Search Articles & Publications

Showing 1789 articles found for "Memiliki"

FENOMENOLOGI DAN HERMANEUTIKA

Anusirwan Hamidi Harahap, Sri Murhayati
Abstract: Fenomenologi dan hermeneutika merupakan dua pendekatan filosofis yang berperan penting dalam memahami realitas sosial dan pengalaman manusia. Fenomenologi menekankan pada pengungkapan makna pengalaman subjektif individu… sebagaimana dialami secara langsung, sedangkan hermeneutika berfokus pada proses penafsiran makna terhadap teks, bahasa, dan tindakan sosial dalam konteks historis dan kultural tertentu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar, karakteristik, serta relevansi fenomenologi dan hermeneutika dalam kajian ilmu sosial dan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan terhadap karya-karya utama para tokoh fenomenologi dan hermeneutika. Hasil kajian menunjukkan bahwa fenomenologi dan hermeneutika memiliki keterkaitan yang erat dan saling melengkapi dalam upaya memahami makna terdalam dari pengalaman manusia. Fenomenologi memberikan landasan deskriptif terhadap pengalaman hidup, sementara hermeneutika memperkaya pemahaman melalui proses interpretasi yang dialogis dan kontekstual. Dengan demikian, integrasi kedua pendekatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metodologi penelitian kualitatif yang berorientasi pada pemahaman makna.

PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN APRESIASI SASTRA DI SEKOLAH DASAR: STUDI DESKRIPTIF PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V SDN 100801 PASAR SEMPURNA

Yusti Andayati Pasaribu, Rita Nur’ain Harahap, Akhiril Pane
Abstract: Apresiasi sastra memiliki peran penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar karena dapat mengembangkan kemampuan berbahasa, kepekaan estetis, dan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan… sikan peran guru dalam mengembangkan apresiasi sastra pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN 100801 Pasar Sempurna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang, fasilitator, motivator, dan evaluator dalam pembelajaran apresiasi sastra. Guru menerapkan pemilihan materi yang kontekstual, metode pembelajaran variatif, serta memberi ruang ekspresi kepada siswa terhadap karya sastra. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peran guru sangat menentukan keberhasilan pengembangan apresiasi sastra siswa sekolah dasar.

KETERAMPILAN MENYIMAK SEBAGAI BAGIAN INTEGRAL KETERAMPILAN BERBAHASA

Riski Ananda Nasution, Syaddam Rijali, Akhiril Pane
Abstract: Keterampilan menyimak merupakan salah satu komponen utama dalam keterampilan berbahasa yang memiliki peran penting dalam proses komunikasi dan pembelajaran. Menyimak tidak sekadar kegiatan mendengar, tetapi melibatkan proses… oses memahami, menafsirkan, dan mengevaluasi informasi yang diterima secara lisan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep keterampilan menyimak sebagai bagian integral dari keterampilan berbahasa melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber relevan, seperti buku teks, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik pengumpulan data berupa penelaahan dan analisis terhadap teori serta temuan penelitian yang berkaitan dengan keterampilan menyimak. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterampilan menyimak memiliki hubungan yang erat dengan keterampilan berbahasa lainnya, yaitu berbicara, membaca, dan menulis, serta berperan sebagai dasar dalam pengembangan kemampuan berbahasa secara menyeluruh. Selain itu, penguasaan keterampilan menyimak yang baik dapat meningkatkan pemahaman informasi, kemampuan berpikir kritis, dan efektivitas komunikasi. Oleh karena itu, keterampilan menyimak perlu mendapat perhatian khusus dalam pembelajaran bahasa agar proses pembelajaran berlangsung secara optimal.

INTEGRASI SAINS DAN ISLAM DIMULAI DARI INTEGRASI PEMIKIRAN (Peran Manusia, Kehidupan Sementara, dan Alam sebagai Objek Kajian)

Firdaus Jimmy Pasaribu, Kadar M. Yusuf
Abstract: Perkembangan sains dan teknologi memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan peradaban manusia, namun sering kali berjalan terpisah dari nilai-nilai agama dan moral. Dalam perspektif Islam, sains dan agama bukanlah dua… entitas yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dan terintegrasi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi sains dan Islam dengan menitikberatkan pada integrasi pemikiran serta rumusan masalah yang mencakup peran manusia, hakikat kehidupan yang bersifat sementara dan harus dipertanggungjawabkan, serta hubungan manusia dengan alam sebagai objek kajian ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan dengan tema integrasi ilmu dan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memandang manusia sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab moral dalam mengembangkan dan memanfaatkan sains. Kesadaran akan kehidupan dunia yang sementara mendorong sikap ilmiah yang etis dan bertanggung jawab, sementara alam dipahami sebagai ayat-ayat kauniyah yang harus dikaji dan dijaga keseimbangannya. Dengan demikian, integrasi sains dan Islam berperan penting dalam membangun peradaban yang maju, beretika, dan berkelanjutan.

KONSEP DAN URGENSI INTEGRASI SAINS DAN ISLAM THE CONCEPT AND URGENCY OF INTEGRATION OF SCIENCE AND ISLAM

Missy Mairista, Kadar M Yusuf
Abstract: Integrasi sains dan Islam merupakan upaya menyatukan pengetahuan empiris dengan nilai-nilai wahyu dalam suatu kerangka keilmuan yang holistik dan tidak terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar… sar integrasi, istilah-istilah semakna, serta urgensi penerapannya dalam konteks keilmuan dan pendidikan Islam modern. Secara teoretis, integrasi dipahami sebagai proses penyelarasan dan perpaduan antara disiplin ilmu agar tercipta hubungan yang koheren dan saling melengkapi. Dalam perspektif Islam, integrasi menegaskan kembali prinsip unity of knowledge yang memandang bahwa seluruh ilmu berasal dari satu sumber kebenaran, yaitu Allah SWT. Pembahasan ini juga menyoroti urgensi integrasi dalam mengatasi dikotomi ilmu yang memisahkan antara sains dan agama, sekaligus menegaskan pentingnya nilai-nilai Islam sebagai pedoman etis dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sains dan Islam berperan penting dalam membangun paradigma pendidikan yang holistik, mendorong perkembangan sains yang beretika, serta memberikan arah spiritual dan moral bagi inovasi ilmiah. Dengan demikian, integrasi sains dan Islam tidak hanya memiliki landasan filosofis yang kuat, tetapi juga relevan dalam menjawab tantangan peradaban modern dan mewujudkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta berorientasi pada kemaslahatan umat manusia.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI GURU DENGAN HASIL BELAJAR SISWA

Desi Nur Hidayati, Rahmatika Ilham Fauziyah, Samiati
Abstract: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara motivasi guru dan hasil belajar siswa kelas IV di MI Fathul Ulum Slumbung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data diperoleh&#8230; eh melalui angket skala Likert sebanyak 20 butir pernyataan untuk mengukur motivasi guru sebagai variabel X, serta dokumentasi nilai asesmen sumatif siswa sebagai indikator hasil belajar sebagai variabel Y. Sampel berjumlah 16 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Hasil uji normalitas dan linearitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan linear, sehingga uji korelasi Pearson digunakan karena sesuai untuk menganalisis hubungan dua variabel berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan nilai r sebesar 0,602 dengan signifikansi 0,014 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi guru dan hasil belajar siswa. Nilai koefisien determinasi sebesar 36,24% menunjukkan bahwa motivasi guru berkontribusi terhadap lebih dari sepertiga variasi dalam hasil belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru sebagai penggerak utama dalam menciptakan suasana pembelajaran yang produktif dan inspiratif, sehingga peningkatan motivasi guru direkomendasikan sebagai strategi kunci dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar.

PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS POTENSI LOKAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ROTI BAGI IBU RUMAH TANGGA DI DESA BAKARAN BATU

Siregar, Dahrul, Nasution, Nur Aisyah, Siregar, Retnawati
Abstract: Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Di Desa Bakaran Batu, sebagian besar&#8230; ibu rumah tangga memiliki waktu luang dan potensi untuk mengembangkan  usaha  rumahan,  namun  masih  menghadapi  keterbatasan  pengetahuan  dan keterampilan dalam mengolah produk pangan yang bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan ibu rumah tangga melalui pelatihan pembuatan roti sebagai salah satu bentuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap observasi, identifikasi kebutuhan mitra, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi pelatihan mencakup teknik pembuatan roti, pemilihan bahan baku, pengemasan produk, penentuan harga jual, penyusunan merek (branding), serta strategi pemasaran digital menggunakan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi roti yang berkualitas, mengemas produk secara menarik, serta memasarkan produk melalui platform digital. Selain itu, pelatihan berhasil meningkatkan motivasi peserta untuk memulai dan mengembangkan usaha rumahan sebagai sumber pendapatan tambahan keluarga. Program ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha mikro berbasis potensi lokal, meningkatkan nilai tambah produk olahan pangan, memperluas peluang pasar, serta mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat Desa Bakaran Batu secara berkelanjutan.

GERAKAN CINTA SAYUR: EDUKASI GIZI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MINAT KONSUMSI SAYUR PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI PEKANBARU

Nurlisis, Nurlisis, Kursani, Elmia, Chayri, Chayri, Dian, Dian
Abstract: Rendahnya konsumsi sayur pada anak usia sekolah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Sayur merupakan sumber vitamin, mineral, antioksidan, dan serat yang berperan penting dalam pertumbuhan serta perkembangan&#8230; mbangan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan minat konsumsi sayur pada siswa sekolah dasar melalui program Gerakan Cinta Sayur. Kegiatan dilaksanakan di SDN 109 Pekanbaru pada bulan Juli 2025 dengan metode penyuluhan interaktif menggunakan media poster, diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, dan pemberian hadiah kepada peserta aktif. Hasil menunjukkan bahwa 100% peserta menyatakan lebih memahami manfaat sayur, 95% mengetahui pentingnya konsumsi sayur bagi kesehatan, dan 100% memiliki niat untuk mengonsumsi sayur secara rutin. Program Gerakan Cinta Sayur terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswa. Edukasi gizi berbasis sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan guru dan orang tua guna membentuk perilaku makan sehat sejak dini.

PENGUATAN KOMPETENSI KOMUNIKATIF DAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK-ANAK SEKOLAH MINGGU MELALUI PROGRAM ENGLISH CONVERSATION DI STASI SANTO PETRUS TAMPO

Siumarlata, Viktor, Sallata, Yizrel Nani, Tulaktondok, Linerda, Sirande, Normalia, Tandikombong, Matius, Paki’da’, Agnesia
Abstract: Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi yang penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Namun, anak-anak di daerah pedesaan sering kali memiliki keterbatasan kesempatan untuk mempraktikkan&#8230; tikkan penggunaan Bahasa Inggris dalam situasi komunikasi yang nyata. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dasar, motivasi belajar, dan kepercayaan diri anak-anak Sekolah Minggu di Stasi Santo Petrus Tampo, Kabupaten Tana Toraja, melalui program pengajaran English Conversation. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu dari Maret hingga Mei 2026, dengan melibatkan anak-anak usia sekolah dasar sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan komunikatif (Communicative Language Teaching) yang diterapkan melalui praktik percakapan, permainan bahasa, tanya jawab, dan aktivitas interaktif berbasis topik kehidupan sehari-hari. Program dilaksanakan dalam 21 pertemuan dengan materi yang mencakup aktivitas harian, keluarga, sekolah, hewan, profesi, transportasi, cuaca, dan topik lain yang dekat dengan pengalaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan kosakata dan ungkapan sederhana dalam percakapan Bahasa Inggris. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi belajar, partisipasi aktif selama pembelajaran, serta kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti ketidakkonsistenan kehadiran peserta dan faktor cuaca, kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak di lingkungan nonformal dan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DI KELURAHAN LAUCIMBA KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO

Jainab, Jainab, Lisnasari, Srie Faizah, Pelista, Pelista
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Kelurahan Laucimba Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo melalui program bimbingan belajar. Kegiatan&#8230; tan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Quality Berastagi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendampingan belajar melalui bimbingan kelompok kecil dan bimbingan individual. Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi dengan masyarakat, identifikasi kesulitan belajar siswa, pengelompokan peserta berdasarkan kebutuhan belajar, pelaksanaan bimbingan membaca, menulis, dan berhitung, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program bimbingan belajar membantu siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan termotivasi dalam belajar. Siswa juga menunjukkan peningkatan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Kegiatan ini turut membantu orang tua yang memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak belajar di rumah. Dengan demikian, program bimbingan belajar dapat menjadi strategi pengabdian kepada masyarakat yang efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di lingkungan masyarakat.