Abstract:Penelitian ini mengkaji sistem pengelolaan pembiayaan Mitraguna Berkah pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Jember Gajah Mada. Mitraguna Berkah menjadi salah satu produk BSI dalam bidang pembiayaan yang ditawarkan oleh…
BSI KCP Jember Gajah Mada, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan mendalam tentang bagaimana sistem pembiayaan ini digunakan serta diterapkan. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan melibatkan wawancara dengan pihak terkait di BSI KCP Jember Gajah Mada, observasi langsung, dan analisis dokumen terkait pembiayaan produk BSI Mitraguna Berkah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan mendalam tentang sistem pengelolaan pembiayaan Mitraguna Berkah dan untuk mengevaluasi seberapa efektif dan efisien sistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya sistem pengelolaan pembiayaan Mitraguna Berkah di Bank Syariah Indonesia KCP Jember Gajah Mada membantu memenuhi kebutuhan pembiayaan konsumtif. Namun, ada beberapa tantangan dan kendala dalam menerapkan sistem ini, seperti proses administrasi yang sulit dan perubahan peraturan persyaratan yang tidak sesuai, yang dapat mempengaruhi skema sistem pengelolaan pembiayaan Mitraguna Berkah. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian ini dan ingin menyajikannya dalam karya ilmiah berjudul Sistem Pengelolaan Pembiayaan Produk BSI Mitraguna Berkah pada BSI KCP Jember Gajah Mada.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan tujuan Dinas Sosial Kabupaten Jember dalam menangani permasalahan kemiskinan. Kemiskinan merupakan tantangan sosial yang memerlukan peran aktif pemerintah dalam penyelenggaraan…
lenggaraan kesejahteraan sosial. Dinas Sosial Kabupaten Jember memiliki berbagai program untuk menangani kemiskinan, seperti bantuan sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan teknik purposive sampling untuk memperoleh data. Data diperoleh dari wawancara dengan pihak terkait serta sumber sekunder seperti publikasi BPS dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program Dinas Sosial dalam mengatasi kemiskinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk keterbatasan sumber daya, validasi data yang kurang optimal, serta koordinasi antar instansi yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mendukung program kesejahteraan sosial. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan partisipatif, diharapkan angka kemiskinan di Kabupaten Jember dapat terus berkurang dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai definisi, macam-acam dan syarat serta perbedaan mendasar dari tafsir, takwil dan tarjamah. Penelitian ini menggunakan metode liblary research dengan pendekatan konseptual.…
l. Penelitian ini bersumber dari data primer berupa buku atau literatur yang membahas mengenai tafsir, takwil dan tarjamh. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan Tafsir adalah suatu usaha tanggapan, penalaran, dan ijtihad manusia untuk menyikapi nilai-nilai samawi yang terdapat didalam Al- Qur’an. Tafsir terbagi menjadi dua macam yaitu: Tafsir bi Al-ma’tsur dan Tafsir bi Ar-ra’yi. Ta’wil adalah suatu usaha untuk memahami lafazh-lafazh (ayat- ayat) Al-Qur’an melalui pendekatan memahami arti atau maksud sebagai kandungan dari lafazh itu. Ta’wil terbagi menjadi dua macam yaitu: Ta’wil Al- Qur’an atau hadis Nabi dan Ta’wil bagi nash yang khusus berlaku dalam hukum taklifi. Terjemah adalah memindahkan bahasa Al-Qur’an ke bahasa lain yang bukan bahasa ‘Arab dan mencetak terjemah ini kebeberapa naskah agar dibaca orang yang tidak mengerti bahasa ‘Arab, sehingga dapat memahami kitab Allah SWT, dengan perantaraan terjemahan. Terjemah terbagi menjadi tiga macam yaitu: Terjemah maknawiyyah tafsiriyyah, Terjemah harfiyyah bi Al-mitsli dan Terjemah harfiyyah bi dzuni Al-mitsli.
Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis gambaran dan pengaruh teknologi informasi dan tingkat pendidikan terhadap pengembangan SDM petani pada Kelompok Tani Nagari Pauh Duo Nan Batigo Kecamatan Pauh…
h Duo Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini terdiri dari dua variabel independen yaitu Teknologi Informasi (X1), Tingkat Pendidikan (X2) dan mempunyai satu variabel dependen yaitu Pengembangan SDM Petani (Y). Desain penelitian ini adalah deskriptif dan kuantitatif. Populasi adalah seluruh anggota Kelompok Tani Nagari Pauh Duo Nan Batigo Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Accsidental Sampling dengan sampel sebanyak 50 orang. Untuk memperoleh instrumen yang valid dan reliable dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan melakukan uji asumsi klasik dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Kelompok Tani Nagari Pauh Duo Nan Batigo Kecamatan Pauh duo Kabupaten Solok Selatan : (1) Teknologi Informasi berada pada kriteria baik dengan rata-rata skor sebesar 3,29 dan tingkat capaian 66,06 %. Tingkat Pendidikan berada pada kriteria baik dengan rata-rata skor sebesar 3,29 dan tingkat capaian 65,88 %. Pengembangan SDM Petani barada pada kriteria baik dengan rata-rata skor sebesar 3,52 dan tingkat capaian 70,44%. (2) Teknologi Informasi berpengaruh signifikan terhadap Pengembangan SDM Petani Pada Kelompok Tani Nagari Pauh Duo Nan Batigo Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. (3) Tingkat Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Pengembangan SDM Petani Pada Kelompok Tani Nagari Pauh Duo Nan Batigo Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan.(4) Teknologi Informasi dan Tingkat Pendidikan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Pengembangan SDM Petani
Abstract:Penelitian ini menggambarkan penyelidikan mendalam terhadap konstruksi makna budaya komunikasi di lingkungan perusahaan, khususnya pada karyawan Suara Surabaya Media. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengungkap bagaimana…
mana karyawan Suara Surabaya Media memahami, membentuk, dan menerapkan budaya komunikasi perusahaan serta bagaimana perilaku komunikasi budaya tercermin dalam interaksi sehari-hari mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme, dan pendekatan fenomenologi dalam pengumpulan dan analisis data. Penelitian ini berlandaskan pada teori konstruksi sosial dan teori kode bicara sebagai dasar untuk memahami pembentukan makna komunikasi dan penggunaan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konstruksi makna budaya komunikasi di perusahaan dengan fokus pada karyawan Suara Surabaya Media. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman dan persepsi karyawan tentang budaya komunikasi di perusahaan tempat mereka bekerja. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan analisis data dilakukan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya komunikasi di Suara Surabaya Media sangat penting dalam membentuk identitas perusahaan dan hubungan antar karyawan. Konstruksi makna budaya komunikasi dipengaruhi oleh sejumlah faktor termasuk nilai-nilai organisasi, norma-norma, dan pengalaman individu. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana budaya komunikasi memengaruhi hubungan dalam lingkungan kerja. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya perusahaan Suara Surabaya Media mengembangkan strategi yang lebih kuat untuk mengelola dan mengintegrasikan budaya komunikasi yang positif dan efektif. Pemahaman tentang teori konstruksi sosial dan teori kode bicara dalam konteks organisasi, sedangkan saran praktis mencakup pengembangan program pelatihan komunikasi budaya, penerapan pedoman komunikasi internal, serta pendekatan inklusif terhadap perbedaan budaya.
Abstract:Di era informasi yang sangat terbuka saat ini, pemahaman tentang cara berpikir ilmiah menjadi semakin penting. Kemampuan ini memungkinkan seseorang berpikir secara kritis, analitis, dan sistematis ketika menghadapi informasi…
masi baru atau kompleks. Dengan penguasaan ini, individu dapat membedakan antara informasi yang valid dan yang bias atau tidak berdasar. Oleh karena itu, berpikir ilmiah bukan hanya relevan bagi ilmuwan atau peneliti, tetapi juga bagi masyarakat umum sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan memahami dunia secara lebih objektif serta terukur. Penguasaan sarana berpikir ilmiah membuka peluang untuk memperluas pengetahuan dan mendukung kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi yang lebih berdampak dan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sarana berpikir ilmiah adalah kumpulan metode dan alat yang digunakan untuk memahami fenomena secara objektif dan sistematis. Pemikiran ilmiah menuntut adanya struktur yang dapat diuji, diulang, dan diukur sehingga menghasilkan kesimpulan yang dapat dipercaya. Sarana ini melibatkan berbagai aspek penting dalam proses penalaran dan analisis. Salah satu aspek utamanya adalah logika, yang menjadi dasar menjaga konsistensi dalam penalaran ilmiah. Logika deduktif, yang bergerak dari prinsip umum ke kasus khusus, dan logika induktif, yang berawal dari kasus khusus menuju kesimpulan umum, membantu ilmuwan menarik kesimpulan yang koheren dan bebas dari kontradiksi. Sebagai ilustrasi, melalui logika deduktif, seorang ilmuwan dapat memahami fenomena tertentu berdasarkan prinsip-prinsip dasar yang telah terbukti benar.
Abstract:Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep amsal al-qur’an dalam studi ilmu al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif pustaka (liblary research). Sumber…
Sumber data penelitian ini berasal dari teori ilmu alqur’an dan beberapa literatur yang membahas tersebut. Data yang terkumpul kemudian di analisis menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Amṡal al-Qur’ān merupakan ungkapan yang menggambarkan adanya tasybih atau tamsil, yaitu penyerupaan antara sesuatu dengan lainnya berdasarkan kesamaan atau kemiripan tertentu. Amṡal memiliki empat rukun utama, yaitu wajah syabbah, alat tasybih, musyabbah, dan musyabbah bih. Berdasarkan bentuknya, amṡal al-Qur’ān terbagi menjadi tiga jenis: pertama, amṡal musharrahah, yaitu perumpamaan yang secara eksplisit menggunakan kata maṡal atau maknanya, seperti dalam QS. An-Nur: 35 tentang perumpamaan cahaya; kedua, amṡal kaminah, yaitu perumpamaan yang tidak secara langsung menyebut lafazh tamsil, namun mengandung makna indah dan padat yang relevan dengan hal serupa; ketiga, amṡal mursalah, yaitu ungkapan yang secara zahir tidak menggambarkan tasybih, tetapi digunakan sebagai perumpamaan yang berisi pelajaran atau peringatan bagi manusia. Ketiga jenis ini menunjukkan keindahan bahasa al-Qur'an dalam menyampaikan pesan. Hikmah mempelajari amṡal al-Qur’ān sangat beragam, antara lain membantu menjelaskan konsep rasional melalui gambaran konkret, mengungkapkan hakikat sesuatu yang tidak tampak, menyatukan makna mendalam dalam ungkapan singkat, memotivasi amal baik, serta memberikan peringatan agar manusia menjauhi keburukan.
Abstract:Studi ini meneliti perkembangan keagamaan remaja, khususnya berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan spiritual mereka dalam konteks masyarakat modern dan multikultural. Melalui penelitian kualitatif yang…
melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, studi ini menyelidiki peran keluarga, pendidikan, kelompok sebaya, dan media dalam membentuk keyakinan dan praktik keagamaan remaja. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keluarga memainkan peran penting dalam membangun fondasi identitas keagamaan, sementara pendidikan, pengaruh teman sebaya, dan paparan media menghadirkan peluang dan tantangan. Studi ini menyoroti perlunya pendekatan komprehensif yang membahas interaksi kompleks dari faktor-faktor ini untuk mendukung remaja dalam perjalanan spiritual mereka.
Abstract:Asuransi laut merupakan instrumen penting dalam mengelola risiko yang dihadapi dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran. Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), asuransi laut diatur secara rinci, termasuk elemen…
emen yang wajib dimuat dalam polis seperti identitas kapal, rute pelayaran, dan nilai objek yang diasuransikan. Meskipun memiliki landasan hukum yang jelas, penerapan asuransi laut di Indonesia menghadapi tantangan, termasuk kesesuaian dengan praktik internasional dan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku. Pelanggaran ini dapat berdampak yuridis, seperti pembatalan polis, penolakan klaim, atau sanksi pidana. Untuk meningkatkan efektivitas asuransi laut, diperlukan harmonisasi regulasi dengan standar global, peningkatan kesadaran pelaku usaha, serta pembaruan ketentuan hukum yang relevan. Dengan pengelolaan yang baik, asuransi laut dapat memberikan perlindungan optimal dan mendukung pertumbuhan sektor maritim Indonesia.
Abstract:Artikel jurnal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengecualian risiko, harta benda, dan kepentingan menurut Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSKI) berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. Metode penelitian…
n yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan data-data dari berbagai sumber kepustakaan yang berhubungan dengan materi penelitian berjudul analisis hukum pengecualian risiko, harta benda, dan kepetingan menurut Polis Standar Asuransi kebakaran Indonesia (PSKI). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengecualian risIko menurut PSKI dan bagaimana pengecualian harta benda dan kepentingan menurut PSKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Polis Standar Asuransi kebakaran Indonesia(PSKI) menjamin kerugian atau kerusakan pada harta benda atau kepentingan yang dipertanggung jawabkan yang secara langsung yang disebabkan oleh : kebakaran, yang terjadi karena kekuranghati-hatian atau kesalahan pihak lain dari tertanggung, ataupun karena sebab kebakaran lain sepanjang tidak dikecualikan dalam polis termasuk akibat dari: menjalarnya api yang timbul sendiri (self combustion), hubungan arus pendek (short circuit), atau karena sifat barang itu sendiri dan kebakaran yang terjadi karena kebakaran benda lain yang berdekatan, yaitu kerusakan atau berkurangnya harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan atas perintah yang berwenang dalam upaya pencegahan menjalarnya kebakaran itu.