Abstract:Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan komponen penting dalam mendukung pembangunan daerah dan penyelenggaraan pelayanan publik. Salah satu sumber PAD yang memiliki potensi signifikan adalah retribusi perizinan bangunan…
yang berasal dari Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelayanan perizinan bangunan, pemerintah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) sebagai platform digital yang bertujuan menyederhanakan prosedur administrasi serta meningkatkan transparansi pelayanan publik. Namun demikian, implementasi SIMBG di tingkat pemerintah daerah masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta koordinasi administratif antar instansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung melalui SIMBG di Kota Bogor, mengidentifikasi faktor-faktor kendala dalam pelaksanaannya, serta merumuskan strategi peningkatan pelayanan guna mendukung peningkatan pendapatan retribusi daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIMBG telah memberikan dampak positif terhadap efisiensi dan transparansi pelayanan PBG, namun masih terdapat berbagai hambatan seperti rendahnya pemahaman masyarakat terhadap sistem, kendala teknis dalam penggunaan aplikasi, serta koordinasi kelembagaan yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan sosialisasi publik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur, serta optimalisasi integrasi sistem digital guna meningkatkan efektivitas implementasi SIMBG. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pelayanan SIMBG berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung peningkatan PAD melalui retribusi PBG di Kota Bogor.
Abstract:Perkembangan pesat era digital menjadikan Artificial Intelligence (AI) sebagai inovasi penting yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat ketergantungan masyarakat terhadap…
rhadap AI dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan empat dimensi: akses dan ketersediaan AI, intensitas penggunaan, ragam aktivitas, serta tujuan pemanfaatannya. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan responden sebanyak 60 orang masyarakat di sekitar pondok pesantren. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan skor persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi intensitas penggunaan AI memperoleh persentase terendah sebesar 30%, diikuti ragam aktivitas kehidupan sehari-hari sebesar 39%, dan tujuan penggunaan AI sebesar 46%, yang menunjukkan penggunaan AI masih terbatas dan bersifat selektif sesuai kebutuhan. Persentase tertinggi terdapat pada dimensi akses dan ketersediaan AI sebesar 53%, menandakan akses relatif tersedia namun belum optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital agar pemanfaatan AI lebih bijak, tidak menggantikan proses berpikir kritis, melainkan sebagai alat bantu dalam aktivitas manusia.
Abstract:Permasalahan lingkungan global seperti perubahan iklim, deforestasi, dan penurunan keanekaragaman hayati menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Di sisi lain, literasi alam generasi muda masih tergolong rendah, terutama…
rutama karena meningkatnya keterikatan mereka terhadap teknologi digital dibandingkan dengan interaksi langsung bersama lingkungan. Kesenjangan ini berpotensi melemahkan kesadaran ekologis serta partisipasi aktif pemuda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep Eco-Tales sebagai inovasi sastra ekologis berbasis digital yang mampu menjembatani dunia alam dan dunia teknologi dalam upaya meningkatkan literasi serta kepedulian lingkungan generasi muda. Metode yang digunakan adalah pendekatan konseptual dengan studi literatur mengenai ekokritik, literasi alam, literasi digital, serta integrasi teknologi dalam pendidikan lingkungan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Eco-Tales mengintegrasikan teknologi pengenalan gambar tumbuhan, Internet of Things, dan Artificial Intelligence dengan narasi sastra ekologis yang bersifat informatif, reflektif, dan sugestif. Pendekatan ini memungkinkan penyampaian informasi ilmiah mengenai identitas, kebutuhan, dan ancaman tumbuhan sekaligus membangun keterhubungan emosional pembaca dengan alam. Kesimpulannya, Eco-Tales berpotensi menjadi media edukasi inovatif sekaligus gerakan literasi ekologis digital yang mendorong empati, kesadaran kritis, dan partisipasi aktif generasi muda dalam pelestarian lingkungan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi web Perpustakaan Daerah Kabupaten Soppeng sebagai media informasi dan layanan peminjaman buku online guna mendukung transformasi digital layanan publik. Metode…
ode yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-struktural, dan studi dokumen dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengimplementasikan 15 fitur utama, termasuk katalog online berbasis full-text search, pendaftaran anggota daring, peminjaman digital dengan QR code pengembalian, serta dashboard administrasi real-time. Pengujian blackbox terhadap 50 test case menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 96% dengan waktu respons rata-rata 0,3 detik. Implementasi sistem meningkatkan efisiensi proses peminjaman dari 17 menit menjadi 2 menit per transaksi (peningkatan 88%) serta mempercepat rekapitulasi laporan harian dari 2 jam menjadi 15 menit. Tingkat kepuasan pengguna mencapai skor rata-rata 4,6 dari 5 (92%). Dengan demikian, aplikasi web yang dikembangkan terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan aksesibilitas informasi perpustakaan daerah.
Abstract:Kompetensi evaluasi proyek merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki mahasiswa dalam mengelola program dan kegiatan organisasi secara efektif. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pelatihan manajemen…
emen proyek di lingkungan perguruan tinggi masih lebih berfokus pada aspek perencanaan dan pelaksanaan dibandingkan evaluasi proyek sebagai bagian penting dalam siklus manajemen proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Project Management Framework (PMF) dalam memperkuat kompetensi evaluasi proyek mahasiswa berdasarkan temuan-temuan penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku, serta dokumen ilmiah yang relevan mengenai PMF, evaluasi proyek, dan pengembangan kompetensi mahasiswa yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025. Analisis dilakukan melalui proses identifikasi, seleksi, pengelompokan, dan sintesis temuan dari berbagai sumber literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PMF berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam perencanaan proyek, pengendalian pelaksanaan, manajemen risiko, pelaporan, serta evaluasi proyek secara sistematis. Selain itu, integrasi aspek evaluasi dalam PMF mendorong terbentuknya budaya pembelajaran organisasi dan pengambilan keputusan berbasis data pada organisasi kemahasiswaan. Kajian ini menegaskan bahwa PMF dapat menjadi kerangka yang efektif dalam pengembangan kompetensi evaluasi proyek mahasiswa dan dapat diadaptasi dalam berbagai program pelatihan organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi pada era big data telah membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan data organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen database pada era big data, khususnya terkait…
perkembangan teknologi serta tantangan yang dihadapi dalam pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi kepustakaan (library research), dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen database mengalami transformasi dari sistem tradisional menuju teknologi modern seperti NoSQL dan Hadoop yang mampu menangani data dalam jumlah besar, beragam, dan berkembang secara cepat. Penerapan teknologi ini memberikan berbagai manfaat, seperti peningkatan efisiensi operasional, integrasi data, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan berbasis data. Namun demikian, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi, antara lain kompleksitas pengelolaan data, keamanan dan privasi informasi, serta keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dalam pengelolaan database agar mampu mengoptimalkan pemanfaatan big data sebagai sumber keunggulan kompetitif organisasi.
Abstract:Privasi data konsumen menjadi isu penting di era digital karena semakin banyak transaksi dilakukan melalui platform online. Penyimpanan data transaksi dalam jumlah besar meningkatkan risiko kebocoran informasi pribadi, baik…
aik akibat serangan siber maupun kesalahan pengelolaan data. Artikel ini membahas penggunaan teknik anonimisasi data sebagai upaya perlindungan privasi pada database transaksi, dengan fokus pada metode k-anonymity, l-diversity, dan differential privacy. Penelitian menggunakan metode kajian literatur sistematis dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah terkait anonimisasi data dan keamanan privasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangan. K-anonymity mampu menyamarkan identitas pengguna, tetapi masih memiliki kelemahan pada data sensitif. L-diversity memberikan perlindungan lebih baik dengan menambah variasi atribut sensitif, sedangkan differential privacy menawarkan perlindungan privasi yang lebih kuat melalui penambahan noise pada data. Penerapan teknik anonimisasi yang didukung regulasi seperti GDPR dan UU PDP Indonesia dapat membantu meningkatkan keamanan data konsumen tanpa mengurangi manfaat data untuk analisis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembang sistem, analis data, dan pembuat kebijakan dalam membangun sistem perlindungan privasi di era digital.
Abstract:Kemajuan teknologi informasi mendorong perusahaan untuk menerapkan sistem database dalam pengelolaan data persediaan dan penjualan. Namun, masih banyak perusahaan yang menghadapi kendala dalam pengendalian stok dan pencatatan…
tatan transaksi penjualan karena data dikelola secara manual atau tersimpan secara terpisah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya duplikasi data, ketidaksesuaian stok, serta keterlambatan dalam penyusunan laporan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran database dalam mendukung pengelolaan persediaan dan penjualan pada perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan database serta sistem informasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan database mampu mengintegrasikan data persediaan dan penjualan, mempercepat proses pengolahan data, mengurangi redundansi informasi, dan mendukung pengambilan keputusan secara real-time. Dengan demikian, penggunaan teknologi database dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan serta membantu pengelolaan persediaan dan penjualan menjadi lebih efektif.
Abstract:Teknologi budidaya ikan nila sistem bioflok merupakan salah satu faktor inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil budidaya ikan nila. Dalam sistem bioflok berbasis mikroorganisme yang membentuk flok…
k (Kumpulan partikel kecil) adalah berfungsi sebagai media penyerap nutrisi dan pengomtrol dalam kualitas air. Dalam penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas teknologi budidaya ikan nila sistem bioflok dalam meningkatkan produksi ikan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem bioflok akan mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila lebih cepat dalam pertumbuhan serta dapat mengurangi biaya prodiuksi, pakan dan meningkatkan kualitas air di dalam kolam. Dengan menggunakan adopsi teknologi ini, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan taraf ekonomi secara berkelanjutan. Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok sebagi upaya peningkatan penghasilan masyarakat. Kondisi ini memerlukan pasokan bahan pangan yang cukup besar dan terjamin. Salah satu sumber protein yang dapat dihasilkan dalam jumlah massal dan cepat adalah produk perikanan air tawar. Saat ini telah dikembangkan teknologi bioflok yang hemat lahan dan air sangat cocok untuk dikembangkan di daerah pedesaan dan perkotaan atau hunian padat penduduk yang juga merupakan pasar produk yang dihasilkan. Tingkat produktifitas Sistem Budidaya Nila Sistem Bioflok untuk ikan nila mempunyai tingkat produksi 15-30 kg/m3 air. Dengan masa pemeliharaan yang berkisar antara 2,5-4 bulan serta Harga Pokok Produksi (HPP) sekitar Rp 16-22 ribu per kg, maka diperkirakan Sistem Budidaya Nila Sistem Bioflok ini akan menjadi suatu terobosan selain sebagai pendukung program ketahanan pangan dalam rangka pasokan protein yang cukup (misalnya dalam mengurangi masalah stunting) juga dapat meningkatakan penghasilan masyarakat dalam menunjang perekonomian keluarga.
Abstract:Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah diharapkan memperkuat akuntabilitas sektor publik melalui manajemen kinerja yang berorientasi hasil. Namun, penelitian terdahulu lebih banyak menyoroti aspek teknis atau hanya…
anya berfokus pada satu perangkat daerah, sedangkan evaluasi sistemik pada level kabupaten masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi SAKIP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta menjelaskan kontribusinya terhadap peningkatan akuntabilitas dan kinerja instansi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif evaluatif yang dilaksanakan pada tahun 2025 di Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, Inspektorat, dan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, focus group discussion, dan observasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SAKIP telah memperbaiki ketertiban administratif, penjenjangan target, dan monitoring berkala, tetapi kontribusinya terhadap kinerja substantif masih terbatas. Aspek terlemah terdapat pada pengukuran kinerja karena indikator belum sepenuhnya berbasis outcome, kualitas data belum merata, dan hasil evaluasi belum konsisten digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Kebaruan penelitian ini terletak pada evaluasi sistemik level kabupaten dan rekomendasi kontekstual berupa core indicator set, penguatan register tindak lanjut, integrasi sistem informasi, dan performance review berbasis bukti. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi SAKIP di Kabupaten Bogor telah maju secara struktural, tetapi masih memerlukan perbaikan terintegrasi agar benar-benar menjadi instrumen manajemen berbasis hasil.