Abstract:Muhammadiyah University of Bengkulu (UMB) has great potential to develop into an environmentally friendly and sustainable Green Campus. This study aims to analyze the existing conditions of the campus, identify challenges…
s and opportunities, and formulate appropriate development strategies to create a greener campus. The research methods used include surveys, in-depth interviews, secondary data analysis, and field observations to gain a comprehensive understanding of the current situation. The findings of the study indicate that UMB faces several challenges, including the limited green open space, which only covers 15% of the total campus area, suboptimal waste management, and the low awareness of the academic community regarding environmental sustainability issues. However, there are several opportunities that can be leveraged, such as the utilization of renewable energy technologies, government policies that increasingly support environmentally friendly initiatives, and the potential for collaboration with external partners from both the private sector and government institutions. The proposed development strategy focuses on five main aspects. First, increasing the campus’s green open space to 30% of the total campus area. Second, the implementation of renewable energy, such as the installation of solar panels, to reduce dependence on fossil fuels. Third, waste management based on technology to effectively recycle waste. Fourth, the application of digital-based environmental education to raise awareness among the academic community. Fifth, maximizing student participation in sustainability activities. This strategy aims to reduce carbon footprints, improve resource efficiency, and create a campus ecosystem that supports the Sustainable Development Goals (SDGs).
Abstract:Abstract: This research discusses the design and development of a plant-watering robot at a 1:30 scale controlled via an Android application and an embedded system based on an Arduino microcontroller. The purpose of this…
study is to produce an automatic plant-watering robot that is efficient, energy-saving, and easy to operate to support agricultural automation. The research method used is Research and Development (R&D), which includes stages of requirement identification, design, construction, testing, and system evaluation. The main components used include an Arduino Uno, HC-05 Bluetooth module, L298N motor driver, HC-SR04 ultrasonic sensor, 12V DC water pump, and a 25W solar panel as an alternative power source. The test results show that the robot can operate automatically with a success rate of 90%, battery endurance of approximately 1 hour and 13 minutes, charging time of about 5 hours and 38 minutes, and the water pump operates effectively for up to 5 hours. The integration of Android control, embedded systems, and solar power makes this robot an innovative solution for environmentally friendly and efficient agricultural automation.
Keywords: plant-watering robot; Android; embedded system; Arduino; solar panel
Abstrak: Penelitian ini membahas perancangan dan pengembangan robot penyiram tanaman skala 1:30 yang dikendalikan melalui aplikasi Android dan sistem embedded berbasis mikrokontroler Arduino. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan robot penyiram tanaman otomatis yang efisien, hemat energi, dan mudah dioperasikan untuk mendukung otomasi pertanian. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan, pembuatan, pengujian, dan evaluasi sistem. Komponen utama yang digunakan meliputi Arduino Uno, modul Bluetooth HC-05, driver motor L298N, sensor ultrasonik HC-SR04, pompa air DC, dan panel surya 25 W sebagai sumber energi alternatif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa robot mampu beroperasi secara otomatis dengan tingkat keberhasilan 90%, ketahanan baterai selama ±1 jam 13 menit, lama pengisian daya sekitar 5 jam 38 menit, serta pompa air bekerja efektif hingga 5 jam. Integrasi antara kendali Android, sistem embedded, dan tenaga surya menjadikan robot ini solusi inovatif untuk otomatisasi penyiraman tanaman yang ramah lingkungan dan berpotensi diterapkan pada lahan pertanian sesungguhnya.
Kata kunci: robot penyiram tanaman; Android; embedded system; arduino; panel surya
Abstract:Abstract : A mosque is a building used by Muslims to get closer to the creator by worshiping and observing Islamic law. Efficient water management in mosques is essential to support the sustainability and efficiency of natural…
atural resources. This study proposes an automatic water reservoir filling system in mosques using microcontroller technology. The fuzzy method is useful in filling automatic water reservoirs with microcontroller technology as an optimization and regulating the water filling process automatically. This system is to automate the process of filling water reservoirs by utilizing intelligent water level sensors and microcontrollers. In this research, I created a system that is able to detect the water level in the reservoir and regulate the filling process automatically. The use of a water level sensor allows accurate measurement of the water level, while the microcontroller controls the water pump according to the detected needs. The test results show that the implementation of microcontroller technology in filling automatic water reservoirs in mosques can increase water use efficiency and reduce waste. The system provides an effective and environmentally friendly solution for managing the mosque's water needs, contributing significantly to water conservation and maintenance of natural resources.
Keywords : water reservoir; mosque; microcontroller; fuzzy method; water level sensor
Abstrak : Masjid adalah sebuah bangunan yang digunakan umat muslim untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta dengan beribadah dan menjalankan syariat agama Islam. Pengelohan air yang efisien di masjid sangat penting untuk mendukung keberlanjutan dan efisiensi sumber daya alam. Penelitian ini mengusulkan sebuah sistem pengisian tandon air otomatis di masjid menggunakan teknologi microcontroller. Metode fuzzy berguna dalam pengisian tandon air otomatis dengan teknologi microcontroller sebagai pengoptimalkan dan mengatur proses pengisian air dengan secara otomatis. Sistem ini untuk mengotomatiskan proses pengisian tandon air dengan memanfaatkan sensor water level dan microcontroller yang cerdas. Dalam penelitian ini, dibuat sistem yang mampu mendeteksi tingkat air dalam tandon dan mengatur proses pengisian secara otomatis. Penggunaan sensor water level memungkinkan pengukuran yang akurat terhadap tingkat air, sementara microcontroller mengontrol pompa air sesuai dengan kebutuhan yang terdeteksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa implementasi teknologi microcontroller dalam pengisian tandon air otomatis di masjid dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi pemborosan. Sistem ini memberikan solusi yang efektif dan ramah lingkungan untuk mengelola kebutuhan air masjid, memberikan kontribusi signifikan terhadap konservasi air dan pemeliharaan sumber daya alam.
Kata kunci: tandon air; masjid; microcontroller; metode fuzzy; sensor water level
Abstract:Abstract: The problem faced by Ponpes Irsyaduth Tholabah Padangan is the limited knowledge and skills of the students in efficient and environmentally friendly avocado cultivation. Many students are not familiar with sustainable…
tainable farming methods, so they still rely on traditional ways that are less efficient and potentially harmful to the environment. In addition, the lack of understanding of agricultural business management and digital marketing is also another problem in optimizing agricultural yields. This activity aims to increase the entrepreneurial capacity of the students through avocado cultivation as an environmentally friendly and sustainable economic potential. This program is implemented at Ponpes Irsyaduth Tholabah, Padangan, Bojonegoro Regency, with a participatory and educational approach. The main focus of the mentoring includes the transfer of knowledge about avocado cultivation techniques, agribusiness management, and the strengthening of entrepreneurial spirit based on Islamic values. Through a series of training and field practice, the students not only gain technical skills in planting avocados, but are also able to design business models that support the go green principle. The steps of activity implementation are as follows: a) Activity location survey, b) Pre-Test, c) Avocado Cultivation and Digital Marketing Training, d) Post-Test. The results of the activities show an increase in students' understanding of sustainable farming concepts and the emergence of small business initiatives based on agricultural products. This program is expected to become the embryo for producing a generation of students who are economically independent and concerned about environmental sustainability.
Keywords: avocado farming; go green; santripreneur; sustainable economy
Abstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh Ponpes Irsyaduth Tholabah Padangan adalah terbatasnya pengetahuan dan keterampilan santri dalam budidaya alpukat yang efisien dan ramah lingkungan. Banyak santri yang belum terbiasa dengan metode pertanian yang berkelanjutan, sehingga masih mengandalkan cara-cara tradisional yang kurang efisien dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu, kurangnya pemahaman tentang manajemen usaha pertanian dan pemasaran digital juga menjadi permasalahan lain dalam mengoptimalkan hasil pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan santri melalui budidaya alpukat sebagai potensi ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Irsyaduth Tholabah, Padangan, Kabupaten Bojonegoro, dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Fokus utama pendampingan mencakup transfer pengetahuan tentang teknik budidaya alpukat, pengelolaan agribisnis, serta penguatan semangat kewirausahaan berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui serangkaian pelatihan dan praktek lapangan, santri tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis dalam menanam alpukat, tetapi juga mampu merancang model usaha yang mendukung prinsip go green. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: a) Survey lokasi Kegiatan, b) Pre-Test, c) Pelatihan Budidaya Alpukat dan Pemasaran Digital, d) Post-Test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri terhadap konsep pertanian berkelanjutan dan munculnya inisiatif usaha kecil berbasis hasil pertanian. Program ini diharapkan menjadi embrio lahirnya generasi santri yang mandiri secara ekonomi dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Kata kunci: budidaya alpukat; ekonomi berkelanjutan; go green; santripreneur
Abstract:Abstract: Ecoprinting is an environmentally friendly fabric dyeing technique that utilizes natural pigments from plants. However, the use of this technique as an environmentally-based learning medium in schools is still…
limited, particularly in optimizing the potential of local plants available around students. This community service activity aims to implement the ecoprint pounding technique with students at Alam Leuser Middle School. The approach used included counseling, simulation, training, and evaluation. The counseling provided basic knowledge of the ecoprint method. The results showed that participants successfully implemented the pounding technique using local leaves and plants. The resulting ecoprints have the potential to become superior products. Local plants that produce the sharpest patterns include Centrosema pubescens, Carica papaya leaves, Ricinus communis L., Cosmos sulphureus, and Pinus. However, further training and intensive mentoring are still needed to improve product quality. This activity is expected to increase students' creativity in using environmental resources as learning tools. This activity introduces simple and easily marketable creative economic ideas. In addition, this activity raises students' awareness of the use of natural materials in textile arts, thereby supporting environmental conservation.
Keywords: ecoprint; leaf footprint; environment; learning media; pounding technique
Abstrak: Ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain ramah lingkungan yang memanfaatkan pigmen alami dari tumbuhan. Namun, pemanfaatan teknik ini sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan di sekolah masih terbatas, khususnya dalam mengoptimalkan potensi tumbuhan lokal yang tersedia di sekitar peserta didik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknik menumbuk ecoprint dengan siswa di SMP Alam Leuser. Pendekatan yang digunakan meliputi penyuluhan, simulasi, pelatihan, dan evaluasi. Penyuluhan memberikan pengetahuan dasar tentang metode ecoprint. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta berhasil melakukan teknik menumbuk menggunakan daun dan tumbuhan lokal. Ecoprint yang dihasilkan berpotensi menjadi produk unggulan. Tumbuhan lokal yang menghasilkan pola paling tajam antara lain Centrosema pubescens, daun Carica papaya, Ricinus communis L, Cosmos sulphureus dan Pinus. Namun, pelatihan lebih lanjut dan pendampingan intensif masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas produk. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menggunakan sumber daya lingkungan sebagai alat pembelajaran. Kegiatan ini memperkenalkan ide-ide ekonomi kreatif yang sederhana dan mudah dipasarkan. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran siswa tentang penggunaan bahan alami dalam seni tekstil, sehingga mendukung konservasi lingkungan.
Kata kunci: ecoprint; jejak daun; lingkungan; media pembelajaran; tehnik pounding
Abstract:Abstract: This community service program aims to raise environmental awareness and food security by utilizing ablution wastewater as a medium for catfish cultivation at Cangkringan 2 State Junior High School. This activity…
ty was motivated by the volume of ablution water wasted daily in the school environment, which is actually still suitable for non-consumption purposes. Through an educational and practical approach, this program teaches students the concept of water recycling, simple technology, and basic catfish cultivation skills. Implementation methods include counseling, training, technical assistance, and evaluation of cultivation results. In addition to providing new knowledge, this activity also fosters environmental awareness and food independ-ence among students. Initial results show an increase in students' understanding of water conservation and their ability to manage a sustainable fish cultivation system. This program is expected to become a model for environmentally-based contextual learning while contributing to the development of sustainable education and strengthening food security at the school level.
Keywords: catfish; education; environment
Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan limbah air wudu sebagai me-dia budidaya ikan lele di SMP Negeri 2 Cangkringan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh volume air wudu yang terbuang setiap hari di lingkungan sekolah, yang sebenarnya masih layak digunakan untuk kebutuhan nonkonsumsi. Melalui pendekatan edukatif dan praktis, program ini mengajarkan siswa konsep daur ulang air, teknologi sederhana, serta keterampilan dasar budidaya ikan lele. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi hasil budidaya. Selain memberikan pengetahuan baru, kegiatan ini juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan kemandirian pangan di kalangan siswa. Hasil awal menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konservasi air dan kemampuan mereka dalam mengelola sistem budidaya ikan secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi model pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan pendidikan berkelanjutan dan penguatan ketahanan pangan di tingkat sekolah.
Kata kunci: edukasi;ikan lele;lingkungan
Abstract:Community service through real work lectures (KKN) is a form of student contribution in overcoming problems in the community. This service aims to increase the awareness of elementary school students on the importance of…
using environmentally friendly goods as a form of effort to preserve the environment where students do not understand the use of environmentally friendly goods. Socialization is carried out through an educational approach involving presentations, interactive discussions, and practical activities such as the introduction of alternative eco-friendly goods. The target of this activity is grade 6 students at SD Negeri 12 Sesetan. The results of the activity showed that students were able to understand the concept of using environmentally friendly goods and were able to apply them by bringing their own drinking bottles and using cloth shopping bags. This activity is able to have a positive impact on increasing students' understanding of the importance of maintaining an environment from an early age.
Keywords: eco-friendly goods; Socialization; Environmental Awareness; Elementary School Students; Plastic Waste
Abstrak: Pengabdian kepada masyatarat melalui kuliah kerja nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengatasi permasalahan yang ada di masayarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap pentingnya penggunaan barang ramah lingkungan sebagai bentuk upaya menjaga kelestarian lingkungan yang mana siswa belum paham penggunaan barang-barang yang ramah lingkungan. Sosialisasi dilakukan melalui pendekatan edukatif yang melibatkan presentasi, diskusi interaktif, dan kegiatan praktek seperti pengenalan alternatif barang ramah lingkungan. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa/i kelas 6 di SD Negeri 12 Sesetan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa/i mampu memahami konsep penggunaan barang ramah lingkungan dan mampu menerapkannya dengan membawa botol minum sendiri dan menggunakan tas belanja kain. Kegiatan ini mampu memberi dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa/i tentang pentingnya menjaga lingkugan sejak usia dini.
Kata kunci: Barang Ramah Lingkungan; Sosialisasi; Sadar Lingkungan; Siswa SD; Sampah Plastik
Abstract:NAM Al-Mulk Vocational School is one of the Islamic-based vocational schools. In this school, there is learning about making appropriate products that can be used as entrepreneurial learning. However, there is still no education…
ducation on product creation that can be used as an entrepreneurial object that can be utilized for everyday economic needs. This service activity aims to provide training for NAM Al-Mulk Vocational School students in making solid soap that is safe for health and environmentally friendly. Solid soap is made by adding seaweed extract which has a multitude of benefits, one of which is to help moisturize the skin and treat irritation. The methods used are lectures, discussions, and direct practice during training. The results of the service received a good response from the participants based on the questionnaire results after the training, 75% of the training participants were satisfied with the soap-making training with the addition of seaweed extract because it met the participants' expectations. The results of ANOVA with Sig support this. equal to 0.000 < 0.05, it means that there is a difference in the average understanding of service participants before and after being given training in making solid soap with seaweed extract.
Keywords: solid soap; seaweed extract; enterpreneurship
Abstrak: Sekolah SMK NAM Al-Mulk merupakan salah satu sekolah SMK yang berbasis islam. Di sekolah ini terdapat pembelajaran mengenai pembuatan produk tepat guna yang dapat digunakan sebagai pembelajaran wirausaha. Namun, masih belum ada edukasi pembuatan pruduk yang bisa dijadikan sebagai objek berwirausaha yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari yang bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan bagi siswa SMK NAM Al-Mulk dalam pembuatan sabun padat yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Sabun padat yang dibuat dengan menambahkan ekstrak rumput laut yang memiliki segudang manfaat salah satunya untuk membantu melembabkan kulit dan mengatasi iritasi. Metode yang digunakan yakni ceramah, diskusi dan melakukan praktek langsung saat pelatihan. Hasil dari pengabdian mendapatkan tanggapan yang baik dari peserta berdasarkan hasil kuesioner setelah pelatihan sebesar 75% yaitu peserta pelatihan merasa puas dengan pelatihan pembuatan sabun dengan penambahan ekstrak rumput laut karena sesuai dengan harapan peserta. Hal ini didukung dengan hasil ANOVA dengan Sig. sebesar 0.000 < 0.05 maka dapat diartikan terdapat perbedaan rata-rata pemahaman peserta pengabdi sebelum dan sesudah diberikan pelatihan pembuatan sabun padat dengan ekstrak rumput laut.
Kata kunci: ekstrak rumput laut; produk tepat guna; sabun padat
Abstract:Abstract: Monro-Monro Mangrove Tourism Village is an area located in Monro-Monro Village, Binamu District, Jeneponto Regency. This tourist village is expected to be able to increase people's income by utilizing tourist visits.…
isits. Restrictions on community activities during a pandemic resulted in the tourism sector experiencing obstacles. The government finally issued a tourist guide, namely Cleanliness, Healthy, Safety and Environmentally Sustainable, namely ISO 9024: 2021 standardized tourism recovery guidelines. This community service activity is related to public awareness of the importance of a guideline that is carried out by tourism managers in welcoming tourists. The program being carried out is dissemination which seeks to increase public understanding and tourism awareness groups regarding cleanliness, health, safety and environmental sustainability, as tourist rights. This activity was carried out using observation, training, mentoring, evaluation and output methods. The target of counseling is the tourism awareness group (Pokdarwis). It is hoped that increased knowledge and understanding of CHSE will make it easier to realize tourism recovery in terms of increasing tourist visits. The results of the dissemination carried out gained the enthusiasm of tourism-aware residents to increase their understanding of Sapta Pesona in the CHSE guidelines.
Keywords: Dissemination; CHSE Guidelines; Tourism recovery; Pokdarwis
Abstrak: Kampung Wisata Mangrove Monro-Monro merupakan Lingkungan yang berada di Kelurahan Monro-Monro Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Kampung wisata ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan kunjungan wisatawan. Pembatasan kegiatan masyarakat pada saat pandemic mengakibatkan sektor wisata tersebut mengalami hambatan. Pemerintah akhirnya mengeluarkan panduan wisata yaitu Cleanliness, Healthy, Safety dan Enviroment Sustainable yaitu pedoman pemulihan wisata terstandardisasi ISO 9024:2021. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terkait kesadaran masyarakat akan pentingnya suatu pedoman yang dijalankan pengelola wisata dalam menyambut wisatawan. Program yang dijalankan adalah diseminasi yang berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan kelompok sadar wisata terkait kebersihan, kesehatan, keamanan serta kelestarian lingkungan, sebagai hak wisatawan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pengamatan, pelatihan, pendampingan, evaluasi dan output. Target penyuluhan mengambil sasaran yaitu kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang CHSE akan mempermudah dalam mewujudkan pemulihan pariwisata dalam hal kunjungan wisatawan yang semakin meningkat. Hasil dari diseminasi yang dilaksanakan mendapatkan antusiasme warga sadar wisata peningkatan pemahaman sapta pesona dalam pedoman CHSE.
Kata kunci: diseminasi; pedoman chse; pemulihan pariwisata; pokdarwis
Abstract:Abstrak: Farmers in Pau Village mostly use chemical pesticides. Many farmers have not used plant-based pesticides to control pests on the plants they cultivate. This condition is of concern to us to produce plant-disturbing…
ing organisms (OPT) on farmers' crops in Ruteng City. The purpose of this activity is to produce vegetable pesticides as environmentally friendly plant pest control. The method used in this activity is the demonstration method, which means directly processing and applying vegetable pesticides on farmers' land. The result of this activity is the product of the vegetable pesticide "Desta" which can be used to control Plant Pest Organisms (OPT) on farmer's land so as to increase the productivity of agricultural products in Pau Village, Langke Rembong District.
Keywords: diseases; pesticides; pests
Abstrak: Petani di Kelurahan Pau sebagian besar menggunakan pestisida kimia. Banyak petani yang belum menggunakan pestisida nabati dalam mengendalikan hama pada tanaman yang mereka budidayakan.Kondisi ini menjadi perhatian kami untuk menghasilkan pestisida nabati sebagai solusi pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman petani di Kota Ruteng. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menghasilkan pestisida nabati sebagai pengendali organisme pengganggu tanman yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode demonstrasi yang artinya secara langsung pengolahaan dan penerapan pestisida nabati di lahan milik petani. Hasil dari kegiatan ini adanya produk pestisida nabati “Desta†yang dapat digunakan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di lahan milik petani sehingga mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Kelurahan Pau Kecamatan Langke Rembong.
Kata kunci: hama; penyakit; pestisida