Abstract:Permainan tradisional Melayu merupakan bagian integral dari budaya masyarakat Melayu yang kaya akan nilai-nilai sosial, pendidikan, dan spiritual. Permainan seperti congkak, gasing, sepak raga, dan wau tidak hanya menjadi…
i hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran nilai kolektif dan ekspresi budaya. Namun, modernisasi dan globalisasi mengancam eksistensi permainan ini. Artikel ini mengkaji sejarah, jenis-jenis permainan tradisional Melayu, nilai-nilai yang terkandung, serta tantangan dalam pelestariannya. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur dan wawancara, penelitian ini menyoroti pentingnya peran pendidikan, digitalisasi, dan kebijakan pemerintah dalam melestarikan permainan tradisional Melayu untuk generasi mendatang.
Abstract:Permainan tradisional adalah aktivitas rekreasi atau hiburan yang telah ada dan dimainkan oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Permainan ini biasanya diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya…
ya dan merupakan bagian integral dari kehidupan budaya suatu komunitas. Berbeda dengan permainan modern yang mungkin melibatkan teknologi atau peralatan canggih, permainan tradisional seringkali menggunakan alat atau benda sederhana yang tersedia di sekitar masyarakat pada masa tersebut. Permainan lokal merujuk kepada berbagai jenis permainan yangtumbuh dan berkembang di suatu daerah atau komunitas tertentu. Permainan ini sering kali mencerminkan budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat setempat
Pembinaan permainan tradisional pada siswa SDN Handil Bakti, bertujuannya untuk dapat mengatasi tantangan utama, yaitu kurangnya minat dan pengetahuan siswa terhadap permainan tradisional. Dengan Pemberian edukasi tentang nilai-nilai budaya permainan tradisional serta penyelengaraan demontrasi permainnan tradisional sehingga dapat menjadi jembatan untuk membangun rasa bangga terhadap budaya lokal,dan dapat memahami dan menghargai keunikan budaya tradisional Indonesia sehingga menumbuhkan minat anak-anak pada permainan tradisioanal dan mempertahankan kelestarian permainan tradisional Indonesia.
keberhasilan pembinaan menunjukkan bahwa siswa merasakan manfaat yang signifikan dari kegiatan ini. Sebelum pelatihan, beberapa siswa merasa bahwa pembinaan ini hanya cukup bermanfaat, sementara sebagian besar merasa sangat bermanfaat. Setelah kegiatan selesai, hampir seluruh siswa merasa bahwa pembinaan ini sangat bermanfaat bagi mereka, baik dari segi keterampilan, pengetahuan, maupun pemahaman budaya. 70% siswa merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, dengan 85% siswa merasakan manfaat yang signifikan setelah mengikuti pelatihan.
Abstract:Nusa Tenggara Timur (NTT) kaya akan pakaian tradisional yang beraneka ragam, masing-masing daerah atau kabupaten memiliki hasil tenunan dengan beraneka ragam motif sesuai dengan ciri khas dan adat istiadat budaya setempat.…
t. Salah satu unsur kebudayaan daerah adalah unsur pakaian adat tradisonal. Unsur pakaian adat tradisional dalam kehidupan nyata mempunyai fungsi sesuai pesan-pesan nilai budaya yang terkandung di dalamnya, yang berkaitan dengan aspek-aspek lain dari kebudayaan seperti ekonomi, sosial, politik, keagamanaan, dan pendidikan. Pesan-pesan nilai budaya yang disampaikan, pemahamannya dapat dilakukan dengan melalui berbagai simbol dalam ragam hias atau motif pakaian adat tradisional. Kain Tenun Sumba Barat memiliki warna dan motif yang berbeda-beda antara kabupaten yang satu dengan yang lain. Di Kabupaten Sumba Barat sendiri terdapat corak warna dan berupa permainan garis-garis yang di hiasi gambar-gambar seperti permainan kotak segitiga, jajar genjang dan lingkaran. Ada tiga suku besar di Sumba Barat ,yakni Lamboya, Wanokaka, dan Loli ada kain pawora, pahikung, lambaleko. Motif kain tenun Sumba Barat biasanya bergambar mamuli, buaya, kura-kura, ayam, kepiting, mata kerbau, kupu-kupu dan lain-lain. Setiap motif mempunyai makna dan filosofinya. Pada penelitian ini dilakukan di kampung adat praijng dengan menggunakan penerapan augmented reality berbasis android. Kampung adat Praijing itu sendiri merupakan kampung adat yang terletak di Sumba barat
Abstract:Keberhasilannya proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh seorang guru yang melakukan transfer ilmu (knowledge transfer) melalui proses pembelajrannya,dalam hal ini strategi pembelajaran menjadi penting dalam proses…
belajar tersebut. Banyak pembelajaran pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh para gura, pembelajaran yang sering digunakan dalam proses pembelajaran tersebut, antara lain:Pembelajaran Ceramah, Pembelajaran Tanya jawab, Pembelajaran diskusi, Pembelajaran pemberian tugas, Pembelajaran demontrasi, Pembelajaran karyawisata, Kerja kelompok (inquiri), Pembelajaran bermain peran, Pembelajaran dialog, Pembelajaran bantah membantah, dan Pembelajaran bercerita. Berdasarkan pertimbangan di atas, maka perlu dikembangkan suatu metode pembelajaran yang mampu melibatkan peran serta siswa secara menyeluruh sehingga kegiatan belajar mengajar tidak hanya didominasi oleh siswa-siswa tertentu saja. Selain itu, melalui pemilihan metode pembelajaran tersebut diharapkan sumber informasi yang diterima siswa tidak hanya dari guru melainkan juga dapat meningkatkan peran serta dan keaktifan siswa dalam mempelajari dan menelaah ilmu yang ada terutama mata pelajaran Bahasa Inggris. Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dirumuskanlah judul penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut: “Peningkatan hasil belajar bercakap cakap bahasa inggris melalui pembelajaran dengan media games puzzle pada siswa kelas V SD YPPGI NOKAPAKA Tahun Pelajaran 2023/2024”, Berdasarkan yang ada maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah, Bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan media games puzzle untuk peningkatan hasil belajar bercakap cakap bahasa inggris pada siswa kelas V SD YPPGI NOKAPAKA serta Apakah pembelajaran dengan media games puzzle dapat meningkatkan kepahaman siswa kelas V SD YPPGI NOKAPAKA tentang memberi informasi dalam Bahasa Inggris, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dan juga menggunakan penelitian tindakan kelas yaitu tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas serta Games Puzzle merupakan bentuk permainan yang menantang daya kreatifitas dan ingatan siswa lebih mendalam dikarenakan munculnya motivasi untuk senantiasa mencoba memecahkan masalah, namun tetap menyenangkan sebab bisa di ulang-ulang
Abstract:The low level of agility among elementary school students has become an important issue in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning, particularly due to the limited variation in instructional methods and the…
e decline in students’ physical activity in the digital era. This condition causes students to be less physically active, resulting in underdeveloped abilities in changing direction, body coordination, and movement balance. This study aimed to determine the effect of the traditional Galah Asin game on improving the agility of fifth-grade students at SD Swasta Advent Barusjulu. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a One-Group Pretest–Posttest Design. The research sample consisted of 37 students selected through the total sampling technique. Data were collected using a 4x10 meter shuttle run test to measure students’ agility levels before and after the treatment. The findings revealed that the average pretest score of 25.63 seconds decreased to 22.41 seconds in the posttest, indicating an improvement difference of 3.22 seconds. The paired sample t-test results showed that the calculated t-value of 9.87 was greater than the t-table value of 2.045 with a significance level of p < 0.000, indicating that the traditional Galah Asin game had a significant effect on improving students’ agility. The game was proven to enhance agility skills, active participation, learning motivation, and students’ social interaction during PJOK learning activities. The novelty of this study lies in the utilization of the traditional Galah Asin game as a local culture-based PJOK learning strategy that not only improves students’ agility but also supports cultural preservation and strengthens elementary school students’ physical activity in the modern era.
Abstract:This study aims to evaluate the effectiveness of volleyball game–based tactical learning in improving the fundamental movement skills of students at SMP Negeri 2 Makassar. The research employed a quasi-experimental method…
hod with a non-equivalent control group design, involving 40 seventh-grade students divided into an experimental group (n=20) and a control group (n=20). The experimental group received tactical game–based learning focused on understanding game situations, decision-making, and applying tactical concepts within the context of play. In contrast, the control group followed conventional technique-based instruction emphasizing repetition of basic movements. Measurement of fundamental movement skills, particularly manipulative skills in volleyball, was conducted using the Fundamental Movement Skills (FMS) test during the pretest and posttest stages. Data analysis was carried out descriptively and inferentially using paired-sample t-tests to identify changes within each group, as well as independent-sample t-tests to examine differences in improvement between groups at a significance level of 0.05. The results showed that both groups experienced significant improvement in fundamental movement skills. However, the improvement in the experimental group was statistically more pronounced than in the control group, accompanied by a large effect size indicating a strong impact of the treatment. These findings confirm that volleyball game–based tactical learning provides a more effective contribution to developing students’ fundamental movement skills compared to conventional instruction. Theoretically and practically, this study recommends the implementation of tactic-based approaches as more relevant, authentic, and competency-oriented learning strategies in physical education.
Abstract:Traditional games play a crucial role in enriching character values and culture among children. In this paper, the involvement of traditional games in fostering social interaction, strengthening cultural identity, and shaping…
aping children's characters is explored extensively. Despite the rapid advancement of technology shifting the popularity of modern games, traditional games still hold irreplaceable values. Through the analysis of various traditional games such as hide and seek, tag, hopscotch, stilts, and fortresses, values like honesty, teamwork, responsibility, and patriotism are identified as integral parts of children's play experiences. This research emphasizes the importance of introducing traditional games in the context of character education, considering their role in shaping personalities and reinforcing cultural identities. Through a descriptive qualitative approach, this study delves into the depth of values embedded in traditional games and highlights the urgency of preserving this cultural heritage amidst globalization. The research findings indicate that traditional games not only provide entertainment but also serve as effective learning tools in shaping children's characters. Therefore, efforts to promote and introduce traditional games to children are crucial in maintaining the continuity of cultural heritage and fostering positive values in society.
Abstract:Number carriage game which is a simple math learning activity that is easy to play and can solve or find the sum of the results provided by the educator. The purpose of this study is to describe the results of cognitive…
development in totaling to group A PAUD KIA-KIRA Sedati Sidoarjo. The data analysis technique uses 3 stages, namely data reduction; data presentation; and conclusions or verification. Then triagulation and validity are carried out. The group studied was Group A (ages 4-5 years) totaling 14 students. Data was collected from the results of observation sheets and field notes.The results showed that the cognitive development of group A PAUD KIA-KIRA in adding up with the numbers carriage game at the stage of development as expected (BSH) but on the indicator symbol of numbers at the stage began to develop (MB). Factors that support the implementation of the number car play activities, namely students who are enthusiastic to play even though there are some who are not familiar with numbers and homeroom teacher support is always helpful while the inhibiting factor is the cognitive ability to read the symbols of student numbers is still lacking, because the media at school is lacking inadequate as well as the lack of creativities educator makes educational props tools (APE).
Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mendalami dan memahami dampak strategi pembelajaran melalui permainan, khususnya pengaruh permainan Lego, terhadap peningkatan kreativitas dan kepandaian pada anak-anak. Studi literatur…
ini menyelidiki strategi pembelajaran efektif melalui permainan dengan fokus pada pengaruh permainan Lego terhadap peningkatan kreativitas dan kepandaian pada anak-anak. Analisis literatur menyajikan temuan yang menggambarkan bahwa permainan Lego memiliki dampak positif yang signifikan dalam pengembangan kreativitas, berpikir kritis, dan keterampilan motorik anak-anak. Dengan melibatkan anak-anak dalam pembelajaran interaktif dan menyenangkan, permainan Lego dapat memotivasi mereka untuk belajar dengan lebih efektif. Meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendukung temuan ini secara empiris, kajian literatur ini memberikan landasan yang kuat untuk pemahaman terhadap peran berharga permainan Lego dalam konteks pendidikan anak-anak. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik bagi pendidik dan orang tua, mendukung pertumbuhan holistik anak-anak di bidang kreativitas dan kepandaian.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan asertif (assertive training) dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada aparatur sipil negara (ASN) di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi,…
Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Komunikasi interpersonal yang efektif sangat penting dalam lingkungan kerja birokrasi guna mendukung koordinasi dan produktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sebanyak 20 orang ASN berpartisipasi dalam program pelatihan yang dilaksanakan selama satu hari dan terdiri atas ceramah, pelatihan, permainan peran (roleplay), serta relaksasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala komunikasi interpersonal yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak SPSS menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari pretest (M = 70.60) ke posttest (M = 77,75). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,013(p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pelatihan asertif secara signifikan efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal para pegawai. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan asertif sebagai salah satu bentuk intervensi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hubungan kerja di lingkungan birokrasi pemerintahan.