Search Articles & Publications

Showing 380 articles found for "Pendukung"

PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENT MELALUI SRIKANDI DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI GORONTALO

Rajak, Adelia, Nani, Yacob Noho, Pakaya, Rahmatia
Abstract: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan Electronic Government Melalui SRIKANDI di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo. Menggunakan teori e-government yang terdiri dari tiga indikator… menurut Indrajit dalam (Andi et al., 2025), yaitu Support (Dukungan), Capacity (Kapasitas), dan Value (Nilai/Manfaat). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari indikator Support, dukungan pimpinan dan regulasi sudah tersedia namun masih terdapat keterbatasan sarana pendukung seperti alat pemindai (scanner), perangkat komputer yang jarang mendapat pembaruan dan kualitas jaringan internet yang belum stabil. Dari indikator Capacity, sebagian besar pegawai telah mampu mengoperasikan aplikasi namun masih terdapat kesenjangan kemampuan antarpegawai serta keterbatasan infrastruktur teknologi. Dari indikator Value, aplikasi SRIKANDI telah memberikan manfaat nyata berupa efisiensi waktu, penghematan biaya operasional, pengurangan penggunaan kertas, serta pengelolaan arsip yang lebih tertib dan terintegrasi. Kesimpulannya, penerapan SRIKANDI telah berjalan cukup baik namun belum sepenuhnya optimal dan memerlukan penguatan terpadu pada ketiga indikator secara berkesinambungan.

Analisis Strategi Pemasaran Digital Melalui Whatsapp Business Dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Kripik Gadung Di Desa Arjasa Kecamatan Sukowono Jember

Muhammad Hamdi, Denok Mugi Hidayanti, Neviyani
Abstract: Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) keripik gadung di Desa Arjasa menghadapi tantangan serius dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi… tegi pemasaran digital melalui WhatsApp Business yang diterapkan oleh pelaku UMKM keripik gadung serta mengidentifikasi secara komprehensif faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus instrumental digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima UMKM keripik gadung di Desa Arjasa selama periode Maret hingga Mei 2026. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan masih bersifat dasar dan belum terstruktur secara sistematis, dengan pemanfaatan fitur WhatsApp Business yang belum optimal. Hanya dua dari lima UMKM yang menggunakan WhatsApp Business, itupun dengan pemanfaatan fitur yang terbatas pada katalog produk. Faktor pendukung utama adalah kemudahan penggunaan aplikasi, biaya yang terjangkau, dan dukungan keluarga serta komunitas. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan literasi digital, kekhawatiran akan penipuan, kendala infrastruktur internet, dan rendahnya tingkat pendidikan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik pelaku UMKM untuk mengoptimalkan penggunaan WhatsApp Business dalam meningkatkan daya saing UMKM keripik gadung. Gadung chips Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Arjasa Village face serious challenges in utilizing digital technology for product marketing. This study aims to describe in depth the digital marketing strategies through WhatsApp Business implemented by gadung chips MSMEs and to comprehensively identify the supporting and inhibiting factors of its implementation. A qualitative approach with an instrumental case study type was used in this research. Data collection was conducted through in-depth interviews with 12 informants, participant observation, and documentation of five gadung chips MSMEs in Arjasa Village during the period March to May 2026. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the digital marketing strategies implemented were still basic and not systematically structured, with the utilization of WhatsApp Business features not yet optimal. Only two out of five MSMEs used WhatsApp Business, even then with limited utilization of features to product catalogs. The main supporting factors are the ease of use of the application, affordable costs, and support from family and community. Meanwhile, inhibiting factors include limited digital literacy, concerns about fraud, internet infrastructure constraints, and low levels of formal education. This study concludes that continuous assistance and training tailored to the capacity and characteristics of MSME actors are needed to optimize the use of WhatsApp Business in increasing the competitiveness of gadung chips MSMEs. 

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENURUNAN MINAT SISWA PADA MADRASAH TSANAWIYAH AL-MAWASIR PADANG KALUA LAMASI KABUPATEN LUWU

Baharuddin, Nurlianti Andi, Mustafa, Mustafa, Firmansyah, Firmansyah, Nursaeni, Nursaeni, Baderiah, Baderiah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang menyebabkan penurunan minat siswa pada Madrasah Tsanawiyah Al-Mawasir Padang Kalua Lamasi Kabupaten Luwu. Penurunan jumlah peserta didik… ik selama lima tahun terakhir, dari 105 siswa pada Tahun Pelajaran 2021/2022 menjadi 56 siswa pada Tahun Pelajaran 2025/2026, menjadi indikator awal adanya permasalahan yang perlu ditelusuri secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan satu kepala madrasah, dua orang guru, dan empat informan masyarakat atau orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya di sekolah lain. Data sekunder berasal dari dokumen jumlah peserta didik, data sarana dan prasarana, serta profil madrasah. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang berkaitan dengan penurunan minat siswa adalah keterbatasan variasi program akademik tambahan dan ekstrakurikuler, sarana pendukung olahraga dan kegiatan siswa yang belum memadai, serta keterbatasan media pembelajaran berbasis teknologi. Faktor eksternal meliputi persaingan dengan sekolah lain yang memiliki program dan fasilitas lebih beragam, pengaruh lingkungan pertemanan dari sekolah dasar, peran informasi dari mulut ke mulut, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat yang turut memengaruhi pertimbangan biaya dan aksesibilitas.

PENERAPAN METODE PEMBIASAAN DALAM MEMBANGUN KARAKTER SANTRI PUTRI DI PONDOK PESANTREN NIZAMUDIN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Modeong, Santrini, Anwar, Khoirul, Makshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembiasaan dalam membangun karakter santri putri, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terbentuk, serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan… menghambat pelaksanaannya di Pondok Pesantren Nizamudin Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian terdiri atas pengasuh, ustadzah, dan pihak yang terlibat dalam pembinaan karakter santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembiasaan diterapkan melalui kegiatan rutin seperti shalat berjamaah lima waktu, shalat tahajud, membaca Al-Qur’an, menjaga kebersihan lingkungan, melaksanakan tugas piket, serta membangun kepedulian sosial terhadap sesama. Penerapan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten mampu membentuk karakter religius, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, kepedulian sosial, akhlak, dan adab santri putri. Faktor pendukung keberhasilan pembiasaan meliputi lingkungan pesantren yang kondusif, keterlibatan aktif pengasuh dan ustadzah, pengawasan yang berkelanjutan, serta fasilitas yang memadai. Sementara itu, faktor penghambat berasal dari perbedaan latar belakang keluarga dan karakter masing-masing santri. Dengan demikian, metode pembiasaan terbukti efektif dalam membangun karakter santri putri di Pondok Pesantren Nizamudin.

EFEKTIFITAS PEMBERIAN DANA TUNJANGAN PROFESI GURU DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KAB. BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Andaria, Ronald
Abstract: Peningkatan kompetensi guru merupakan faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan, salah satunya melalui pemberian Dana Tunjangan Profesi Guru (TPG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian TPG… PG dalam meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada lima kepala sekolah dan lima belas guru PAI jenjang SD dan SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPG cukup efektif dalam meningkatkan kompetensi sosial dan kepribadian guru, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap keteladanan. Faktor pendukung antara lain motivasi internal guru dan dukungan kepala sekolah, sementara faktor penghambat meliputi kurangnya pengawasan dan keterbatasan akses pelatihan. Penelitian ini menyarankan perlunya strategi manajerial dalam pengelolaan TPG yang lebih terencana, terorganisir, dan akuntabel guna mendorong peningkatan profesionalitas guru secara berkelanjutan.

EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBINAAN KARAKTER ISLAMI TERHADAP PERILAKU SISWA DI SDI DATOK SULAIMAN PALOPO

Astari, Rina, Muhaemin, Muhaemin, Tanal, Ali Nahruddin, Munawir, Ahmad, Alauddi, Alauddi, Sarmila, Sarmila
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pembinaan karakter Islami yang diterapkan di SDI Datok Sulaiman Palopo dalam membentuk perilaku siswa serta menganalisis pandangan guru, siswa, dan orang tua… a terhadap efektivitas program pembinaan karakter Islami di SDI Datok Sulaiman Palopo.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods), yaitu pendekatan yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu rangkaian penelitian. Metode kuantitatif digunakan untuk memperoleh data yang bersifat terukur, khususnya terkait pandangan guru, siswa, dan orang tua mengenai efektivitas program pembinaan karakter Islami melalui penyebaran angket, sedangkan metode kualitatif digunakan untuk memahami lebih dalam mengenai pelaksanaan program melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh secara langsung dari kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, serta data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, dan sumber pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, inferensial, dan analisis kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pembinaan karakter Islami di SDI Datok Sulaiman Palopo telah berjalan dengan baik dan terstruktur melalui metode pembiasaan, keteladanan, dan integrasi nilai-nilai Islami dalam pembelajaran serta berpengaruh signifikan terhadap perilaku siswa, terutama dalam aspek religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak. Selain itu, pandangan guru, siswa, dan orang tua terhadap efektivitas program ini secara umum sangat positif, meskipun masih terdapat kendala dalam konsistensi penerapan nilai-nilai tersebut di luar sekolah sehingga diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga.

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN AKHLAQUL KARIMAH PESERTA DIDIK DI SDN 1 IDUMUN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Mokoginta, Agustrisno, Anwar, Khoirul, Makhshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan akhlaqul karimah peserta didik, mendeskripsikan strategi yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam, serta mengetahui faktor… ktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlaqul karimah peserta didik di SDN 1 Idumun Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, guru kelas, peserta didik, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, teladan, motivator, dan pembina akhlak. Strategi yang digunakan meliputi pembiasaan berdoa, mengucapkan salam, membaca Al-Qur’an, shalat berjamaah, pemberian nasihat, keteladanan, pengawasan perilaku, serta kerja sama dengan kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua. Pembinaan tersebut berdampak positif terhadap perilaku peserta didik, seperti meningkatnya sopan santun, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kebiasaan religius. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, kerja sama guru, orang tua, serta lingkungan sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh teman sebaya, lingkungan luar sekolah, media, dan perbedaan latar belakang keluarga.

STRATEGI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PADA SANTRI DI MADRASAH NURUL HIDAYAH KEDAWUNG BOJONG KABUPATEN TEGAL

Mustofa, Muhammad, Anwar, Khoirul, Makhshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pembelajaran pada santri, mengetahui faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis hasil dari strategi yang diterapkan… di Madrasah Nurul Hidayah Kedawung Bojong Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama kepala madrasah dan guru. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pembelajaran dilakukan melalui perencanaan berbasis kebutuhan santri, pelaksanaan pembelajaran berbasis rutinitas harian, supervisi kolaboratif, pembinaan guru berkelanjutan, serta integrasi kurikulum formal dan diniyah. Program pembelajaran seperti pembiasaan membaca Al-Qur’an, metode pembelajaran aktif, dan kegiatan murojaah menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu. Faktor pendukung meliputi kompetensi dan komitmen guru, kepemimpinan kepala madrasah, budaya belajar santri, serta sistem manajemen internal. Adapun hambatan yang dihadapi adalah perbedaan kemampuan santri, keterbatasan sarana, serta tantangan integrasi kurikulum. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan santri, motivasi belajar, kinerja guru, serta hasil belajar santri yang lebih baik.

PEMBINAAN AKHLAK MULIA MELALUI KEGIATAN HALAQAH TARBIYAH SANTRI PONDOK TAHFIDZ AL-QUR’AN ASY-SYAFAAT KOTA MAKASSAR

Hasir, Hasir
Abstract: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan metode, peran, serta faktor pendukung dan penghambat kegiatan halaqah tarbiyah dalam pembinaan akhlak mulia santri di Pondok Tahfidz Al-Qur’an Asy-Syafaat Kota Makassar. Penelitian… ian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pembina, santri, dan orang tua santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak dilakukan melalui metode nasihat (mau‘izhah), pembiasaan (ta‘widiyah), serta pengawasan dan evaluasi (mutaba‘ah). Halaqah tarbiyah berperan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, membentuk kebiasaan positif, memberikan keteladanan, mengembangkan karakter religius, serta membangun kecerdasan emosional dan sosial santri. Keberhasilan pembinaan didukung oleh kompetensi dan keteladanan murabbi, program yang terstruktur, lingkungan pondok yang kondusif, dukungan orang tua, serta motivasi santri. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh pergaulan, teknologi dan media sosial, serta kurangnya sinergi antara pondok dan keluarga. Disimpulkan bahwa halaqah tarbiyah merupakan sarana pembinaan yang efektif dalam membentuk akhlak mulia dan karakter religius santri.

PERAN TAHSIN AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN BENAR

Nasution, Wildan Habibi, Nasution, Tongku Hasonangan, Elviani, Elviani
Abstract: Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf merupakan kompetensi mendasar yang wajib dimiliki oleh setiap muslim, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik… idik yang mengalami kesulitan dalam pelafalan huruf hijaiyah, penerapan hukum tajwid, serta kelancaran membaca Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program tahsin Al-Qur'an dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara benar, mengidentifikasi metode-metode tahsin yang efektif, serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi kepustakaan (library research) yang didukung oleh data dari berbagai hasil penelitian terdahulu. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen, jurnal ilmiah, dan laporan penelitian yang relevan dengan tema tahsin Al-Qur'an pada kurun lima tahun terakhir, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahsin Al-Qur'an yang dilaksanakan secara terstruktur, konsisten, dan menggunakan metode yang tepat seperti talaqqi, tikrar, dan pendekatan berbasis makharijul huruf, terbukti efektif meningkatkan kefasihan, ketepatan bacaan, dan kepercayaan diri peserta didik dalam membaca Al-Qur'an. Faktor pendukung utama meliputi kompetensi pengajar, intensitas latihan, dan motivasi peserta didik, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, latar belakang kemampuan peserta didik yang heterogen, dan minimnya tenaga pengajar yang berkompeten. Penelitian ini merekomendasikan agar lembaga pendidikan formal maupun nonformal mengintegrasikan program tahsin secara berkelanjutan dengan evaluasi berkala guna menjamin mutu bacaan Al-Qur'an generasi muslim.