Search Articles & Publications

Showing 621 articles found for "Kesehatan"

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Revitalisasi Pasar Buah Berastagi

Jimmy Roy Tampubolon, Sufrial Hendri, Muhammad Afifuddin Bangun, Ricky Rajanta Ginting
Abstract: Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi masih sering menghadapi kendala berupa rendahnya kepatuhan pekerja, kurangnya pemahaman terhadap potensi bahaya, serta minimnya budaya keselamatan. Kondisi… ndisi tersebut juga teridentifikasi pada Proyek Revitalisasi Pasar Buah Berastagi, sehingga diperlukan intervensi berupa sosialisasi yang lebih terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan sosialisasi K3 dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku aman pekerja konstruksi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif melalui pembelajaran, demonstrasi APD, simulasi identifikasi bahaya, observasi lapangan, serta pengukuran pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti sosialisasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada pemahaman pekerja terkait konsep dasar K3, prosedur kerja aman, dan penanganan bahaya di lapangan. Selain itu, peserta menunjukkan komitmen dalam menerapkan K3 secara konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif bagi upaya pencegahan kecelakaan kerja serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat. Dengan demikian, sosialisasi K3 sebagai strategi pembinaan keselamatan pada proyek konstruksi berskala menengah seperti Revitalisasi Pasar Buah Berastagi. Simpulan penelitian dengan melakukan sosialisasi K3 dalam memperkuat budaya keselamatan di proyek revitalisasi berskala menengah dan dapat direkomendasikan sebagai model pembinaan K3 berkelanjutan pada proyek konstruksi revitalisasi bangunan lainnya.

PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH UNTUK TANAMAN SAYUR KANGKUNG DAN BUAH PEPAYA SEBAGAI UPAYA GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DI DESA TANOH MEGAKHE, KECAMATAN BADAR, ACEH TENGGARA

Rohani, Ns. Devi Susanti, Herlitawati, Taufik Hidayat
Abstract: Tingginya angka kejadian penyakit menular dan tidak menular di Indonesia mendorong perlunya pendekatan berbasis masyarakat untuk promosi kesehatan. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan program pemerintah yang… g menekankan peran serta aktif masyarakat dalam mewujudkan perilaku hidup sehat. Program ini diimplementasikan di Desa Tanoh Megakhe, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara dengan pendekatan partisipatif melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya sayur kangkung dan buah pepaya. Kegiatan ini melibatkan kelompok dasawisma dan bertujuan untuk meningkatkan aktivitas fisik serta konsumsi buah dan sayur rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan senam rutin dan budidaya tanaman rumah tangga. Masyarakat mulai menunjukkan perubahan perilaku ke arah hidup sehat. Kegiatan ini juga berhasil membentuk kelompok dasawisma baru bernama "Mentari". Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program.

PELAKSANAAN PELATIHAN PEMBUATAN LARUTAN LIDAH BUAYA SEBAGAI PENGHAMBAT MIKROORGANISME DI DESA KUTACANE, ACEH TENGGARA: STUDI PENGABDIAN MASYARAKAT

Nur Triningtias, Sri Wahyuni Sambo
Abstract: Pemanfaatan tanaman lidah buaya (Aloe vera) sebagai bahan alami untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme merupakan solusi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan… melaksanakan pelatihan pembuatan larutan ekstrak lidah buaya di Desa Kutacane, Aceh Tenggara, sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengendalian mikroorganisme secara alami. Metode pelatihan meliputi teori, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kemampuan peserta membuat larutan lidah buaya, serta kesadaran akan manfaatnya dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan tanaman herbal sebagai antiseptik alami di masyarakat desa.

PENTINGNYA 100 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK DI DESA BINJAI (KERJA SAMA PUSKESMAS DESA BINJAI)

Dika Saraswati, Whynda Myke Nola Manik
Abstract: Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) adalah masa emas pertumbuhan anak, namun 100 hari pertama setelah kelahiran menjadi periode kritis yang sangat menentukan status gizi dan perkembangan optimal. Di Desa Binjai, masih… ih ditemukan masalah gizi kurang pada balita yang dipengaruhi oleh pola asuh, pemberian ASI, dan pengetahuan orang tua tentang gizi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu hamil dan menyusui, mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 100 hari pertama kehidupan anak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan gizi bersama tenaga kesehatan Puskesmas Desa Binjai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 45% berdasarkan pre-test dan post-test, serta adanya komitmen ibu-ibu untuk memberikan ASI eksklusif dan makanan pendamping yang bergizi. Kesimpulannya, promosi kesehatan yang terencana dan melibatkan tenaga medis setempat dapat meningkatkan kesadaran gizi masyarakat, yang berkontribusi pada perbaikan status gizi anak di Desa Binjai.

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN REMAJA PUTRA DAN PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 PERBAUNGAN

Lubis, Halimatussakdiyah, Novi Susanti, Henni Safrida Sitompul, Faradita Wahyuni, Fery Arjuna Sembiring
Abstract: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putra dan putri di SMA Negeri 1 Perbaungan tentang kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif,… , diskusi kelompok, serta pembagian media edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan sikap positif peserta terhadap isu kesehatan reproduksi. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan remaja di lingkungan sekolah.

Analisis Risiko Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Menggunakan Algoritma Naive Bayes

Nisa Cherani Sutansi, Dede Brahma Arianto
Abstract: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berbagai negara tropis. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui… lalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tingginya jumlah kasus serta potensi terjadinya kejadian luar biasa (KLB) menunjukkan bahwa diperlukan metode analisis yang mampu mengidentifikasi pola risiko penyebaran penyakit secara sistematis dan akurat. Seiring berkembangnya teknologi informasi, pendekatan berbasis Machine Learning mulai dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, khususnya dalam analisis data epidemiologi. Machine Learning memungkinkan sistem komputer untuk mempelajari pola dari data historis dan menghasilkan prediksi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Salah satu algoritma yang sering digunakan adalah Naive Bayes yang bekerja berdasarkan teori probabilitas Bayes dengan asumsi bahwa setiap variabel bersifat independen. Dalam penelitian ini digunakan algoritma Naive Bayes untuk menganalisis risiko penyebaran penyakit Demam Berdarah berdasarkan beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti kondisi lingkungan, kepadatan penduduk, serta data historis kasus penyakit. Metode ini diharapkan mampu menghasilkan model klasifikasi yang dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan terkait pencegahan dan pengendalian penyakit DBD.

SIMEDIS (Sistem Tombol Panik Darurat Untuk Tindakan Medis Cepat) pada Poliklinik Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku

Jonathan Mendrofa, Manuel Panjaitan, Markus Marselinus Soge
Abstract: Pelayanan kesehatan merupakan hak mendasar setiap manusia, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Namun, pelaksanaannya di Lembaga Pemasyarakatan… syarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku menghadapi berbagai kendala, seperti kekurangan tenaga medis, keterbatasan fasilitas, serta prosedur darurat yang lambat dan manual. Sistem penanganan medis yang panjang dan tidak efisien meningkatkan risiko keterlambatan penanganan, terutama pada malam hari. Sebagai solusi, teknologi Tombol Panik Darurat diusulkan untuk mempercepat penyampaian informasi kondisi darurat langsung dari WBP ke petugas terkait tanpa perantara. Sistem ini memungkinkan notifikasi real-time yang mencantumkan lokasi dan waktu kejadian, sehingga petugas dapat merespons lebih cepat dan tepat. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penanganan darurat dan menjamin pemenuhan hak kesehatan Warga Binaan secara optimal.

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERSTRUKTUR DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OAT PADA PASIEN TB PARU DI POLI PARU RS UMMI BOGOR, JAWA BARAT TAHUN 2025

Ismi Sarah, Emi Yuliza, Saiful Gunardi
Abstract: TB Paru merupakan penyakit menular yang memerlukan kepatuhan tinggi dalam pengobatan menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Rendahnya kepatuhan minum obat masih menjadi masalah utama yang dapat menyebabkan kegagalan pengobatan.&#8230; engobatan. Tujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terstruktur dengan pendekatan komunikasi terapeutik keluarga terhadap kepatuhan minum OAT pada pasien TB paru di Poli Paru RS UMMI Bogor Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 pasien TB paru yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi diberikan melalui edukasi terstruktur yang melibatkan keluarga pasien selama 2 kali pertemuan. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan minum OAT setelah intervensi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan terstruktur dengan pendekatan komunikasi terapeutik keluarga efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum OAT pada pasien TB paru.

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN E-BOOK TPT (TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS) PADA KELUARGA PASIEN TB, WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN CAKUNG JAKARTA TIMUR TAHUN 2025

Intan Puspa Pratiwi, Emi Yuliza, Saiful Gunardi
Abstract: Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan penularan TBC adalah pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah&#8230; rumah pasien TBC. Namun, cakupan TPT masih rendah, salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan keluarga mengenai manfaat dan tujuan TPT. Pendidikan kesehatan melalui media e-book merupakan salah satu media edukasi yang mudah diakses dan berpotensi meningkatkan pengetahuan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan melalui media e-book Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) terhadap tingkat pengetahuan keluarga pasien tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang TPT diberikan satu kali intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan sebelum intervensi sebesar 70,75% dan meningkat menjadi 99,00% setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media e-book. Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan kesehatan melalui media e-book efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan keluarga pasien tuberkulosis mengenai Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Gambaran Medication Error di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung

Hikmah, Lailatul, Lestari, Yovita Endah
Abstract: Kesalahan dalam pengobatan (Medication error) adalah kejadian yang merugikan pasien akibat pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan, yang sebetulnya dapat dicegah. Medication error yang terjadi pada berbagai&#8230; ai fase dalam pelayanan obat di RSPBA Bandar Lampung. Ada 3 Fase yang dinilai dalam medication error ini yaitu fase prescribing, fase transcribing, dan fase dispensing. Penelitian ini merupakan observasional dengan desain cross sectional terhadap data-data resep yang ada di Instalasi Farmasi RSPBA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi medication error pada ketiga fase tersebut. Fase prescribing potensia kesalahan terjadi karean: tidak adanya nama dokter (9,13%), tidak adanya nomor SIP (17,1%), tidak adanya tanggal penulisan resep (217%), tidak adanya paraf dokter (16,3%), tidak adanya tanggal lahir pasien (9,5%), tidak adanya nomor rekam medik (1,5%). Pada fase transcribing potensi kesalahan terjadi karena: tidak jelas nama dokter (8,7%) tidak jelas nomor SIP dokter (14,8%), tidak jelas cara pakai obat (0,39%). Sedangkan pada fase dispensing potensi terjadi kesalahan terjadi karena: jumlah obat yang disiapkan tidak sesuai dengan yang diresepkan (0,39%).