Abstract:Background: Cardiovascular disease (CVD) continues to be the predominant cause of global mortality. Polypill techniques that integrate various cardiovascular drugs into a single formulation have emerged as a potential method…
thod for primary prevention, especially in intermediate-risk populations.
Objective: To systematically review and synthesize evidence regarding the efficacy and safety of polypill formulations (comprising antihypertensive medications, statins, with or without aspirin) in comparison to standard care or placebo for the primary prevention of major adverse cardiovascular events (MACE) in intermediate-risk populations.
Methods: We conducted systematic review and meta-analysis in accordance with PRISMA 2020 standards (Systematic Review Registration: PROSPERO CRD420251184718). Various databases (PubMed, Cochrane Library, ScienceDirect, Scopus) were examined for original research published from January 2015 to October 2024. Studies were eligible if they assessed polypill therapies in individuals aged 30 to 70 years with intermediate cardiovascular risk (10-20% 10-year risk), reported composite major adverse cardiovascular events (MACE) outcomes, and included a minimum follow-up of 6 months. Two independent reviewers conducted screening, data extraction, and risk of bias evaluation utilizing the Cochrane RoB 2.0 tool.
Results: Of the 161 records discovered, 4 randomized controlled studies (HOPE-3, TIPS-3, PolyIran, PolyPars) with 31,501 people fulfilled the inclusion criteria. Polypill therapies showed a substantial decrease in composite MACE relative to control groups (pooled HR 0.67 (95% CI 0.60-0.75, p<0.001). Individual trial hazard ratios varied from 0.50 (PolyPars) to 0.66 (PolyIran) and 0.79 (TIPS-3) with moderate heterogeneity (I²=35.2%, p=0.20). Polypills were generally well- tolerated, with a safety profile consistent with the individual components. Medication adherence was enhanced with the polypill in comparison to multiple-pill regimens.
Conclusions: Polypill techniques markedly reduce major adverse cardiovascular events (MACE) in intermediate-risk patients for primary cardiovascular prevention, achieving around a 33% relative risk reduction. The fixed-dose combination strategy provides benefits in compliance and ease of use. These findings hold significant implications for healthcare systems in low-to-
middle-income nations, such as Indonesia, where the burden of cardiovascular disease is substantial and access to long-term cardiovascular drugs is frequently hindered by cost and complexity.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertempat di SDN Kampung Puay, Puai, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa terhadap…
adap nilai-nilai Pancasila agar dapat menghargai dan memperlakukan orang lain secara manusiawi. Latar belakang kegiatan ini adalah minimnya pemahaman dan literasi siswa terhadap Pancasila. Metode partisipatif dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pemberian materi Pancasila dan dilanjutkan dengan sesi interaktif berupa permainan ular tangga tradisional yang dilengkapi dengan soal-soal tentang Pancasila. Melalui observasi dan sesi tanya jawab, evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa. Mereka tidak hanya lebih memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa juga tampak aktif dan antusias saat mengikuti permainan ular tangga dengan kombinasi soal-soal Pancasila.
Abstract:Identifikasi Layanan Khusus dan Strategi Efektif dalam Pendidikan Anak Tuna Grahita diteliti untuk memahami tantangan dan pendekatan yang berhasil dalam konteks pendidikan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi…
ifikasi layanan pendidikan yang ada dan strategi yang terbukti efektif dalam meningkatkan pembelajaran dan integrasi sosial anak tuna grahita. Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara mendalam dengan guru pengajar siswa tunagrahita, observasi sistematis dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya yang terbatas dan kurangnya adaptasi kurikulum menjadi tantangan utama dalam pendidikan khusus, namun strategi seperti pendekatan individualisasi dan dukungan sosial yang kuat telah terbukti efektif dan guru perlu memberikan layanan dan strategi yang terbaik untuk mengetahui kebutuhan anak tuna grahita dalam pendidikan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman dan praktik pendidikan khusus yang lebih baik bagi anak-anak tuna grahita.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa pentingnya peran orang tua dalam perkembangan kemampuan bagi anak berkebutuhan khusus khususnya bagi penyandang tuna grahita terutama dalam menyadari anaknya yang memiliki…
gangguan tersebut. Pada pelaksanaanya penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang di dukung dengan Teknik wawancara dan observasi dalam pengumpulan data sehingga dapat di temukan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki gangguan yang bervariasi seperti gangguan pendengaran, penglihatan, hambatan intelektual, perubahan emosi dan hiperaktif. Melalui berbagai variasi tersebut tidak menjamin bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki Tingkat kemampuan yang sama, melainkan mereka memiliki tingkatan yang berbeda meskipun memiliki jenis gangguan yang sama maka dari itu pendidik perlu menyiapkan proses pembelajaran yang sesuai untuk memenuhi kebutuhannya yang hal ini di dukung dengan adanya pengelompokan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan masing-masing gangguan serta adanya peran orang tua yang terlibat didalamnya namun di lapangan peneliti menemukan permasalahan bahwa kurangnya kesadaran orang tua dalam menerima keadaan anaknya membuat penyerapan kemampuan intelektualnya menjadi terkendala.
Abstract: Penelitian ini menganalisis permasalahan yang dihadapi anak berkebutuhan khusus tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran…
pembelajaran serta mencari solusi efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan dalam memahami materi pelajaran, kurangnya alat bantu pembelajaran yang memadai, dan keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih khusus. Selain itu, dukungan dari keluarga dan masyarakat juga sangat penting dalam proses pembelajaran anak tunagrahita. Studi ini menemukan bahwa peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan khusus, penyediaan fasilitas belajar yang sesuai, serta keterlibatan aktif orang tua dan komunitas dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut.jadi dapat disimpulkan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak berkebutuhan khusus tunagrahita di SLB Karya Bhakti Surabaya, sehingga mereka dapat mencapai potensi maksimal mereka.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Keleyan Bangkalan, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dan solusinya. Metode penelitian yang digunakan adalah…
dalah kualitatif deskriptif, yang memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena yang dialami subjek penelitian secara holistik. Penelitian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2024. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SLB Negeri Keleyan terdapat 40 siswa anak berkebutuhan khusus, terdiri dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan autis. Kendala yang dihadapi meliputi kesulitan dalam asesmen oleh guru, kurangnya kesabaran guru dalam mengajar, serta adaptasi siswa terhadap lingkungan sekolah. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan pengetahuan dan pelatihan guru, menciptakan suasana belajar yang nyaman, serta melakukan terapi bagi siswa. Penelitian juga menekankan pentingnya kerjasama antara guru dan orang tua untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi anak berkebutuhan khusus
Abstract:Inclusive education is a global mandate that emphasizes the importance of providing education that ensures access, participation, and learning success for all students, including children with special needs (CSN). In this…
s context, children with mild intellectual disabilities present unique challenges, particularly related to limitations in cognitive aspects, social adaptation, and self-regulation. The main issue addressed in this study is how structured individual learning strategies can be effectively implemented to support the achievement of competencies for students with mild intellectual disabilities in inclusive elementary school settings. The aim of this research is to conduct a theoretical review of the effectiveness of the Individualized Education Program (IEP) as a pedagogical approach based on individual needs, responsive to the unique characteristics of learners. The method used is a systematic literature review with a qualitative-descriptive approach through the examination of scientific publications, academic books, and national policies related to inclusive education and differentiated learning services. The analysis results show that the IEP plays a strategic role in optimally accommodating the learning needs of students with mild intellectual disabilities, emphasizing flexible planning, realistic goals, and progress-oriented evaluation. The effectiveness of the IEP increases significantly when it is designed through cross-professional collaboration among general education teachers, special education teachers, and parents. The conclusion of this study affirms that the implementation of IEP not only strengthens the pedagogical dimension of inclusive education but also promotes a paradigm shift towards more adaptive and humanistic education. The novelty of this study lies in the conceptual integration and practical implementation of the IEP for students with mild intellectual disabilities in elementary schools, which remains limited within the scope of national research.
Abstract:The development of digital technology over the past two decades has revolutionized human communication, social interaction, and the formation of both individual and collective identities in a global context. Digital media…
a no longer merely function as communication tools but have become socio-cultural spaces that actively shape values, norms, symbols, and everyday practices. This phenomenon raises research questions regarding how cultural transformation and identity construction are influenced by the dominance of digital technology, as well as how social media and platform algorithms shape cultural visibility and digital identities. This study employs a qualitative approach through a critical narrative literature review, synthesizing theories of network society, mediatization, cultural globalization, digital capitalism, and digital identity. The analysis focuses on four key issues: cultural digitalization, the role of social media in identity formation, the emergence of hybrid identities, and platform power in determining cultural representation. Findings indicate that digital technology has ambivalent effects: it expands spaces for cultural expression, enhances public participation, and provides opportunities for marginalized groups to represent their identities; however, global platform dominance drives cultural homogenization, identity commodification, and inequitable symbolic representation. The novelty of this study lies in integrating a critical perspective on the influence of algorithms and digital capitalism in identity formation, which has rarely been addressed comprehensively in digital cultural studies. These findings offer theoretical contributions to media and cultural research as well as practical implications for understanding identity representation in the global digital era.
Abstract:Digitalization has become an important element in this modern era, especially for companies that want to remain competitive amidst increasingly fierce competition in various industrial sectors. However, many companies still…
ill face major challenges due to their reliance on manual methods in managing various operational aspects, including warehouse administration. Problems such as delays, recording errors and data inaccuracies often arise as a result of using traditional methods. This research method uses a qualitative descriptive approach with a focus on observation and interviews . The main goal of digitalization is to overcome these challenges by utilizing technology that can increase the effectiveness of employee performance and optimize various business processes, so that companies can operate more efficiently and accurately. The results of this research are that the effect of the effectiveness of digitalization implementation on employee performance has a very positive influence on employee performance, where the implementation of digitalization is obtained through training carried out by management. Likewise, with the role of administrative digitization in warehouse reception management, managers create barcodes on each product to make it easier to record incoming and outgoing goods at the warehouse.
Keywords: Administration; Digitalization; Employee Performance; Tiara Dewata Yeh Aya
Digitalisasi telah menjadi elemen penting dalam era modern ini, terutama bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat di berbagai sektor industri. Namun, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan besar karena ketergantungan pada metode manual dalam mengelola berbagai aspek operasional, termasuk administrasi gudang. Masalah-masalah seperti keterlambatan, kesalahan pencatatan, dan ketidakakuratan data sering kali muncul akibat dari penggunaan metode tradisional tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada observasi dan wawancara. Tujuan utama dari digitalisasi adalah untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dengan memanfaatkan teknologi yang dapat meningkatkan efektivitas kinerja karyawan serta mengoptimalkan berbagai proses bisnis, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien dan akurat. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh efektifitas implementasi digitalisasi terhadap kinerja karyawan sangat berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang mana implementasi digitalisasi ini didapat melalui pelatihan yang dilakukan oleh pihak management. Begitu pula dengan peran digitalisasi administrasi dalam manajemen gudang penerimaan, pengelola membuat barcode pada setiap produk untuk mempermudah pencatatan barang masuk dan barang kaluar pada gudang
Kata Kunci: Adminisrasi; Digitalisasi; Kinerja Karyawan; Tiara Dewata Yeh Aya
Abstract:Abstract: The Scout Movement is one of the major organizations in Indonesia. However, this greatness can fade if young people are not familiar with the scouting movement. This condition is currently being experienced by…
the Ambalan Scout Organization of Sunan Kalijaga and Dewi Masitoh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas. Although participation is mandatory, the number of those who remain in this organization is decreasing. The scouting movement is considered less popular than others. Based on this, the Ambalan Scouts Sunan Kalijaga and Dewi Masitoh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas collaborated with the Communication Studies Program at University of Amikom Purwokerto to optimize the management of their information media (website, social media and wall magazines) through comprehensive training with the group achievement method. A mentoring method that emphasizes efforts to build group productivity by referring to input from group members and the achievement of output targets that were prepared jointly between the Ambalan Scouts Sunan Kalijaga and Dewi Masitoh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas and the Communication Studies Program at the University of Amikom Purwokerto. The training, which was held on February 5, 2022, was a success with more than 39 participants. The final result of this activity shows that the participants' cognitive needs regarding media management have begun to be fulfilled, the ability of participants to develop media content and distribute it appropriately, and the formation of members' commitment to maintaining the continuity of media management has begun. However, to achieve even better results, this activity requires continuous training, particularly related to aspects of media technology and media visibility strategies.
Keywords: Communication; Madrasah; Media; Organization; Scout
Abstrak: Gerakan pramuka merupakan salah satu organisasi besar di Indonesia. Namun kebesaran tersebut berpotensi pudar jika anak muda mulai tidak mengenal gerakan pramuka. Kondisi inilah yang dialami Organisasi Pramuka Ambalan Sunan Kalijaga dan Dewi Masitoh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas. Meski keikutsertaannya bersifat wajib namun diisinyalir jumlah yang bertahan di organisasi ini semakin menurun. Gerakan pramuka dinilai kalah populer dibandingkan lainnya. Salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya pengelolaan media informasi. Berdasarkan hal tersebut, Pramuka Ambalan Sunan Kalijaga dan Dewi Masitoh MAN 2 Banyumas menggandeng Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto untuk melakukan optimalisasi pengelolaan media inofrmasinya (website, media sosial dan mading) melalui pelatihan komprehensif dengan metode group achievement. Sebuah metode pendampingan yang menekankan upaya membangun produktivitas kelompok dengan mengacu pada input dari anggota kelompok dan pencapaian target output yang disusun bersama antara mitra dan anggota kelompok. Pelatihan yang diadakan tanggal 5 Februari 2022 ini berjalan sukses dengan diikuti oleh lebih dari 39 peserta. Hasil akhir kegiatan ini memperlihatkan mulai terpenuhinya kebutuhan kognisi peserta mengenai pengelolaan media, terbentuknya kemampuan peserta dalam menyusun konten media serta mendistribusikannya dengan tepat, dan terbentuknya komitmen anggota untuk menjaga kontinuitas pengelolaan medianya.
Kata Kunci: Komunikasi; Madrasah; Media; Organisasi; Pramuka