Search Articles & Publications

Showing 2720 articles found for "Meningkatkan"

Pengaruh Inovasi Produk Dan Pemasaran Digital Melalui Whatsapp Terhadap Keputusan Pembelian Pada Pabrik Tahu Di Desa Sumber Ketempa Kecamatan Kalisat

Nur Indah, Neviyani, Dhenok Mugi Hidayanti
Abstract: Revolusi digital telah mengubah perilaku konsumen hingga ke pelosok pedesaan, membawa implikasi mendalam bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tradisional. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh inovasi produk… dan pemasaran digital melalui WhatsApp terhadap keputusan pembelian pada Pabrik Tahu di Desa Sumber Ketempa, Kecamatan Kalisat. Pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif digunakan, melibatkan 96 responden yang dipilih secara purposive dari populasi 150 konsumen aktif. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1-5 dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t-hitung 5,542 > t-tabel 1,986; signifikansi 0,000), pemasaran digital melalui WhatsApp juga berpengaruh positif dan signifikan (t-hitung 3,381 > t-tabel 1,986; signifikansi 0,001), dan secara simultan kedua variabel menjelaskan 76,7% variasi keputusan pembelian (R²=0,767; F-hitung 151,386 > F-tabel 3,09). Temuan ini menegaskan bahwa inovasi produk dan pemanfaatan WhatsApp sebagai kanal pemasaran digital merupakan strategi komplementer yang efektif bagi UMKM pangan tradisional di pedesaan Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi fitur WhatsApp (daftar siaran, katalog produk, dan grup pelanggan) serta pengembangan produk secara berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing. The digital revolution has fundamentally transformed consumer behavior even in remote rural areas, carrying profound implications for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), particularly traditional food producers. This study aims to examine the influence of product innovation and digital marketing through WhatsApp on purchasing decisions at the Tofu Factory in Sumber Ketempa Village, Kalisat District. A quantitative approach with an associative design was employed, involving 96 respondents purposively selected from a population of 150 active consumers. Data were collected through Likert-scale questionnaires (1-5) and analyzed using multiple linear regression with SPSS 26. The results show that product innovation has a positive and significant effect on purchasing decisions (t-count 5.542 > t-table 1.986; significance 0.000), digital marketing through WhatsApp also has a positive and significant effect (t-count 3.381 > t-table 1.986; significance 0.001), and simultaneously both variables explain 76.7% of the variation in purchasing decisions (R²=0.767; F-count 151.386 > F-table 3.09). These findings confirm that product innovation and the utilization of WhatsApp as a digital marketing channel are complementary strategies effective for traditional food MSMEs in rural Indonesia. This research recommends optimizing WhatsApp features (broadcast lists, product catalogs, and customer groups) and continuous product development to enhance competitiveness.

Analisis Strategi Pengembangan Pasar Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisata Religi Patung Yesus Buntu Burake Di Tana Toraja

Karlina Karrin, Mey Enggane Limbongan, Olivia D.Y. Pompeng
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pasar yang diterapkan dalam mengatasi stagnasi kunjungan wisatawan (di bawah 50.000 pengunjung per tahun) akibat kejenuhan pasar pada objek wisata religi… Patung Yesus Buntu Burake di Tana Toraja. Industri pariwisata religi di Indonesia memiliki potensi besar, namun banyak destinasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan akibat persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola objek wisata (Dinas Pariwisata) dan wisatawan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pasar saat ini masih berada pada fase transisi dan belum berjalan secara optimal. Promosi destinasi masih sangat didominasi oleh konten organik (word-of-mouth digital) yang diunggah secara sukarela oleh pengunjung melalui media sosial visual seperti TikTok dan Instagram, sedangkan iklan resmi berbayar dan kemitraan strategis dengan biro perjalanan berskala besar masih sangat minim. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara daya tarik utama objek wisata yang dinilai sangat memuaskan dengan kualitas infrastruktur layanan pendukung yang masih memerlukan standardisasi, meliputi aksesibilitas jalan, kebersihan toilet, keterbatasan tempat sampah, serta minimnya fasilitas ramah muslim (muslim-friendly) khususnya kepastian kuliner halal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan pasar memerlukan peralihan pendekatan dari promosi pasif menjadi pemasaran digital berbayar yang terstruktur, perluasan segmen pasar geografis dan demografis, serta peningkatan kualitas fasilitas operasional demi menciptakan kepuasan pengunjung yang berkelanjutan. This study aims to analyze the market development strategy implemented to overcome the stagnation of tourist visits (under 50,000 visitors per year) caused by market saturation at the religious tourism object of the Jesus Statue Buntu Burake in Tana Toraja. The religious tourism industry in Indonesia has great potential, yet many destinations face challenges in maintaining and increasing visitor numbers due to increasingly intense competition and changing consumer behavior. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Research informants consisted of tourism site managers (Tourism Office) and tourists selected purposively. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the current market development strategy is still in a transitional phase and has not operated optimally. Destination promotion is still heavily dominated by organic content (digital word-of-mouth) voluntarily uploaded by visitors on visual social media platforms such as TikTok and Instagram, while official paid advertisements and strategic partnerships with large-scale travel agencies remain highly limited. Furthermore, the study identifies a gap between the core attraction, which is rated highly satisfying, and the quality of supporting service infrastructure that still requires standardization, including road accessibility, toilet cleanliness, availability of trash bins, and the lack of Muslim-friendly facilities, particularly the certainty of halal culinary options. This study concludes that the market development strategy requires shifting from a passive promotion approach to a structured paid digital marketing campaign, expanding geographical and demographic market segments, and upgrading operational facilities to create sustainable visitor satisfaction.

REVITALISASI LAHAN TIDUR PESISIR MENJADI RUANG TERBUKA PUBLIK EDUKATIF DI DESA SIALANG PASUNG

Yuliani, Febri, Fatihah, Raudhatul, Sarah Desfri Syarma, Bellamy, Ravas, Herlambang, Apriedo Phaedra, Wicaksono, Damar Canggih, Fitricia, Elsa, Fadria, Fikhi Ilham, Hesni, Hesni, Herlanda, Jesica, Yusni, Wilda Kamalia, Asreni, Yuni
Abstract: Terbatasnya ketersediaan fasilitas umum serta banyaknya lahan terbengkalai akibat fluktuasi pasang surut air laut menjadi tantangan besar bagi interaksi sosial dan kegiatan olahraga di Desa Sialang Pasung. Program pengabdian… dian masyarakat ini bertujuan merevitalisasi lahan pesisir tak terpakai seluas 5.000 m² (100 x 50 m) di Dusun 1 menjadi ruang publik multifungsi yang bersih, aman, dan edukatif. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui tiga tahapan utama: koordinasi dan sosialisasi, pembersihan lahan fisik yang disertai pembuatan pagar dari ban bekas serta pemasangan papan informasi edukasi sampah, dan evaluasi menggunakan metode observasi perbandingan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan keterlibatan masyarakat yang tinggi, dengan tingkat partisipasi melebihi 80% (melibatkan 20 warga laki-laki dan 10 warga perempuan). Program ini berhasil mengubah lahan yang sebelumnya dipenuhi semak belukar menjadi lapangan olahraga dan area komunitas yang dapat dimanfaatkan, meningkatkan kesadaran lingkungan terkait pengelolaan sampah pesisir, serta membangkitkan kembali semangat gotong royong. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti cuaca ekstrem, korosi akibat angin laut, dan penyesuaian dengan jadwal kerja warga setempat, keberlanjutan program tetap terjaga berkat adanya rekomendasi untuk membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan mengintegrasikan sistem edukasi digital.

The PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI STRATEGI PENGEMBANGAN KEBUN STROBERI BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Yusman, Yusman, Sabriani, Sabriani, Takdir, Nuraisyah Takdir, Tabuni, Telemin, Tabuni, Linus G
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan kebun stroberi berbasis kearifan lokal di Kampung Wilekama, Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya,… , Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam identifikasi potensi, penyuluhan, diskusi, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 15 orang yang terdiri atas anggota kelompok tani, tokoh masyarakat, dan pemuda. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest terhadap enam indikator, yaitu potensi ekonomi budidaya stroberi, teknik budidaya, pengelolaan lahan dan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit, pemanfaatan kearifan lokal, serta penanganan pascapanen dan pemasaran hasil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 49,3% pada pretest menjadi 89,6% pada posttest atau mengalami peningkatan sebesar 40,3%. Selain meningkatkan pengetahuan teknis budidaya, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya integrasi teknologi budidaya dengan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan pemanfaatan sumber daya lokal dalam pengelolaan kebun. Pendekatan partisipatif yang diterapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat serta mendorong kesiapan dalam mengembangkan usaha budidaya stroberi secara produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PENANGANAN AWAL KEGAWATDARURATAN ANAK TERSEDAK DAN KEJANG DEMAM DI DESA TIMBUSENG KAB. TAKALAR

Samsir, Samsir, Alamsyah, Alamsyah, Tuhuri, Asri, Rosmini, Rosmini, Fitranur, Anisa, Ramadani, Suci
Abstract: Anak usia balita rentan mengalami kondisi kegawatdaruratan medis di lingkungan rumah, di mana insiden yang paling sering dijumpai adalah tersedak benda asing dan kejang demam. Keterlambatan atau kesalahan dalam penanganan… n awal di masa golden period (4-6 menit) dapat berakibat fatal, seperti kerusakan otak hingga kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan melatih keterampilan praktis ibu rumah tangga di RW 01 Desa Timbuseng, Kabupaten Takalar, dalam melakukan pertolongan pertama secara mandiri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terbagi dalam tahap edukasi kognitif dan pelatihan simulasi (hands-on training) menggunakan alat peraga. Kegiatan ini diikuti oleh 15 ibu rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan rata-rata nilai pre-test 45/100 meningkat menjadi 88/100 pada post-test. Pada capaian psikomotorik, 87% peserta berhasil melakukan manuver back blow, 80% menguasai Heimlich maneuver, serta 100% peserta mampu mempraktikkan posisi miring mantap dan kompres yang tepat. Edukasi dan simulasi terbukti efektif dalam mendekonstruksi mitos penanganan yang keliru dan meningkatkan kesiapsiagaan ibu rumah tangga sebagai first responder kegawatdaruratan anak di rumah.

PENERAPAN E-KINERJA DALAM PENINGKATAN AKUNTABILITAS DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN POHUWATO

Malik, Siti Anisa, Aneta, Asna, Nan, Yacob Noho
Abstract: Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mendorong instansi pemerintah untuk mengadopsi teknologi digital dalam pengelolaan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu implementasinya adalah penggunaan… n aplikasi E-Kinerja yang bertujuan meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan E-Kinerja dalam peningkatan akuntabilitas di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pohuwato yang ditinjau dari aspek akuntabilitas waktu, akuntabilitas hasil, dan akuntabilitas finansial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri atas pejabat struktural, operator sistem, dan staf pelaksana. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-Kinerja mampu meningkatkan akuntabilitas kinerja pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pohuwato. Pada aspek akuntabilitas waktu, sistem E-Kinerja mendorong kedisiplinan pegawai dalam melaporkan aktivitas kerja secara tepat waktu melalui kewajiban penginputan kinerja harian. Pada aspek akuntabilitas hasil, setiap aktivitas kerja harus sesuai dengan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan didukung oleh bukti fisik yang diverifikasi oleh atasan sehingga hasil kerja menjadi lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Pada aspek akuntabilitas finansial, E-Kinerja meningkatkan transparansi dan objektivitas dalam pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang didasarkan pada capaian kinerja. Dengan demikian, penerapan E-Kinerja berkontribusi dalam menciptakan sistem penilaian kinerja yang lebih akuntabel, transparan, dan berbasis kinerja di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pohuwato.

REVITALISASI LAHAN TIDUR PESISIR MENJADI RUANG TERBUKA PUBLIK EDUKATIF DI DESA SIALANG PASUNG

Yuliani, Febri, Fatihah, Raudhatul, Syarma, Sarah Desfri, Bellamy, Ravaz, Phaedra, Apriedo, Canggih, Damar, Fitricia, Elsa, Fadria, Fikhi Ilham, Hesni, Hesni, Herlanda, Jesica, Kamalia, Wilda, Asreni, Yuni
Abstract: Terbatasnya ketersediaan fasilitas umum serta banyaknya lahan terbengkalai akibat fluktuasi pasang surut air laut menjadi tantangan besar bagi interaksi sosial dan kegiatan olahraga di Desa Sialang Pasung. Program pengabdian… dian masyarakat ini bertujuan merevitalisasi lahan pesisir tak terpakai seluas 5.000 m² (100 x 50 m) di Dusun 1 menjadi ruang publik multifungsi yang bersih, aman, dan edukatif. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui tiga tahapan utama: koordinasi dan sosialisasi, pembersihan lahan fisik yang disertai pembuatan pagar dari ban bekas serta pemasangan papan informasi edukasi sampah, dan evaluasi menggunakan metode observasi perbandingan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan keterlibatan masyarakat yang tinggi, dengan tingkat partisipasi melebihi 80% (melibatkan 20 warga laki-laki dan 10 warga perempuan). Program ini berhasil mengubah lahan yang sebelumnya dipenuhi semak belukar menjadi lapangan olahraga dan area komunitas yang dapat dimanfaatkan, meningkatkan kesadaran lingkungan terkait pengelolaan sampah pesisir, serta membangkitkan kembali semangat gotong royong. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti cuaca ekstrem, korosi akibat angin laut, dan penyesuaian dengan jadwal kerja warga setempat, keberlanjutan program tetap terjaga berkat adanya rekomendasi untuk membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan mengintegrasikan sistem edukasi digital.

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI RICHEESE FACTORY KOTA BARU PARAHYANGAN

Zunaedi, Adrian, Narimawati, Umi
Abstract: Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mendorong instansi pemerintah untuk mengadopsi teknologi digital dalam pengelolaan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu Persaingan yang semakin ketat dalam… lam industri restoran cepat saji mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menetapkan harga yang sesuai dengan harapan pelanggan guna menciptakan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan persepsi harga terhadap kepuasan pelanggan pada Richeese Factory Kota Baru Parahyangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah pelanggan Richeese Factory Kota Baru Parahyangan, sedangkan sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi, serta pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, persepsi harga, dan kepuasan pelanggan berada pada kategori baik. Secara parsial, kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan, kualitas pelayanan dan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 66,7%, yang menunjukkan bahwa variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 33,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi manajemen Richeese Factory dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta mempertahankan strategi penetapan harga yang mampu meningkatkan kepuasan pelanggan.

IMPLEMENTASI PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN PROFESI DALAM PENGUATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK MAHASISWA PADA MATA KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN SEMESTER IV DI INSTITUT AGAMA ISLAM AT-TAQWA BONDOWOSO

Cahyani, Cahya Dwi, Karyodiputo, Muhammad Ikrom
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Program Studi Pengembangan Profesi dalam penguatan kompetensi pedagogik mahasiswa pada Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran Semester IV di Program… ram Studi PGMI Institut Agama Islam At-Taqwa Bondowoso. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap dosen pengampu, mahasiswa Program Magister PGMI UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember sebagai peserta Program Studi Pengembangan Profesi, mahasiswa semester IV PGMI, serta Ketua Program Studi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan triangulasi sumber, teknik, waktu, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Studi Pengembangan Profesi mampu memperkuat kompetensi pedagogik mahasiswa melalui lima bentuk kegiatan utama, yaitu presentasi akademik, diskusi kelompok, pendampingan penyusunan perencanaan pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran, dan refleksi profesional. Pengalaman mengajar secara langsung di perguruan tinggi mitra mendorong mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan pedagogik dengan praktik pembelajaran, meningkatkan kemampuan komunikasi akademik, pengelolaan kelas, penyusunan perangkat pembelajaran, serta kesiapan profesional sebagai calon pendidik. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan implementasi Program Studi Pengembangan Profesi sebagai model penguatan kompetensi pedagogik pada jenjang magister melalui praktik pembelajaran di perguruan tinggi mitra, yang berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih berfokus pada Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), atau microteaching. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) pada pendidikan guru sekaligus memberikan rekomendasi bagi perguruan tinggi dalam merancang program pengembangan profesi yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi pedagogik calon pendidik.

SINERGI PEMERINTAH DESA, BUMDES, DAN PERGURUAN TINGGI DALAM DIGITALISASI PROMOSI WISATA KOLAM PANCING SERTA PENATAAN LINGKUNGAN BELAJAR PAUD DI DESA PUTAT LOR, KABUPATEN GRESIK

Holifah, Nur
Abstract: Kolam pancing milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, secara fisik telah tersedia namun belum beroperasi secara optimal karena ketiadaan strategi pemasaran dan media promosi… digital, sementara lingkungan PAUD SPS setempat masih memerlukan penataan dari sisi kebersihan, keteraturan, dan penghijauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendorong operasionalisasi aset ekonomi desa melalui digitalisasi promosi serta memperbaiki kualitas lingkungan belajar anak usia dini melalui pendekatan partisipatif berbasis kolaborasi multipihak. Metode pelaksanaan mencakup observasi dan asesmen kebutuhan, sosialisasi dan penyusunan rencana bersama mitra, pelaksanaan intervensi secara bertahap selama empat minggu, pendampingan operasional, serta evaluasi dan perencanaan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolam pancing BUMDes telah beroperasi dengan jadwal dan tarif yang disepakati, didukung akun media sosial resmi, konten foto dan video promosi, banner di lokasi strategis, serta pendaftaran titik lokasi pada peta digital. Di sisi lain, lingkungan PAUD SPS menjadi lebih bersih, tertata, dan hijau melalui kegiatan gotong royong, pengecatan sarana bermain, dan penanaman tanaman hias. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, dan satuan pendidikan anak usia dini mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan, dengan syarat keberlanjutan dijaga melalui pendampingan pengelolaan pascaprogram.