Search Articles & Publications

Showing 1102 articles found for "Wawancara"

PERMAINAN TRADISIONAL MELAYU: KAJIAN SEJARAH, BUDAYA, DAN STRATEGI PELESTARIAN

Mastarina, Yasnel
Abstract: Permainan tradisional Melayu merupakan bagian integral dari budaya masyarakat Melayu yang kaya akan nilai-nilai sosial, pendidikan, dan spiritual. Permainan seperti congkak, gasing, sepak raga, dan wau tidak hanya menjadi… i hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran nilai kolektif dan ekspresi budaya. Namun, modernisasi dan globalisasi mengancam eksistensi permainan ini. Artikel ini mengkaji sejarah, jenis-jenis permainan tradisional Melayu, nilai-nilai yang terkandung, serta tantangan dalam pelestariannya. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur dan wawancara, penelitian ini menyoroti pentingnya peran pendidikan, digitalisasi, dan kebijakan pemerintah dalam melestarikan permainan tradisional Melayu untuk generasi mendatang.

PERAWATAN LUKA DENGAN ALOE VERA GEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIKUM

Maya Atsfiatun, Dwi Astuti, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Data dari Organisasi International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 terdapat 537 juta individu di dunia menderita diabetes dan dari data tersebut di negara Indonesia yang mengalami diabetes ada 19,5 juta individu.… u. Diabetes melitus yaitu adanya gangguan pada sistem metabolisme ditandai dengan hiperglikemia. Diabetes melitus dapat mengakibatkan komplikasi salah satunya ulkus diabetik. Ulkus diabetik adalah luka karena adanya penyumbatan  pada pembuluh darah. Penanganan yang dapat dilakukan pada penderita ulkus diabetik yakni perawatan luka dengan  aloe vera gel. Tujuan penelitian yaitu untuk menggambarkan perawatan  luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan perawatan luka pada pasien ulkus diabetikum dengan menggunakan  aloe vera gel. Instrument studi kasus yang digunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Instrument pengkajian luka menggunakan lembar observasi luka winner scale. Perawatan luka dengan  aloe vera gel dilakukan selama 2 minggu setiap 2 hari sekali. Hasil perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan ulkus diabetikum yang dilakukan selama 2 minggu setiap 2 hari sekali didapatkan kesimpulan berupa terdapat adanya penurunan skor pengkajian luka pada luka A terdapat penurunan sebanyak 15 yakni dari skor awal 25 menjadi 10 dan luka B penurunan sebanyak 12 dari skor awal 29 menjadi 17 di skor akhir. Hal tersebut terbukti bahwa  aloe vera gel  efektif dalam proses penyembuhan ulkus diabetikum. Kesimpulan perawatan luka dengan aloe vera gel pada pasien dengan  ulkus diabetikum terbukti efektif membantu penyembuhan luka.  

PERAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN PEDAGANG KAKI LIMA DI WILAYAH ALUN – ALUN KABUPATEN PANDEGLANG

Susilawati, Andayani, Nopi, Ramdhani, Miftah Faiz Ali, Zaenudin
Abstract: Peran Satpol PP memiliki korelasi kuat dengan Penegakan Perda, sebagai mana amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 bahwa Satpol PP memiliki tugas Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah serta perlindungan… n masyarakat. Peran Satpol PP ini dapat diketahui dengan menggunakan teori peran menurut Siswanto dalam Miftah Thoha (2012 : 21) dengan indikator yaitu (1) Peran Antar Pribadi (2) Peranan Yang Berhubungan Dengan Informasi (3) Peran Pengambil Keputusan. Penelitian ini, Menggunakan metode penelitian deskritif kualitatif. Artinya metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme digunakan untuk meneliti pada objek yang alamiah. Analisis data bersifat induktif/kualitatif. Dalam pengumpulan data, teknik yang dipergunakan adalah wawancara, dan studi pustaka. Data yang diperoleh selain keterangan narasumber, juga didapat dari studi lapangan, dan dokumentasi, Hasil penelitian dan data yang ada menunjukan, baik dari observasi lapangan maupun wawancara sama - sama menyebutkan bahwa memang diakui bersama peran Satpol PP dari ketiga indikator peran menurut Siswanto dalam Miftah Thoha (2012 : 21) terdapat satu indikator yaitu Peranan Pengambil Keputusan yang belum maksimal dalam peranan pengambil keputusan sanksi yang diberikan terhadap pedagang kaki lima tidak menggunakan sanksi yang ada di Perda K3 No. 4 Tahun 2008. Hal ini dibuktikan dengan masih terjadinya pelanggaran Perda sementara. Pembinaan dan arahan perlu terus dilakukan agar dalam setiap diri personil Satpol PP tumbuh rasa tanggung jawab tinggi terhadap tugas dan fungsinya.

APLIKASI MODERN DRESSING: HYDROGEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIK

Dwi Astuti, Khoirun Henny Hidayah, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Latar belakang: Kabupaten Purbalingga mencatat pada tahun 2022 jumlah penderita DM mencapai 13.114. Dari banyaknya penderita diabetes, tidak sedikit yang mengalami komplikasi seperti adanya luka pada kaki. Ulkus diabetik… ini memerlukan perawatan secara khusus, yang bertujuan agar luka cepat sembuh dan tidak infeksi. Jenis perawatan yang sering digunakan yaitu modern dressing , yang menggunakan prinsip “ moisture balance ”. Salah satu jenis modern dressing yang sering digunakan adalah hydrogel . Sifat dari hydrogel yang tetap menjadi gel selama 72 jam ini dapat mempercepat proses granulasi karena kelembaban luka tetap terjaga. Tujuan: Untuk menggambarkan aplikasi modern dressing:hydrogel terhadap penyembuhan ulkus diabetik. Metode: Metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan tabel. Dengan menggunakan lembar wawancara, lembar observasi bates Jensen dan studi dokumentasi.  Hasil: Hasil studi kasus yaitu skoring pada luka mengalami penurunan sebanyak 9 poin yaitu hari 32 menjadi 23, dengan perawatan 3 hari sekali selama 12 hari. Kesimpulan: Perawatan luka pada pasien ulkus diabetik menggunakan modern dressing:hydrogel dapat mempercepat granulasi jaringan.     Kata Kunci : Hidrogel , Modern Dressing, Perawatan Luka, Ulkus Diabetik

PENGARUH REVOLUSI MENTAL TERHADAP ANAK YANG MENGALAMI BROKEN HOME DI UPTD SDN DEMANGAN 1 BANGKALAN

Siti Nur Fauziyah, Parisca Indra Perdana
Abstract: Pengaruh revolusi mental merupakan cara yang dilakukan UPTD SDN Demangan 1 Bangkalan terhadap anak yang mengalami broken home adalah upaya untuk merubah dari kebiasaan yang kurang baik menjadi lebih baik. Seperti anak yang… ng cenderung malas akan dibantu dengan menerapkan revolusi mental agar siswa menjadi lebih aktif, anak yang minatnya kurang berkembang akan dibimbing oleh guru sesuai minat bakatnya, dan memberikan sosialisasi atau nasehat kepada siswa apabila siswa melakukan hal hal yang kurang baik dengan tetap mengerti dunia anak anak. Penelitian ini menggunakan model kualitatif dengan metode observasi dan wawancara beberapa wali kelas, dan kepala sekolah secara singkat.  Peneliti juga menggunakan lembar wawancara untuk mengetahui permasalahan yang sering terjadi pada peserta didik terutama anak yang memiliki latar belakang Broken Home. Di UPTD SDN Demangan 1 Bangkalan guru dan kepala sekolah bekerjasama untuk memberikan pembinaan mental dengan memberi pesan moral yang baik, memberikan sosialisasi untuk menanamkan jiwa sosial dan jangan pernah jengah untuk selalu memberikan pendidikan karakter kepada anak didalam maupun diluar kelas. Revolusi mental dalam pendidikan harus terlebih dahulu mengembalikan peran guru dan sekolah sebagai fasilitator pendidikan dan pembelajaran, karena kualitas sekolah sangat bergantung pada kualitas guru dan lingkungan.

IMPLEMENTATION OF P5 "MINI GARDEN CERIA" AS AN EFFORT TO STRENGTHEN CONCERN FOR THE NATURAL ENVIRONMENT AND RESPONSIBILITY OF STUDENTS AT KINDERGARTEN CERIA EDULOKA

Rahma Dwi Marta, Dessy Syofiyanti, Serli Hasmita, Ulfa Yunita
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program "Mini Garden Ceria" di Taman Kanak - Kanak Ceria Eduloka sebagai upaya menguatkan kepedulian terhadap alam sekitar dan tanggung jawab siswa. Penelitian ini menggunakan… unakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Aktivitas dalam program ini meliputi pengukuran luas lahan, menghitung biji, mengenal bangun datar dan bangun ruang pada benda benda sekitar, mengukur pertumbuhan tanaman menggunakan penggaris, mengisi media tanam dengan tanah sambil menghitung berapa sekop tanah yang dimasukkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep Matematika dasar, seperti pengukuran dan perhitungan sederhana, sekaligus membangun karakter positif berupa kepedulian lingkungan dan rasa tanggung jawab serta melibatkan siswa secara aktif, mulai dari menanam, menyiram, hingga merawat tanaman di area sekolah. Program ini efektif dalam meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan, yang ditunjukkan oleh meningkatnya kesadaran mereka terhadap pentingnya menjaga tanaman dan kebersihan taman. Selain itu, tanggung jawab siswa terbentuk melalui tugas merawat tanaman secara bergilir, yang juga berdampak positif pada perilaku mereka di rumah, seperti mulai menyiram tanaman secara mandiri. Dengan demikian, implementasi P5 "Mini Garden Ceria" di TK Ceria Eduloka berhasil mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman untuk membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan dan bertanggung jawab.

PERAN GURU DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA KELAS III UPTD SDN DEMANGAN 1 BANGKALAN

Ambar Wati, Yulia, Indra Perdana, Parrisca
Abstract: Guru memiliki peran yang krusial untuk membimbing, mendorong, dan mengawasi siswa terutama dalam hal membaca. Rendahnya motivasi yang dimiliki siswa untuk membaca membuat guru memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat… at membaca pada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam menumbuhkan minat baca siswa di kelas III UPTD SDN Demangan 1 Bangkalan. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data diidentifikasi melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting dalam menumbuhkan minat membaca siswa. Guru di UPTD SDN Demangan 1 memiliki banyak tanggung jawab untuk mendorong minat baca siswa. Guru dapat bertindak sebagai konselor dengan menyarankan buku untuk membaca siswa, sebagai motivator dengan memberikan pujian, sebagai dinamisator dengan mengintegrasikan membaca ke dalam pembelajaran, sebagai evaluator dengan menilai perkembangan siswa, dan sebagai fasilitator dengan menyediakan fasilitas fisik dan non fisik.

PENERAPAN TERAPI MUROTTAL AL-FATIHAH UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGRAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA

Ramadani, Kuatin, Sundari , Ririn Isma, Rahmawati, Arni Nur
Abstract: Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya… ngnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan     internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat  tentang lingkungan  tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.

PENERAPAN TERAPI DZIKIR PADA SDR. S UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN

Nurianti, Novi, Apriliyani, Ita, Rahmawati, Arni Nur
Abstract: Gangguan jiwa merupakan sindrom yang secara klinis dapat terjadi pada seseorang dan ditambah dengan beragam stres disertai peningkatan risiko kematian, nyeri, dan disabilitas. Menurut WHO (World Health Organization) pada… 2019 terdapat 264 kasus depresi dimana sebanyak 20 juta kasus merupakan kasus skizofrenia diseluruh dunia. Di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 31,5% penduduknya mengalami gangguan psikosis. Di Jawa Tengah khususnya RSUD Banyumas pada tahun 2021 sebanyak 2.130 pasien mengalami skizofrenia dimana sebanyak 1.477 pasien mengalami halusinasi. Halusinasi merupakan gejala yang dialami oleh setiap individu yang mengalami gangguan pada persepsi sensorik dimana seseorang mendengar, mencium, mengecap dan melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada yang hanya dirasakan oleh orang tersebut dalam waktu satu bulan atau lebih. Cara meminimalkan gejala halusinasi memerlukan penatalaksanaan salah satunya yaitu terapi dzikir.       Tujuan dari studi kasus ini yaitu menggambarkan penerapan terapi dzikir pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien yang mengalami halusinasi pendengaran dan pasien yang dapat membina hubungan saling percaya serta kooperatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, studi dokumentasi dan demonstrasi. Hasil dari penelitian menunjukan adanya pengaruh terapi dzikir dalam mengontrol halusinasi pendengaran yang dibuktikan dengan adanya penurunan skor tingkat halusinasi dari 19 menjadi 10 dan pasien mampu mengontrol halusinasinya dengan berdzikir. Hasil penelitian ini dapat dijadikan terapi tambahan dalam mengontrol halusinasi pada pasien dengan halusinasi pendengaran.  

PERAN DINAS PERHUBUNGAN DALAM PENGAWASAN DAN KESELAMATAN MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN ALAT TRANSPORTASI LAUT DI KECAMATAN DURAI KABUPATEN KARIMUN

Pusparini, Elisa, Winarti, Novi, Sophia, Uly
Abstract: Kasus kecelakaan laut di Kabupaten Karimun Kecamatan Durai bertambah terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah khususnya Dinas Perhubungan dalam melakukan pengawasan dan keselamatan… tan masyarakat dalam menggunakan alat transportasi laut di Kecamatan Durai. Penelitian ini menggunakan Teori Arif yang memiliki 4 (empat) indikator yakni pemerintah sebagai regulator, pemerintah sebagai dinamisator, pemerintah sebagai fasilitator, pemerintah sebagai katalisator. jenis penelitian yang di gunakan     adalah penelitian deskriptif kualitatif. data yang di kumpulkan dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran pemerintah sebagai regulator adalah masih kurang dalam memberi peraturan yang di mana tidak adanya peraturan tertulis mengenai kuantitas penumpang, peran pemerintah sebagai dinamisator masih kurang memuaskan di mata masyarakat hal ini di karenakan tidak adanya pengecek kan yang semestinya di lakukan oleh Dinas Perhubungan dan Tim Syahbandar ataupun dinas lainnya, peran pemerintah sebagai fasilitator yang berindikatorkan fasilitator juga serupa dengan regulator yang di mana masyarakat merasa kurang puas karena tidak adanya   pengecekan yang di lakukan oleh Dinas Perhubungan untuk alat keselamatan di kapal, peran pemerintah sebagai katalisator pemerintah memiliki kedudukan sebagai aktor yang mempercepat pengembangan potensi daerah dan yang memungkin kan bisa menjadi model sosial untuk menciptakan partisipasi yag di mana menurut pandangan masyarakat ketika ada sesuatu hal yang terjadi di laut pada kenyataannya selalu melibatkan banyak pihak. kendala yang di hadapi oleh dinas terkait yaitu karena faktor alam, dan jadwal keberangkatan pompong dari Durai ke Semembang, Sandam dan Pulau Akat yang tidak sinkron, yang di mana Dinas Perhubungan Kecamatan Durai ini terletak di Kabupaten Karimun.