Search Articles & Publications

Showing 149 articles found for "Farm"

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK MENGGUNAKAN REBUSAN DAUN SALAM DENGAN MASALAH NYERI PADA GOUT ARTHRITIS DI DESA KARANGGEDANG KECAMATAN BUKATEJA

Farah Dilah Meisa, Priyatin Sulistiowati, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Gout arthritis yaitu penyakit yang terjadi akibat metabolisme purin dan dapat ditandai dengan adanya keadaan kadar purin. Gout arthritis tergolong penyakit degeneratif yang menyerang pada persendian dan sering ditemui di… kalangan masyarakat terutama pada lansia yang menimbulkan nyeri. Yang bertujuan untuk menurunkan skala rasa nyeri setelah diberikan rebusan daun salam dapat dipengaruhi oleh senyawa eugunol yang terkandung didalam daun salam, berperan sebagai analgetik. Oleh karena itu, rasa nyeri pada sendi yang terjadi oleh klien dapat menurun. Dan untuk mengetahui Gambaran asuhan keperawatan gerontik menggunakan pemberian rebusan daun salam dengan masalah utama nyeri pada gout arthritis. Desain ini menggunakan studi kasus melalui asuhan keperawatan pada pasien Ny.S dengan masalah keperawatan nyeri kronis serta dilakukan pengkajian, dianosa, rencana tindakan, tindakan keperawatan dan evaluasi. Pengkajian ditemukan keluhan utama nyeri pada Ny.S serta mengangkat diagnosa nyeri kronis  hingga intervensi keperawatan yang diberikan adalah pemberian rebusan daun salam 1x sehari semala 1 minggu, evaluasi yang didapat adanya penurunan skala nyeri pada Ny.S dari 7 menjadi 3. Kesimpulan yang dapat diambil metode penerapan pemberian rebusan daun salam sebagai terapi nonfarmakologi untuk menurunkan tingkat nyeri.  

PENERAPAN TERAPI MUROTTAL AL-FATIHAH UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGRAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA

Ramadani, Kuatin, Sundari , Ririn Isma, Rahmawati, Arni Nur
Abstract: Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya… ngnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan     internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat  tentang lingkungan  tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.

IMPLEMENTASI TERAPI MUSIK UNTUK MENURUNKAN GEJALA HALUSINASI PENDENGARAN

Fina Milatul Husna, Fina Milatul Husna, Sundari , Ririn Isma, Rahmawati, Arni Nur
Abstract: Skizofrenia merupakan salah satu golongan gangguan jiwa berat dengan penyebab yang heterogen baik dari gejala klinisnya, respon dari pengobatan, serta perjalanan penyakitnya yang bervariasi. Tanda dan gejala skizofrenia… terbagi menjadi tiga pengelompokan diantaranya gejala kognitif, gejala negatif dan gejala positif. Gejala positif yang umum pada pasien skizofrenia yaitu halusinasi. Halusinasi merupakan suatu gejala gangguan jiwa di mana pasien merasakan suatu stimulus yang nyatanya hal tersebut tidak ada. Pasien dengan halusinasi mengalami perubahan persepsi sensori, merasakan sensasi palsu misalnya penglihatan, pengecapan, perabaan, dan penciuman. Halusinasi ada beberapa jenis, salah satunya yaitu halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran bermacam-macam bentuknya, dapat berupa bunyi mendenging, suara mengancam, atau suara yang tidak ada makna tetapi sering sekali terdengar sebagai sesuatu kalimat yang berarti. Gangguan halusinasi dapat diatasi dengan cara non farmakologi, terapi non farmakologi bisa lebih aman digunakan karena tidak dapat menimbulkan efek samping seperti obat-obatan, salah satu terapi non farmakologi yang lebih efektif adalah dengan mendengarkan musik. Tujuan terapi musik yaitu dinilai sangat efektif dalam mengurangi kecemasan dan stres, membantu mendorong relaksasi, mengurangi depresi, pemecahan masalah dan dapat mengontrol halusinasi. Terapi musik dangdut pada studi kasus ini dilakukan selama 4 hari berturut-turut. Penulis menggunakan metode deskriptif di RSUD Banyumas yaitu penerapan studi kasus dengan proses tindakan keperawatan berupa dengan pengkajian, perumusan diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Studi kasus ini diharapkan dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien dan dari hasil catatan lembar keperawatan menunjukan pasien mengalami penurunan frekuensi halusinasi pendengaran dengan tanda gejala halusinasi pendengaran yang di awal 6 turun menjadi 2 poin setelah dilakukan terapi musik yang diterapkan oleh penulis

ANALISIS SALURAN PEMASARAN INDUSTRI TAHU DIKECAMATAN DOLOK MASIHUL KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

Pratiwi, Henny, Fahmi, Insan
Abstract: Under the guidance of Mr. Dedi Kusbiantoro, S.P., M.M. as chairman of the supervisory commission and Mrs. Hj. Henny Pratiwi, S.P., M.M. as a member of the advisory committee. The purpose of this study was to determine the… e pattern of tofu marketing channels, to analyze tofu marketing costs, profits and margins; and to analyze the level of economic efficiency of each tofu marketing channel in Dolok Masihul District, Serdang Bedagai Regency. The choice of research location was done purposively. The sample in this study were 19 respondents who owned the tofu industry. Field research was conducted from March 2022 to April 2022. The method used is marketing margin analysis to determine differences in price levels in marketing channels, this study also uses farmer's share analysis to determine marketing efficiency. The results of the study concluded that the fried tofu housing industry in Dolok Masihul District has 2 (two). In marketing channel I, the total marketing cost is Rp. 30/ptg, the total marketing profit for retailers is Rp. 303.33/ptg, and the marketing margin is Rp. 83.33/ptg. For marketing channel II there is no marketing fee. On stock farmers that marketing channels I and II are included in the efficient category.

PENGARUH PENGUNGKAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN DAN CSR TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SUBSEKTOR FARMASI DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2018-2021

Enjelina Situmeang, Hasibuan, Thezar Fiqih Hidayat, Anada, Rana Fathinah, Rahman, Fauziah
Abstract: This research aims to determine the effect of environmental accounting and corporate social responsibility disclosures on the financial performance of pharmaceutical sub-sector manufacturing companies listed on the Indonesia… esia Stock Exchange in 2018-2021. Environmental accounting disclosures will encourage the ability to minimize environmental problems faced by the Company, problems of environmental damage, their causes and their impact on human life both now and in the future. This encourages people to realize the importance of environmental conservation. This research uses quantitative methods. The sample in this research was 36 data collection using the company's annual report. Sampling used total sampling and the significance level used was 0.05. Based on research results, Environmental Accounting positively and significantly influences financial performance, Corporate Social Responsibility positively and significantly influences financial performance, Environmental Accounting disclosure and Corporate Social Responsibility simultaneously influence the financial performance of Pharmaceutical Sub-Sector Manufacturing Companies Listed on the Stock Exchange Indonesia in 2018-2021.

Terapi Antikejang Tunggal dan Kombinasi pada Epilepsi Anak: Literature Review

Ramadhani, Sabila, Perdani, Roro Rukmi Windi, Damayanti, Putri, Oktarlina, Rasmi Zakiah
Abstract: Epilepsi anak membutuhkan tata laksana farmakologis jangka panjang yang bertujuan menurunkan frekuensi kejang dengan efek samping seminimal mungkin. Terapi antikejang tunggal umumnya dipilih sebagai strategi awal karena… regimen lebih sederhana, evaluasi respons lebih jelas, dan risiko interaksi obat lebih rendah. Namun, sebagian anak tetap mengalami kejang meskipun telah mendapat terapi awal yang adekuat, sehingga terapi kombinasi diperlukan pada kasus tertentu. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis peran terapi antikejang tunggal dan kombinasi pada epilepsi anak, khususnya terkait frekuensi kejang, keamanan, kepatuhan, dan kualitas hidup. Metode disusun menggunakan kerangka PICO dan alur seleksi berbasis PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Cochrane Library, dan laman pedoman klinis resmi untuk publikasi tahun 2021-2026. Sebanyak 14 artikel dan dokumen pedoman memenuhi kriteria kelayakan dan disintesis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi antikejang tunggal tetap rasional sebagai pendekatan lini awal, sedangkan terapi kombinasi lebih tepat dipahami sebagai eskalasi terapi pada anak dengan kontrol kejang belum optimal. Perbedaan frekuensi kejang antara kedua kelompok terapi harus ditafsirkan dengan mempertimbangkan tipe kejang, etiologi, durasi penyakit, kepatuhan, komorbiditas, riwayat kegagalan terapi, dan derajat keparahan awal.

Efektifitas Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Tani Kampung Jaya Makmur Distrik Kurik

Luthfi Qoharuddin, Hesty Tambajong, Imelda C Laode, Syahrabudin Husein Enala
Abstract: This study aims to identify the effectiveness of farmer group associations (Gabungan Kelompok Tani) in empowering the farming community in Kampung Jaya Makmur, Kurik District. The research employs a descriptive qualitative… ve approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The study analyzes organizational effectiveness based on four indicators: Human Relations (focusing on organizational involvement), Open System Model (adaptation and innovation), Internal Process Model, and Rational Goal Model (productivity and goal achievement). The results show that in Kampung Jaya Makmur, the head of the farmer group association has never conducted socialization or training for farmer groups on how to produce or provide natural fertilizers using locally available materials, despite the uncertainty of continuous fertilizer supply. The effectiveness of farmer group associations in empowering the community is highly needed to support farmers in becoming more independent. Farmer group associations can provide services such as access to technological information and capital, as well as establish partnerships with external parties. This study recommends that farmer group associations strengthen participation and member involvement through more regular deliberation forums and active engagement of all levels of farmers. It also emphasizes the need to enhance the use of technology and alternative agricultural methods, such as organic fertilizers, and to expand training and mentoring programs so that farmers can reduce their dependence on chemical fertilizers. Keywords: Effectiveness, Farmer Group Associations, Farmer Community Empowerment

Effectiveness of Communication by Corn Agricultural Extension Instructors in Sawerigadi District, West Muna Regency

Rahmat Mulya, La Ode Andi
Abstract: This research used a quantitative method where the sample consisted of 59 respondents who were divided into two villages, namely Marobea Village with 37 respondents and Lakalamba Village with 22 respondents. The SPSS version… sion 21 program was used to analyze the effectiveness of communication between corn planting teachers. The results of the analysis show that (1) the overall level of farmer participation in agricultural extension activities is included in the less active category. Compared to the participation stage, farmers are more active in implementation than planning. Corn farmers in Marobea Village are more active than corn farmers in Lakalamba Village. (2) Agricultural extension communication between corn farmers in Marobea and Lakalamba Villages is most effective in increasing knowledge (cognitive) and subsequently influencing attitudes (affective), but less effective in encouraging action tendencies (behavioral). Extension communication between corn farmers in Marobea Village is more effective compared to corn farmer groups in Lakalamba Village. The more active farmers are, the more motivated they are to apply extension materials. and (3) Factors that determine the effectiveness of extension communication include extension factors, extension methods, and facilities and infrastructure. Extension factors related to the effectiveness of extension communication are the attitude, communication and knowledge aspects of the instructor. Aspects of method suitability and effectiveness are also related to the effectiveness of extension communication which is supported by the availability of extension infrastructure.

Community-Based Livestock Management: A Participatory Approach to Waste and Product Optimization in Karang Tunggal, Kutai Kartanegara

Dede Aprylasari, Ari Wibowo, Dinar Anindyasari, Cori Qamara, I Putu Gede Didik Widiarta, Suhardi
Abstract: Karang Tunggal Village, located in Kutai Kartanegara Regency, has excellent potential in the livestock sector, especially in producing livestock products such as meat and milk. However, managing livestock products and waste… ste still faces various obstacles, including a lack of awareness among farmers regarding efficient and sustainable management practices. This research aims to analyze the application of a participatory approach in education on managing livestock products and waste by directly involving the livestock community. This approach allows farmers to actively participate in every process stage, from problem identification to implementing solutions based on local needs. The data in this research was obtained through in-depth interviews, field observations, and focus group discussions (FGD) involving local breeders and related stakeholders. The research results show increased quality of livestock products, especially regarding cleanliness, food safety, and selling value. Apart from that, there has been a waste reduction that was previously simply thrown away, with innovations in using waste as organic fertilizer and additional feed for livestock. The adoption of more sustainable livestock practices is also starting to be implemented by livestock farmers, improving their economic welfare. Furthermore, this program opens up opportunities for developing value-added processed products, such as pasteurized milk and processed meat, which can increase farmers’ income. Collaboration between farmers in managing joint businesses is also growing, creating a more solid livestock ecosystem. Apart from the economic impact, this participatory approach also increases farmers’ awareness of the importance of sustainability and better environmental management, which contributes to the sustainability of the livestock sector in Karang Tunggal Village.

Peran Kepala Desa dalam Pemberdayaan Kelompok Budidaya Ikan “Mina Karya” di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran

Rusti Oktavian, Regi Refian Garis, Asep Nurdin Rosihan Anwar
Abstract: Strengthening Village communities improves living standards, produces sustainable benefits for the community, encourages community independence and initiative, develops the Village economy, improves the environment, and… forms community financial institutions, are efforts to create activities that make this possible. Increasing the creativity and productivity of the people of Babakan Village who face several obstacles in strengthening the fish cultivation population, including the dry season causing drought, this has an impact on the development of fish cultivation, the outreach and training by the Babakan Village Government for fish cultivation groups regarding their potential, the cultivator community has not been maximized. Fish lack insight and knowledge so that fish farming management is carried out by autodidacts. The conclusions obtained show that the role of the village government in strengthening the "Mina Kariya" fisheries cultivation group in Babakan Village, Pangandaran District, Pangandaran Province is basically functioning and very good. However, it still faces several obstacles, such as the lack of consensus among all breeders and it is still not optimal. So far we have not found an alternative to making our own food, so fish food still needs to be purchased. Farmers' skills and knowledge are still low and there are no alternative aquaculture techniques that can help farmers run their operations effectively. There is no research that focuses on the role of the Village Head in empowering community business groups, especially in Pangandaran Regency, so it is urgent in this research to find solutions to solve the problems that occur.