Abstract:Abstract: The development of tourism villages is widely recognized as an effective strategy for promoting community empowerment and strengthening local economic resilience, particularly in areas endowed with rich natural…
and cultural resources. Saporkren Village, located in the Raja Ampat region, possesses significant potential for nature-based tourism and local wisdom; however, this potential has not been fully optimized to improve community welfare. This study aims to analyze the role of community empowerment through tourism village development as an effort to strengthen the local economy in Saporkren Village. This study employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis. Research informants included village officials, tourism village managers, local business actors, and community members directly involved in tourism activities. Data analysis was conducted using thematic analysis, encompassing data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The findings indicate that tourism village development in Saporkren Village has contributed positively to community empowerment, as evidenced by increased community participation in tourism management, the growth of local micro-enterprises, and improved human resource capacity through training and mentoring programs. The economic impacts include increased household income, the creation of new employment opportunities, and the development of local creative economic activities. Nevertheless, several challenges remain, including limited supporting infrastructure, restricted market access, and issues related to the sustainability of empowerment programs. This study concludes that community empowerment through tourism village development plays a strategic role in strengthening the local economy. Therefore, collaborative efforts among local governments, communities, and relevant stakeholders are essential to ensure the sustainable development of community-based tourism in Saporkren Village.
Keyword: community empowerment, tourism village, local economy, community-based tourism, Saporkren Village
Abstrak: Pengembangan desa wisata merupakan salah satu strategi yang dinilai efektif dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal, khususnya di wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang unggul. Kampung Saporkren, yang terletak di kawasan Raja Ampat, memiliki potensi wisata berbasis alam dan kearifan lokal yang besar, namun belum sepenuhnya dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata sebagai upaya penguatan ekonomi lokal di Kampung Saporkren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi aparat kampung, pengelola desa wisata, pelaku usaha lokal, dan masyarakat yang terlibat langsung dalam aktivitas pariwisata. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata di Kampung Saporkren berkontribusi positif terhadap pemberdayaan masyarakat, yang ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata, pengembangan usaha mikro berbasis lokal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan. Dampak ekonomi yang dirasakan meliputi peningkatan pendapatan masyarakat, terciptanya lapangan kerja baru, dan tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur pendukung, akses pemasaran, dan keberlanjutan program pemberdayaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan keberlanjutan pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Kampung Saporkren.
Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Desa Wisata, Ekonomi Lokal, Pariwisata Berbasis Masyarakat, Kampung Saporkren
Abstract:Abstract:The existence of the internet cannot be denied that it has brought various influences to every aspect of human life, including in terms of the agreement itself, which was initially in conventional form (written…
and verbal), now a new form of agreement has emerged, namely an electronic agreement or contract. Some of the websites use a standard contract model, some social media accounts use mutual agreements via short messages, but sometimes the seller becomes the party that dominates the creation of the contract. The formulation of the problem of this research is How is the regulation of electronic legal force in sales and purchase agreements through e-commerce that can be applied in Indonesia? How is the urgency of electronic legal protection in sales and purchase agreements through e-commerce? The type of research used in this journal is normative legal research. The type of data used is secondary data consisting of two legal materials, namely primary legal materials in the form of laws and regulations related to the subject matter and secondary legal materials in the form of literature, journals, papers, articles and dictionaries related to this journal. Regulations on the legal force of electronic contracts in e-commerce sales contracts that can be implemented in Indonesia. Legal policies in the field of e-commerce law have essentially been regulated and recognized in Indonesia, but these regulations are still partial or partially applicable to e-commerce activities in Indonesia. The urgency of electronic legal protection in e-commerce sales contracts. In the creation of electronic contracts, businesses often include standard clauses. Since the rise of social media and businesses using social media for electronic transactions, the consumer's position has become increasingly vulnerable. Standard clauses created by businesses often marginalize these consumers. The law on e-commerce must regulate the obligation for businesses to clearly identify themselves and to include detailed product specifications on their websites.
Keywords: ; Contracts; Sale and Purchase; E-Commerce.
Abstrak: Keberadaan internet tidak dapat dipungkiri lagi membawa berbagai pengaruh pada setiap aspek kehidupan manusia tak terkecuali dalam hal perjanjian itu sendiri yang awalnya berbentuk konvensional (tertulis dan lisan) kini telah muncul suatu bentuk perjanjian baru, yaitu perjanjian atau kontrak elektronik. Beberapa dari website-website menggunakan model kontrak baku, beberapa akun media sosial mnenggunakan kesepakatan bersama melalui pesan singkat, namun terkadang penjual menjadi pihak yang mendominasi pembuatan kontrak tersebut. Perumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana pengaturan kekuatan hukum elektronik dalam perikatan jual beli melalui e-commerce yang dapat diterapkan di Indonesia? Bagaimana urgensi perlindungan hukum elektronik dalam perikatan jual beli melalui e-commerce? Jenis penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah penelitian hukum normatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari dua bahan hukum yaitu bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pokok permasalahan dan bahan hukum sekunder berupa literatur-literatur, jurnal-jurnal, makalah-makalah, artikel-artikel serta kamus-kamus yang berkaitan dengan jurnal ini. Pengaturan kekuatan hukum elektronik dalam perikatan jual beli melalui e-commerce yang dapat diterapkan di Indonesia kebijakan hukum di bidang hukum e- commerce pada dasarnya telah diatur dan diakui di Indonesia, namun pengaturan tersebut masih secara parsial atau sebagian dari kegiatan e-commerce di Indonesia. Urgensi perlindungan hukum elektronik dalam perikatan jual beli melalui E-Commerce dalam pembuatan kontrak elektronik, pelaku usaha seringkali mencantumkan klausula baku di dalamnya. Semenjak media sosial mewabah dan pelaku usahapun menggunakan media sosial untuk melakukan transaksi elektronik, posisi konsumen menjadi semakin lemah. Klausula baku yang dibuat oleh pelaku usaha seringkali memojokkan posisi dari konsumen tersebut. Undang-undang tentang e-commerce harus mengatur tentang kewajiban bagi pelaku usaha untuk memberikan identitasnya dengan jelas, saat mencantumkan spesifikasi produk pada halaman website harus jelas secara detil.
Kata Kunci : Perikatan; Jual-Beli; E-Commerce.
Abstract:Abstract: This research examines the inconsistency in the application of the concept of participation (medeplegen) based on legal regulations in Indonesia. Indonesia as a state of law (rechtsstaat) requires consistency in…
n the application of legal norms, including criminal law. However, in practice, there are often inconsistencies in the application of participation regulations as stipulated in Article 55 of the Criminal Code (KUHP) in conjunction with Article 20 of the National Criminal Code (KUHP Nasional) of 2023. This study uses normative legal research methods with statutory and case approaches. The results of the research indicate that first, the juridical provisions regarding the concept of participation in the criminal law system include several forms: pleger (person who commits), doen pleger (person who causes another to commit), medepleger (person who participates in committing), and uitlokker (person who incites). Second, the inconsistency in applying the concept of participation occurs due to differences in interpretation between law enforcers, lack of clear guidelines in distinguishing forms of participation, and the transition period between the old Criminal Code and the National Criminal Code of 2023. This research recommends the need for technical guidelines from the Supreme Court and intensive socialization regarding the implementation of participation provisions in the new national criminal law.
Keywords: Participation, Medeplegen, Criminal Law, Inconsistency, National Criminal Code
Abstrak: Penelitian ini mengkaji inkonsistensi penerapan konsep penyertaan (medeplegen) berdasarkan peraturan hukum di Indonesia. Indonesia sebagai negara hukum (rechtsstaat) menghendaki konsistensi dalam penerapan norma hukum, termasuk hukum pidana. Namun dalam praktiknya, seringkali terjadi inkonsistensi dalam penerapan regulasi penyertaan sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 20 KUHP Nasional Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ketentuan yuridis konsep penyertaan dalam sistem hukum pidana mencakup beberapa bentuk: pleger (orang yang melakukan), doen pleger (orang yang menyuruh melakukan), medepleger (orang yang turut serta melakukan), dan uitlokker (orang yang menganjurkan). Kedua, inkonsistensi penerapan konsep penyertaan terjadi karena perbedaan penafsiran antaraparat penegak hukum, tidak adanya pedoman yang jelas dalam membedakan bentuk-bentuk penyertaan, serta masa transisi antara KUHP lama dengan KUHP Nasional 2023. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pedoman teknis dari Mahkamah Agung dan sosialisasi intensif mengenai implementasi ketentuan penyertaan dalam hukum pidana nasional yang baru.
Kata Kunci: Penyertaan, Medeplegen, Hukum Pidana, Inkonsistensi, KUHP Nasional
Abstract:Abstract: Cancer is a non-communicable disease characterized by the presence of abnormal tissue that is malignant. The speed of cancer growth cannot be controlled and the cancer can spread to other tissues in the patient's…
's body. There are several types of cancer, one of which is prostate cancer. Prostate cancer usually occurs in parts of the male reproductive system that surrounds the urinary tract and usually occurs in older men, but does not rule out it will occur in younger men. One way to detect prostate cancer is by gene expression using microarray technology. Microarray technology can combine thousands of gene expressions simultaneously in one experiment. However, microarray data has very large dimensions, so a dimension reduction process is needed in microarray data with the aim of eliminating features that are less relevant and to increase the accuracy value in the microarray data classification process later. The dimension reduction process is carried out by selecting features using PCA. After the dimension reduction process is carried out, the next step is to carry out the classification process using RF. In this study, PCA was not able to improve the results of the accuracy of the RF classification as expected because RF without reduction has provided the best accuracy of 95.23%. This is due to the nature of RF, namely the more trees that are built, the higher the resulting accuracy results, while the nature of PCA is to reduce or reduce the number of matrices by reflecting the original data to the new data matrix.
Keyword: Microarray, Reduction, PCA, RF
Abstrak: Kanker merupakan penyakit tidak menular yang ditandai adanya jaringan abnormal bersifat ganas. Kecepatan dari pertumbuhan kanker tidak dapat dikendalikan dan kanker dapat menyebar ke jaringan lain pada tubuh penderita. Ada beberapa jenis penyakit kanker salah satunya yaitu kanker prostat. Kanker prostat biasanya terjadi pada bagian sistem reproduksi pria yang mengelilingi saluran kemih dan biasanya terjadi pada pria lanjut usia, tetapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi pada pria yang berusia lebih muda. Adapun salah satu cara mendeteksi kanker prostat dengan ekspresi gen menggunakan teknologi microarray. Teknologi microarray dapat memantau ribuan ekpresi gen secara bersamaan dalam satu percobaan. Namun, pada data microarray memiliki dimensi yang sangat besar sehingga diperlukannya proses reduksi dimensi pada data microarray dengan tujuan untuk menghilangkan fitur yang kurang relevan dan untuk meningkatkan nilai akurasi pada proses klasifikasi data microarray nantinya. Proses reduksi dimensi dilakukan dengan menyeleksi fitur menggunakan PCA. Setelah proses reduksi dimensi telah dilakukan, langkah selanjutnya melakukan proses klasifikasi dengan menggunakan RF. Pada penelitian ini, PCA tidak mampu meningkatkan hasil akurasi dari klasifikasi RF seperti yang diharapkan karena RF tanpa reduksi telah memberikan akurasi terbaik sebesar 95,23%. Hal ini dikarenakan sifat dari RF yaitu semakin banyak pohon (tree) yang dibangun, maka akan semakin tinggi hasil akurasi yang dihasilkan, sedangkan sifat dari PCA yaitu mereduksi atau mengurangi jumlah matriks dengan mencerminkan data asli ke matriks data baru.
Kata kunci: Microarray, Reduksi, PCA, RF
Abstract:Abstract: In the retail and manufacturing industries, intense competition requires companies to make swift and precise decisions to maintain or increase profitability. Accurate sales forecasting is a fundamental key to the…
he sustainability and growth of mattress retail businesses. Rising sales volumes also impact warehouse stock requirements; however, difficulties in identifying customer demand trends can lead to potential stockouts, where specific products requested by customers cannot be fulfilled. This increase in customer demand and sales volume must be balanced with effective inventory management strategies to ensure all customer requirements are met. Consequently, this research utilizes Data Mining to predict sales patterns and customer demand through a Simple Linear Regression approach to address these challenges. Sales predictions are analyzed using the Simple Linear Regression algorithm, while the Root Mean Squared Error (RMSE) is employed to measure forecasting error. Based on the testing results, the RMSE value for product Kasur 90X200 was found to be 2.5295. The implementation of this Data Mining application is expected to provide valuable insights for business owners to optimize warehouse inventory levels, thereby supporting enhanced product marketing and sales strategies.
Keywords: Data mining, Linear Regression, Sales, Forecasting, Stock
Abstrak: Dalam industri ritel dan manufaktur, tingkat persaingan yang ketat menuntut perusahaan untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat untuk mempertahankan atau meningkatkan keuntungan. Prediksi penjualan yang akurat menjadi kunci utama bagi keberlangsungan dan pertumbuhan toko kasur. Peningkatan penjualan juga berimpact pada tuntutan akan ketersediaan stock di gudang, dimana hal ini berpengaruh pada sulit untuk menentukan trend permintaan pelanggan, sehingga potensi beberapa produk yang diminta oleh pelanggan tidak dapat dipenuhi. Meningkatnya permintaan pelanggan dan volume penjualan tersebut harus diimbangi dengan strategi penyediaan barang di gudang agar setiap permintaan pelanggan dapat terpenuhi. Atas dasar hal itu maka perlu kiranya dilakukan penelitian dengan memanfaatkan Data Mining untuk dapat memprediksi pola penjualan dan permintaan pelanggan dengan pendekatan Regresi Linear sederhana sehingga didapatkan solusi atas permasalahan yang terjadi tersebut. Prediksi penjualan diteliti dengan menggunakan algoritma regresi linear sederhana dan nilai error yang digunakan untuk mengukur kesalahan peramalan yaitu Root Mean Squared Error (RMSE). Berdasarkan hasil pengujian nilai RMSE untuk produk Kasur 90X200 sebesar 2,5295. Hasil implementasi dari aplikasi Data Mining ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemilik usaha untuk meningkatkan ketersediaan barang di gudang sehingga peningkatan pemasaran produk dan strategi penjualan dapat tercapai.
Kata kunci: Data Mining, Regresi Linear, Penjualan, Prediksi, Stok
Abstract:Abstract: This study examines the implementation of Technical and Vocational Education and Training (TVET) in improving students’ employability in Indonesian Vocational High Schools (SMK). The analysis focuses on four…
four operational components: institutional management, workshop organization, training approaches, and industry-based curriculum practices. The research background highlights the persistent mismatch between the expected role of SMK as producers of skilled workers and the low employment rate of their graduates. Using a qualitative case study in selected SMK, the findings reveal that improving work readiness depends not only on teaching competencies but also on the effectiveness of operational systems in these four areas. The results show that institutional governance largely shapes industrial collaboration, instructional quality, and evaluation systems aligned with labor market demands. Industry-standard workshops significantly strengthen students’ technical skills through practical activities using relevant tools and procedures. Training models such as project-based learning, teaching factory, and internships enhance practical competencies and work attitudes. Meanwhile, flexible and collaborative curricula improve the relevance of graduate skills to industry needs.
Keyword: TVET, SMK, kesiapan kerja, workshop kejuruan, kurikulum industri, pelatihan vokasi
Abstrak: Penelitian ini mengkaji penerapan Technical and Vocational Education and Training (TVET) dalam meningkatkan kesiapan kerja peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia. Fokus penelitian mencakup empat aspek utama, yaitu manajemen institusi, pengelolaan workshop, metode pelatihan, dan implementasi kurikulum berbasis industri. Latar belakang penelitian didasari rendahnya serapan lulusan SMK di pasar kerja meskipun SMK ditujukan sebagai penghasil tenaga kerja terampil. Melalui studi kasus kualitatif pada beberapa SMK, ditemukan bahwa peningkatan kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pedagogis guru, tetapi juga oleh kualitas operasional keempat aspek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola manajemen berperan penting dalam menjalin kemitraan industri, mengatur mutu pembelajaran, dan merancang sistem evaluasi berbasis kebutuhan pasar. Workshop berstandar industri turut meningkatkan kompetensi teknis siswa melalui praktik menggunakan peralatan dan prosedur terkini. Metode pelatihan seperti project-based learning, teaching factory, dan magang industri mendorong keterampilan praktis serta etos kerja. Kurikulum yang fleksibel dan disusun bersama industri memperkuat relevansi kompetensi lulusan. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan TVET membutuhkan sinergi kebijakan antara sekolah, industri, dan pemerintah dalam pendanaan, kurikulum, sertifikasi, dan penyediaan instruktur.
Kata kunci: TVET, SMK, kesiapan kerja, workshop kejuruan, kurikulum industri, pelatihan vokasi.
Abstract:Abstract:School canteens generate transaction data every day, but in many cases this data has not been optimally utilized to support managerial decision making. This study aims to analyze sales patterns in a school canteen…
en using the Apriori algorithm as one of the data mining techniques to discover association rules between products. The data used in this study consist of 300 sales transactions collected over a three-month period. The research method includes data collection, preprocessing, determination of minimum support and confidence values, generation of frequent itemsets, and formation of association rules. The results show several product combinations that are frequently purchased together and have high support and confidence values. These findings can be used as a basis for decision making in inventory management, product arrangement, and sales strategy in school canteens.
Keywords: Data Mining, Apriori Algorithm, School Canteen, Decision Support
Abstrak: Kantin sekolah menghasilkan data transaksi penjualan setiap hari, namun dalam banyak kasus data tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penjualan di kantin sekolah menggunakan algoritma Apriori sebagai salah satu teknik data mining untuk menemukan aturan asosiasi antar produk. Data yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 300 transaksi penjualan yang dikumpulkan selama periode tiga bulan. Metode penelitian meliputi pengumpulan data, praproses data, penentuan nilai minimum support dan confidence, pembentukan frequent itemset, serta pembentukan aturan asosiasi. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kombinasi produk yang sering dibeli secara bersamaan dan memiliki nilai support serta confidence yang tinggi. Hasil ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan stok, penataan produk, dan strategi penjualan di kantin sekolah.
Kata kunci: Data Mining, Algoritma Apriori, Kantin Sekolah, Pengambilan Keputusan
Abstract:Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in Indonesia’s economy, including in Dumai City; however, they continue to face challenges in expanding market reach and enhancing competitiveness,…
titiveness, particularly in adopting digital marketing technologies. This study aims to synthesize relevant literature on digital marketing strategies and their impact on MSME economic growth in Dumai City. A qualitative approach using a literature review method was employed to analyze previous studies related to digital marketing, e-commerce, and digital transformation among MSMEs. The findings indicate that digital marketing implementation significantly improves sales performance, product visibility, and customer interaction, with some MSMEs reporting substantial revenue increases, even exceeding twofold growth over the past two years. The utilization of social media platforms and digital marketplaces has become a key driver in expanding market access beyond local geographic boundaries. Nevertheless, challenges remain, including limited digital literacy, infrastructure constraints, and underutilization of websites as marketing tools. This study highlights that integrated digital marketing strategies supported by continuous training and institutional assistance are essential to strengthen MSME competitiveness and achieve sustainable growth in the digital era.
Keywords: MSMEs, digital marketing, e-commerce, digital transformation, Dumai City.
Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Kota Dumai, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing, khususnya dalam adopsi teknologi pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis literatur terkait strategi pemasaran digital dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi UMKM di Kota Dumai. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka (literature review) dengan menganalisis berbagai penelitian relevan mengenai digital marketing, e-commerce, serta transformasi digital pada UMKM. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pemasaran digital secara signifikan meningkatkan penjualan, visibilitas produk, serta interaksi dengan konsumen, bahkan beberapa UMKM melaporkan peningkatan omzet hingga lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun terakhir. Pemanfaatan media sosial dan marketplace digital menjadi faktor utama dalam memperluas pasar di luar batas geografis lokal. Namun demikian, keterbatasan literasi digital, infrastruktur, serta pemanfaatan website yang belum optimal masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi pemasaran digital yang terintegrasi, didukung oleh pelatihan dan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah dan pemangku kepentingan, sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan berkelanjutan UMKM di era digitalisasi.
Kata kunci: UMKM, pemasaran digital, e-commerce, transformasi digital, Kota Dumai.
Abstract:Abstract: Budhi Asih Regional General Hospital in Cawang, East Jakarta is a type B+ referral and teaching hospital with a high number of outpatient visits, particularly in the Internal Medicine Polyclinic, which serves an…
n average of 200–250 patients daily. This condition often leads to queue congestion, long waiting times, and patient discomfort. This study aims to design a digital-based queue system application to improve service efficiency, reduce patient congestion, and provide real-time queue information. The research method applied was prototyping, consisting of user requirement identification, initial design, system testing using black box testing, followed by evaluation and revision. Data were collected through observation, interviews with three registration officers, and questionnaires. The results showed that the application performed according to user needs with minor improvements required in the user interface design. The implementation of this system is expected to reduce waiting times, enhance the regularity of service schedules, and support the achievement of hospital minimum service standards in accordance with Ministry of Health regulations.
Keywords: Queue System, Prototyping, Black Box Testing, Healthcare Services, Budhi Asih Cawang Regional Hospital
Abstrak: RSUD Budhi Asih Cawang Jakarta Timur merupakan rumah sakit rujukan tipe B+ pendidikan dengan jumlah kunjungan rawat jalan yang tinggi, khususnya pada Poliklinik Penyakit Dalam yang rata-rata melayani 200–250 pasien perhari. Kondisi ini kerap menimbulkan kepadatan antrean, lamanya waktu tunggu, serta ketidaknyamanan pasien. Penelitian ini bertujuan merancang aplikasi sistem antrian berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi layanan, meminimalkan penumpukan pasien, dan menyediakan informasi antrean secara real-time. Metode penelitian menggunakan pendekatan prototyping dengan tahapan identifikasi kebutuhan (user requirement), perancangan desain awal, pengujian sistem menggunakan black box testing, serta evaluasi dan revisi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tiga petugas pendaftaran, dan kuesioner. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi berjalan sesuai kebutuhan pengguna dengan beberapa perbaikan minor pada tampilan antarmuka. Implementasi sistem ini diharapkan mampu mengurangi waktu tunggu, meningkatkan keteraturan jadwal pelayanan, serta mendukung pencapaian standar pelayanan minimal rumah sakit sesuai regulasi Kementerian Kesehatan.
Kata kunci: Sistem Antrian, Prototyping, Black Box Testing, Pelayanan Kesehatan, RSUD Budhi Asih
Abstract:Abstract : Oil palm fronds are an abundant plantation waste with strong potential to be utilized as raw material for compost, animal feed, and biomass. This study aims to optimize the performance of chopping blades in an…
oil palm frond chopping machine in order to obtain uniform chopping results and improve machine efficiency. The methods used include variations in blade shape, cutting angle, number of blades, and shaft rotational speed. The observed parameters include chopping capacity, size of chopped material, energy consumption, and blade wear rate. The machine consists of several components that support the chopping process, including a cutting blade disc, shaft, and fan plate. The machine is equipped with a total of 25 blades, consisting of 4 cutting blades and 21 chopping blades. The results show that certain blade design combinations with optimal cutting angles and rotational speeds can increase chopping capacity and produce more uniform chopped sizes with lower energy consumption compared to horizontal chopping blades. The optimization of the chopping blades is expected to improve the performance of the oil palm frond chopping machine and support the sustainable utilization of plantation waste.
Keywords: oil palm fronds, chopping machine, chopping blades, optimization, plantation waste
Abstrak: Pelepah kelapa sawit merupakan limbah perkebunan yang jumlahnya melimpah dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos, pakan ternak, maupun biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja pisau pencacah pada mesin pencacah pelepah sawit guna memperoleh hasil cacahan yang seragam serta meningkatkan efisiensi kerja mesin. Metode yang digunakan meliputi variasi bentuk pisau, sudut potong, jumlah pisau, dan kecepatan putar poros. Parameter yang diamati meliputi kapasitas pencacahan, ukuran hasil cacahan, konsumsi energi, dan tingkat keausan pisau. Mesin tersebut memiliki beberapa komponen dalam membantu proses cacahan diantaranya yaitu piringan pisau potong, poros dan plat kipas. Mesin ini memiliki jumlah pisau sebanyak 25 buah diantaranya terdiri dari 4 pisau potong dan 21 pisau pencacah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi desain pisau tertentu dengan sudut potong dan kecepatan putar yang optimal mampu meningkatkan kapasitas pencacahan serta menghasilkan ukuran cacahan yang lebih seragam dengan konsumsi energi yang lebih rendah dibandingkan dengan pisau pencacah mendatar. Optimalisasi pisau pencacah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja mesin pencacah pelepah sawit serta mendukung pemanfaatan limbah perkebunan secara berkelanjutan.
Kata kunci: pelepah sawit, mesin pencacah, pisau pencacah, optimalisasi, limbah perkebunan