Abstract:The main problem in partner locations is the lack of community awareness in responding to disasters; residents do not yet understand the risks and impacts of natural disasters and preventive measures that can be taken to…
reduce losses. This lack of knowledge makes the community unprepared and slow to respond to emergencies, ultimately increasing their safety and well-being risk. The training includes counselling sessions, workshops, and disaster simulations. Each session is designed to provide an in-depth understanding of the types of disasters, mitigation techniques, evacuation, and first aid steps. The results of this training showed a significant increase in the preparedness and response of the Rembitan Village community to emergencies. The post-disaster simulation evaluation also showed an increase in the participants' practical abilities in dealing with disasters. This program strengthens social structures and solidarity between residents and creates a model that can be applied in other villages with similar disaster risks. With ongoing support, Rembitan Village is expected to become a successful example of building community resilience to disasters, ultimately improving its residents' welfare and security.
Keywords: capacity; strengthening; mitigation; disaster resilient
Abstrak: Masalah utama yang terjadi ditempat mitra yaitu kurangnya kesadaran masyarakat dalam menyikapi bencana, selain itu warga belum memahami risiko dan dampak dari bencana alam, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi kerugian. Kurangnya pengetahuan ini membuat masyarakat tidak siap dan lambat dalam merespons situasi darurat, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terhadap keselamatan dan kesejahteraan mereka. Pelatihan mencakup sesi penyuluhan, workshop, dan simulasi bencana. Setiap sesi dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis bencana, teknik mitigasi, serta langkah-langkah evakuasi dan pertolongan pertama. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dan respons masyarakat Desa Rembitan terhadap situasi darurat. Kegiatan pelatihan di Desa Rembitan menunjukkan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Masyarakat kini lebih memahami risiko bencana dan langkah mitigasi yang perlu diambil, Selain itu, mereka telah mempraktikkan simulasi bencana yang meningkatkan kemampuan mereka merespons situasi darurat.
Kata kunci: kapasitas; penguatan; mitigasi; tangguh bencana
Abstract:This service aims to analyze and understand the readiness of madrasahs in conducting madrasah self-evaluation and maximize the implementation of training and assistance in madrasah self-evaluation management in the Madrasah…
sah Ibtidaiyah Working Group, Kelapa Dua Tangerang District in order to increase understanding and skills in conducting madrasah self-evaluation in accordance with the indicators set in the e- RKAM application. The methods and techniques used in this service are training and mentoring at each madrasah targeted for service. The expected result in this service is the creation of effective madrasah self-evaluation management in the process of implementing madrasah self-evaluation which is carried out annually so that it can provide relevant information to madrasah residents and policymakers about the achievement of madrasah quality according to national education standards. The results that can be seen in this service are the improvement of madrasah quality as seen from the quality achievement performance score which increased by an average of 11% between 2021 and 2022.
Abstract:Abstract: Earthquakes are a disaster that is difficult to predict. This is why every time an earthquake occurs it always causes huge losses, not only loss of property but up to the loss of life. Strengthening preparedness…
s in dealing with earthquake disasters is absolutely necessary in order to build community resilience in responding to earthquakes to minimize the potential for a larger impact. Improving earthquake disaster preparedness for the people of Bukit Duri Village aims to increase the community's ability to deal with earthquake disasters. The method used is through direct socialization related to preparedness actions before the disaster, during the disaster, and after the earthquake. The results of the implementation show that participants can understand well the characteristics of earthquake disasters, risk factors in the living environment, and actions needed before, during, and after an earthquake. This is evidenced by the evaluation results in the form of pre-test and post-test which showed an increase in participants' knowledge related to earthquake disaster preparedness which increased by 36.4%. During the pre-test, the total score was 58.8% and during the post-test, the total score was 93.2%
Keywords: disaster; earthquake; preparedness
Abstrak: Gempa bumi merupakan bencana yang sulit untuk diprediksi kejadiannya, hal ini yang menyebabkan setiap kali kejadian gempa bumi senantiasa menimbulkan kerugian yang besar bukan hanya kerugian harta benda namun sampai dengan korban jiwa. Penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi mutlak diperlukan dalam rangka mengbangunan ketahanan masyarakat dalam merespon gempa bumi untuk meminimumkan potensi dampak yang lebih besar. Peningkatan kesiapsiagaan bencana gempa bumi bagi masyarakat Kelurahan Bukit Duri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Metode yang digunakan adalah melalui sosialisasi secara langsung terkait tindakan kesiapsiagaan saat sebelum bencana, saat bencana dan setelah bencana gempa bumi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta dapat memahami dengan baik karakteristik bencana gempa bumi, factor-faktor yang berisiko pada lingkungan tempat tinggal, tindakan yang diperlukan sebelum, saat terjadi dan setelah gempa bumi. Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluai berupa pre test dan post test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait kesiapsiagaan bencana gempa bumi yang mengalami peningkatan sebesar 36,4 %. Saat pre test total nilai keseluruhan sebesar 58,8 % dan saat post test total nilai menjadi 93,2 %
Kata kunci: bencana; gempa bumi; kesiapsiagaan
Abstract:The problems faced by the UMKM Corner of the Kasin Market in Tanjungrejo Village, Sukun District, Malang City are: (1) Making marketing plans (digital marketing) for UMKM Kota Malang products that are members of the UMKM…
Corner Pasar Kasin (2) Completing digital marketing by creating an account marketplace. (3) Financial records are needed digitally to make it easier to understand financial conditions, make decisions through financial reports
The solution to the problem is assistance to UMKM Corner in terms of: (1) assistance in marketing planning through digital marketing (2) assisting and training digital marketing through the marketplace. (3) help, train the use of the simple financial application to record sales and procurement of merchandise finance to financial reports
Abstract:Abstract: Mranggen Hamlet is a hamlet located in Wangunsari Village, Sawangan District, Magelang Regency. The majority of the population in this village are elderly and elderly who have health problems in the form of degenerative…
enerative diseases, some of which have experienced complications. In this hamlet, posbindu has only been established and has only been routinely active for the last 1 month. It is hoped that with community service activities, public awareness related to a healthy lifestyle and prevention of worsening of degenerative diseases will improve. The program carried out in this service activity is the strengthening of posbindu and increasing understanding of the community regarding degenerative diseases, their prevention, maintenance and complications that can be experienced by these diseases and efforts to minimize complications with a healthy lifestyle. This activity was carried out by means of counseling to small groups of people consisting of housewives and posbindu administrators. The counseling target takes a target that plays a very important role in the community, namely housewives and posbindu officers. It is hoped that the increased knowledge and understanding of degenerative diseases on both sides will make it easier to realize behavioral changes in the future. The results of the counseling that we carried out received very good enthusiasm from the residents and increased understanding from the community.
Keywords: degenerative disease; elderly; posbindu
Abstrak: Dusun Mranggen merupakan dusun yang berada Desa Wangunsari Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Mayoritas penduduk di desa ini adalah lansia dan pralansia yang memiliki permasalahan kesehatan berupa penyakit degeneratif yang beberapa telah mengalami komplikasi. Di Dusun ini baru dibentuk posbindu dan baru aktif secara rutin 1 bulan terakhir. Diharapkan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kesadaran masyarakat terkait pola hidup yang sehat dan pencegahan terjadinya perburukan dari penyakit degeneratif membaik. Program yang dijalankan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penguatan posbindu serta peningkatan pemahaman kepada masyarakat terkait penyakit degeneratif, pencegahannya, pemeliharaan serta komplikasi yang bisa dialami oleh penyakit tersebut dan upaya memini-malkan komplikasi dengan pola hidup sehat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan kepada kelompok-kelompok kecil masyarakat yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pengurus posbindu. Target penyuluhan mengambil sasaran yang berperan sangat penting dalam masyarakat yaitu ibu rumah tanggga dan petugas posbindu. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit degeneratif di kedua pihak akan mempermudah dalam mewujudkan perubahan perilaku kedepannya. Hasil dari penyuluhan yang kami laksanakan mendapatkan antusiasme warga yang sangat baik dan peningkatan pemahaman dari masyarakat.
Kata kunci: lansia; penyakit degeneratif; posbindu
Abstract:Abstract: The existence of the Covid-19 pandemic makes the learning process in early childhood ineffective, including in the delivery of national insight material. The use of online platforms apparently cannot be done in…
n the learning process in Purwantoro District, Wonogiri Regency because many parents do not understand about the operation of online learning, parents who work full time, and geographical conditions that do not support it so that signaling is difficult. This community service activity is carried out in collaboration by the University of Muhammadiyah Ponorogo and the Institute of Kebangsaanic Studies Muhammadiyah Pacitan in collaboration with HIMPAUD, Purwantoro District, Wonogiri Regency. This activity aims to assist teachers in increasing students' understanding of national insight through the insertion method in learning materials. Activities are carried out online with the implementation stages being pre-activity, activity implementation, activity evaluation, and follow-up activities. From the results that have been carried out, it can be concluded that 94% of participants have understood the use of the insertion method in the implementation of learning so that students can understand the national insight in every material presented by the teacher
Keywords: insertion; PAUD; national insights
Abstrak: Adanya pandemi Covid-19 menjadikan proses pembelajaran pada anak usia dini tidak efektif, termasuk dalam penyampaian materi wawasan kebangsaan. Penggunaan platform online ternyata tidak bisa dilakukan pada proses pembelajaran di kecamatan Purwantoro kabupaten Wonogiri karena banyak orang tua yang belum paham tentang pengoperasionalan pembelajaran online, orang tua yang bekerja secara fulltime, serta kondisi geografis yang tidak mendukung sehingga sulitnya sinyal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara kolaborasi oleh Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Institut Kebangsaan Studies Muhammadiyah Pacitan bekerjasama dengan HIMPAUD kecamatan Purwantoro kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu guru dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang wawasan kebangsaan melalui metode insersi dalam materi pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui dalam jaringan (online) dengan tahap pelaksanaan adalah pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi kegiatan, dan tindak lanjut kegiatan. Dari hasil yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa 94% peserta telah paham tentang penggunaan metode insersi dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga siswa dapat memahami tentang wawasan kebangsaan dalam setiap materi yang disampaikan oleh guru.
Kata kunci: insersi; PAUD; wawasan kebangsaan
Abstract:Abstract: The community service part of Tri Dharma Higher Education, through devotion then theory in the education process is implemented through activities in the community that benefit and supports community development.…
t. The purpose of this writing is to describe one of the programs in community service implemented by the Hindu Religious Education Study Program, STAHN Gde Pudja Mataram in Pasraman Amerta Sanjiwani, Rincung Village which is training to draw Balinese ornaments. Hindus in Rincung Village is still bloody and of Balinese descent, so it certainly still brings Balinese culture in the daily life of its people, based on the results of interviews that children know Balinese ornaments but are not yet adept at drawing them so that through the training process of drawing Balinese ornaments on children in Rincung village to introduce and preserve Hindu cultural values namely Balinese ornaments as ancestral art heritage. The methods used in this service include the process of planning implementation and evaluation wherein the planning emphasizes the strengthening of the design of learning design. Based on this devotional activity, it was obtained as a result that the children in the training to draw Balinese ornaments were very enthusiastic and began to generate motivation to continue preserving the cultural heritage of their ancestors. Through training activities on community service, this can be used as insight and source of information and can be resumed in the next devotional activities.
Keywords : learning, drawing, ornament, Hindu, devotion
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, melalui pengabdian maka teori dalam proses Pendidikan diimplementasikan melalui kegiatan di masyarakat yang bermanfaat dan menunjang pembangunan masyarakat. Tujuan penulisan ini adalah menggambarkan salah satu program dalam pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh program studi Pendidikan Agama Hindu, STAHN Gde Pudja Mataram di Pasraman Amerta Sanjiwani Desa Rincung yaitu pelatihan menggambar ornamen Bali. Umat Hindu di Desa Rincung masih berdarah dan keturunan suku Bali sehingga tentu masih membawa budaya Bali dalam keseharian masyarakatnya, berdasarkan hasil wawancara bahwa anak-anak mengenal ornamen Bali namun belum mahir untuk menggambarnya sehingga melalui proses pelatihan menggambar ornamen Bali pada anak-anak di desa Rincung untuk mengenalkan dan melestarikan kembali nilai-nilai budaya yang bernuansa Hindu yaitu ornamen Bali sebagai warisan kesenian leluhur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah meliputi proses perencanaan pelaksanaan dan evaluasi dimana dalam perencanaannya menekankan kepada penguatan perancangan desain pelatihan. Berdasarkan kegiatan pengabdian ini maka didapatkan hasil bahwa anak-anak dalam pelatihan menggambar ornamen Bali sangatlah antusias dan mulai timbul motivasi untuk terus melestarikan warisan budaya leluhurnya. Melalui kegiatan pelatihan pada pengabdian kepada masyarakat ini dapat dijadikan sebagai suatu wawasan dan sumber informasi dan dapat dilanjutkan kembali dalam kegiatan pengabdian selanjutnya.
Kata Kunci : pembelajaran, menggambar, ornamen, hindu, pengabdian
Abstract:Abstract: Housewives can be entrepreneurs by conducting productive innovation activities at home, so they do not need to leave their home but they also can help increase family income through entrepreneurship. The initial…
l motivation that arises in a housewife for entrepreneurship is for family financial reasons. In addition there is also another motivation, having a particular hobby so that the products from that activities can be sell. Another motivation reason is to do their own career and to get their achievement. From the training conducted for 2 (two) days at Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Kisaran Barat he results were obtained that it is believed that participants gained knowledge, full understanding of entrepreneurship, motivation to do entrepreneurship, the development of the creative economy, strengthening encouragement for housewives to make decision to do entrepreneurship in creative industries.
Keywords: Motivation, Entrepreneurship, Housewives
Abstrak: Para ibu rumah tangga dapat menjadi entrepreneur (wirausaha) dengan melakukan kegiatan-kegiatan inovasi yang produktif dari rumah, sehingga mereka tidak perlu meninggalkan rumah tetapi juga dapat membantu menambah pendapatan keluarga melalui wirausaha. Motivasi awal yang muincul pada diri seorang ibu rumah tangga untuk berwirausaha adalah karena alasan keuangan keluarga. Selain itu ada juga motivasi lain yaitu memiliki hobby tertentu sehingga produk yang muncul dari kegiatan menyalurkan hobby yang dapat dijual. Motivasi lainnya adalah keinginan untuk memiliki karir sendiri dan untuk berprestasi. Dari hasil pelatihan yang dilakukan selama 2 (dua) hari di Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Kisaran Barat diperoleh hasil bahwa diyakini peserta mendapatkan pengetahuan, pemahaman tentang apa itu wirausaha, motivasi untuk berwirausaha, perkembangan ekonomi kreatif dan penguatan dorongan bagi para ibu untuk mengambil keputusan melakukan wirausaha pada bidang industri kreatif.
Kata Kunci: Motivasi, Wirausaha, Ibu Rumah Tangga
Abstract:Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the economic growth of Indonesia. However, their contribution has not reached its maximum potential, with over 40% of MSMEs facing various challenges,…
llenges, one of which is funding. The funding issue has become a hindrance to the growth of this sector. One contributing factor is the difficulty in obtaining loans with high interest rates.Crowdfunding has been considered a potential solution, but it has not been fully utilized due to the lack of literacy and negative cases surrounding it. In this context, the development of a Shariah-compliant crowdfunding application is seen as a suitable solution, given the government's efforts to strengthen the Shariah economic ecosystem. To support this application's development, the Laravel framework and the Extreme Programming method, emphasizing simplicity and accelerating the development process, are employed. The result of this research is the implementation of the UML design and system logic, resulting in the Tasha Crowdfunding application as a funding solution for MSMEs. It can accelerate the development process. The research outcomes include the backend implementation of the UML design and system logic, with a 100% successful blackbox testing result, leading to the creation of the Tasha Crowdfunding application as an MSME funding solution.
Keywords: backend services; crowdfunding syariah; extreme programming; MSMEs.
Abstrak: Di Indonesia Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mempunyai peran yang sangat penting bagi pertumbuhan perekonomian negara. Meskipun demikian, ternyata kontribusi yang diberikan oleh UMKM belum mencapai angka yang maksimum dikarenakan lebih dari 40% UMKM masih mengalami banyak permasalahan salah satunya adalah pendanaan. Permasalahan pendanaan yang dihadapi oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia telah menjadi penghambat pertumbuhan sektor ini. Salah satu faktor penyebabnya adalah kesulitan dalam memperoleh pinjaman dengan suku bunga yang tinggi. Crowdfunding telah dianggap sebagai solusi potensial, namun belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya literasi dan kasus negatif yang terjadi. Dalam konteks ini, pengembangan aplikasi crowdfunding syariah dianggap sebagai solusi yang cocok, mengingat penguatan ekosistem ekonomi syariah yang sedang dilakukan oleh pemerintah. Untuk mendukung pengembangan aplikasi ini, digunakan framework laravel dan metode Extreme programming yang menekankan kesederhanaan dan percepatan proses pengembangan. Hasil penelitian ini berupa implementasi perancangan UML dan logika sistem yang menghasilkan aplikasi Tasha Crowdfunding sebagai solusi pendanaan UMKM.dapat mempercepat proses pengembangan. Hasil dari penelitian ini berupa implementasi backend dari perancangan UML dan logika sistem yang telah dibuat dengan hasil pengujian blackbox testing 100% sukses dan menghasilkan aplikasi tasha crowdfunding sebagai solusi pendanaan UMKM.
Kata kunci: backend service; crowdfunding syariah; extreme programming; UMKM.
Abstract:Abstract : In building community economic independence, each year DISKOPDAGIN provides micro business loans sourced from the Asahan Regency Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) funds which aim to help strengthen…
n capital for micro business actors. However, in providing micro business credit, certain conditions or criteria are required so that the DISKOPDAGIN can determine whether the customer receiving the micro business loan is eligible to receive credit or not. The problem that is often faced by the Department of Industry and Trade at this time is the difficulty in making decisions to determine recipients of micro business loans. The purpose of this research is to facilitate the Department of Industry and Trade in selecting micro business credit customers. The Simple Additive Weighting (SAW) method in this study aims to select the best alternative from a number of alternatives to be used based on specified criteria. The results of this study are micro business credit decision support systems, where the application of this system shows that the results of the ranking process with the SAW method are the same if calculated manually. The calculation uses 7 criteria where the highest alternative is the Asmah alternative (A7) with a preference value of 1.
Keywords: decision support system; micro business credit; simple additive weighting;
Abstrak: Dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat, tiap tahunnya DISKOPDAGIN mengadakan kredit usaha mikro yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asahan yang bertujuan untuk membantu penguatan modal kepada pelaku usaha mikro. Namun dalam memberikan kredit usaha mikro juga mempunyai syarat-syarat atau kriteria tertentu agar pihak DISKOPDAGIN dapat menentukan apakah nasabah penerima kredit usaha mikro tersebut layak menerima kredit atau tidak. Permasalahan yang sering dihadapi oleh pihak DISPERINDAG saat ini ialah kesulitan dalam mengambil keputusan untuk menentukan penerima kredit usaha mikro. Tujuan dari penelitian ini untuk memudahkan pihak DISPERINDAG dalam menyeleksi nasabah kredit usaha mikro. Metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang akan digunakan berdasarkan kriteri yang ditentukan. Hasil penelitian ini sistem pendukung keputusan kredit usaha mikro, dimana penerapan sistem ini menunjukkan bahwa hasil dari proses perangkingan dengan metode SAW sama jika dihitung secara manual. Perhitungan menggunakan 7 kriteria dimana alternatif yang tertinggi adalah alternatif Asmah (A7) dengan nilai preferensi 1.
Kata Kunci: kredit usaha mikro; sistem pendukung keputusan; simple additive weighting;