG secara daring dan terstandar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program sertifikasi dan PPG, termasuk penggunaan Aplikasi Exambppp, serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi guru di UPT SD Narwastu Pekanbaru.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan meliputi guru peserta PPG dan sertifikasi, kepala sekolah, serta pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PPG dan sertifikasi, termasuk pelaksanaan ujian melalui Exambppp, berjalan cukup baik meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas teknologi, jaringan internet, dan dukungan pelatihan lanjutan mengenai penggunaan aplikasi ujian.Penggunaan Exambppp turut meningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi evaluasi berbasis teknologi, serta mendorong kedisiplinan dalam memahami materi sebelum ujian. Guru yang mengikuti program mengalami peningkatan pada kemampuan perencanaan pembelajaran, penguasaan materi, serta penerapan strategi pembelajaran aktif. Secara keseluruhan, sertifikasi, PPG, dan implementasi Exambppp terbukti berkontribusi dalam memperkuat kompetensi profesional guru serta mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih berkualitas di sekolah.

PENGARUH PERGAULAN BEBAS DAN TEKANAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU REMAJA DI DESA HELVETIA KECAMATAN LABUHAN DELI

Anggun Syahfitri, Minna Bella, Naila Nafisah Zulfa, Riwati Amelia, Sani Susanti
Abstract: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh pergaulan bebas dan tekanan teman sebaya terhadap perilaku remaja di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik wawancara… cara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pergaulan remaja cenderung bebas dan tidak terkontrol, ditandai dengan kebiasaan nongkrong malam, mencoba rokok atau minuman beralkohol, serta mengikuti tren media sosial tanpa pengawasan. Tekanan teman sebaya memperkuat kecenderungan tersebut melalui ajakan, bujukan, dan rasa takut dikucilkan. Proyek penyuluhan yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut penelitian membantu meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya pergaulan bebas dan strategi menghadapi tekanan sebaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk perilaku remaja yang positif dan mencegah penyimpangan sosial.

Optimalisasi Layanan BK sebagai Upaya Pengembangan Karakter pada Peserta Didik SMP

Mochammad Ichsan Rafi Ramadhan, Indira Lathifah Maratus Sholihah
Abstract: Pengembangan karakter peserta didik SMP merupakan kebutuhan mendesak seiring dengan dinamika perkembangan remaja awal yang rentan terhadap permasalahan perilaku dan sosial. Meskipun layanan Bimbingan dan Konseling memiliki… ki peran strategis dalam pembentukan karakter, implementasinya di sekolah belum sepenuhnya optimal karena lemahnya pengelolaan layanan dan kurangnya integrasi dengan program pengembangan karakter sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pengembangan karakter peserta didik SMP, menganalisis peran layanan Bimbingan dan Konseling, serta merumuskan strategi optimalisasi layanan Bimbingan dan Konseling dari perspektif manajemen layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis literatur jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa optimalisasi layanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan melalui penerapan manajemen layanan yang sistematis, integrasi nilai karakter dalam layanan dasar, responsif, dan perencanaan individual, serta penguatan kolaborasi antara guru Bimbingan dan Konseling, guru, dan orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan layanan Bimbingan dan Konseling berbasis manajemen mampu memperkuat efektivitas pengembangan karakter peserta didik SMP secara berkelanjutan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa layanan Bimbingan dan Konseling yang dikelola secara optimal berpotensi menjadi instrumen utama dalam pembentukan karakter peserta didik di tingkat SMP.

Analisis Perancangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Abad ke-21 (HOTS dan TPACK) sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman dan Pengalaman Lapangan Mahasiswa Calon Guru

Siti Hajar Sahari, Nur Holila Nasution, Joni Tua Pasaribu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Adapun tujuan penelitian ini  yaitu bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan  pembelajaran pada evaluasi pelajaran Geografi di sekolah MAN 2 MODEL MEDAN. Didalam penelitian kami melakukan… kan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru pada mata pelajaran Geografi. Adapun hasil dari penelitian yang kami dapat yaitu yang  menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru juga memanfaatkan beberapa berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, juga guru evaluasi ini juga masih ada beberapa menghadapi masalah/kendala.Adapun masalah atau kendala yang sering dihadapi guru yaitu seperti: Keterbatasan Kompetensi Digital dan Pedagogik, Kurangnya Pelatihan Profesional, Minimnya Fasilitas Sekolah, Resistensi terhadap Perubahan, Waktu yang Terbatas.Selain itu, ada juga beberapa penerapan soal yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa yang selalu memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Jadi penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menghadapi kendala harus memerlukan pendukung untuk evaluasi pembelajaran Geografi, supaya dapat lebih efektif, terstandar, dan relevan dalam evaluasi pembelajaran abad ke-21 berbasis HOTS dan TPACK.

Analisis Kendala Yang Dihadapi Guru Dalam Melaksanakan Evaluasi Pembelajaran Geografi Di Kelas XI Di SMA N 12 Medan

Aisyah Dwi Ramadhani, Silvia Novelina Simanullang, Tungunedo Manalu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran Geografi di kelas XI SMA Negeri 12 Medan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui… pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru mata pelajaran Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru memanfaatkan berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, pelaksanaan evaluasi masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kemampuan analisis siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas sekolah (laboratorium SIG, peta tematik, jaringan internet), serta belum adanya standar baku dari Kemendikbud terkait komposisi soal berdasarkan level kognitif. Selain itu, penerapan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa turut memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi diperlukan untuk mendukung evaluasi pembelajaran Geografi yang lebih efektif, terstandar, dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia: Tinjauan Teoretis dan Rekomendasi Integratif

Gultom, Ezra Patrecia, Ebi Sepania Sipayung, Friska Rodayana Tambunan, Chelsea Natalia Panjaitan, Jaya Damanik
Abstract: Artikel ini membahas implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan melalui telaah pustaka terhadap literatur akademik yang terbit pada periode 2018–2025. Kajian ini dilakukan untuk menjawab kesenjangan antara tujuan… uan ideal pendidikan berlandaskan Pancasila dan praktik implementasinya di berbagai lembaga pendidikan. Metode penelitian menggunakan analisis isi dan sintesis tematik terhadap buku, artikel jurnal, serta dokumen kebijakan nasional terkait pendidikan nilai dan Profil Pelajar Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi nilai Pancasila memerlukan pendekatan multidimensional yang meliputi integrasi dalam kurikulum, peran transformasional guru, budaya sekolah yang mendukung pembiasaan nilai, serta dukungan kebijakan struktural. Di samping itu, ditemukan berbagai hambatan seperti rendahnya pemahaman guru terhadap pendidikan nilai, lemahnya instrumen evaluasi karakter, pengaruh budaya digital, serta ketidakkonsistenan kebijakan. Kajian ini menegaskan perlunya strategi penguatan berupa peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan model pembelajaran berbasis nilai, evaluasi karakter yang komprehensif, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Simpulan dari kajian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dan berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan nilai berlandaskan Pancasila yang relevan dengan tantangan era globalisasi.

Analisis Tingkat Pemahaman Mahasiswa mengenai Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK

Inna Umi Fadillah, Julia Agnesia Harianja, Wan Saskia Putri, M. A. Jaya Damanik
Abstract: Pancasila sebagai dasar negara sekaligus landasan moral memiliki peran penting dalam mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) agar tetap selaras dengan nilai etika, kemanusiaan, dan kesejahteraan bangsa.… angsa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi modern, pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila menjadi aspek yang penting untuk memastikan penggunaan IPTEK berjalan secara bijak dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman mahasiswa mengenai Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 50 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert 1–5 dengan 14 pernyataan yang dianalisis melalui klasifikasi skor menjadi tiga kategori tingkat pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi sebanyak 42 orang, kategori sedang sebanyak 8 orang, dan tidak ada responden pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman mahasiswa mengenai Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK berada pada kategori baik hingga sangat baik. Hal ini mencerminkan efektivitas pendidikan Pancasila di perguruan tinggi dalam menanamkan nilai moral dan etika dalam pemanfaatan IPTEK. Meskipun demikian, masih diperlukan penguatan pembelajaran kontekstual dan aplikatif agar seluruh mahasiswa mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara lebih komprehensif dalam menghadapi tantangan teknologi di era digital.