Search Articles & Publications

Showing 328 articles found for "Fisik"

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembangunan Gapura Berbasis Material Lokal di Desa Rakut Besi

Dasrizal, Mei Brilian Harefa, Jimmi Roy Tampubolon, Bahagia Pasaribu, Siti Isnaini
Abstract: Pembangunan fasilitas desa tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat… yarakat Desa Rakut Besi Kecamatan Silimahuta dalam pembangunan gapura desa melalui pendekatan partisipatif, pendampingan arsitektur, dan pemanfaatan material lokal. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi lokasi, diskusi bersama masyarakat, penyusunan desain sederhana, persiapan bahan, pembangunan secara gotong royong, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan gapura tidak hanya menghasilkan fasilitas fisik sebagai penanda wilayah, tetapi juga memperkuat identitas desa, rasa memiliki, dan kerja sama masyarakat. Pendekatan partisipatif menjadikan masyarakat terlibat dalam proses perencanaan hingga pemeliharaan fasilitas sehingga hasil pembangunan memiliki keberlanjutan.

Hubungan Status Gizi, Asupan Protein, dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Hemoglobin Pada Calon Pendonor Di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya

Rr. Nasyanda Callista Zacire, Cleonara Yanuar Dini
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kadar hemoglobin sebagai salah satu parameter dalam menentukan kelayakan calon pendonor darah. Kadar hemoglobin diketahui dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya… ya status gizi, asupan protein, dan aktivitas fisik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, asupan protein, dan aktivitas fisik dengan kadar hemoglobin pada calon pendonor di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya. Penelitian menggunakan metode observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 170 calon pendonor yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) melalui pengukuran antropometri, asupan protein dinilai menggunakan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF), sedangkan kadar hemoglobin diperoleh dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas PMI Surabaya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kadar hemoglobin (p=0,207) maupun antara asupan protein dengan kadar hemoglobin (p=0,196). Sebaliknya, aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar hemoglobin (p=0,011) dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi yang sangat lemah (r=0,195). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik berhubungan secara signifikan dengan kadar hemoglobin pada calon pendonor di UTD PMI Surabaya, sedangkan status gizi dan asupan protein tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar hemoglobin.   Kata Kunci : aktivitas fisik, asupan protein, donor darah, hemoglobin, status gizi

PENDAMPINGAN INTENSIF OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG FISIKA BAGI SISWA SMA NEGERI 3 GORONTALO

Samatowa, Lukman, Meidji, Icha Untari, Jayadi, Harsano
Abstract: Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika merupakan salah satu program resmi nasional yang menuntut penguasaan konsep, penalaran matematis, dan kemampuan pemecahan masalah yang sistematis. Kegiatan pengabdian ini dilakukan… kukan oleh dosen Fisika Fakultas Mipa Universitas Negeri Gorontalo melalui pendampingan dengan tujuan memperkuat kesiapan siswa peserta OSN Fisika SMA Negeri 3 Gorontalo ke tingkat Provinsi hingga Nasional. Kegiatan dilakukan sejak awal tahun yaitu Januari 2026 hingga ujian tingkat provinsi di Bulan Juli 2026 selama dua kali dalam seminggu menggunakan pendekatan partisipatif dan beriorientasi latihan soal. Kegiatan diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan, pemetaan kemampuan awal siswa, penguatan konsep, pembahasan soal nonrutin, latihan mandiri, diskusi, simulasi soal, serta refleksi umpan balik. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi mentor, lembar kerja siswa, latihan formatif, kinerja pada simulasi, dan umpan balik lisan maupun tertulis. Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan positif pada kemampuan siswa dalam mengenali prinsip fisika yang relevan, mengubah persoalan menjadi diagram dan persamaan, menyusun langkah penyelesaian, memeriksa satuan dan kewajaran jawaban, serta mengomunikasikan alasan penyelesaian. Siswa juga tampak lebih aktif dan percaya diri dalam diskusi. Kendala yang masih memerlukan penguatan adalah soal multikonsep, aljabar atau kalkulus tingkat lanjut, dan manajemen waktu. Peserta menilai penjelasan bertahap dan koreksi langsung sebagai bagian paling membantu, serta mengusulkan penambahan simulasi dan bank soal lanjutan. Kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah secara berkelanjutan diperlukan untuk membangun ekosistem pembinaan OSN Fisika yang terstruktur.

STRATEGI GURU PAUD DALAM MENYIAPKAN SARANA PEMBELAJARAN INKLUSIF DI SEKOLAH

Febirizkia, Syifa Febirizkia, Muthmainnah, Najwa, Lubis, Shofia Adha, Dalfianda, Romlah, Anatasya, Nu Urfatin, Ramadhani, Yumna
Abstract: Pendidikan inklusif pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam menjamin terpenuhinya hak setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang setara tanpa memandang kondisi dan karakteristik… ik yang dimiliki. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menyiapkan sarana pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi guru PAUD dalam menyiapkan sarana pembelajaran inklusif di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui kajian terhadap lima belas artikel jurnal internasional yang dipublikasikan pada periode 2016–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan penyediaan sarana pembelajaran inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi utama yang diterapkan guru PAUD dalam menyiapkan sarana pembelajaran inklusif, yaitu pengembangan media pembelajaran adaptif, penataan lingkungan belajar yang aksesibel, pemanfaatan alat permainan edukatif dan teknologi bantu, penguatan kolaborasi dengan orang tua dan berbagai pihak terkait, serta peningkatan kompetensi guru dalam pendidikan inklusif. Kelima strategi tersebut saling berkaitan dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sarana pembelajaran inklusif tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup kemampuan guru dalam merancang, memodifikasi, dan memanfaatkan berbagai sumber belajar secara efektif untuk mendukung pembelajaran yang inklusif dan berkualitas.

Analisis Miskonsepsi Siswa SMA Pada Materi Gelombang Stasioner Ujung Bebas Dan Strategi Penanganannya

Herman Jufri Andi, Chairatul Umamah, Lailatul Qomariyah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam miskonsepsi yang dialami siswa pada materi gelombang stasioner, khususnya pada konfigurasi ujung bebas, serta mengidentifikasi akar penyebab dan strategi penanganan… anan yang efektif. Miskonsepsi yang sering terjadi adalah kekeliruan dalam menentukan letak perut dan simpul dari titik asal getaran, padahal seharusnya dihitung dari ujung bebas tali. Penelitian ini mengkaji profil miskonsepsi, metode identifikasi yang relevan seperti Three-Tier Diagnostic Test, dan peran krusial media pembelajaran interaktif seperti simulasi PhET serta praktikum digital dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan mengurangi miskonsepsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa miskonsepsi tidak hanya bersumber dari kurangnya pemahaman konsep dasar, tetapi juga dari interpretasi soal yang keliru, keterbatasan visualisasi fenomena abstrak, dan kurangnya pengalaman praktis. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran kontekstual yang didukung oleh media visual interaktif dan eksperimen virtual sangat direkomendasikan untuk mengatasi miskonsepsi ini secara efektif dan meningkatkan kualitas hasil belajar siswa dalam pendidikan fisika.

Analisis Komputasi Kinematika/Dinamika Partikel dalam Ruang Terbatas Menggunakan Metode Euler dan Logika Kondisional

Herman Jufri Andi, Rozanatun Ashfiya, Atiqatul Mufarrohah, Halimatus Zahroh, Abd Kholik
Abstract: Penelitian ini menyajikan simulasi komputasi untuk menganalisis kinematika dan dinamika partikel dalam ruang terbatas. Metode Euler digunakan untuk memodelkan gerak partikel, sementara logika kondisional diimplementasikan… n untuk mendeteksi dan merespons tabrakan dengan batas ruang. Simulasi ini berhasil mereplikasi fenomena Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB), menunjukkan bahwa komputer dapat meniru fenomena fisika menggunakan logika matematika sederhana. Peran logika komputasi dititikberatkan sebagai representasi gaya reaksi dari dinding terhadap partikel. Potensi pengembangan lebih lanjut mencakup ekspansi dimensi ruang, integrasi gaya seperti gesekan udara, dan sistem multi-partikel. Aplikasi masa depan dari konsep simulasi ini sangat luas, meliputi pengembangan physics engine dalam aplikasgame dan realitas virtual, otomatisasi robotika dan kendaraan otonom, nanoteknologi untuk simulasi medis, serta efek visual (CGI) dalam industri perfilman.

FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PEMBELAJARAN MOTORIK DASAR OLEH GURU PJOK DI SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH DI MI BAITUL HUDA SEMARANG

Shofa, Fasya Zahira, Amalia, Dwi, Pathurrohman, Pathurrohman
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pembelajaran motorik dasar yang dihadapi oleh guru PJOK pada jenjang sekolah dasar kelas rendah di MI Baitul Huda Semarang.… Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur dengan guru dan siswa, observasi lapangan yang sistematis, serta dokumentasi kurikulum. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan terpenting dalam penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran berlangsung aktif dan berbasis permainan, terdapat hambatan struktural berupa keterbatasan sarana-prasarana serta hambatan pedagogis terkait heterogenitas kemampuan siswa yang sulit dikondisikan. Lebih lanjut, ditemukan adanya kesenjangan antara aktivitas fisik yang tinggi dengan pemahaman konseptual siswa yang masih rendah, di mana pembelajaran cenderung bersifat intuitif-pragmatis namun belum berbasis pada asesmen diagnostik yang sistematis. Refleksi atas temuan ini mengungkap bahwa ketergantungan pada teacher agency atau kreativitas individu guru dalam memodifikasi alat belum cukup untuk mengatasi persoalan tanpa dukungan kebijakan institusional. Sebagai kontribusi, penelitian ini memberikan peta jalan bagi pengembangan model pembelajaran PJOK yang lebih holistik, yang tidak hanya menekankan pada keaktifan fisik, tetapi juga mengintegrasikan penguatan konsep dan diferensiasi instruksional yang responsif terhadap tahap perkembangan anak. Hasil studi ini diharapkan menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dalam merancang program pendampingan guru dan penataan alokasi sumber daya yang lebih tepat sasaran guna menjamin optimalisasi kompetensi motorik dasar pada fase kritis perkembangan anak.

ONTOLOGI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN PERAN WORLDVIEW TAUHID ISLAM SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KEBENARAN ILMU DISEKOLAH DASAR

Dasmarni, Sri Murhayati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi landasan ontologis dalam perspektif Islam yang berakar pada worldview Tauhid dan pengaruhnya terhadap konsep kebenaran ilmu di Sekolah Dasar (SD). Tantangan pendidikan saat ini… ni adalah dominasi paradigma sekuler-positivistik yang memisahkan antara dimensi fisik dan metafisik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi pustaka (library research) dengan analisis deskriptif-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ontologi Islam memandang realitas sebagai kesatuan ayat-ayat Allah yang mencakup alam syahadah dan alam gaib. Worldview Tauhid berperan sebagai integrator yang meniadakan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Implikasinya pada pendidikan dasar adalah redefinisi kebenaran ilmu yang tidak hanya berhenti pada fenomena empiris, tetapi juga mengarah pada pengenalan Sang Pencipta (Ma’rifatullah). Kurikulum SD harus mengintegrasikan nilai Tauhid agar ilmu pengetahuan menjadi sarana pembentukan karakter dan keimanan siswa sejak dini.

PENCEGAHAN PHYSICAL BULLYING MELALUI PENANAMAN EMPATI DAN TOLERANSI PADA SISWA KELAS IV SDN 2 MUDALREJO

M. Zimamin Nasaki, Khowi Uswatun Hasanah, Ina Niatul Maidah, Feni Farikhatus Zahro, Lia Warih Perwitasari, Helizah Eka Zulfiana, Maryam Robi’atun, Maryam Robi’atun, Chikma Fauzyiah Arrizqi, Masna Nikmaturrohmah, Amelia Agustina, Refa Dwi Putri, Ita Setiani, Angga Dwi Putra, Muhammad Izzuhddin Al-Mubarok, Muhammad Ilham Hannani, Arif Al Washim
Abstract: Perundungan fisik (physical bullying) masih menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan dasar karena berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan… endeskripsikan peran penanaman nilai empati dan toleransi sebagai strategi pencegahan physical bullying pada siswa kelas IV SDN 2 Mudalrejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan pihak sekolah, serta dokumentasi yang meliputi tata tertib sekolah, RPP, dan kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, masih ditemukan perilaku physical bullying seperti mendorong, memukul ringan, mencubit, dan body shaming. Setelah diterapkan penanaman empati dan toleransi melalui pembelajaran berbasis cerita, diskusi, dan simulasi peran, terjadi penurunan perilaku kekerasan fisik serta peningkatan sikap peduli, kemampuan mengelola emosi, dan penghargaan terhadap perbedaan antar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan empati dan toleransi yang terintegrasi dalam pembelajaran, serta didukung oleh peran guru sebagai teladan, efektif dalam mencegah physical bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, harmonis, dan kondusif di sekolah dasar.

EKONOMI HIJAU AND CIRCULAR ECONOMY : PERHITUNGAN NILAI TAMBAH DARI PENANAMAN POHON

Wendi Amsuri Nasution
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “One Tree, One Legacy: Kolaborasi Pohon Harapan Kampus Berdampak” merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam membangun kesadaran ekologis dan sosial sivitas akademika.… s akademika. Program ini berfokus pada penguatan Green Human Capital melalui kegiatan penanaman pohon, kolaborasi lintas kampus Indonesia–Malaysia, serta pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan ini tidak hanya menanam pohon secara fisik, tetapi juga menanam nilai-nilai keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pendekatan Green Human Resource Management (Green HRM), program ini berhasil mendorong terciptanya budaya organisasi hijau serta memperkuat karakter mahasiswa dan dosen sebagai agen perubahan sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengabdian berbasis CSR dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kampus yang berbudaya berkelanjutan, berkolaboratif, dan berorientasi pada kemanusiaan.