Search Articles & Publications

Showing 146 articles found for "Penanganan"

KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB: SOLUSI MENGATASI EKSPLOITASI DAN KEKERASAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA

Viola Aurelia Almughniy, Widiyanti Utami, Azzahra Raihatul Janah, Winizz Habibah, Khadeeja ‘Aina Naafi’a, Ratna Fitria
Abstract: Penelitian ini menganalisis peran Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dalam melaksanakan tugasnya untuk melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban eksploitasi dan kekerasan. Penelitian… enelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggali mekanisme kerja, tantangan dan strategi BP3MI dalam menangani aduan kasus eksploitasi dan kekerasan melalui wawancara dengan staf kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BP3MI telah mengupayakan penegakan sila ke-2 yakni “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dengan menjalankan program pencegahan, pemantauan, dan penanganan kasus untuk memastikan pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban eksploitasi dan kekerasan mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum secara penuh. Namun, efektivitas program-program ini, dalam pelaksanaannya memiliki beberapa kendala seperti kurangnya data dari aduan, hambatan koordinasi dengan perwakilan luar negeri, dan keterbatasan pekerja internal. Strategi BP3MI berbasis edukasi, media digital dan kolaborasi lintas lembaga membantu meningkatkan efektivitas perlindungan, namun penguatan sumber daya dan koordinasi masih diperlukan untuk memperbaiki perlindungan pekerja migran Indonesia secara menyeluruh.  

INTEGRASI PSIKIATRI MODERN DAN SPIRITUALITAS ISLAM UNTUK PENANGANAN GANGGUAN BIPOLAR PADA KOMUNITAS MUSLIM INDONESIA

Isdianto, Andik, Al Indunissy, Nuruddin, Fitrianti, Novariza
Abstract: Gangguan bipolar menjadi tantangan serius di masyarakat Muslim Indonesia karena masih banyak disalahpahami, distigmatisasi, dan jarang mendapat penanganan optimal. Artikel ini bertujuan menelaah literatur tentang integrasi… si psikiatri modern dan spiritualitas Islam—termasuk Islamic counseling dan mental health integration—dalam penanganan bipolar, serta menganalisis peluang dan hambatannya pada konteks komunitas Muslim Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif reflektif melalui telaah jurnal ilmiah dan sumber keislaman terbaru. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi model perawatan—meliputi kolaborasi agama-medis, Islamic therapy, edukasi komunitas, dan penguatan Muslim community health—dapat meningkatkan efektivitas penanganan, memperkuat resiliensi psikologis, mengurangi stigma, dan mendorong pemulihan komprehensif bagi pasien bipolar. Namun, integrasi ini masih menghadapi hambatan berupa stigma sosial, rendahnya literasi masyarakat, serta kesenjangan komunikasi antara tenaga kesehatan dan pemuka agama. Peluang besar dapat dioptimalkan melalui pelatihan konselor dan ustadz kesehatan jiwa, program edukasi berbasis masjid, serta kebijakan publik yang mendukung. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi psikiatri modern dan spiritualitas Islam, khususnya melalui Islamic counseling dan community-based intervention, dapat memperbaiki kualitas layanan kesehatan jiwa, meningkatkan kualitas hidup, serta menciptakan model layanan yang lebih holistik, inklusif, dan adaptif terhadap nilai budaya serta keagamaan di Indonesia.

PENERAPAN KOMPRES HANGAT BULI-BULI UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA Ny. D DENGAN GOUT ARTHRITIS DI WILAYAH PUSKESMAS KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA

Lisa Agustina, Sudiarto, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Berdasarkan data Riskesdas (2018), persentase permasalahan sendi gout arthritis di Indonesia sebanyak 7,3% dari diagnosis dokter. Gout arthritis merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya penumpukan kristal… urat sehingga menimbulkan nyeri pada persendian. Nyeri merupakan rusaknya jaringan yang menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada penderitanya. Dampak dari serangan gout arthritis berulang akan mengakibatkan kerusakan dan kecacatan karena kontraktur sendi. Salah satu penanganan nonfarmakologi pada penderita gout arthritis yaitu dengan kompres hangat buli-buli yang dapat menurunkan intensitas nyeri. Tujuan penelitian untuk menggambarkan penerapan kompres hangat buli-buli untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien Gout Arthritis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil setelah dilakukan kompres hangat buli-buli selama 20 menit dalam waktu 3 hari terjadi penurunan intensitas nyeri dengan rata-rata 2 sampai 3. Kesimpulan yang dapat diambil kompres hangat buli-buli terbukti menurunkan intensitas nyeri gout arthritis. Kata Kunci : Gout Arthritis, Nyeri, Kompres Hangat Buli-Buli

PERAWATAN LUKA DENGAN ALOE VERA GEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIKUM

Maya Atsfiatun, Dwi Astuti, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Data dari Organisasi International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 terdapat 537 juta individu di dunia menderita diabetes dan dari data tersebut di negara Indonesia yang mengalami diabetes ada 19,5 juta individu.… u. Diabetes melitus yaitu adanya gangguan pada sistem metabolisme ditandai dengan hiperglikemia. Diabetes melitus dapat mengakibatkan komplikasi salah satunya ulkus diabetik. Ulkus diabetik adalah luka karena adanya penyumbatan  pada pembuluh darah. Penanganan yang dapat dilakukan pada penderita ulkus diabetik yakni perawatan luka dengan  aloe vera gel. Tujuan penelitian yaitu untuk menggambarkan perawatan  luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan perawatan luka pada pasien ulkus diabetikum dengan menggunakan  aloe vera gel. Instrument studi kasus yang digunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Instrument pengkajian luka menggunakan lembar observasi luka winner scale. Perawatan luka dengan  aloe vera gel dilakukan selama 2 minggu setiap 2 hari sekali. Hasil perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum yang dilakukan selama 2 minggu setiap 2 hari sekali didapatkan kesimpulan berupa terdapat adanya penurunan skor pengkajian luka pada luka A terdapat penurunan sebanyak 15 yakni dari skor awal 25 menjadi 10 dan luka B penurunan sebanyak 12 dari skor awal 29 menjadi 17 di skor akhir. Hal tersebut terbukti bahwa  aloe vera gel  efektif dalam proses penyembuhan ulkus diabetikum. Kesimpulan perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan  ulkus diabetikum terbukti efektif membantu penyembuhan luka.  

GAMBARAN PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH DAN SALEP VCO (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETES MELLITUS

Aprisa Rahayu, Eko Julianto, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Latar Belakang : Diabetes Mellitus yakni penyakit kronis yang berlangsung ketika tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin yang dihasilkan atau Ketika pankreas tidak memproses cukup insulin. Hiperglikemia yang tidak terkendali… li dapat mengakibatkan sistem tubuh mengalami kerusakan dan bisa teradi ulkus diabetikum. Penanganan yang dilakukan yaitu perawatan luka Diabetes Mellitus dengan pemberian air rebusan daun sirih merah dan salep VCO (Virgin Coconut Oil). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian air rebusan daun sirih merah dan salep VCO (Virgin Coconut Oil) terhadap penyembuhan luka Diabetes Mellitus. Metode : pada karya tulis ini menggunakan menggunakan metode Deskriptif dengan rancangan studi kasus. Hasil : hasil studi kasus didapatkan hasil setelah diberikan air rebusan daun sirih merah dan salep VCO (Virgin Coconut Oil) pada pasien luka Diabetes Mellitus selama 8 kali pertemuan dalam jangka waktu 15 hari (2 hari sekali). Mengalami perubahan menunjukan keefektifan   perawatan luka yang awalnya Jumlah skor 46 menjadi 34, dibuktikan dengan data penunjang skor Bates Jansen Wound Assessment Tool berada dijumlah skor 34. Kesimpulan : menunjukan bahwa pemberian air rebusan daun sirih merah dan salep VCO (Virgin Coconut Oil) efektif untuk membantu proses penyembuhan luka.

GAMBARAN GEL ALOE VERA SEBAGAI DRESSING PADA LUKA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KECAMATAN KEJOBONG

Febiyani, Arofah Dwi, Julianto , Eko, Puspasari , Fida Dyah
Abstract:  Diabetes mellitus dapat disebut sebagai "penyakit gula", adalah jenis penyakit kronis yang mempengaruhi gula darah dan ditandai dengan  meningkatnya kadar gula darah. Jika kadar glukosa darah kurang dari 180 mg/dl maka… a dianggap normal. Ulkus diabetik merupakan salah satu masalah yang dapat muncul akibat penyakit diabetes melitus, ulkus diabetik dapat terjadi karena terjadinya neuropati perifer. Pengobatan ulkus diabetik yang terlambat dapat menyebabkan penderita harus dilakukan tindakan  amputasi. Maka dari itu diperlukan penanganan dengan cepat yakni dengan perawatan luka ulkus diabetik dengan menggunakan Gel Aloe vera. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perawatan luka Diabetes mellitus dengan Gel Aloe vera sebagai Dressing. Pada karya tulis ilmiah ini menggunakan metode Deskriptif dengan rancangan studi kasus. Hasil studi kasus didapatkan setelah melakukan perawatan luka dengan Gel Aloe vera pada pasien luka Diabetes Mellitus selama 5 kali pertemuan dalam jangka waktu 10 hari (2 hari sekali). Mengalami perubahan dengan skor awal 25 menjadi 21 pada luka dan terdapat callus di tepi luka. Menunjukkan bahwa perawatan luka menggunakan Gel Aloe vera sebagai Dressing kurang efektif dikarenakan jangka waktu yang pendek dan kondisi luka tersebut.

PELAKSANAAN PROGRAM PERBAIKAN GIZI BALITA DALAM PENCEGAHAN STUNTING OLEH DINAS KESEHATAN KOTA PEKANBARU

Rozalinasari, Rozalinasari, Nurmasari, Nurmasari
Abstract: Dalam mengatasi dan mengurangi kasus gizi buruk di Kota Pekanbaru, dinas kesehatan telah melakukan berbagai upaya dalam kasus gizi buruk ini, sehingga agar dapat mencapai target hingga dibawah1%. Adapun bentuk dari tindakan… kan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dalam mengenai kasus gizi buruk. Selain dengan tindakan-tindakan yang telah dilakukan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru terus melakukan kerjasama seoptimal mungkin dengan instansi-instansi terkait yang berkaitan dalam penanganan kasus gizi buruk ini, seperti dengan puskesmas, kader di setiap daerah, maupun dengan kecamatan. Sehingga kasus gizi buruk ini selalu dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan nantinya akan dapat mengurangi kasus gizi buruk yang ada di Kota Pekanbaru.  Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan menjelaskan implementasi program gizi masyarakat sudah terpenuhi dengan baik dan hambatan-hambatannya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dan kuantitatif. Adapun populasid an sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Kesehatan Dinkes Pekanbaru, Kepala Seksi Gizi Masyarakat, Kepala Pusekesmas tiga orang, Pegawai Dinas Sebanyak dua orang dan orang tua bayi yang terkena Gizi buruk. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Implementasi Program Perbaikan Gizi Masyarakat Oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru belum terimplementasi sepenuhnya. Hal ini dapat dilihat dari dalam perencanaan kegiatan yang telah dibuat tidak semua kegiatan mendapat anggaran baik itu APBD maupun APBN, karena keterbatasan anggaran yang ada dan lebih memgutamakan penganggaran untuk kegiatan yang direncanakan dapat lebih cepat menurunkan gizi buruk sehingga pelaksanaan perbaikan gizi untuk Kota Pakanbaru dapat menurun jumlah kasus gizi buruknya, adanya beberapa posyandu yang tidak aktif, hal ini menandakan masih kurangnya peran kader untuk membantu mensukseskan jalannya program ini. Hambatannya yaitu anggaran yang kurang, Kualitas pelayanan posyandu yang tidak aktif dan peran masyarakat yang tidak aktif. 

Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kabupaten Buton Tahun 2025

Purnama, Nurdin, Siti Aisa, Jusmin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik di Kabupaten Buton berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan… an kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari hasil survei terhadap pengguna layanan pada berbagai perangkat daerah penyelenggara pelayanan publik di Kabupaten Buton. Analisis dilakukan mengacu pada pedoman Survei Kepuasan Masyarakat sesuai ketentuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat Kabupaten Buton Tahun 2025 berada pada kategori Baik, yang mengindikasikan bahwa secara umum pelayanan publik telah memenuhi harapan masyarakat. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa unsur pelayanan yang memperoleh nilai relatif rendah, terutama pada aspek kecepatan pelayanan, penanganan pengaduan, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Temuan penelitian menunjukkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi digitalisasi pelayanan, penyederhanaan prosedur, serta penguatan mekanisme evaluasi dan tindak lanjut terhadap masukan masyarakat. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Strategi Dinas Sosial dalam Penanganan Anak Jalanan dan Remaja Nakal: Studi Kasus Merauke

Nani Bivak
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang diterapkan oleh Dinas Sosial dalam menangani permasalahan anak jalanan dan kenakalan remaja di Distrik Merauke, dengan fokus pada fenomena kekerasan jalanan dan penyalahgunaan… lahgunaan minuman keras (miras). Ruang lingkup kajian mencakup upaya preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilakukan oleh Dinas Sosial, serta kerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti kepolisian, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap sejumlah informan kunci, termasuk pejabat Dinas Sosial, tokoh masyarakat, dan remaja yang terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya fasilitas pendukung, serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Meski demikian, terdapat beberapa langkah efektif, seperti pembinaan kelompok remaja rentan dan kampanye penyuluhan bahaya miras di sekolah-sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penanganan anak jalanan dan kenakalan remaja di Distrik Merauke memerlukan pendekatan yang lebih terpadu, partisipatif, dan berkelanjutan, dengan peningkatan kapasitas lembaga sosial serta keterlibatan aktif masyarakat sebagai kunci keberhasilan program.

Pendampingan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Untuk Mencegah Stunting Di Desa Wonokusumo, Tapen, Bondowoso

Praptika Septi Femilia, Dwi Ayu Lestari, Hasby Haq Arihakim, Dina Akmaliyatul Hilyah, Bayu Aldi Tiya, Sitti Shofiatus Sholehah, Nur Uriva, Frenda Ninggar Marsiska, Novi So’imatul Fadilah, Feby Nurrahmawati, Rahmad Aditya Eka Febriyanto, Nova Lupita Nur Wulandari, Lusita Maisyaroh, Rika Fadilatul Laila, Ahmad Murobbiy W. F.
Abstract: Fenomena stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bondowoso yang memiliki prevalensi cukup tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Desa Wonokusumo sebagai lokasi program pengabdian memiliki… ki kasus balita stunting yang perlu penanganan segera. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan fokus pada pencegahan stunting melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program dilaksanakan secara partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan perangkat desa, kader posyandu, serta masyarakat. Bentuk kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, sosialisasi pemanfaatan TOGA, serta aksi pendistribusian bibit sawi dan tomat ke tujuh dusun di Desa Wonokusumo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gizi dan pola asuh, perubahan perilaku menuju hidup sehat, serta kemandirian keluarga dalam memanfaatkan pekarangan untuk menanam TOGA sebagai sumber gizi tambahan. Selain itu, terjadi penurunan jumlah kasus stunting secara bertahap, yang menandakan bahwa program berbasis kearifan lokal ini dapat menjadi model preventif yang efektif, murah, dan berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting di masyarakat pedesaan.