Search Articles & Publications

Showing 4 articles found for "Broiler"

PERFORMANCES OF BROILER CHICKEN FED RATIONS CONTAINNING CINNAMON BARK POWDER (Cinnamomum burmannii).

Tangkere, Evacuree S., Lawani, Anastasya A., Leke, Jein R, Sompie, Florencia N.
Abstract: This research was conducted in order to determine or to re-examine the performances of broiler chickens fed ration containing cinnamon bark powder (Cinnamomum burmannii).  Eighty of CP 707 broiler chickens aged of 2 weeks&#8230; ks were used and kept until 6 weeks old. Completely Randomized Design with 5 treatments and 4 replications each treatment was used in this study; the treatments used were, T0= 100% basal ration without cinnamon bark powder (CBP), T1= 99.5% basal ration + 0.5% CBP, T2= 99% basal ration + 1% CBP, T3= 98.5% basal ration + 1.5 % CBP, and T4= 98% basal ration + 2% CBP.  The measurements taken were feed consumption, weight gain, feed conversion, and final body weight. The results of analysis of variance (ANOVA) and Duncan test showed that, giving cinnamon bark powder up to 2% in the ration had an effect on CP 707 broiler chickens aged 2-6 weeks; had a very significantly different effect (P<0.01) on body weight gained and so, on final body weight; and significantly different (P <0.05) on feed conversion, but not on feed consumption. In this study, the higher the level of CBP in the ration, the weight gained and final body weight decreased but feed conversion increased.  Based on the results of the analysis and discussion, it can be concluded that giving cinnamon bark powder as a natural feed additive up to 2% in the feed did not improve the performance of CP 707 broiler chickens, because of weight gained and final body weight of the chickens decreased, while, feed conversion increased, which means that, economically it was not getting better.

IMPLEMENTATION OF SES TECHNIQUES IN THE NEEDS FOR BROILER CHICKEN MEAT IN ASAHAN DISTRICT

Maulana Marpaung, Teguh Gilang, Ramdhan, William, Syahputra, Abdul Karim
Abstract: Abstract: The Asahan Regency Animal Husbandry and Animal Health Service carries out outreach activities on the level of demand for boiler chicken, which means that the department must be more active in collecting data on&#8230; the volume of boiler chicken every year because consumer demand for chicken continues to increase and instability often occurs. Where in the period 2012 to 2024 there was a significant increase in demand. So it becomes an obstacle in the stock of chickens in the Asahan Regency market which must be prepared. If there is too much chicken supply but the demand for chicken consumption decreases then this will result in a loss, conversely if the demand for chicken consumption increases but the chicken supply cannot be prepared then this will be a loss for chicken traders and distributors. To increase the accuracy of the estimates, the use of the Single Exponential Smoothing Method is proposed. This method smooths past values with exponential weights, placing greater emphasis on recent data. Using data from the last 12 (twelve) years as reference data for recording the past for forecasting experiments for the next 1 (one) month. Experiments using different Alphas test accuracy in actual situations. The results of the experiment with an alpha of 0.9 are almost the same as the actual value in predicting the situation one year into the future with the lowest error, namely MAPE 7.4% and forecasting broiler chicken meat supplies of 13661261.46 chickens. Keywords: broiler chicken; ses method; web based.   Abstrak: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan melakukan aktivitas penyuluhan tingkat  permintaan ayam boiler dimana pihak dinas harus lebih aktif dalam melakukan pendataan volume ayam boiler setiap tahunnya karena permintaan konsumen terhadap ayam sering terjadi ketidakstabilan. Dimana pada periode tahun 2012 sampai dengan 2024 terjadi kenaikan permintaan yangsignifikan. Sehingga menjadi kendala dalam stok ayam di pasar Kabupaten Asahan yang harus disiapkan. Jika persediaan ayam terlalu banyak namun permintaan akan konsumsi ayam menurun maka ini akan manjadi kerugian, sebaliknya jika permintaan akan konsumsi ayam meningkat namun persediaan ayam tidak dapat disiapkan maka ini menjadi kerugian bagi pihak pedagang dan distributor ayam. Untuk meningkatkan ketepatan perkiraan, penggunaan Metode Single Exponential Smoothing diusulkan. Metode ini menghaluskan nilai masa lalu dengan bobot eksponensial, memberikan penekanan lebih besar pada data terbaru. Penggunaan data 12 tahun terakhir sebagai data acuan pencatatan masa lalu untuk percobaan peramalan untuk 1 (satu) bulan kedepan. Penggunaan Alpha yang berbeda menguji akurasi dalam situasi aktual. Hasil dari penelitian dengan alpha 0,9 hampir sama dengan nilai aktual dalam meramalkan keadaan satu tahun ke depan dengan error yang paling rendah yaitu MAPE 7,4% dan peramalan persediaan daging ayam broiler sebanyak 13661261,46 ayam. Kata kunci: berbasis web; daging ayam broiler; metode ses.

Penentuan Jenis Kelinci Pedaging Terbaik Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Muti Criteria Decision Making

Lubis, Adi Prijuna
Abstract: Abstract: This decision support system is an alternative to helping rabbit breeders to determine which broiler rabbit is feasible to develop. Along with the increasing public demand for rabbit production. Rabbit breeders&#8230; are eager to choose the type of rabbit that really qualified and can grow fast. For that decision support system is helping the farmers to choose the type of quality broiler rabbit or feasible to be developed. To facilitate rabbit breeders in developing rabbit prodution in determining the best types of broiler rabbit and To get more accurate results in the process of determining the types of broiler rabbits. Also Applying Decision Support System with Fuzzy Multi Criteria Decision Making method can simplify and accelerate to determine the best types of broiler rabbit to be developed Keywords: broiler rabbit, fuzzy multi criteria decision making     Abstrak: Sistem Pendukung keputusan ini merupakan alternatif untuk membantu peternak kelinci untuk menentukan kelinci pedaging yang layak untuk di kembangkan. Seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan produksi kelinci. Peternak kelinci berkeinginan untuk memilih jenis kelinci yang benar benar berkualitas dan dapat berkembang cepat.  Untuk itu sistem pendukung keputusan ini membantu pihak peternak untuk memilih jenis kelinci pedaging yang berkualitas atau layak untuk di kembangkan. Untuk memudahkan pihak peternak kelinci dalam mengembangkan produsi kelinci dalam menentukan jenis kelinci pedaging terbaik dan Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dalam proses penentuan jenis kelinci pedaging. Juga Menerapkan Sistem pendukung keputusan dengan metode Fuzzy Multi Criteria Decision Making dapat mempermudah dan mempercepat  untuk menentukan jenis kelinci pedaging terbaik untuk dikembangkan.   Kata kunci:   kelinci pedaging, fuzzy multi criteria decision making

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Merek Pakan Ternak Ayam Broiler Menggunakan Metode Saw

Noval Ramadan Tarigan, Andi, Sary, Yoshida
Abstract: Pemilihan merek pakan ayam broiler merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ayam. Banyaknya pilihan merek pakan di pasaran seringkali menyulitkan peternak dalam menentukan&#8230; ntukan keputusan yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem pendukung keputusan yang dapat membantu proses pemilihan secara objektif dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam pemilihan merek pakan ayam broiler menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW dipilih karena mampu melakukan penilaian berdasarkan beberapa kriteria seperti harga, kandungan nutrisi, kualitas, ketersediaan, dan tingkat konversi pakan. Hasil dari penelitian ini berupa sistem yang dapat memberikan rekomendasi merek pakan ayam broiler yang optimal sesuai dengan kebutuhan peternak. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan serta mendukung peningkatan produktivitas peternakan.