Search Articles & Publications

Showing 545 articles found for "Active"

Inovasi Alat Pengering Elektrik Emping Melinjo (Kepingjo) Untuk Membantu Meningkatkan Produksi Skala Rumah Tangga

Suardi, Suardi, Susilo, Hendra, Muchlishiin, Moh., Ndruru, Andreas F., Gulo, Syukur A.
Abstract: Abstract: This community service activity was motivated by the drying problems of emping melinjo in Perbaungan District, Serdang Bedagai Regency, which still relies on sunlight. This traditional method has many limitations… ns as it depends on weather conditions, requires 2–3 days, and produces products that are less hygienic and inconsistent in quality. The purpose of this activity is to provide a solution through mentoring and training in the use of the electric emping melinjo dryer (KEPINGJO) so that partners are able to operate the equipment and increase production capacity. The implementation method includes several stages: preparation, technology socialization, training, trials, evaluation, and mentoring. The results show that the partners actively participated and were able to operate the equipment independently. The use of the electric dryer resulted in a reduction from 1 kg to 0.64 kg within 1 hour at a temperature of 55 °C, which is much faster than the traditional drying method that takes 2–3 days. In addition, the moisture content of emping melinjo, initially 29% in the wet condition, decreased to 9.5% after the drying process using the electric dryer. The final product is more hygienic, evenly dried, and has a longer shelf life. The application of the KEPINGJO electric dryer has proven to increase productivity, product quality, and household income while strengthening the role of universities in delivering appropriate technological innovations. Keywords: dryer; melinjo; empowerment; training; food self-sufficiency   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengeringan emping melinjo di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, yang masih mengandalkan sinar matahari. Metode tersebut memiliki banyak keterbatasan karena bergantung pada cuaca, membutuhkan waktu 2–3 hari, serta menghasilkan produk yang kurang higienis dan tidak seragam. Tujuan kegiatan adalah memberikan solusi melalui pendampingan dan pelatihan penggunaan alat pengering elektrik emping melinjo (KEPINGJO) agar mitra mampu mengoperasikan dan meningkatkan kapasitas produksi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, sosialisasi teknologi, pelatihan, uji coba, serta evaluasi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan mitra aktif berpartisipasi dan mampu menggunakan alat secara mandiri. Penggunaan alat pengering elektrik memperlihatkan penyusutan dari 1 kg menjadi 0,64 kg dalam waktu 1 jam pada suhu 55 °C, jauh lebih cepat dibanding metode tradisional 2–3 hari. Selain itu, kadar air emping melinjo yang semula sebesar 29% pada kondisi basah menurun menjadi 9,5% setelah proses pengeringan menggunakan alat pengering elektrik. Produk yang dihasilkan lebih higienis, kering merata, dan memiliki daya simpan lebih lama. Penerapan pengering elektrik KEPINGJO terbukti meningkatkan produktivitas, kualitas, serta pendapatan rumah tangga, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi tepat guna. Kata kunci: alat pengering; melinjo; pemberdayaan; pelatihan; kemandirian pangan

Pendekatan Activity Based Learning Untuk Pembelajaran Bahasa Inggris di Sanggar Belajar Sido Mulyo

Pratiwi, Theodesia Lady, Zaki, Leil Badrah, Nugraha, Hendra, Ilmayana, Annisa Gina, Melyarisman, Tasya, Nugroho, Shabrina Shalma, Mamusung, Zico Kevin
Abstract: Abstract: English proficiency from an early age plays a significant role in shaping the competence of the younger generation to face global challenges. At Sanggar Belajar Tembesi Sidomulyo, English learning is not yet optimal… timal because the teachers lack a for-mal educational background in the field, causing students to have difficulty mastering basic vocabulary, pronunciation, and understanding instructions. This research aims to address this problem by implementing an Activity Based Learning (ABL) approach, which emphasizes active student involvement through direct activities such as games, songs, visual simulations, and pronunciation exercises. This activity was carried out in four sessions on July 22, July 25, July 29, and August 4, 2025. Evaluation results indi-cate notable improvement. Among the five participating students, four students (80%) showed an average 20% increase in basic vocabulary mastery compared to pre-activity levels. Ninety percent demonstrated clearer pronunciation, and all students (100%) re-ported feeling enthusiastic and more motivated to learn. These findings confirm that the Activity Based Learning (ABL) approach is effective in enhancing participation and learning motivation while creating an enjoyable and meaningful learning experience. All students expressed interest in joining similar activities in the future. Keywords: activity-based learning; early english acquisition; vocabulary development; community service program; learner motivation; pronunciation improvement.   Abstrak: Penguasaan Bahasa Inggris sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk kompetensi generasi muda untuk menghadapi tantangan global di masa depan. Di Sanggar Belajar Tembesi Sidomulyo, pengajaran Bahasa Inggris belum optimal karena pengajar tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang tersebut, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam penguasaan kosakata dasar, pelafalan, serta pemahaman instruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan pendekatan. Activity Based Learning (ABL), yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui aktivitas langsung seperti permainan, lagu, dan latihan pelafalan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam empat sesi pada tanggal 22 Juli, 25 Juli, 29 Juli, dan 4 Agustus 2025. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dari lima siswa peserta, empat siswa (80%) mengalami peningkatan penguasaan kosakata dasar rata-rata 20% dibandingkan sebelum kegiatan. Sebanyak 90% siswa menunjukkan per-baikan pelafalan, dan seluruh peserta (100%) menyatakan merasa senang serta lebih termotivasi mengikuti pembelajaran.Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan Activity Based Learning (ABL) efektif dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar, sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Seluruh siswa juga menyampaikan minat untuk mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Kata kunci: activity-based learning; keterlibatan siswa; pembelajaran bahasa inggris; pembelajaran anak usia dini; sanggar belajar sidomulyo.

Pelatihan Guru Untuk Menciptakan Lingkungan Belajar Yang Suportif Dan Menyenangkan Di Lingkungan YPKI Magelang

Mali, Yustinus Calvin Gai
Abstract: Abstract: This community service (PkM) aims to provide training for teachers on how to create a supportive and fun learning environment for students in their classrooms. This PkM was carried out offline on Wednesday, 15… November 2023, at 9.00-12.00 WIB. The main participants of the training were 33 teachers, consisting of two teachers of Learning Group for toddlers (KB), six teachers of Kindergarten (TK), ten teachers of Elementary School (SD), seven teachers of Junior High School (SMP), and eight teachers of Senior High School (SMA) in Yayasan Perguruan Kristen Indonesia (YPKI) Magelang. In the presentation session, the author discussed five main principles to help the PkM participants in creating a supportive and fun learning environment, namely: 1) using technology to make learning interesting and fun; 2) taking sufficient time to guide students to practice new learning materials; 3) making rules regarding how students should communicate and act; 4) creating supportive friendship groups; and 5) scheduling teacher professional development meetings in the school to learn from each other and share knowledge. The session concluded with a discussion with the PkM participants, implying that teachers must take an active role to create a supportive environment for their students.         Keywords: learning environment; learning; teaching; technology   Abstrak: Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk para guru tentang bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan menyenangkan untuk para siswa mereka di dalam kelas. Kegiatan PkM ini dilaksanakan secara luring pada hari Rabu, 15 November 2023, jam 09.00-12.00 WIB. Peserta utama pelatihan ini adalah 33 orang guru, yang terdiri dari dua orang guru KB, enam orang guru TK, sepuluh orang guru SD, tujuh orang guru SMP, dan delapan orang guru SMA di bawah naungan Yayasan Perguruan Kristen Indonesia (YPKI) Magelang. Di dalam sesi pemaparan materi, penulis membahas lima prinsip utama untuk membantu para peserta PkM dalam menciptakan lingkungan belajar yang supotif dan menyenangkan tersebut. Kelima prinsip tersebut adalah: 1) menggunakan teknologi untuk membuat pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan; 2) meluangkan waktu yang cukup untuk membimbing siswa berlatih materi pembelajaran yang baru; 3) membuat peraturan terkait bagaimana siswa harus berkomunikasi dan bertindak; 4) membuat kelompok pertemanan yang saling mendukung; dan 5) menjadwalkan pertemuan pengembangan profesionalitas guru di sekolah untuk dapat saling belajar dan berbagi ilmu pengetahuan satu sama lainnya. Sesi diakhiri dengan diskusi dengan para peserta PkM yang menyiratkan bahwa guru harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung bagi siswa mereka.     Kata kunci: lingkungan belajar; pembelajaran; pengajaran; teknologi

Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis AI Untuk Guru UPTD SDN 010106 Sei Silau Barat

Latiffani, Chitra, Adi Mas Afandi, Yori Apridonal
Abstract: Abstract: This community service describes the implementation of artificial intelligence (AI)-based learning media training for elementary school teachers at the UPTD SDN 010106 Sei Silau Barat, Setia Janji. The background… nd of the activity is the limited understanding and skills of teachers in utilizing AI applications (e.g., ImageFX, Canva AI, and ChatGPT) to create interesting, interactive, and student-specific learning media. The implementation method includes three stages: preparation (interviews & needs observations), implementation (face-to-face workshops, demonstrations, and supervised independent practice), and evaluation (pre-post surveys and work assessments). This can be seen from the results of the pre-test and post-test conducted at the beginning and end of the training, from 31% pre-test to 88% post-test showing a significant difference. The results of this training showed a 57% increase in teachers' practical understanding, the development of AI-based teaching media in core subjects, and plans for sustainable adoption in the classroom. This activity contributes to improving educators' ICT competencies and encouraging the integration of modern technology in elementary schools. Keywords: artificial intelligence; community service; elementary school teachers; imageFX; learning media; training.   Abstrak: Pengabdian ini mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi guru sekolah dasar di UPTD SDN 010106 Sei Silau Barat, Setia Janji. Latar belakang kegiatan adalah masih terbatasnya pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan aplikasi AI (misalnya ImageFX, Canva AI, dan ChatGPT) untuk membuat media ajar yang menarik, interaktif, dan sesuai karakteristik siswa. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: persiapan (wawancara & observasi kebutuhan), pelaksanaan (workshop tatap muka, demo, dan praktik mandiri tersupervisi), serta evaluasi (pre–post survey dan penilaian karya). Hal ini dapat diliat dari hasil pre-test dan post-test yang dilakukan di awal dan di akhir pelatihan, dari 31% pre-test ke angka 88% post-test menunjukan perbedaan yang signifikan. Hasil pelatihan ini menunjukkan peningkatan sebesar 57% pada pemahaman praktis guru, penyusunan media ajar berbasis AI pada mata pelajaran inti, serta rencana adopsi berkelanjutan di kelas. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kompetensi TIK pendidik dan mendorong integrasi teknologi modern di sekolah dasar. Kata kunci: guru SD; imageFX; kecerdasan buatan; media pembelajaran; pelatihan; pengabdian masyarakat.  

Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Edugame Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di SMPN 29 Bengkulu Tengah

Ayudho Selviani, Jayanti Syahfitri, Kharisma, Agung, nasral
Abstract: Abstract: This community service program aimed to improve teachers’ competence in creating digital learning materials based on educational games (edugames) to enhance students’ learning motivation. The activity was conducted… onducted at SMP Negeri 29 Bengkulu Tengah with 15 participating teachers. The program adopted a workshop approach, including the introduction of edugame concepts, guidance in designing digital learning scenarios, and hands-on practice using free-access edugame platforms. Teachers actively engaged in discussions and collaborative work, resulting in several prototype edugames ready for classroom trials. The outcome indicates increased teacher skills in integrating technology into teaching and potential improvement in students’ engagement through interactive digital learning resources. Keywords: digital learning materials; edugame; learning motivation; teacher competency   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam membuat bahan ajar digital berbasis permainan edukatif (edugame) untuk mendorong motivasi belajar siswa. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 29 Bengkulu Tengah dengan peserta sebanyak 15 guru. Metode yang digunakan adalah pelatihan (workshop) yang mencakup pengenalan konsep edugame, pendampingan penyusunan skenario pembelajaran digital, dan praktik langsung menggunakan platform edugame yang dapat diakses secara gratis. Peserta terlibat aktif dalam diskusi dan kolaborasi, sehingga dihasilkan beberapa prototipe edugame yang siap diujicobakan di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran serta potensi peningkatan keterlibatan siswa melalui bahan ajar digital yang interaktif. Kata Kunci: bahan ajar digital; edugame; motivasi belajar siswa; kompetensi guru

PELATIHAN PERLINDUNGAN DATA DAN KEAMANAN SIBER UNTUK MASYARAKAT DI LKP MUTIARA INFORMATIKA KABUPATEN ASAHAN

Irianto, Andri Nata, Sumantri
Abstract: Abstract: The rapid development of digital technology brings various benefits as well as challenges, one of which is the increasing risk of cyber threats and personal data breaches. The digital community, particularly participants… rticipants at LKP Mutiara Informatika in Asahan Regency, requires a fundamental understanding and skills in protecting personal data and recognizing cyber threats. This community service program aims to provide educational and practical training on personal data protection and cybersecurity. The implementation methods include material delivery, interactive discussions, and practical simulations using real case studies. This program enhanced participants’ understanding of digital privacy, online fraud, and the use of basic security tools. Participants were also able to identify preventive measures to protect their digital accounts. Through this training, the community is better prepared to face the challenges of the technological era and to serve as agents of cybersecurity literacy, while also emphasizing the importance of synergy between education and technology in building safe and responsible digital awareness.          Keywords: personal data; cybersecurity; digital community   Abstrak: Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa berbagai manfaat sekaligus tantangan, salah satunya adalah meningkatnya risiko terhadap keamanan siber dan kebocoran data pribadi. Masyarakat digital, khususnya peserta di LKP Mutiara Informatika Kabupaten Asahan, membutuhkan pemahaman dan keterampilan dasar dalam melindungi data pribadi serta mengenali ancaman siber. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan yang bersifat edukatif dan aplikatif mengenai perlindungan data pribadi dan keamanan siber. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi praktik menggunakan studi kasus nyata. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman peserta tentang privasi digital, penipuan online, serta penggunaan perangkat pengaman dasar. Peserta juga mampu mengenali langkah pencegahan untuk melindungi akun digital. Dengan pelatihan ini, masyarakat lebih siap menghadapi tantangan era teknologi dan berperan sebagai agen literasi keamanan siber, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi edukasi dan teknologi dalam membangun kesadaran digital yang aman. Kata kunci: data pribadi; keamanan siber; masyarakat digital

PELATIHAN MENULIS BAHASA INGGRIS EFEKTIF BERBASIS TEKNOLOGI DI LKP MUTIARA INFORMATIKA

Syahputra, Abdul Karim, Adimas, Adi Mas Afandi, Akmal, Akmal, Difki , Difki Putra Ramadhan
Abstract: Abstract: This training was organized to address the challenges faced by students at LKP Mutiara Informatika in Kisaran in producing coherent and accurate English writing. English writing skills are essential in the global… al era but are often hindered by limitations in grammar, vocabulary, and structure. This community service program aimed to enhance students' writing abilities through the utilization of Artificial Intelligence (AI). The training method included interactive sessions, demonstrations of popular AI tools (e.g., Grammarly, ChatGPT, and Gemini), and hands-on practice in composing paragraphs and essays. The results showed a significant improvement in the students' grammatical accuracy, vocabulary richness, and coherence. The training also boosted the participants' confidence in writing. Implicitly, this program contributes to workforce readiness and digital literacy, offering a training model that can be replicated in other institutions. However, ongoing challenges must be addressed, particularly the risk of over-reliance on AI and the importance of further training to preserve authenticity and critical thinking in writing.          Keywords: artificial intelligence (AI); writing skills; english language   Abstrak: Pelatihan diselenggarakan untuk mengatasi tantangan peserta didik LKP Mutiara Informatika di Kisaran dalam menghasilkan tulisan Bahasa Inggris yang koheren dan akurat. Keterampilan menulis Bahasa Inggris esensial di era global, namun seringkali terhambat oleh keterbatasan tata bahasa, kosakata, dan struktur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis peserta didik melalui pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI). Metode pelatihan meliputi sesi interaktif, demonstrasi penggunaan tools AI populer (misalnya, Grammarly, ChatGPT, dan Gemini), serta praktik langsung penyusunan paragraf dan esai. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada akurasi tata bahasa, kekayaan kosakata, dan koherensi tulisan peserta didik. Pelatihan ini juga membangun kepercayaan diri peserta dalam menulis. Secara implisit, program ini berkontribusi pada kesiapan tenaga kerja dan penguasaan teknologi digital, serta menawarkan model pelatihan yang dapat direplikasi di institusi lain. Namun, tantangan berkelanjutan perlu diwaspadai, terutama risiko ketergantungan berlebih pada AI dan pentingnya pelatihan lanjutan untuk menjaga otentisitas dan pemikiran kritis dalam menulis. Kata kunci: kecerdasan buatan (AI); keterampilan menulis; bahasa inggris

Penguatan Kader Dan Guru Paud Dalam Edukasi Gizi Cegah Stunting di Wilayah Puskesmas Prambon

Aulia, Salma Shafrina, Nurjanah, Hanna, Utami, Fista, Dewi, Novianti Tysmala, Sholakhuddin, Ahmad, Andini, Novias Kemala
Abstract: Child stunting remains a significant public health concern, partly attributed to the suboptimal role of community health cadres and early childhood education teachers in delivering nutrition education. Inadequate training… g and various challenges in community engagement have limited the effectiveness of stunting prevention efforts. This outreach program aimed to improve the knowledge of posyandu (community health post) cadres and early childhood education (PAUD) teachers on stunting prevention and the importance of balanced nutrition to support child development. A total of 63 participants, including 50 posyandu cadres and 13 PAUD teachers, attended the activity, which included interactive lectures, discussions, and pre- and post-tests. The materials covered exclusive breastfeeding, balanced complementary feeding (MPASI), and regular monitoring of child growth and development. The results showed a significant increase in participants’ understanding, particularly regarding the impact of stunting and monitoring of child growth and development. Nutrition education proved effective in enhancing the capacity of cadres and teachers as strategic partners at the community level. It is recommended that regular follow-up training with practical approaches, such as menu planning and supplementary feeding management, be conducted to ensure program sustainability. Keywords: child development; community health post cadres ; early childhood teachers; nutrition education; stunting prevention   Abstrak: Stunting pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, salah satunya disebabkan oleh kurang optimalnya peran kader dan guru PAUD dalam edukasi gizi. Minimnya pelatihan serta kendala saat mendampingi masyarakat membuat upaya pencegahan stunting belum maksimal. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan guru PAUD mengenai pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sebanyak 63 peserta terdiri atas 50 kader posyandu dan 13 guru PAUD mengikuti kegiatan yang dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Materi meliputi ASI eksklusif, pemberian MPASI bergizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, terutama terkait dampak stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak. Edukasi gizi terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas kader dan guru sebagai mitra strategis di tingkat komunitas. Disarankan agar pelatihan lanjutan dengan pendekatan aplikatif seperti penyusunan menu dan pengelolaan PMT dilakukan secara berkala untuk mendukung keberlanjutan program. Kata kunci: tumbuh kembang anak; posyandu; guru PAUD; edukasi gizi; kader posyandu; pencegahan stunting

Membangun Konsep Diri Positif Melalui Peer Group Sebagai Manajemen Diri Dampak Bullying Pada Remaja Putri

Prafitri, Lia Dwi, Budiarto, Eka, Suparni, Suparni, Zuhana, Nina
Abstract: Young women in orphanages often experience psychosocial challenges, such as low self-esteem and experiences of bullying, which affect their emotional and social well-being. This service aims to improve self-concept through… gh a peer group approach as a self-management strategy against the impact of bullying. The methods used include focused group discussions (FGD), education, peer group formation, role play, mentoring, and evaluation. The results show an increase in self-concept understanding, the formation of an active and supportive peer group, improvement in self-management skills, increased self-confidence, the development of peer group modules or guides, and the establishment of sustainable partnerships. Pre-test to post-test scores increased by an average of 1.4 points. Peer groups are effective in creating a safe environment and strengthening positive interactions between adolescents. This intervention has a positive impact on the psychosocial aspect and has the potential to be replicated in other orphanages as a form of promotive and preventive mental health. Cross-sectoral support, such as caregivers, educators, and health workers, is needed for sustainable programs and optimal results. Keywords: bullying; self-concept; orphanage; peer group; young women    Abstrak: Remaja putri di panti asuhan sering mengalami tantangan psikososial, seperti rendahnya konsep diri dan pengalaman bullying, yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan sosial mereka. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan konsep diri melalui pendekatan peer group sebagai strategi manajemen diri terhadap dampak bullying. Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok terfokus (FGD), edukasi, pembentukan kelompok sebaya, role play, pendampingan, dan evaluasi. Hasil capaian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep diri, terbentuknya peer group yang aktif dan suportif, peningkatan kemampuan manajemen diri, peningkatan rasa percaya diri, tersusunnya modul atau panduan peer group dan terjalinnya kemitraan berkelanjutan. Skor pre-test ke post-test naik rata-rata 1,4 poin. Peer group terbukti efektif menciptakan lingkungan aman dan memperkuat interaksi positif antarremaja. Intervensi ini memberikan dampak positif pada aspek psikososial dan berpotensi direplikasi di panti lain sebagai bentuk promotif dan preventif kesehatan mental. Dukungan lintas sektor seperti pengasuh, pendidik, dan tenaga kesehatan diperlukan agar program berkelanjutan dan hasilnya optimal. Kata kunci: bullying; konsep diri; panti asuhan; peer group; remaja putri

Workshop Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Teknologi AI Untuk Guru SD Swasta Islami Annur Air Joman Baru

Maulana, Cecep, Irianto, Irianto, Amin, Muhammad Amin, Wirjaya, Salsabila
Abstract: This workshop aimed to enhance teachers' competencies in integrating Artificial Intelligence (AI) technology into English language teaching practices. It began with a needs assessment survey to identify the challenges teachers… achers face in utilizing technology. The implementation methods included interactive training sessions, demonstrations of AI-based applications such as learning chatbots, and hands-on support in designing technology-based lesson plans.The workshop results showed that the pre-test score totaled 1,795, with an average score of 59.83. Following the training, a post-test was conducted to measure the improvement in teachers' understanding through the use of the chatbot application. The post-test score reached 2,520, with an average post-test score of 84.00, reflecting an increase of 30 points. This significant improvement highlighted the teachers' enhanced understanding and skills in using AI to create more dynamic, student-centered learning environments. Teachers expressed greater confidence in exploring innovative teaching methods that boost student motivation and participation. It is hoped that this training model can be adapted to other educational settings to support the sustainable integration of technology. Keywords: artificial intelligence; english language learning; primary school teachers; AI technology.   Abstrak: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke dalam praktik pengajaran bahasa Inggris. Pelatihan dimulai dengan survei penilaian kebutuhan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru dalam memanfaatkan teknologi. Metode pelaksanaannya meliputi sesi pelatihan interaktif, demonstrasi aplikasi berbasis AI seperti chatbot pembelajaran, dan pendampingan langsung dalam merancang rencana pembelajaran berbasis teknologi. Hasil lokakarya menunjukkan bahwa skor pre-test mencapai 1.795, dengan skor rata-rata 59,83. Setelah pelatihan, dilakukan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman guru melalui penggunaan aplikasi chatbot. Skor post-test mencapai 2.520, dengan skor rata-rata post-test 84,00, yang mencerminkan peningkatan sebesar 30 poin. Peningkatan yang signifikan ini menyoroti peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan AI untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan berpusat pada siswa, dan para guru menyatakan kepercayaan diri yang lebih besar dalam mengeksplorasi metode pengajaran inovatif yang dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Diharapkan model pelatihan ini dapat diadaptasi ke lingkungan pendidikan lainnya untuk mendukung integrasi teknologi yang berkelanjutan. Kata kunci: kecerdasan buatan; pembelajaran bahasa inggris; guru sekolah dasar; teknologi AI.