Search Articles & Publications

Showing 621 articles found for "Kesehatan"

PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MELALUI MEDIA DIGITAL TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Nani Sri Rezeki
Abstract: Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penyakit infeksi seperti diare dan ISPA. Namun, tingkat kepatuhan siswa sekolah dasar masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui&#8230; hui pengaruh edukasi kesehatan melalui media digital (video animasi edukatif) terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku CTPS pada siswa SD. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pretest–posttest dan kelompok kontrol. Sampel berjumlah 80 siswa kelas IV–V, masing-masing 40 siswa untuk kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan, lembar observasi perilaku, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa setelah intervensi (p = 0,000) serta peningkatan perilaku CTPS (p = 0,001). Dibandingkan kelompok kontrol, kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan lebih besar (p < 0,05). Kesimpulannya, edukasi kesehatan menggunakan media digital efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku CTPS pada siswa SD. Disarankan sekolah menerapkan media digital sebagai bagian dari program PHBS.

PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA MELALUI EDUKASI GIZI SEIMBANG DI SMP NEGERI 1 KUTACANE

Halimatussakdiyah Lubis
Abstract: Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh remaja putri dan berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta produktivitas. Di Indonesia, angka kejadian anemia pada remaja putri masih tinggi akibat rendahnya&#8230; hnya asupan zat besi dan minimnya kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dan gizi seimbang melalui edukasi interaktif berbasis sekolah di SMP Negeri 1 Kutacane. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, penyuluhan dengan media audiovisual, demonstrasi makanan sehat, diskusi kelompok, dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta (dari skor rata-rata 52,6 menjadi 83,1). Kegiatan ini efektif untuk meningkatkan literasi gizi remaja dan dapat dijadikan model edukasi kesehatan di sekolah.

EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA: STUDI PENGABDIAN MASYARAKAT DI DESA PULO KEMIRI (BATU BULAN ASLI)

Nelly Masna Barus, Khalikul Fadli, Mutiara Hikmah
Abstract: Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan langkah strategis dalam mencegah penyakit menular di tingkat rumah tangga, terutama di wilayah pedesaan yang masih terbatas dari segi fasilitas sanitasi dan akses&#8230; s informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik PHBS warga Desa Pulo Kemiri (Batu Bulan Asli) melalui edukasi langsung, pendampingan kader kesehatan, dan penyuluhan berbasis komunitas. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pembagian media edukatif, demonstrasi cuci tangan, dan monitoring perilaku pasca intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman warga tentang PHBS, dengan perubahan positif dalam kebiasaan mencuci tangan, pengelolaan sampah rumah tangga, dan penggunaan jamban sehat. Program ini efektif dan direkomendasikan untuk dilanjutkan secara berkala guna memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat.

ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PRIMER (FKTP)

Inneke Mutiara Amelia, Sri Wahyuni Sambo
Abstract: Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diluncurkan sejak tahun 2014 melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan reformasi penting dalam sistem pembiayaan kesehatan di Indonesia. Fasilitas&#8230; Kesehatan Tingkat Primer (FKTP) menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan melalui mekanisme kapitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan JKN di FKTP dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi berdasarkan teori implementasi Edward III. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan 10 informan (kepala puskesmas, tenaga kesehatan, petugas BPJS, dan pasien). Hasil menunjukkan bahwa komunikasi kebijakan masih mengalami kendala terutama dalam hal sosialisasi kepada masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, dan infrastruktur yang belum merata. Disposisi pelaksana kebijakan tergolong baik, namun belum didukung sepenuhnya oleh struktur birokrasi yang adaptif. Kesimpulan dari studi ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM, penguatan sistem informasi dan integrasi sistem rujukan, serta pemantauan rutin dari pihak BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan.

EFEK MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SMA NEGERI 1 PERBAUNGAN

Atika Rahmi, Abdi Hardiansah Hasibuan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja di SMA Negeri 1 Perbaungan. Sampel sebanyak 30 siswa usia 15-18 tahun, dengan metode survei menggunakan instrumen&#8230; n DASS-21 dan kuesioner durasi penggunaan media sosial. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan signifikan antara durasi penggunaan media sosial dengan tingkat stres (r=0,65), kecemasan (r=0,70), dan depresi (r=0,58). Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan penggunaan media sosial dan intervensi kesehatan mental pada remaja.

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Merek Pakan Ternak Ayam Broiler Menggunakan Metode Saw

Noval Ramadan Tarigan, Andi, Sary, Yoshida
Abstract: Pemilihan merek pakan ayam broiler merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ayam. Banyaknya pilihan merek pakan di pasaran seringkali menyulitkan peternak dalam menentukan&#8230; ntukan keputusan yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang dapat membantu proses pemilihan secara objektif dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam pemilihan merek pakan ayam broiler menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW dipilih karena mampu melakukan penilaian berdasarkan beberapa kriteria seperti harga, kandungan nutrisi, kualitas, ketersediaan, dan tingkat konversi pakan. Hasil dari penelitian ini berupa sistem yang dapat memberikan rekomendasi merek pakan ayam broiler yang optimal sesuai dengan kebutuhan peternak. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan serta mendukung peningkatan produktivitas peternakan.

EFEKTIVITAS PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK DI SUKAJAYA

Holish Novitasari, Muhammad Husein Maruapey, Saprudin
Abstract: Kesehatan ibu dan anak tetap menjadi prioritas strategis pembangunan kesehatan karena mencerminkan mutu pelayanan kesehatan, implementasi kebijakan, dan kesejahteraan masyarakat. Di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, pelaksanaan&#8230; elaksanaan Program Kesehatan Ibu dan Anak menghadapi tantangan berupa hambatan geografis, ketimpangan akses layanan, dan belum optimalnya pelayanan lanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program Kesehatan Ibu dan Anak serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di Kecamatan Sukajaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain evaluatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan enam informan yang dipilih secara purposif, meliputi unsur pemerintah kecamatan, pimpinan puskesmas, tenaga kesehatan, dan penerima layanan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan evaluasi program mengacu pada model CIPP serta perspektif efektivitas Dunn dan Steers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah berjalan cukup efektif, terutama pada layanan dasar seperti persalinan di fasilitas kesehatan, pelayanan nifas, imunisasi, dan pelayanan balita. Namun, program belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia, kondisi geografis yang sulit, belum lengkapnya kunjungan antenatal, lemahnya penanganan rujukan komplikasi, dan belum meratanya kesadaran masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan analisis capaian indikator program dengan faktor implementasi kebijakan pada konteks wilayah terpencil. Penguatan layanan jemput bola, sistem rujukan, distribusi tenaga kesehatan, dan edukasi masyarakat menjadi kunci peningkatan efektivitas program.

Berpuasalah, Niscaya Sehat: Kajian Tematik Hadis-Hadis Puasa Ramadan dan Relevansinya dengan Kesehatan dalam Perspektif Ilmu Kedokteran Kontemporer

Rizky Akbar Mubarakh Munthe, Sholihudin Amin
Abstract: Artikel ini mengkaji secara tematik hadis-hadis sahih tentang puasa Ramadan dan relevansinya dengan kesehatan. Permasalahan yang diangkat adalah kesenjangan antara tingginya angka penyakit tidak menular di Indonesia—obesitas&#8230; esitas 21,8%, diabetes melitus 10,7%, dan hipertensi 34,1% (Riskesdas, 2018)—dengan potensi manfaat kesehatan puasa Ramadan yang tercermin dalam hadis-hadis Nabi صلى الله عليه وسلم. Dengan menggunakan metode kajian hadis mawdhuʼi (tematik) dan pendekatan analisis lintas disiplin antara ilmu hadis dan ilmu kedokteran, penelitian ini mengkaji enam hadis berkualitas shahih dan hasan shahih dari kitab-kitab hadis muʼtabar. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis-hadis puasa Ramadan memiliki kesesuaian substantif dengan sejumlah temuan sains modern, mencakup induksi autophagy, perbaikan metabolisme, penguatan sistem imun, dan peningkatan regulasi emosi. Kontribusi artikel ini adalah menawarkan kerangka analisis lintas disiplin yang dapat memperkaya kajian hadis kontemporer, sekaligus menyediakan landasan normatif bagi pemahaman yang lebih komprehensif terhadap praktik puasa Ramadan.

PENYULUHAN TENTANG MENSTRUASI DAN PENANGANANNYA PADA SISWI SMPN 1 BADAR KECAMATAN BADAR KABUPATEN ACEH TENGGARA TAHUN 2026

Rohani, Devi Susanti, Herlitawati
Abstract: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman serta sikap remaja putri mengenai menstruasi dan penanganannya di SMPN 1 Badar Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh&#8230; h terbatasnya akses informasi kesehatan reproduksi yang benar serta masih kuatnya kepercayaan terhadap mitos menstruasi di kalangan siswi. Pendekatan yang digunakan adalah Problem Based Learning dengan model tutorial seven jump yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan untuk melihat perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan rendah dan sikap yang kurang tepat, sedangkan setelah kegiatan terjadi peningkatan yang cukup signifikan, meskipun masih terdapat sebagian kecil peserta yang belum mengalami perubahan optimal akibat faktor individu dan lingkungan.

PENINGKATAN KAPASITAS PENJAMAH MAKANAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN KERACUNAN DI SPPG KUTA CINGKAM KECAMATAN LAWE ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA TAHUN 2026

Inneke Mutiara Amelia, Mutiara Hikmah, Nur Triningtias, Nelly Masna Barus, Khalikul Fadli
Abstract: Keracunan makanan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Kejadian ini sering terjadi pada penyelenggaraan makanan skala kelompok akibat rendahnya penerapan prinsip&#8230; nsip higiene dan sanitasi oleh penjamah makanan. Penjamah makanan memiliki peran strategis dalam menjamin keamanan pangan, sehingga peningkatan kapasitas mereka menjadi hal yang sangat penting dalam upaya pencegahan keracunan makanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penjamah makanan dalam pencegahan keracunan di SPPG Kuta Cingkam Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, simulasi, dan pendampingan intensif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, serta penilaian perubahan perilaku. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan penjamah makanan. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 56,3 menjadi 85,7. Perubahan perilaku terlihat pada peningkatan praktik cuci tangan, penggunaan alat pelindung diri, serta pengolahan makanan yang lebih higienis. Selain itu, terjadi perbaikan pada kondisi sanitasi lingkungan dapur. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi berbasis edukasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas penjamah makanan. Diperlukan upaya berkelanjutan melalui monitoring dan kebijakan untuk mempertahankan perubahan perilaku.