Search Articles & Publications

Showing 1947 articles found for "Awan"

CHROMEBOOK INTEGRATION IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LEARNING TO STRENGTHEN STUDENTS' DIGITAL LITERACY AND RELIGIOUS CHARACTER

Gunawan, Mochamad Galih Dikapusti, Sulaeman, Devi, Musyadad, Mia Audina, Agus, Agus, Supriatna, Asep
Abstract: The development of digital technology in education demands the integration of learning tools that not only enhance cognitive competence but also shape students' character. In the context of Islamic Religious Education, the… he use of digital devices needs to be directed to align with the strengthening of digital literacy and religious values. This study aims to analyze the integration of Chromebooks in Islamic Religious Education learning and its contribution to strengthening digital literacy and the religious character of students at Marga Mulya II Elementary School, North Bekasi. The study used a qualitative approach with a case study. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation studies. Then, they were analyzed using an interactive model that included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that Chromebook integration was implemented in a structured manner through digital-based learning planning, interactive activities, and controlled online evaluation. Students' digital literacy developed through the habit of using devices in an orderly and responsible manner. At the same time, religious character traits such as honesty, discipline, and responsibility were internalized through the association of technology use with religious values. These findings confirm that technology can be a medium for developing digital competency and character when managed through appropriate pedagogical design. This research has implications for the importance of developing technology-based, integrative, and values-oriented Islamic Religious Education learning models in elementary schools.

MANAJEMEN INTEGRASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA KELAS TAKHASSUS KITAB DI MTs DARUL ULUM LAMPUNG

Hilma Aulia, M Rikza Chamami
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan banyaknya pendidikan dibawah naungan pondok pesantren Penelitian mengalami kesulitan dalam menyelaraskan pemahaman tentang agama kepada para siswa, hal itu menyebabkan… banyak santri yang kesusahan dalam membagi waktu belajar dan membagi kefokusan antara pelajaran sekolah formal dengan pelajaran pesantren. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai manajemen integrasi kurikulum Takhasssus Kitab di MTs Darul Ulum. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.                         Hasil kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: Perencanaan integrasi kurikulum takhassus kitab dilakukan mulai dari membentuk tim penyusunan perencanaan integrasi kurikulum yang terdiri dari ketua yayasan, kepala madrasah diniyah, dan kepala MTs serta beberapa anggota lain, serta menentukan rencana pembelajaran kurikulum yang akan dijalankan. Pengorganisasian integrasi kurikulum dilakukan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab untuk semua anggota tim integrasi kurikulum dan koordinasi hasil perencanaan kepada para guru yang terlibat dalam pelaksanaan integrasi kurikulum takhassus kitab. Pelaksanaan integrasi kurikulum takhassus kitab yaitu proses pembelajaran dikelas dengan bahan ajar pendukung kitab kuning. Selanjutnya, evaluasi dilakukan dengan dua jenis yaitu evaluasi proses yang dilakukan untuk para guru dan evaluasi hasil yang dilakukan pada para siswa.

PERBANDINGAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FUNGSI SOSIAL MASJID DI WILAYAH PERUMAHAN DAN PEDESAAN

Himmayatul Muthmainnah, Julia Rahma Safira, Naurah Ayesha Maheswari, Dede Zubaidah
Abstract: Masjid memiliki kedudukan strategis dalam kehidupan umat Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Sejak masa Nabi Muhammad SAW, masjid… berfungsi sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan peradaban Islam. Namun, dalam praktik kontemporer, fungsi sosial masjid belum sepenuhnya berjalan optimal. Berbagai tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan dana dan sumber daya, serta rendahnya partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda. Perbedaan persepsi masyarakat terhadap fungsi masjid sebagai pusat aktivitas sosial turut memengaruhi tingkat keterlibatan jamaah dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan persepsi masyarakat di wilayah perumahan dan pedesaan mengenai fungsi masjid sebagai pusat aktivitas sosial, mengidentifikasi bentuk aktivitas sosial yang dominan, serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, kuesioner terbuka, serta studi literatur. Lokasi penelitian meliputi Masjid Jami’ Darul Hikmah yang berada di wilayah perumahan dan Masjid Jami’ Taufiqillah yang berada di wilayah pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Jami’ Darul Hikmah memiliki peran yang relatif seimbang antara fungsi sosial dan keagamaan dengan keterlibatan masyarakat yang cukup aktif, meskipun partisipasi remaja masih terbatas. Sementara itu, Masjid Jami’ Taufiqillah lebih menonjol dalam kegiatan keagamaan dengan jangkauan jamaah yang lebih luas, namun aktivitas sosialnya cenderung terbatas akibat faktor lokasi dan hambatan psikologis remaja. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran masjid sebagai pusat aktivitas sosial melalui peningkatan partisipasi generasi muda dan dukungan masyarakat sekitar.

KEARIFAN LOKAL DAN PRAKTIK PEMBACAAN SURAH YASIN MALAM JUM’AT DI KALANGAN ETNIK MADURA SUNGAI BAKAU BESAR DARAT

Abdullah, Saifuddin Herlambang, Luqman Abdul Jabbar
Abstract:                                    Penelitian ini mengkaji kearifan lokal dan praktik pembacaan Surah Yasin malam Jumat di kalangan etnik Madura Sungai Bakau Besar Darat dalam perspektif Living Qur’an. Tujuan penelitian… Living Qur’an. Tujuan penelitian adalah menganalisis makna sosial-religius tradisi Yasinan, relasinya dengan nilai kearifan lokal, serta proses transformasi teks Al-Qur’an menjadi tradisi hidup dalam masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi agama melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yasinan berfungsi sebagai media penguatan iman, sarana integrasi sosial, peneguh identitas keislaman etnik Madura, dan ruang negosiasi antara teks suci dan budaya lokal. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, spiritualitas, penghormatan kepada leluhur dan orang tua, serta pendidikan keagamaan antar generasi. Dalam perspektif Living Qur’an, Surah Yasin tampil sebagai teks hidup yang tidak hanya dibaca, tetapi dihidupi melalui ritual, simbol, dan relasi sosial, sehingga menjadi sumber harapan, doa, dan keselamatan kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa kearifan lokal tidak bertentangan dengan Al-Qur’an, melainkan menjadi medium kontekstualisasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sosial masyarakat. Implikasi penelitian ini bersifat teoretis dalam penguatan kajian Living Qur’an dan praktis bagi pengembangan pendidikan, dakwah kultural, serta pelestarian tradisi Islam lokal.

MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Andri Marta Sudirja, Umar Rosadi, Muhamad Rif'at Syadli, Chepy Risnadar Angga Widjaya, Siti Latipah, Aji Setiaji, Iyad Suryadi, Asep Ahmad Ridwansyah
Abstract: Permasalahan bahwa belum efektifnya pelaksanaan pembinaan dalam peningkatan kompetensi guru PAI disebabkan oleh karena kurang oftimalnya perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi dan hasil manajemen Kepala Madrasah sehingga… hingga berdampak pada mutu pembelajaran khususnya pada mata pelajaran PAI pada madrasah tsanawiyah. Sebuah lembaga pendidikan seharusnya mempunyai sistem yang baik ditandai dengan lembaga tersebut mempunyai tujuan yang jelas, perencanaan yang matang, koordinasi yang teratur, pimpinan yang profesional, kooperatif dan pengawasan serta evaluasi kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi, hasil dan faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) perencanaan manajemen Kepala Madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI dilakukan dengan melakukan identifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kompetensi guru-guru PAI tersebut, berkoordinasi dengan pengawas dan menyiapkan rancangan program pembinaan kompetensi guru PAI, 2) pelaksanaan manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan melalui workshop, seminar, MGMP, IHT, Diklat dan Supervisi serta melaksanakan pengamatan mengenai aspek-aspek pengelolaan dan administrasi guru PAI yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran yang efektif, 3) penilaian/evaluasi manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan terhadap komitmen guru PAI terhadap pelaksanaan pekerjaan, proses dan kinerja yang dicapai oleh guru PAI, 4) Hasil manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI adanya kerjasama yang sinergis dan harmonis antara Kepala Madrasah dengan para guru PAI dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran serta dapat memunculkan madrasah yang cukup berprestasi, 5) faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI antara lain ; sarana dan prasarana yang sudah memadai dan guru-guru PAI yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan bersertifikasi. Adapaun faktor penghambatnya antara lain ; masih ada beberapa orang guru yang masih kurang memahami kurikulum tiga belas, visi misi dan program madrasah, kurang dalam kemampuan pengelolaan proses pembelajaran peserta didik di kelas.

INTEGRASI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

Lisa Amelia, Kadar M. Yusuf
Abstract: Ilmu kimia merupakan salah satu kontribusi penting yang diwariskan oleh para ilmuwan Muslim pada masa keemasan peradaban Islam, yang diakui oleh sejarawan Barat sebagai dasar bagi perkembangan ilmu kimia modern. Jabir Ibnu… nu Hayyan, yang dikenal sebagai "Bapak Kimia Modern," dan tokoh lainnya seperti Al-Razi telah memberikan sumbangan signifikan dalam pengembangan teknik dan penemuan senyawa kimia penting. Al- Qur'an juga memberikan pandangan mengenai ilmu kimia, dengan penjelasan tentang unsur-unsur seperti besi dan konsep atom yang disebut "zarrah." Untuk memahami hubungan antara ilmu kimia dan Islam, serta untuk mengintegrasikan pengetahuan sains dengan nilai-nilai agama. Integrasi dalam pembelajaran kimia merupakan pendekatan pembelajaran yang mengaitkan konsep-konsep kimia dengan disiplin ilmu lain serta dengan konteks kehidupan sehari-hari guna menciptakan pembelajaran yang bermakna dan relevan. Pembelajaran kimia yang disajikan secara terpisah dan berorientasi pada hafalan konsep sering kali menyebabkan rendahnya pemahaman, motivasi, dan keterampilan berpikir peserta didik. Oleh karena itu, penerapan integrasi pembelajaran kimia menjadi penting untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji pentingnya integrasi dalam pembelajaran kimia serta perannya dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan sikap ilmiah peserta didik.Tujuan artikel ini untuk mengembangkan model integrasi antara kimia dan islam untuk mendapatkan materi kimia terintegrasi keislaman. Materi kimia terintegrasi keislaman memperkaya khasanah keilmuan yang berkembang di lingkungan masyarakat pendidikan islam.

PENJADWALAN KULIAH DAN SINKRONISASI WAKTU SHALAT FARDHU DALAM MEWUJUDKAN KEDISIPLINAN IBADAH MAHASISWA DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO, SEMARANG

Habib Aifan Kamil, Suci Analisa, Atina Asnassyifa, Ika Alief Affifah, M Rikza Chamami
Abstract: Penelitian ini mengkaji bagaimana jadwal kuliah memengaruhi jumlah waktu yang dihabiskan untuk sholat fardhu di UIN Walisongo Semarang. Mahasiswa seringkali tidak konsisten dalam melaksanakan sholat tepat waktu karena benturan… benturan waktu antara kewajiban ibadah dan kegiatan akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana melihat penjadwalan kuliah memengaruhi pelaksanaan sholat fardu oleh mahasiswa, serta bagaimana dalam meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan beribadah siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang mengumpulkan data dan wawancara mendalam dengan 6 mahasiswa. Fokus penelitian adalah pengalaman, persepsi, dan praktik mahasiswa dalam menjalankan sholat fardhu selama jadwal perkuliahan yang padat. Untuk mendukung pelaksanaan sholat fardu secara konsisten, metode penugasan dan latihan dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jadwal kuliah sangat memengaruhi waktu sholat mahasiswa, terutama ketika jadwal kuliah berdekatan atau berbenturan dengan waktu sholat.

REKONSTRUKSI SEJARAH BERDIRINYA PESANTREN USWATUN HASANAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM DI WILAYAH MANGKANG

Bunga Fitri Lestari, Habib Aifan Kamil, Atina Asnassyifa, Ika Alief Affifah, Ilza Fadilatun Nadifa, M Rikza Chamami
Abstract: Penelitian ini bertujuan merekonstruksi secara historis proses berdirinya Pondok Pesantren Uswatun Hasanah di Mangkang serta menganalisis peran dan kontribusinya terhadap perkembangan Islam dan kehidupan sosial-keagamaan… masyarakat setempat. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan menelusuri latar sosial-keagamaan, peran tokoh pendiri, dinamika kelembagaan, serta pengaruh pesantren terhadap pembentukan tradisi keislaman di wilayah Mangkang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis karena fokus kajian adalah rekonstruksi proses berdirinya Pondok. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara dengan pengasuh, keluarga pendiri, dan observasi terhadap aktivitas kependidikan dan keagamaan di lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Uswatun Hasanah berkembang dari pondok berbasis tradisional menjadi kompleks pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan formal, nonformal, dan kepesantrenan, sekaligus berperan sebagai pusat dakwah, kaderisasi, dan penguatan identitas keagamaan masyarakat Mangkang. Temuan ini menegaskan posisi pesantren sebagai agen penting dalam pembinaan generasi muslim berilmu dan berakhlak serta sebagai motor transformasi sosial-keagamaan di tingkat lokal.​

AKULTURASI BUDAYA DAN SEJARAH MASJID MENARA LAYUR SEMARANG : JEJAK KOMUNITAS ARAB DI KOTA PESISIR

M. Azka Ulinnuha, Aulya Naysa Abila, Saskia Meilana Siswanto, Nasila Ayu Natasya, Faiz Irkham Maulana, M. Rikza Chamami
Abstract: Abstrak ini mengkaji akulturasi budaya dan sejarah Masjid Layur Menara yang terletak di Semarang, sebuah kota pesisir yang kaya akan keberagaman budaya.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perpaduan budaya tercermin… ercermin dalam desain arsitektur dan fungsi dari masjid tersebut, yang juga menjadi saksi bisu kehadiran komunitas Arab di daerah ini. Melalui studi ini, diharapkan terungkap peran penting masjid dalam memperkuat identitas budaya lokal yang plural.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data meliputi observasi langsung ke lokasi, studi literatur terkait sejarah dan budaya setempat, serta wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pengurus masjid. Pendekatan ini membantu mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Masjid Layur Menara, sehingga analisis dapat dilakukan secara mendalam dan kontekstual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Layur menggabungkan elemen arsitektur dari budaya Arab, Melayu, dan Jawa.Salah satu ciri khasnya adalah menara masjid yang memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai simbol keagamaan tetapi juga sebagai mercusuar yang berperan mengawasi lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan.Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara fungsi sosial dan keagamaan yang melekat pada masjid dalam konteks kehidupan masyarakat pesisir Semarang.Penelitian ini menegaskan bahwa Masjid Layur Menara bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol penting akulturasi budaya dan keberadaan komunitas Arab yang memberikan kontribusi pada kehidupan sosial dan budaya di Semarang.Masjid ini dapat dipandang sebagai warisan budaya yang memperkaya sejarah kota pesisir sekaligus membantu melestarikan identitas budaya yang beragam dan dinamis di wilayah tersebut.

KONTRIBUSI PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN AL-AMANAH DALAM MENINGKATKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA

Taufiqul Huda, Nurul Erlina, Lisa Damayanti, Ailsya Fauzia Haryono, Dwi Amalia, M Rikza Chamami
Abstract: Penelitian ini membahas kontribusi Pondok Pesantren Al-Amanah dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan pendidikan dan kehidupan sehari-hari santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif… riptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderat seperti sikap seimbang, toleransi, dan keadilan ditanamkan melalui pembelajaran kitab, keteladanan para pengasuh dan ustadz, serta pembiasaan dalam berbagai aktivitas sosial dan keagamaan. Lingkungan pesantren yang dihuni santri dari beragam daerah turut memperkuat terbentuknya sikap saling menghargai dan keterbukaan. Meski demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan, seperti kemampuan santri yang beragam, pengaruh konten digital yang tidak tervalidasi, serta keterbatasan sarana dan sumber daya pendidik. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam memperkuat moderasi beragama, sekaligus membutuhkan penguatan literasi digital dan strategi pembelajaran yang lebih adaptif agar nilai moderasi dapat diinternalisasi secara lebih optimal.