Search Articles & Publications

Showing 461 articles found for "Penguatan"

Kreativitas Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui Pendekatan Inovatif

Aldi, Muhammad, Khairanis, Retisfa
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat meningkatkan kreativitas siswa. Fokus utama penelitian adalah untuk menggali cara-cara yang… dapat digunakan pendidik untuk merangsang kreativitas siswa melalui materi dan metode pengajaran PAI. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa sekolah yang telah menerapkan metode pembelajaran kreatif dalam PAI. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru PAI, serta analisis dokumen terkait kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, serta kegiatan diskusi dan refleksi, dapat merangsang kreativitas siswa dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai ajaran agama Islam. Selain itu, metode ini juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya bagi pendidik untuk mengintegrasikan pendekatan kreatif dalam pembelajaran PAI guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan. Kontribusi penelitian ini juga memperlihatkan bahwa kreativitas siswa dapat berkembang lebih baik jika dibarengi dengan metode pembelajaran yang menantang dan relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam meningkatkan kreativitas siswa, dan dengan demikian, perlu adanya penguatan metode pengajaran yang dapat mendukung perkembangan kreativitas siswa secara maksimal di sekolah.

Analisis Undang Undang Nomor 4 Tahun 2024 Tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan Perspektif Hukum Islam dan Teori Ekologi Bronfenbrenner

Nabiela Rafa Callysta, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan kebijakan strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Fase 1000… HPK merupakan periode emas yang sangat menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi undang-undang tersebut dari perspektif Hukum Islam dan Teori Ekologi Bronfenbrenner. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan analitis dan konseptual. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap dokumen hukum, tafsir Al-Qur'an, dan literatur tentang teori ekologi Bronfenbrenner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dalam undang-undang tersebut selaras dengan konsep perlindungan dan kesejahteraan anak dalam Hukum Islam, yang menekankan pentingnya pemenuhan hak anak sejak dalam kandungan hingga usia dini. Selain itu, analisis berdasarkan Teori Ekologi Bronfenbrenner mengungkapkan bahwa kesejahteraan ibu dan anak dipengaruhi oleh interaksi antara lingkungan mikro, meso, ekso, dan makro. Penelitian ini merekomendasikan penguatan implementasi undang-undang melalui pendekatan holistik yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan negara untuk memastikan terpenuhinya hak-hak ibu dan anak pada fase kritis tersebut.

Memahami Interaksi Kepemimpinan Komitmen Dan Kinerja Dalam Lingkungan Organisasi Pada PT. Indomarco Prismatama

Nazwa Azahra Salsabila, Muhammad Chaerul Rizky
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara kepemimpinan, komitmen organisasi, dan kinerja karyawan dalam konteks transformasi digital di PT Indomarco Prismatama. Pendekatan kualitatif dengan metode Systematic… ematic Literature Review (SLR) digunakan untuk mengidentifikasi hubungan multifaset antara variabel-variabel tersebut dalam lingkungan ritel modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, servant leadership, dan digital leadership memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan komitmen organisasi dan kinerja karyawan. Selain itu, komitmen afektif dan komitmen normatif karyawan ditemukan berperan penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan strategi bisnis, termasuk dalam menghadapi tantangan transformasi digital. Temuan ini menegaskan bahwa organisasi yang dapat menyinergikan kepemimpinan yang efektif dengan komitmen karyawan yang kuat lebih unggul dalam hal produktivitas, efisiensi operasional, dan keberlanjutan bisnis. Rekomendasi strategis meliputi penguatan program pengembangan kepemimpinan, adopsi teknologi, dan peningkatan keterlibatan karyawan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan di era persaingan global.

Pisau Hukum Dan Kotak Suara: Studi Evaluatif Penegakan Hukum Dalam Pemilu 2024

Mahdi Hidayatullah
Abstract: Penelitian ini mengkaji efektivitas penegakan hukum dalam Pemilu 2024 di Indonesia, dengan fokus pada peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Analisis normatif yuridis terhadap… p Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan berbagai sumber terkait mengungkapkan beberapa tantangan utama dalam penegakan hukum pemilu. Ini mencakup kompleksitas pembuktian kasus politik uang, perbedaan interpretasi regulasi antar lembaga, dan keterbatasan sumber daya. Studi ini juga mengevaluasi efektivitas sanksi hukum dalam memberikan efek jera terhadap pelaku pelanggaran pemilu. Temuan menunjukkan bahwa penerapan sanksi belum sepenuhnya efektif karena ringannya hukuman dan inkonsistensi dalam penerapannya. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor penyebab kesenjangan antara regulasi dan implementasi, termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran Bawaslu, ego sektoral antar lembaga penegak hukum, serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang bentuk-bentuk pelanggaran pemilu. Analisis terhadap kinerja Sentra Gakkumdu mengungkapkan tantangan dalam koordinasi antar lembaga dan keterbatasan infrastruktur, terutama di daerah terpencil. Untuk meningkatkan integritas pemilu, penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi Gakkumdu, peningkatan kapasitas personel melalui pelatihan intensif, dan optimalisasi peran teknologi informasi dalam pengawasan dan penegakan hukum pemilu. Studi ini juga menyoroti pentingnya penerapan sanksi yang lebih tegas dan konsisten, serta peningkatan transparansi dalam proses penegakan hukum pemilu. Lebih lanjut, penelitian ini mengusulkan penguatan mekanisme rehabilitasi dan reintegrasi bagi pelaku tindak pidana pemilu, serta peningkatan kerjasama internasional dalam pertukaran praktik terbaik penegakan hukum pemilu. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada penyelenggaraan pemilu yang lebih berintegritas dan demokratis di Indonesia, sesuai dengan semangat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan cita-cita reformasi.

Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan Islam Di Era Globalisasi Perspektif Al-Ghazali

Ilma Safitri, Novia Ulfa, Nadia Syarinur, Erlin Sarwila, Sukma Ningsih
Abstract: Di era globalisasi, pendidikan Islam menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan tuntutan kontemporer yang dinamis dan kompleks. Salah satu tantangan utama adalah memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berubah, termasuk… suk peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kurikulum yang relevan, dan penguatan kompetensi guru. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepercayaan umat Muslim. Namun, pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan masyarakat. Strategi manajemen pendidikan Islam yang efektif diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Pendidikan karakter dimaknai sebagai sistem penanaman nilai-nilai karakter yang mencakup pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan tindakan untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama makhluk hidup, lingkungan, dan bangsa. Selain itu, globalisasi telah memengaruhi penyelenggaraan pendidikan, termasuk tujuan, proses, hubungan siswa-guru, etika, dan metode. Al-Ghazali, seorang tokoh Muslim terkemuka, menekankan bahwa pendidikan harus bertujuan untuk mencetak manusia yang sempurna di dunia dan akhirat. Ia percaya bahwa manusia dapat mencapai kesempurnaan dengan menuntut ilmu dan mengamalkannya. Perspektif Al-Ghazali tentang pendidikan menyoroti pentingnya menyeimbangkan aspek duniawi dan spiritual, dengan menekankan pada pencapaian kebahagiaan di kedua alam tersebut.

Mewujudkan Visi Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Muhamad Irfan Rama, Eliyanti Agus Mokodompit
Abstract: Poros Maritim Dunia merupakan konsep strategis yang mengakui peran penting yang dimainkan oleh laut dan kelautan dalam perekonomian global serta hubungan antarnegara. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia… memiliki potensi besar untuk menjadi bagian integral dari Poros Maritim Dunia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia dalam menuju Poros Maritim Dunia, dengan fokus pada penguatan sumber daya maritim dan kerja sama internasional. Melalui peninjauan literatur dan analisis kebijakan terkini, artikel ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dalam mencapai tujuan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk dokumen kebijakan, laporan penelitian, dan artikel akademik terkait. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang telah diambil oleh pemerintah Indonesia untuk memperkuat sumber daya maritim dan memperluas kerja sama internasional di sektor maritim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah mengambil langkah-langkah penting dalam mewujudkan visi Poros Maritim Dunia. Penguatan sumber daya maritim dilakukan melalui pengembangan infrastruktur maritim, peningkatan keamanan maritim, dan pengelolaan yang berkelanjutan terhadap sumber daya alam dan lingkungan laut. Selain itu, Indonesia juga aktif dalam mengembangkan kerja sama internasional melalui kemitraan regional dan bilateral, serta melalui partisipasinya dalam organisasi maritim internasional. Meskipun demikian, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam mencapai tujuan Poros Maritim Dunia. Beberapa tantangan tersebut meliputi pembiayaan yang cukup untuk pembangunan infrastruktur maritim, harmonisasi kebijakan di antara berbagai sektor terkait, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor maritim. Kesimpulannya, Indonesia telah melakukan langkah-langkah signifikan dalam mengarahkan dirinya menuju Poros Maritim Dunia. Namun, masih diperlukan upaya yang lebih besar untuk mengatasi tantangan yang dihadapi. Dalam konteks global yang semakin terhubung melalui laut, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya sebagai poros maritim dunia yang berkelanjutan dan berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Systematic Literature Review (SLR) : Faktor Kesulitan Belajar Mahasiswa Pendidikan Matematika

Nurul Ain Asnawati, Rusi Ulfa Hasanah, Dea Indriani, Triana
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor kesulitan belajar mahasiswa program studi Pendidikan Matematika. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Litelatur Review dengan mengambil 5 artikel penelitian sebelumnya… ebelumnya yang berkaitan dengan kesulitan belajar mahasiswa Pendidikan Matematika sebagai sampel. Sampel yang diambil telah melalui proses penyaringan dan yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Artikel yang diambil sebagai sampel diambi dari Google Scholar, Publish or Perish, ResearchGate, dan Repository dalam kurun waktu dari tahun 2019-2024. Semua data yang diperolah disajikan dalam bentuk deskripsi kualitatif. Penelitian ini mengenai faktor kesulitan belajar mahasiswa program studi Pendidikan Matematika pada mata kuliah yang dianggap sulit dan dibuktikan oleh beberapa penelitian sebelumnya yaitu mata kuliah Analisis Real, Statistika dan Kalkulus. Adapun faktor kesulitan belajar mahasiswa Pendidikan Matematika salah satunya kurangnya penguatan/pemahaman mengenai konsep.

Transformasi Nilai-Nilai Islam melalui Pendidikan Pesantren : Implementasi dalam Pembentukan Karakter Santri

Bambang Triyono, Elis Mediawati
Abstract: Penelitian ini mengeksplorasi peran pendidikan nilai-nilai Islam di pesantren dalam pembentukan karakter santri. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, yang melibatkan analisis literatur terkait tentang pendidikan… endidikan pesantren, nilai-nilai Islam, dan pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan nilai-nilai Islam di pesantren memiliki dampak positif yang signifikan pada karakter santri, termasuk kedalaman spiritualitas, kebajikan moral, kemandirian, keterampilan sosial, dan pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam. Meskipun terdapat tantangan dalam menerapkan nilai-nilai Islam di era modern, seperti pengaruh budaya sekuler dan teknologi, namun dengan strategi yang tepat, pesantren dapat tetap menjadi lembaga yang relevan dan efektif dalam membentuk karakter santri yang kuat secara spiritual, moral, dan sosial. Rekomendasi untuk meningkatkan pembentukan karakter santri melalui pendidikan nilai-nilai Islam termasuk penguatan kurikulum, pelatihan bagi pengajar, pengembangan program ekstrakurikuler, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, serta evaluasi berkala terhadap efektivitas program. Dengan demikian, pesantren dapat terus menjadi pilar dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Islam serta membentuk generasi yang bermoral dan beretika di masa depan.

Peran Guru Dalam Implementasi Tata Tertib Sekolah Untuk Penguatan Pendidikan Karakter Di Madrasah Tsanawiyah Darunnajah 2 Cipining Bogor

Helmi Mar'ie Muhammad, Abdul Saipon, M Nur Rochmat
Abstract: Nowadays, we are often disturbed by the behavior of children, especially middle school age teenagers. Because we find a lot of news that teenagers shouldn't do. Even though the aim of National education is to create complete… lete humans, that is, humans who have knowledge and insight who are responsible for the continued development of this developing nation, so to achieve this goal, in order to form good quality students or students as resources In the future this needs to be paid attention to and prepared to answer these expectations. Creating adequate school conditions to fully develop students' abilities is the key. So, in order to realize the founder's ideals, it is necessary to draft regulations. The descriptive qualitative research method is the method used in this research. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. From the research results, in this case it was found that the role of teachers in implementing school rules and regulations has a big impact in strengthening students' character, seen from how teachers act, and becomes a benchmark for students at school. Teachers need to be Ushwah or examples so that students can strengthen the character they have. As for the implementation of the rules and regulations, the disciplinary commission section carries out Socialization, Commitment and Enforcement, Imposing Sanctions, Evaluation and Improvement, and Continuity.

Kendala Guru SMPN 2 Dompu  dalam Desain Modul dan Asesmen Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka

Arif Bulan, Hasan, Nurjanah, Ilyas, Sandi Ahmad Pratama
Abstract: Research on the constraints of teachers at SMPN 2 Dompu in module design and assessment of the project to strengthen the profile of Pancasila students (P5) in the Independent Curriculum is very important to carry out because… ause one of the important aspects of the independent curriculum is P5. This research aims to find out what obstacles the teachers of SMPN 2 Dompu have in designing modules and assessing the project to strengthen the Pancasila student profile (P5) of the Merdeka Curriculum. The research method used in this research is a qualitative method. The data analysis technique used in this research is a data analysis technique developed by Creswell including data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of this research are that there are 6 teacher obstacles. The first teacher has difficulty identifying the readiness stages of educational units in designing modules and project assessments to strengthen the profile of Pancasila students (P5). Second, teachers have difficulty determining dimensions and themes in designing modules and assessments for projects to strengthen the profile of Pancasila students (P5). Third, teachers have difficulty designing and determining time allocation in module design and assessment as well as implementing projects to strengthen the profile of Pancasila students (P5). Fourth, teachers have difficulty developing topics and activity lines in designing modules and assessments for projects strengthening the profile of Pancasila students (P5). Fifth, teachers have difficulty creating and designing project modules for strengthening Pancasila student profiles (P5). Sixth, teachers do not yet understand how to create assessment and assessment rubrics in the project to strengthen the profile of Pancasila students (P5). Recommendations from the results of this research are (1) the Dompu Regency Youth and Sports Education Office must provide training related to P5 module design and P5 Assessment to teachers at SMPN 2 Dompu, (2) Principals must collaborate with campus or external parties to conduct training for teachers.