Abstract:Motivasi belajar merupakan unsur penting yang sangat memengaruhi keberhasilan pendidikan, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada jenjang ini, peserta didik berada pada fase perkembangan yang cepat dalam ranah kognitif,…
, afektif, dan sosial. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), motivasi belajar memegang peran besar dalam mendorong keaktifan siswa dan membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam. Namun demikian, masih banyak siswa yang menganggap mata pelajaran IPS kurang menarik sehingga sering menurunkan minat belajar mereka. Tantangan ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi siswa.
Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara menyeluruh bagaimana peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus inspirator yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap semangat belajar siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi kegiatan pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi, studi kasus, role play, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kehidupan siswa. Pemberian apresiasi, baik secara verbal maupun simbolik, juga mampu menumbuhkan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Selain itu, pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan menyenangkan turut memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan minat belajar IPS. Guru yang dapat menjalin hubungan emosional positif dengan siswa mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung aktivitas belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat menentukan dalam membangun dan mempertahankan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan penerapan strategi pembelajaran inovatif menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) yang dibantu media Interaktif Flat Panel…
l (IFP) pada siswa kelas V UPT SD Negeri 03 Pekonina. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus; setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V (n = 24). Instrumen pengumpulan data meliputi angket motivasi pra-dan pasca tindakan, lembar observasi keaktifan, catatan lapangan, dan wawancara guru. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif untuk angket dan kualitatif untuk observasi/wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang bermakna setelah penerapan PjBL berbantuan IFP—ditandai oleh peningkatan persentase siswa yang menunjukkan motivasi tinggi, peningkatan partisipasi aktif, dan kualitas produk proyek IPAS. Temuan ini sejalan dengan penelitian-penelitian terkini tentang efektivitas PjBL dan peran IFP dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SD 28 Rawang pada pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan model pembelajaran Game Based Learning (GBL) berbantuan media Wordwall. Metode…
penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari empat pertemuan. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas V. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi motivasi belajar, angket motivasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model GBL berbantuan Wordwall dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Rata-rata skor motivasi meningkat dari kategori rendah pada siklus I menjadi tinggi pada siklus IV. Dengan demikian, media Wordwall dalam pendekatan GBL efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penggunaan media interaktif Flat Panel di kelas V SD Negeri 03 Pekonina. Rendahnya motivasi…
otivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran IPAS menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Kemmis dan McTaggart, yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas V. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi motivasi belajar, angket, wawancara, dan dokumentasi
Abstract:Integrasi sains dan Islam dalam pembelajaran biologi merupakan upaya strategis untuk membangun pemahaman ilmu pengetahuan yang utuh serta menanamkan nilai-nilai keislaman pada peserta didik. Pembelajaran biologi tidak hanya…
nya berorientasi pada penguasaan konsep dan keterampilan ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran akan kebesaran Allah Swt. melalui kajian terhadap fenomena alam dan makhluk hidup. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, bentuk, dan implementasi integrasi sains dan Islam dalam pelajaran biologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap sumber-sumber relevan berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sains dan Islam dapat dilakukan melalui pengaitan materi biologi dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis, penguatan nilai tauhid, serta penanaman sikap ilmiah yang selaras dengan akhlak mulia. Integrasi ini berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman konsep biologi, penguatan karakter religius, serta pembentukan sikap spiritual peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran biologi berbasis integrasi sains dan Islam diharapkan mampu mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS melalui penerapan model pembelajaran Inquiry Based Learning (IBL) berbantuan SmartBoard TV. Penelitian ini merupakan…
upakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV-A UPT SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan yang berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar, lembar observasi motivasi belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model IBL berbantuan SmartBoard TV dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II, serta meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Dengan demikian, model Inquiry Based Learning berbantuan SmartBoard TV efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan media pembelajaran Interactive Flat Panel (IFP) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Rupa di kelas IV SD Negeri 02 Pekan Selasa, Kabupaten…
Solok Selatan. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus, setiap siklus terdiri dari satu pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 02 Pekan Selasa (n = [isi jumlah]). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket motivasi, wawancara singkat dengan guru dan dokumentasi hasil karya siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif pre–post siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar setelah penerapan IFP: skor rata-rata motivasi meningkat dari __ (pra-siklus) menjadi __ (siklus I) dan __ (siklus II). Selain itu, keterlibatan aktif siswa dan kualitas hasil karya seni rupa mengalami peningkatan sesuai indikator yang ditetapkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa IFP berpotensi meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran seni rupa.
Abstract:Pendidikan merdeka menurut Ki Hadjar Dewantara merupakan usaha untuk menuntun peserta didik berkembang sesuai dengan kodratnya sehingga menjadi pribadi yang mandiri dan mampu hidup bermasyarakat. Perwujudan pendidikan merdeka…
rdeka dalam pembelajaran ialah dengan menerapkan strategi scaffolding sesuai tingkat zone of proximal development (ZPD) peserta didik. Zone of proximal development (ZPD) peserta didik dalam penelitian terbagi menjadi 3 tingkat capaian belajar diantaranya sangat mahir, cukup mahir, dan perlu bimbingan, ditujukan untuk mempermudah pemberian scaffolding sesuai kapasistas yang dibutuhkan peserta didik. Implementasi strategi scaffolding pada ZPD peserta dididk salah satunya ialah pada mata pelajaran IPAS dengan materi BAB 6 Indonesiaku Kaya Budaya kelas IVA di SDN Sumbersari 01. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan batasan 3 siklus yang terdiri dari 6 pertemuan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis pada Siklus I diperoleh presentase 64,29% kriteria hasil belajar Baik dan 28,57% Sangat Baik oleh 13 peserta didik. Siklus II memperoleh hasil 42,86% kriteria hasil belajar Sangat Baik dan 53,57% kriteria Baik oleh 20 peserta didik. Perolehan presentase pada siklus III oleh 27 peserta didik menunjukkan besaran presentase 64,29% kriteria Sangat Baik dan 35,71% kriteria Baik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh penggunaan media kartu gambar terhadap kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah sebelas artikel ilmiah…
ah yang membahas efektivitas media kartu gambar dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu gambar secara konsisten memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan membaca siswa. Media ini membantu siswa mengenali huruf dan kata secara visual, memahami makna kata secara kontekstual, serta meningkatkan minat dan motivasi belajar melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan. Temuan dari berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa media kartu gambar efektif diterapkan melalui berbagai pendekatan penelitian seperti Penelitian Tindakan Kelas (PTK), kuantitatif, kualitatif, dan Research and Development (R&D). Secara keseluruhan, penggunaan media kartu gambar terbukti valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa sekolah dasar.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas 5 SD 11 Lubuk Jaya setelah penerapan model pembelajaran Game Based Learning (GBL). Motivasi belajar matematika…
matika siswa seringkali rendah karena persepsi bahwa pelajaran tersebut sulit dan membosankan. GBL diyakini mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, interaktif, dan menantang, sehingga mendorong keterlibatan aktif siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dalam dua siklus, dengan subjek penelitian 11 siswa kelas 5. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar (pre-test dan post-test setiap siklus), observasi aktivitas siswa, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar matematika yang signifikan dari pra-siklus hingga Siklus II. Peningkatan ini ditandai dengan meningkatnya antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran, tingginya partisipasi dalam memecahkan masalah, dan meningkatnya skor rata-rata angket motivasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Game Based Learning efektif dalam meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas 5 SD 11 Lubuk Jaya