Abstract:This study aims to analyze the application of the Hutagogy (Self-Determined Learning) system in basic proficient course training at Pusdiklatcab Jombang, East Java. Hutagogy is a learning approach that gives trainees greater…
ater control and responsibility in organizing and directing their own learning. The research method used is qualitative research with a case study approach. Data were collected through participatory observation, interviews with trainees and instructors, and analysis of training-related documents. The results of this study are expected to provide insight into the effectiveness and benefits of implementing the Hutagogy system in the context of basic proficient course training. A significant 75% strongly agree with the use of diverse media in learning, indicating an understanding of the value of multimedia technologies. Furthermore, 50% strongly agree that students actively participate in course assessments, demonstrating a willingness to evaluate and improve the learning process. Finally, an overwhelming 81.3% support a thorough approach to assessment that includes pre-tests, post-tests, reviews, feedback, and reflections, demonstrating commitment to a holistic evaluation process. And all of the finding explained that hutagogy was applied at Pusdiklatcab Jombang , East Java.
Abstract:Pada dasarnya program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan berorientasi kepada suatu filosofi yaitu Reintegrasi Sosial. Reintegrasi Sosial itu sendiri berartiĀ pengembalian seorang narapidana ke dalam masyarakat. Adapun tujuan…
tujuan dari penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program pembinaan bagi narapidana serta apa yang menjadi kendala dan upaya mengatasi dalam mengimplementasikan program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sukamara. Dalam penelitian ini penulis menggunakan mixseds method yang berarti penggabungan antara data kualitatif dan kuantitatif. Studi Kasus dalam artikel ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sukamara khususnya pada bidang Pembinaan bagi narapidana. Data primer diperoleh dari observasi dan wawancara kepada narasumber dari Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sukamara, sedangkan data sekunder diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan. Adapun hasil penelitian ini bahwa implementasi program pembinaan bagi narapidana di Lembaga Pemasyaraktan Kelas III Sukamara telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Kendala yang ditemui dalam mengimplementasikan program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan yaitu kendala petugas, narapidana, serta kendala dalam hal sarana dan prasarana penunjang program pembinaan. Selanjutnya upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan memberikan pembinaan kepada narapidana baik kemandirian dan kepribadian agar menjadi pribadi yang lebih baik, taat peraturan, menyadari kesalahan, serta nantinya bisa kembali ke dalam masyarakat yang berguna dan mandiri, mengikutkan petugas dalm diklat agar menjadi petugas yang baik dan profesional, serta melakukan kerjasama dengan instansi terkait sebagai penunjang program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Sukamara.