Search Articles & Publications

Showing 993 articles found for "Beberapa"

PENERAPAN METODE MABAC UNTUK EVALUASI PEMAHAMAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

Agus, Raja Tama Andri, Rina Julita, Suparmadi
Abstract: Abstract: This study was conducted to determine how well students understand the Decision Support Systems course using the MABAC method. This study involved five Royal University students as the main subjects. During the… learning process, it is often difficult to assess students' comprehensive understanding from only one aspect, so a method that can consider various factors simultaneously is needed. The five students were evaluated using four criteria — Material Understanding (25%), Application & Discussion Participation (30%), Activeness & Technical Skills (30%), and Communication (15%). The targeted output is a scientific article that can serve as a reference for Royal University, in designing a more systematic and objective data-based evaluation system. In this study, previously the assessment was based on several things such as activeness in class, assignment results, exam scores, and participation during lectures. The MABAC method was used because it can help in making decisions based on multiple criteria more objectively. The collected data was then processed to produce a ranking that indicates the level of understanding of each student. The results of the study indicate that the MABAC method can help provide a clearer and more structured picture of student understanding. With this method, lecturers can more easily identify which students have grasped the material well and which still need further guidance. This research is expected to become an alternative way to improve the quality of learning evaluation at Royal University.   Keywords: MABAC; comprehensive understanding evaluation; decision support system; learning outcomes; multi-criteria decision making   Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa baik mahasiswa memahami mata kuliah Sistem Pendukung Keputusan dengan menggunakan metode MABAC. Penelitian ini melibatkan 5 mahasiswa Universitas Royal sebagai objek utama. Selama proses pembelajaran, sering kali sulit untuk menilai pemahaman mahasiswa secara menyeluruh hanya dari satu aspek, sehingga dibutuhkan metode yang bisa mempertimbangkan berbagai faktor sekaligus. Dari Lima mahasiswa dievaluasi menggunakan empat kriteria — Pemahaman Materi (25%), Penerapan & Partisipasi Diskusi (30%), Keaktifan & Keterampilan teknis (30%), dan Komunikasi (15%). Luaran yang ditargetkan adalah artikel ilmiah yang dapat menjadi referensi bagi Universitas Royal, dalam merancang sistem evaluasi berbasis data yang lebih sistematis dan objektif. Dalam penelitian ini, sebelumnya penilaian dilakukan berdasarkan beberapa hal seperti keaktifan di kelas, hasil tugas, nilai ujian, dan partisipasi selama perkuliahan. Metode MABAC digunakan karena mampu membantu dalam mengambil keputusan berdasarkan banyak kriteria secara lebih objektif. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah untuk menghasilkan peringkat yang menunjukkan tingkat pemahaman masing-masing mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MABAC dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas dan terstruktur mengenai pemahaman mahasiswa. Dengan adanya metode ini, dosen dapat lebih mudah mengetahui mahasiswa yang sudah memahami materi dengan baik maupun yang masih perlu bimbingan lebih lanjut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara alternatif dalam meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran di Universitas Royal.   Kata kunci: MABAC; evaluasi pemahaman komprehensif; sistem pendukung keputusan; capaian pembelajaran; multi-criteria decision making  

ANALISIS PROSES PEMERIKSAAN BANDING PADA PENGADILAN TINGGI MILITER MEDAN

Marolop Butar Butar, Jogi Handroko Butar Butar, Nathaniel Giovanni Butar Butar
Abstract: Abstract: The main military law in Indonesia is currently regulated in Law No. 3 of 2025 (replacing Law 34/2004) concerning the Indonesian National Armed Forces (TNI), which regulates the duties, functions, and retirement… t age of soldiers. Furthermore, Law No. 25 of 2014 governs military disciplinary law, whereas Law No. 31 of 1997 regulates the military court system. Military courts function as institutions that exercise judicial authority within the armed forces to enforce law and justice while considering the interests of national defense and security. The bodies included in the scope of military justice are those that exercise judicial power within the military justice system, which includes the Military Court, the High Military Court, the Supreme Military Court, and the Combat Military Court. The implementation of these military regulations aims to ensure the supremacy of civilian authority within a democratic system, while maintaining the discipline and professionalism of the TNI as an instrument of national defense. Keywords: Military Law, Military Court, TNI   Abstrak: Undang-Undang (UU) Militer di Indonesia yang utama saat ini diatur dalam UU No.3 Tahun 2025 (menggantikan UU 34/2004) tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang mengatur tugas, fungsi, dan usia pensiun prajurit. Selain itu UU No.25 Tahun 2014 mengatur hukum disiplin militer, serta UU No. 31 Tahun 1997 mengatur peradilan militer. Peradilan militer merupakan institusi yang melaksanakan kewenangan kehakiman di lingkungan angkatan bersenjata guna menegakkan hukum dan mewujudkan keadilan, dengan tetap mempertimbangkan kepentingan pertahanan serta keamanan negara. Dalam pelaksanaannya, peradilan militer mencakup beberapa badan peradilan yang memiliki fungsi kehakiman, yaitu Pengadilan Militer, Pengadilan Militer Tinggi, Pengadilan Militer Utama, dan Pengadilan Militer Pertempuran. Implementasi peraturan Militer ini untuk memastikan supremasi sipil dalam demokrasi, sekaligus mempertahankan kedisiplinan dan profesionalisme TNI sebagai alat pertahanan negara. Kata kunci: Undang-Undang Militer, Peradilan Militer, TNI

JARINGAN SYARAF TIRUAN DIAGNOSA PENYAKIT ISPA MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION

Elly Soraya, Muhammad Sabir Ramadhan
Abstract: Abstract: Artificial neural networks are one of the information processing systems designed to imitate the way the human brain works in solving a problem by learning through changes in its weights. Artificial neural networks… orks are also an alternative to solving various problems in decision making based on the training provided. JST applications can be applied in various fields, one of which is in the health sector. This study also focuses on the diagnosis of acute respiratory infections using the backpropagation method. By using the Neural Network Backpropagation algorithm, the study developed an intelligent application system that can help diagnose ARI. The number of sufferers of Acute Respiratory Infection (ARI) in Indonesia is still high, ARI must be treated properly according to an accurate diagnosis. Acute Respiratory Infection (ARI) is a disease caused by the environment and is one of the main causes of high morbidity and mortality. ARI is also one of the diseases that must be considered by the wider community because it can cause death, especially in children and toddlers. ARI usually has several symptoms such as coughing, shortness of breath, fever, sore throat, and runny nose. The disease is often difficult to diagnose accurately and timely, so that the treatment is also not optimal. This method is expected to minimize misdiagnosis and improve and provide appropriate treatment. This method can also help medical personnel in areas that may have limitations in diagnosing the disease. So it can be concluded that the Backpropagation Artificial Neural Network by applying the right model can produce a good level of accuracy which can then be used as an alternative to diagnose the ARI disease and the application created is able to diagnose ARI optimally. Keywords: Artificial Neural Network, Diagnosis, ARI, Toddlers, Backpropagation Neural Network.   Abstrak: Jaringan saraf tiruan merupakan salah satu sistem pemrosesan informasi yang didesain dengan menirukan cara kerja otak manusia dalam menyelesaikan suatu masalah dengan melakukan proses belajar melalui perubahan bobotnya. Jaringan syaraf tiruan juga salah satu alternatif untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan dalam pengambilan keputusan berdasarkan pelatihan yang diberikan. Aplikasi JST dapat diterapkan dalam berbagai bidang, salah satunya dalam bidang kesehatan. Penelitian ini juga berfokus pada diagnosa penyakit ispa yang menggunakan metode backpropagation. Dengan menggunakan algoritma Neural Network Backpropagation, penelitian mengembangkan sebuah sistem aplikasi cerdas yang dapat membantu dalam mendiagnosa penyakit ISPA. Angka penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Indonesia masih tinggi, ISPA harus ditangani dengan tepat sesuai diagnosis yang akurat. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit akibat lingkungan dan menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian.Penyakit Ispa juga merupakan salah satu penyakit yang harus diperhatikan oleh masyarakat luas karena dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak dan balita. Penyakit ispa biasanya memiliki beberapa gejala seperti batuk,sesak nafas,demam,sakit tenggorokan,dan pilek. Penyakit tersebut seringkali sulit di diagnosis secara akurat dan tepat waktu, sehingga penanganan yang dilakukan juga tidak optimal. Metode ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahan diagnosis dan meningkatkan dan memberikan penanganan yang tepat. Metode ini juga dapat membantu tenaga medis di daerah yang mungkin memiliki keterbatasan dalam mendiagnosa penyakit tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dengan menerapkan model yang tepat dapat menghasilkan tingkat akurasi yang baik yang selanjutnya dapat digunakan sebagai alternatif untuk melakukan diagnosa penyakit ISPA tersebut dan aplikasi yang dibuat mampu untuk mendiagnosis penyakit ISPA secara optimal. Kata Kunci: Jaringan Saraf Tiruan,Diagnosa, ISPA, Balita, Neural Network Backpropagation.

PENGARUH BEBAN KERJA, FLEKSIBILITAS WAKTU KERJA DAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN BATU BARA

Dio Pangestu, Abdul Rahman
Abstract: Abstract: Employee job satisfaction is an important factor in supporting organizational performance, particularly in government institutions. Workload, flexibility of working hours, and work-life balance are considered factors… actors influencing job satisfaction. This study aims to analyze the effect of these variables on employee job satisfaction at the Secretariat of DPRD Batu Bara Regency. This study used a quantitative approach with multiple linear regression analysis and involved 32 respondents using a saturated sampling technique. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires using a Likert scale. The results showed that workload, flexibility of working hours, and work-life balance simultaneously have a significant effect on job satisfaction, with an F-value of 55.068 and a significance level of less than 0.05. Partially, workload and flexibility of working hours have no significant effect on job satisfaction, while work-life balance has a significant and dominant effect. The coefficient of determination shows that 84.0% of job satisfaction can be explained by the independent variables, while the remaining 16.0% is influenced by other factors outside the study. Keywords: Workload, Flexibility of Working Hours, Work-Life Balance, Job Satisfaction   Abstrak: Kepuasan kerja pegawai merupakan faktor penting dalam mendukung kinerja organisasi, khususnya pada instansi pemerintahan. Beban kerja, fleksibilitas waktu kerja, dan work life balance merupakan beberapa faktor yang diduga memengaruhi tingkat kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap kepuasan kerja pegawai di Sekretariat DPRD Kabupaten Batu Bara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda dan melibatkan 32 responden dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan beban kerja, fleksibilitas waktu kerja, dan work life balance berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai Fhitung sebesar 55,068 dan tingkat signifikansi kurang dari 0,05. Secara parsial, beban kerja dan fleksibilitas waktu kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan work life balance berpengaruh signifikan dan menjadi variabel yang paling dominan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebesar 84,0% variasi kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sementara sisanya sebesar 16,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Kata Kunci: Beban Kerja, Fleksibilitas Waktu Kerja, Work Life Balance, Kepuasan Kerja

PENGARUH PRESEPSI HARGA LOKASI DAN VARIASI PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DI TOKO MUTIARA KERAMIK TANJUNG TIRAM

Asmaini Usman, Dian Wahyuni
Abstract: Abstract: This study aims to determine the simultaneous and partial effects of price perception, location, and product variety on consumer purchase decisions at Toko Mutiara Keramik Tanjung Tiram. This research employs a… descriptive quantitative method, with data analysis conducted through multiple linear regression. The sample was determined using a non-probability sampling method applying the Cochran formula for populations of unknown size, resulting in a total of 96 respondents. Validity and reliability tests were also performed on the respondents' data to ensure the accuracy of the research instrument. The results of the multiple linear regression analysis yielded the following equation:Y = 5.293 + 0.118X1 + 0.270X2 + 0.222X3 The t-test results demonstrate that, partially, price perception has a significant effect on purchase decisions with a tcount value of (3.895) > ttable (1.98580). Location has a positive and significant effect on purchase decisions with a tcount value of (4.043) > ttable (1.98580), and product variety has a positive and significant effect on purchase decisions with a tcount value of (2.557) > ttable (1.98580). Based on these tcount values, it is proven that H1 is accepted and H0 is rejected, with the location variable being the most dominant factor influencing consumer purchase decisions. The F-test results prove that H2 is accepted and H0 is rejected, indicating that price perception, location, and product variety simultaneously influence purchase decisions with an Fcount value of (15.569) > Ftable (2.70). The R2 test results show an adjusted R square value of 0.515, explaining that the magnitude of the influence exerted by price perception, location, and product variety on purchase decisions is 51.5%, while the remaining 48.5% is influenced by other factors not included in this study. Keywords: Price Perception, Location, Product Variety, Purchase Decision   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial persepsi harga, lokasi, dan variasi produk terhadap keputusan pembelian konsumen pada Toko Mutiara Keramik Tanjung Tiram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Sampel ditentukan dengan metode non-probability sampling melalui rumus Cochran untuk populasi yang tidak diketahui jumlahnya secara pasti sehingga berjumlah 96 responden. Uji validitas dan reliabilitas juga dilakukan terhadap responden sebagai sampel guna memastikan keakuratan instrumen penelitian. Hasil analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan: Y = 5,293 + 0,118X1 + 0,270X2 + 0,222X3.Hasil uji t membuktikan bahwa secara parsial persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai thitung (3,895) > ttabel (1,98580), lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai thitung (4,043) > ttabel (1,98580), dan variasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai thitung (2,557) > ttabel (1,98580). Berdasarkan nilai thitung tersebut, terbukti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, di mana variabel lokasi merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.Hasil uji F membuktikan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak, yaitu secara simultan persepsi harga, lokasi, dan variasi produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian dengan nilai Fhitung (15,569) > Ftabel (2,70). Hasil uji R2 membuktikan bahwa nilai adjusted R square sebesar 0,515, yang menjelaskan bahwa besarnya pengaruh yang dihasilkan oleh persepsi harga, lokasi, dan variasi produk terhadap keputusan pembelian adalah sebesar 51,5%, sementara 48,5% sisanya dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya yang tidak termasuk dalam variabel penelitian ini. Kata Kunci: Persepsi Harga, Lokasi, Variasi Produk, Keputusan Pembelian

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, RELATIONSHIP MARKETING DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN KARNI SALON DI PULO BANDRING KISARAN

Yenny Ramadiah NST, Dian Wahyuni
Abstract: Abstract: This study aims to determine the simultaneous and partial effects service quality, relationship marketing, and customer trust on customer satisfaction at Karni Salon in Pulo Bandring, Kisaran. This research uses… s a quantitative method with multiple linear regression analysis. The sample was determined using purposive sampling, consisting of 96 respondents. Validity and reliability tests were also conducted on the respondents as the research sample. The results of the multiple linear regression analysis are: Y = 1,386 + 0,223X1 + 0,376X2 + 0,592X3. The F-test results prove that H1 is accepted and H0 is rejected, indicating that service quality, relationship marketing, and customer trust simultaneously influence customer satisfaction with an Fcount (33.546) > Ftable (2.70). The t-test results prove that service partially influences customer satisfaction with a tcount (3.450) > ttable (1.985), relationship marketing influence customer satisfaction with a tcount (3.453) > ttable (1.985), and customer trust influence customer satisfaction with a tcount (6.339) > tcount (1.985). Based on the t-count values, customer trust variable is the most dominant factor influencing customer satisfaction. The R2 test results show an adjusted R-square value of 0.507, explaining that the influence of service quality, relationship marketing, and customer trust on customer satisfaction is 50.7%, while the remaining 49.3% is influenced by other factors not included in this study. Keywords: Service Quality, Relationship Marketing, Customer Trust, Customer Satisfaction.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial  kualitas pelayanan, relationship marketing dan kepercayaan konsumen terhadap kepuasan pelanggan Karni Salon di Pulo Bandring Kisaran. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif, analisis data regresi linear berganda. Sampel ditentukan dengan metode purposive sampling sebanyak 96 responden. Uji validitas dan reliabilitas juga dilakukan terhadap responden sebagai sampel. Hasil analisis regresi linear berganda yaitu: Y = 1,386 + 0,223X1 + 0,376X2 + 0,592X3. Hasil uji F membuktikan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, yaitu secara simultan kualitas pelayanan, relationship marketing, dan kepercayaan konsumen terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai Fhitung (33,546) > Ftabel (2,70). Hasil uji t membuktikan bahwa secara parsial kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai thitung (3,450) > ttabel (1,985), relationship marketing berpengaruh terhadap kepuasaan pelanggan dengan nilai thitung (3,453) > ttabel (1,985), dan kepercayaan konsumen berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai thitung (6,339) > ttabel (1,985). Berdasarkan nilai thitung, variabel kepercayaan konsumen merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Hasil uji R2 membuktikan bahwa nilai adjusted R square yaitu 0,433, menjelaskan bahwa besarnya pengaruh yang dihasilkan  kualitas pelayanan, relationship marketing, dan kepercayaan konsumen terhadap kepuasan pelanggan 43,3%, kemudian 56,7% selebihnya dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya yang tidak termasuk pada penelitian ini. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Relationship Marketing, Kepercayaan konsumen, Kepuasan Pelanggan

PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP MINAT BELI PRODUK GLAD2GLOW PADA GENERASI Z DI TIKTOK

Indah Mayasari S, Dian Wahyuni
Abstract: Abstract: This study aims to determine the simultaneous and partial effects of price, product quality, and brand image of Glad2glow on the purchase intention of Generation Z TikTok users. This research is a descriptive quantitative… uantitative study. Data analysis was conducted using multiple linear regression, with a sample determined through a non-probability sampling method utilizing the Lemeshow formula for populations of unknown size, resulting in 96 respondents. Validity and reliability tests were also performed on the respondents as the sample. The results of the multiple linear regression analysis are: Y = 5.293 + 0.118X1 + 0.270X2 + 0.222X3. The t-test results demonstrate that, partially, price has a significant effect on purchase intention with a t-count (3.895) > t-table (1.98580); product quality has a positive and significant effect on purchase intention with a t-count (4.043) > t-table (1.98580); and brand image has a positive and significant effect on purchase intention with a t-count (2.557) > t-table (1.98580). Based on the t-count values, it is proven that H1 is accepted and H0 is rejected, with the product quality variable being the most dominant factor influencing purchase intention. The F-test results prove that H2 is accepted and H0 is rejected, indicating that price, product quality, and brand image simultaneously influence purchase intention with an F-count (15.569) > F-table (2.70). The R2 test results show an adjusted R square value of 0.515, explaining that the extent of the influence exerted by price, product quality, and brand image on purchase intention is 51.5%, while the remaining 48.5% is influenced by other factors not included in this study.  Keywords: Price, Product Quality, Brand Image, Purchase Intention.   \Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial harga, kualitas produk, dan citra merek Glad2glow terhadap minat beli pada generasi z pengguna TikTok. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif, analisis data menggunakan regresi linear berganda, sampel ditentukan dengan metode non-probability sampling melalui rumus Lemeshow untuk populasi yang tidak diketahui jumlahnya secara pasti sehingga berjumlah 96 responden. Uji validitas dan reliabilitas juga dilakukan terhadap responden sebagai sampel. Hasil analisis regresi linear berganda yaitu: Y = 5,293 + 0,118X1 + 0,270X2 + 0,222X3. Hasil uji t membuktikan bahwa secara parsial harga berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan nilai thitung (3,895) > ttabel (1,98580), kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli dengan nilai thitung (4,043) > ttabel (1,98580), dan citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli dengan nilai thitung (2,557) > ttabel (1,98580). Berdasarkan nilai thitung membuktikan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, variabel kualitas produk merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi minat beli. Hasil uji F membuktikan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak, yaitu secara simultan harga, kualitas produk, dan citra merek berpengaruh terhadap minat beli dengan nilai Fhitung (15,569) > Ftabel (2,70). Hasil uji R2 membuktikan bahwa nilai adjusted R square yaitu 0,515, menjelaskan bahwa besarnya pengaruh yang dihasilkan harga, kualitas produk, dan citra merek terhadap minat beli adalah 51,5%, kemudian 48,5% selebihnya dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya yang tidak termasuk pada penelitian ini. Kata Kunci: Harga, Kualitas Produk, Citra Merek, Minat Beli.

PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN, PENGALAMAN PELANGGAN DAN CITRA MEREK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PENGGUNA TELKOMSEL (STUDI KASUS DESA TITI MERAH KECAMATAN LIMA PULUH PESISIR)

Ella Jasnita, Dian Wahyuni
Abstract: Abstract: This study aims to determine the effect of customer satisfaction, customer experience, and brand image partially on customer loyalty among Telkomsel users in Desa Merah, Lima Puluh Pesisir District. This research… ch uses a quantitative descriptive method. Data analysis was conducted using multiple linear regression, with a sample of 96 respondents. The results of the regression analysis produced the equation: Y = 0.540 + 0.340X? ? 0.284X? + 0.624X?. The results of the t-test show that the first hypothesis (H?) is accepted, meaning that partially customer satisfaction has a positive and significant effect on customer loyalty (t-value 2.422 > t-table 1.985). Customer experience also has a significant effect on customer loyalty (t-value 2.206 > t-table 1.985). Brand image has a significant effect on customer loyalty (t-value 3.760 > t-table 1.985). The F-test results show that the hypothesis (H?) is accepted, meaning that simultaneously customer satisfaction, customer experience, and brand image influence customer loyalty (F-value 14.899 > F-table 2.70). The adjusted R² value is 0.535, indicating that customer satisfaction, customer experience, and brand image explain 53.5% of the variation in customer loyalty, while the remaining 46.5% is influenced by other factors not included in this study. Keywords: Customer Satisfaction, Customer Experience, Brand Image, Customer Loyalty.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan pelanggan, pengalaman pelanggan dan citra merek secara parsial terhadap loyalitas pelanggan pengguna Telkomsel di Desa Titi Merah Kecamatan Lima Puluh Pesisir. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif, analisis data menggunakan regresi linear berganda, serta sampel yang digunakan sebanyak 96 responden. Hasil analisis regresi inear berganda menghasilkan persamaan Y = 0,540 + 0,340X1 – 0,284X2 + 0,624X3. Hasil uji-t, hipotesis pertama (H1) diterima, yaitu secara parsial kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai thitung (2,422) > ttabel (1,985), secara parsial pengalaman pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai thitung (2,206) > ttabel (1,985) serta secara parsial citra merek berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai thitung (3,760) > ttabel (1,985). Hasil uji-F, hipotesis kedua (H2) diterima, yaitu secara simultan kepuasan pelanggan, pengalaman pelanggan dan citra merek berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai Fhitung (14,899) > Ftabel (2,70). Hasil uji-R2, yaitu nilai adjusted R square 0,535, artinya pengaruh yang dihasilkan kepuasan pelanggan, pengalaman pelanggan dan citra merek terhadap loyalitas pelanggan adalah 53,5%, sementara 46,5% selebihnya dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya yang tidak termasuk pada penelitian ini. Kata Kunci:    Kepuasan Pelanggan, Pengalaman Pelanggan, Citra Merek, Loyalitas Pelanggan

PENGARUH PROGRAM LOYALITAS BERBASIS POIN FITUR LANGGANAN OTOMATIS DAN REWARD PELANGGAN BERDASARKAN AKTIVITAS TERHADAP REPURCHASEINTENTION PADA TOKO PAKAIAN DI SHOPEE

Selvia, Dian Wahyuni
Abstract: Abstract: This study aims to determine the simultaneous and partial effects of point-based loyalty, auto-subscription, and customer rewards on repurchase intention at clothing stores in Shopee e-commerce. This research is… s a descriptive quantitative study, utilizing multiple linear regression for data analysis. The sample was determined using a non-probability sampling method through the Krejcie & Morgan sampling technique, consisting of 100 respondents. Validity and reliability tests were also conducted on the respondents as the research sample. The results of the multiple linear regression analysis are: Y = 21.905 + 0.734X1 + 0.196X2 + 0.084X3. The F-test results prove that H1 is accepted and H0 is rejected, indicating that point-based loyalty, auto-subscription, and customer rewards simultaneously influence repurchase intention with an Fcount (44.611) > Ftable (2.70). The t-test results prove that point-based loyalty partially influences repurchase intention with a tcount (7.453) > ttable (1.985), auto-subscription influences repurchase intention with a tcount (2.081) > ttable (1.985), and customer rewards influence repurchase intention with a tcount (2.097) > tcount (1.985). Based on the t-count values, the point-based loyalty variable is the most dominant factor influencing repurchase intention. The R2 test results show an adjusted R-square value of 0.582, explaining that the influence of point-based loyalty, auto-subscription, and customer rewards on repurchase intention is 58.2%, while the remaining 41.8% is influenced by other factors not included in this study. Keywords: Point-Based Loyalty, Auto-Subscription, Customer Rewards, Repurchase Intention   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial loyalitas berbasis poin, langganan otomatis, dan reward pelanggan terhadap repurchase intention pada toko pakaian di e-commerce Shopee. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif, analisis data menggunakan regresi linear berganda, sampel ditentukan dengan metode non-probability sampling melalui teknik penarikan sampel Krejcie & Morgan yang berjumlah 100 responden. Uji validitas dan reliabilitas juga dilakukan terhadap responden sebagai sampel. Hasil analisis regresi linear berganda yaitu: Y = 21,905 + 0,734X1 + 0,196X2 + 0,084X3. Hasil uji F membuktikan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, yaitu secara simultan loyalitas berbasis poin, langganan otomatis, dan reward pelanggan berpengaruh terhadap repurchase intention dengan nilai Fhitung (44,611) > Ftabel (2,70). Hasil uji t membuktikan bahwa secara parsial loyalitas berbasis poin berpengaruh terhadap repurchase intention dengan nilai thitung (7,453) > ttabel (1,985), langganan otomatis berpengaruh terhadap repurchase intention dengan nilai thitung (2,081) > ttabel (1,985), dan reward pelanggan berpengaruh terhadap repurchase intention dengan nilai thitung (2,097) > ttabel (1,985). Berdasarkan nilai thitung, variabel loyalitas berbasis poin merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi repurchase intention. Hasil uji R2 membuktikan bahwa nilai adjusted R square yaitu 0,582, menjelaskan bahwa besarnya pengaruh yang dihasilkan loyalitas berbasis poin, langganan otomatis, dan reward pelanggan terhadap repurchase intention adalah 58,2%, kemudian 41,8% selebihnya dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya yang tidak termasuk pada penelitian ini. Kata Kunci: Loyalitas Berbasis Poin, Langganan Otomatis, Reward Pelanggan, Repurchase Intention

PENGEMBANGAN MODEL SUPERVISI PENDIDIKAN ‘JUANDI’ BERBASIS PENJAMINAN MUTU DAN INOVASI BERKELANJUTAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN

Nababan, Juandi, Bella Morita, Simarmata, Juliman, Gultom, Rafles Sergius, Samosir, Lustani
Abstract: Abstract: This study aims to develop an educational supervision model called “JUANDI,” which is based on quality assurance and continuous innovation to improve the quality of learning in schools. The background of this research… is research is rooted in the fact that supervision practices are still often administrative in nature and less oriented toward enhancing teacher professionalism and learning quality. The JUANDI model is designed as an integrative solution that combines six main components: Quality Assurance in Education, Excellence in Competence, Accountability in Management, Values and Character Development, Digitalization of Learning, and Continuous Innovation. This research employs a Research and Development (R&D) approach consisting of several stages, including needs analysis, model design, expert validation, revision, and limited trials. The research subjects include school principals and teachers within an educational institution. Data collection techniques involve observation, interviews, and questionnaires, while data analysis is conducted using both qualitative descriptive and quantitative approaches. The results indicate that the JUANDI supervision model has a high level of validity based on expert judgment, covering aspects of construct, content, and practicality. The limited implementation of the model shows improvements in the quality of learning, particularly in lesson planning, the teaching and learning process, and learning evaluation. In addition, the model contributes to enhancing teacher competence, encouraging the integration of digital technology in instruction, and strengthening students’ character values.In conclusion, the JUANDI supervision model is considered effective and relevant as an innovative alternative in educational supervision that aligns with the demands of 21st-century education. It is expected to contribute to sustainable educational quality improvement through a systematic, collaborative, and data-driven supervision approach. Keywords: Educational Supervision, JUANDI Model, Quality Assurance, Continuous Innovation, Learning Quality   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model supervisi pendidikan yang disebut “JUANDI,” yang berbasis pada penjaminan mutu dan inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Latar belakang penelitian ini berakar pada kenyataan bahwa praktik supervisi masih sering bersifat administratif dan kurang berorientasi pada peningkatan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran. Model JUANDI dirancang sebagai solusi integratif yang menggabungkan enam komponen utama: Penjaminan Mutu dalam Pendidikan, Keunggulan dalam Kompetensi, Akuntabilitas dalam Manajemen, Pengembangan Nilai dan Karakter, Digitalisasi Pembelajaran, dan Inovasi Berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang terdiri dari beberapa tahapan, termasuk analisis kebutuhan, desain model, validasi ahli, revisi, dan uji coba terbatas. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah dan guru di suatu lembaga pendidikan. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model supervisi JUANDI memiliki tingkat validitas yang tinggi berdasarkan penilaian ahli, meliputi aspek konstruksi, isi, dan kepraktisan. Penerapan model yang terbatas menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya dalam perencanaan pembelajaran, proses pengajaran dan pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran. Selain itu, model ini berkontribusi pada peningkatan kompetensi guru, mendorong integrasi teknologi digital dalam pengajaran, dan memperkuat nilai-nilai karakter siswa. Kesimpulannya, model supervisi JUANDI dianggap efektif dan relevan sebagai alternatif inovatif dalam supervisi pendidikan yang selaras dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan melalui pendekatan supervisi yang sistematis, kolaboratif, dan berbasis data. Kata Kunci: Supervisi Pendidikan, Model JUANDI, Penjaminan Mutu, Inovasi Berkelanjutan, Kualitas Pembelajaran.