Search Articles & Publications

Showing 457 articles found for "Perilaku"

Pengembangan Budaya Organisasi Lembaga Pendidikan (Studi Kasus di TK Aisyiyah Jemundo)

Elyus, Dinda Septiana, Mufarrihul Hazin, Mochamad Nursalim
Abstract: Organisasii merupakani suatui sistemi yangi didalamnyai terdapati berbagaii unsuri yangi salingi keterkaitani antarai satui samai lainnya.i Budayai organisasii mengandungi keseluruhani pengertiani nilaii sosial,i normai… sosial,i cara,i kebiasaan,i perilakui dani ilmui pengetahuani sertai keseluruhani struktur-strukturi sosial,i religius,i dani lainlain,i segalai pernyataani intelektuali dani artistiki yangi menjadii cirii khasi suatui masyarakat.i Budayai organisasii adalahi keseluruhani kepercayaan,i perasaan,i perilaku,i dani simboli yangi mengkarakteristikkani suatui organisasi.i Lebihi spesifiknya,i budayai organisasii didefinisikani sebagaii berbagaii filsafat,i ideology,i kepercayaan,i perasaan,i asumsi,i harapan,i sikap,i norma,i dani nilai.i Berdasarkani beberapai defenisii diatasi dapati disimpulkani bahwai budayai organisasii dii lembagai pendidikani adalahi pemaknaani bersamai seluruhi anggotai organisasii dii suatui lembagai pendidikani yangi berkaitani dengani nilai,i norma,i keyakinan,i tradisii dani carai berfikiri uniki yangi dianutnyai dani tampaki dalami perilakui mereka,i sehinggai membedakani antarai satui lembagai pendidikani dengani lembagai pendidikani yangi lain.i

Konsep Tabayyun dalam Surat Al-Hujurat: Menyikapi Berita Hoax di Zaman Sekarang dari Perspektif Tafsir Ibnu Katsir

My Love Faizah Putri, Nasrullah Nasrullah, Nisa Ulfi Jannah, Azza Aulia Rahmi Daud, Naura Nadhifah
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep tabayyun dalam menyikapi berita hoax dari perspektif tafsir Ibnu Katsir. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan teknik pengumpulan… engumpulan data berupa analisis tafsir yang sumber utamanya adalah Al-Qur’an terutama surat Al-Hujurat dan tafsir Ibnu katsir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tabayyun adalah kewajiban bagi umat Islam untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima. Ibnu Katsir juga menyatakan bahwa tabayyun merupakan etika dasar yang sangat penting dalam komunikasi dan hubungan sosial. Memastikan kebenaran informasi adalah langkah yang diperlukan untuk menjaga persaudaraan dan mencegah terjadinya perselisihan yang mungkin muncul akibat kesalahpahaman atau fitnah. Selain itu, menerapkan konsep SMarT yaitu menyebarkan kedamaian antar sesama pengguna media sosial (salam), berbicara dengan perkataan yang baik (ma’ruf), dan selalu memverifikasi informasi yang diterima (tabayyun) dapat mencegah tersebarnya berita hoax dan mencegah timbulnya prasangka buruk antar pengguna media sosial. Novelty dalam penelitian ini terdapat pada konsep tabayyun menurut tafsir Ibnu Katsir, yang mana pada penelitian-penelitian sebelumnya belum ada yang membahas secara spesifik bagaimana tabayyun menurut tafsir Ibnu Katsir. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk senantiasa meningkatkan literasi infomasi, mengembangkan etika komunikasi dan meningkatkan kesadaran sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengeksplorasi berbagai aspek pendidikan, seperti pengaruhnya terhadap perilaku siswa dalam menggunakan media sosial, efektivitas program literasi media, serta penerapan etika komunikasi dalam pembelajaran. Penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana pendidikan dapat berperan dalam memerangi hoax dan meningkatkan kualitas informasi di masyarakat.

Analisis Bahasa Flexing di Media Sosial TiktokMelalui Pandangan Sosiolinguistik

Sofwan Hadianto Prasetyo, Arieni, Arieni Alfakhaera, Djoko Susanto
Abstract: Perkembangan teknologi digital memfasilitasi munculnya fenomena "flexing" di media sosial, terutama di platform TikTok. Fenomena ini mengacu pada perilaku pengguna yang memamerkan kekayaan, gaya hidup mewah, atau pencapaian… ian pribadi untuk membangun citra diri yang diinginkan di mata publik. Melalui perspektif sosiolinguistik, penelitian ini menganalisis bahasa yang digunakan dalam konten flexing, yang sering kali mencakup kata-kata mewah, frasa khas, dan intonasi tertentu. Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana bahasa flexing menjadi alat komunikasi yang mencerminkan status sosial, kebutuhan akan validasi sosial, dan identitas digital pengguna. Temuan menunjukkan bahwa flexing bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga simbol status di ruang digital, memperlihatkan bagaimana bahasa membentuk dan mengelola persepsi identitas sosial di lingkungan daring. Implikasi ini memperluas pemahaman sosiolinguistik terkait peran bahasa dalam budaya digital dan norma sosial di media sosial.

Analisis Perbandingan Hukum Terkait Pembuangan Sampah Di Sungai Antara Indonesia Dengan Jepang

Hardi Anugrah Santoso, Fajar Rachmad Dwi Miarsa, Candra Fahmi Ariyanto, M. Zamroni
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah melakukan perbandingan hukum terkait dengan larangan pembuangan sampah di sungai antara negara Indonesia dengan negara jepang. Hal tersebut berlatar belakang negara jepang yang terkenal dengan… n negara yang bersih dan jarang akan sampah menjadikan contoh perilaku yang seharusnya dapat dijadian suatu pedoman untuk hidup bersih oleh masyarakat indonesia. Type penelitian ini adalah menggunakan yuridis normatif dimana dalam penelitian ini bersumber pada analisis permasalahan dengan melakukan pendekatan yang mengacu pada asas hukum dan norma hukum yang ada di dalam peraturan perundang – undangan terkait. Tipe pengumpulan data bersumber pada acuan data sekunder, dimana dalam data sekunder terdapat bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Sumber bahan hukum yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis data deskriptif. Permasalahan sampah merupakan hal yang paling berpengaruh dalam kehidupan mausia. Selain berdampak pada kesehatan dan kesejahteran hidup manusia juga berdampak pada ekosistem darat maupun laut. Pembuangan sampah di sungai menjadikan budaya yang dilakukan masyarakat Indonesia sejak lama. Hal ini perlu dilakukan penegakan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya mejaga kebersihan lingkungan. Pengaturan hukum di Indonesia terkait pembuangan sampah di sungai telah diatur dalam UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Berbeda dengan Jepang yang minim akan sampah. Kesadaran masyarakat yang tinggi menjadikan negara jepang dapat mengkondisikan sampah dengan baik. perihal sampah diatur dalam Undang-Undang Pengelolaan Sampah (廃棄物処理法) UU No. 137 Tahun 1970.

Manajemen Mutu Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa SMK Darunnajah 2 Cipining

Unayah, Abdul Saipon, Mahmun
Abstract: Pendidikan merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengukur kemajuan masyarakat. Penerapan manajemen mutu pendidikan di sekolah dapat membantu mencapai hasil yang optimal dalam pembelajaran.… belajaran. Gangge (1997) mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku yang berbeda antara kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Di SMK Darunnajah, terdapat masalah dalam pemahaman materi oleh siswa yang perlu diatasi melalui penelitian tentang manajemen penjamin mutu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, berlandaskan filsafat positivisme menurut Sugiono. Metode ini bertujuan menginterpretasikan fenomena dalam kondisi alami dengan peneliti sebagai instrumen utama. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive dan snowball, serta pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi. Analisis data dilakukan secara induktif untuk menekankan makna daripada generalisasi. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, SMK Darunnajah memerlukan kerjasama jangka panjang dengan lembaga terkait bidang TKJ (Teknologi Jaringan Komputer), bukan hanya selama praktik kerja industri (prakerin), tetapi untuk periode yang lebih lama, seperti lima tahun. Langkah-langkah yang diterapkan termasuk MGMP, Bimtek, Tafsify I’gdad, Ta’hil, In House Training (IHT) dan Khutbatul ‘Arsy, serta supervisi guru. Namun, ada beberapa faktor penghambat seperti rendahnya kesadaran siswa, jumlah mata pelajaran kejuruan yang sedikit, kurangnya dana, dan gangguan fasilitas. Kerja sama jangka panjang antara SMK Darunnajah dan lembaga terkait sangat penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Faktor pendukung seperti tim pengawas dan evaluasi rutin berkontribusi pada perbaikan, sementara penghambat seperti kesadaran siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas, dan dukungan dana yang masih bergantung pada pesantren perlu diatasi. Dengan implementasi langkah-langkah perbaikan dan dukungan berkelanjutan, kualitas pembelajaran di SMK Darunnajah diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Pengaruh Budaya Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan Siswa Kelas VII A Di MTs Al-Muttaqin Pandeglang

Tarbiyatul Munawaroh, Arizqi Ihsan Pratama, Anjaludin
Abstract: Budaya adalah pola perilaku yang dilakukan setiap hari secara berulang, dan memiliki kaitan erat dengan nilai social dengan agama, menyadari akan pentingnya budaya sekolah terhadap pengembangan etika dan adab siswa disekolah,… olah, Dalam meningkatlan mutu Pendidikan budaya sekolah mempunyai makna bersama hal meningkatkan keefektifan pembelajaran tersebut. Tujuan dari studi ini agar mengetahui seberapa pengaruh budaya sekolah terhadap mutu pendidikan siswa. Adanya metode studi yang dimanfaatkan yakni pendekatan kuantitatif bersama metode survey dan teknis analisis regresi sederhana. Sampel studi ini memanfaatkan teknik totalitas sampling yaitu seluruh siswa kelas VII A yang berjumlah 34 siswa. Instrumen studi ini berupa kusioner budaya sekolah yang berjumlah 15 pertanyaan, dan Mutu Pendidikan yang total 15 pertanyaan, kemudian diuji coba kepada 34 siswa. Sesudah dijalankan uji coba, dinyatakan valid sejumlah 28 butri pertanyaan. Serta pernyataan tidak valid diganti dengan pernyataan lain sehingga menjadi valid 30 pertanyaan, Selanjutnya dijalankan uji normalitas serta uji regresi sederhana. Hasil penjumlahan disampaikan persamaan regresi Y = 15,471 + 0,648 X persamaan tersebut diyakini yakni ꞵ > 0, bermakna tolak H_0, serta terima H_1 bermakna ada pengaruh yang relevan. Nilai koefisien korelasi sederhana dari r_xy = 0,703 koefisien mengandung makna yakni 49,4% yang memicu Budaya sekolah terhadap Mutu Pendidikan dan 50,6% berdampak oleh faktor lain.

Pengaruh Manajemen Diklat PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat) Terhadap Kesehatan Santri Putra Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining

Ahmad Muhajir, Nur Rohmat, M Mukhlis Nasrulloh
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen Diklat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terhadap kesehatan santri putra di Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif… itatif dengan metode analisis regresi sederhana, penelitian ini melibatkan 57 responden yang dipilih dengan teknik stratified random sampling dari total populasi 808 santri. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitasnya, untuk mengukur manajemen Diklat PHBS serta kondisi kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual santri. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara manajemen Diklat PHBS dan kesehatan santri, dengan persamaan regresi Y = 40.580 + 0.667X dan koefisien korelasi sederhana rxy = 0.573. Penelititan ini mengindikasikan bahwa 31,6% kesehatan santri dipengaruhi oleh implementasi Diklat PHBS, sementara 68,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa penerapan Diklat PHBS yang terstruktur dan sistematis dapat menjadi strategi penting dalam pembinaan kesehatan di pesantren, yang pada akhirnya mendukung proses pendidikan secara keseluruhan. Hal baru dari penelitian ini yaitu terletak pada penekanan pentingnya integrasi antara manajemen pendidikan Islam dan program kesehatan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, yang jarang dibahas dalam penelitian sebelumnya. Hasil ini dapat dijadikan referensi bagi pengelola pesantren dan peneliti selanjutnya dalam mengembangkan strategi kesehatan yang lebih komprehensif di lembaga pendidikan Islam.

Pengaruh Keteladanan Guru Terhadap Karakter Peserta Didik Di SMK Al-Furqon Bantarkawung Brebes Tahun Pelajaran 2023/2024

Nur Fitri Saputri, Edi Susanto, Solekhul Amin
Abstract: Penelitian ini mengkaji pengaruh keteladanan guru terhadap pembentukan karakter peserta didik di SMK Al-Furqon Bantarkawung, Brebes, yang merupakan komponen penting dalam proses pendidikan. Guru tidak hanya berperan sebagai… gai penyampaian materi, tetapi juga sebagai role model yang mempengaruhi sikap, perilaku, dan nilai-nilai peserta didik, baik di dalam maupun di luar kelas. Dalam konteks sosial yang penuh dengan konflik karakter, penelitian ini berupaya mengidentifikasi solusi melalui pendekatan keteladanan dalam pendidikan untuk membentuk aspek moral, spiritual, dan sosial siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Lokasi penelitiannya adalah SMK Al-Furqon Bantarkawung Brebes. Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu 450 peserta didik. Sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari peserta didik SMK Al-Furqon Bantarkawung dari kelas X sampai kelas XII yang diambil secara acak (random sampling) dengan jumlah 45 peserta didik. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner atau angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus korelasi r product moment dan koefisien determinasi (KD) atau determination of coefficient (DC). Hasil perhitungan korelasi antara variabel x dan variabel y adalah sebesar 0,83. Selanjutnya dihitung dengan rumus KD = (rxy) 2 x 100% diperoleh hasil 69%. Kemudian dikonsultasikan dengan tabel interpretasi korelasi. Hasil analisis menunjukkan korelasi antara keteladanan guru (variabel x) dan karakter peserta didik (variabel y) sebesar 0,83, dan setelah dihitung dengan KD, diperoleh hasil 69%, menunjukkan bahwa keteladanan guru memiliki pengaruh kuat dalam pembentukan karakter peserta didik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keteladanan guru berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik di SMK Al-Furqon Bantarkawung, dengan pengaruh sebesar 69%. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru sebagai teladan dalam membentuk karakter positif siswa.

Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSUD Jayapura

Olsy Rosmeire Paat, Titi Iswanti Afelya, Conny Tan
Abstract: Penyakit jantung koroner memiliki angka kejadian yang tinggi di Indonesia, dengan 1,25 juta orang meninggal karena penyakit tersebut. Data yang diperoleh poliklinik jantung RSUD Jayapura pada tiga bulan terakhir di tahun… 2021, PJK menjadi penyakit jantung terbanyak kedua dari 10 besar penyakit jantung. Faktor risiko PJK terdiri dari non-modifiable risk factor dan modifiable risk factor yang salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara aktivitas fisik dengan terjadinya penyakit jantung koroner pada 80 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dimana data primer diperoleh melalui kuesioner (aktivitas fisik) dan data sekunder yang diperoleh dari data rekam medik. Uji statistik membuktikan bahwa tidak ada korelasi antara aktivitas fisik dengan kejadian PJK. Faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner di Kota Jayapura bukan hanya aktivitas fisik, melainkan terdapat faktor lain yang juga berisiko, terutama adalah obesitas, perilaku merokok, diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia.

Kuasa Survey Dalam Politik Elektoral Indonesia: Studi Kasus Proses Rekrutmen Calon Kepala Daerah Pada Partai Golkar Di Riau

Ansor, Muhammad
Abstract: Artikel ini membahas survey perilaku pemilih dalam politik elektoral Indonesia kontemporer. Tulisan berfokus pada dinamika diinternal Partai Golkar terkait pemberlakuan mekanisme survey opini publik dalam rekrutmen calon… kepala daerah berdasarkan studi kasus di tiga kabupaten/kota di Riau, yakni Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Indragiri Hulu. Tulisan saya menganalisa respon elite dan kader partai di daerah terhadap kebijakan baru tersebut serta dinamika konflik yang ditimbulkannya. Selain itu, tulisan juga menganalisa faktor yang menyebabkan kemenangan dan kekalahan calon yang diusung Partai Golkar di Dumai, dan faktor kemenangan calon di Indragiri Hulu.  Sumber data berasal dari kombinasi data yang diperoleh melalui teknik kuantitatif maupun kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa kebijakan pimpinan pusat Partai Golkar menerapkan survey sebagai pertimbangan dalam rekrutmen calon kepala daerah, secara institusional diterima dan dipahami pimpinan partai di Riau. Namun, kader di daerah yang memandang survey kurang menguntungkan bagi penerapan strategi pemenangan partai di daerah, ataupun menghambat kesempatan kader mencalonkan diri dengan menggunakan perahu Partai Golkar; sehingga merespon kebijakan tersebut secara kritis. Mekanisme rekrutmen terbuka yang memberi kesempatan setara antara kader internal partai dan calon dari luar partai dinilai kurang menghargai kontribusi kader internal di daerah yang selama ini sudah bekerja keras untuk membesarkan partai.