Abstract:Abstact: A robot is a set of mechanical devices or shaped vehicles that can perform physical tasks, both with human supervision and control, in the form of programs that have been defined in advance. Robot cars designed…
by researchers, use two commands to perform physical tasks. First use the command from Google Voice, which is the command with voice, and the second uses the command using the Android button, so that access to the robot can be done by anyone and anywhere. The work system of the robot car design is designed, when the robot car commands, the command will be juxtaposed or compared, and when the data is compared according to the data being controlled, the system will run according to the data or command earlier. For each module, it uses a voltage of 5V, while for a DC motor, it uses an external voltage of 7.4 VDC. Keyword: Robot car, Arduino controller, Google voice.
Abstrak: Robot merupakan seperangkat alat mekanik atau berbentuk kendaraan yang bisa melakukan tugas fisik, baik dengan pengawasan dan kontrol manusia, berupa program yang telah didefisinikan terlebih dahulu. Mobil robot yang dirancang peneliti, menggunakan dua perintah untuk melakukan tugas fisik. Pertama menggunakan perintah dari google voice, yaitu perintah dengan suara, dan yang kedua menggunakan perintah menggunakan tombol button android, sehingga akses untuk memerinta robot dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Sistem kerja dari rancangan mobil robot yang dirancang, ketika mobil robot memberi perintah, maka perintah tersebut akan disandingkan atau dibandingkan, dan ketika data yang dibandingkan sesuai dengan data yang dicontroller, maka sistem akan berjalan sesuai dengan data atau perintah tadi. Untuk setiap modul, menggunakan tegangan 5V, sedangkan untuk motor DC, menggunakan tegangan eksternal sebesar 7.4 VDC.
Kata Kunci: Mobil robot, controller arduino, google voice.
Abstract:Beras menjadi kebutuhan utama dalam mengolah berbagai macam makanan terutama nasi. Kebutuhan beras dari tahun ke tahun pun semakin tinggi. Hal demikian membuat para petani harus meningkatkan produktifitas padi yang akan…
ditanam. Akan tetapi petani masih menggunakan cara coba-coba dan mengandalkan kebiasaan turun temurun dalam menentukan benih padi yang ditanam. Sebagai contoh masih ada petani memilih benih padi berdasarkan harga benih yang murah dan yang memiliki masa panen lebih cepat. Dampaknya mengurangi harga jual hasil panen.Adapun tujuan penelitian ini adalah menerapkan teknologi informasi untuk mengetahui dan menentukan jenis padi yangunggul yang dapat meningkatkan hasil panen dan kualitas padi. Metode yang peneliti pilih adalah metode AHP yang dikombinasikan dengan metode WP. Alasan metode AHP dipilih karena mampu menganalisis kriteria yang memiliki nilai konsistensi yang baik. Sedangkan WP dipilih karena memiliki kemampuan menganalisis alternative menjadi bentuk perangkingan dengan proses yang cepat dan mudah. Berdasarkan hasil analisis dari kombinasi AHP dan WP yang telah dilakukan, metode AHP mampu menghasilkan faktor prioritas yang menjadi nilai bobot untuk perankingan metode WP. Dan metode WP menghasilkan perankingan tertinggi benih padi unggul dengan nilai 0,204.
Abstract:Peran sistem pakar sangat diperlukan oleh banyak kalangan untuk mampu menjawab dari beberapa permasalahan dan memberikan solusi yang terbaik melalaui sistem yang sudah diprogramkan dari seorang yang ahli dalam bidangnya.…
Bengkel Budiman di Asahan yang merupakan salah satu jenis usaha yang bergerak dalam bidang otomotif, service serta perbaikan sepeda motor, sudah memiliki banyak pelanggan, namun masih bersifat manual pada proses solusi perbaikan. Maka dibutuhkan suatu aplikasi sistem pakar, dalam menganalisa gangguan sistem pada sepeda motor untuk mempermudah proses diagnosa kerusakan dan solusi permasalahannya sehingga akan memepermudah penanganan kerusakan secara cepat dan efisien. Metode yang dilakukan pada aplikasi sistem pakar ini yaitu dengan menggunakan metode Certainty Factor (CF). Dimana Metode Certainty Factor (CF) adalah suatu metode untuk membuktikan apakah suatu fakta itu pasti ataukah tidak pasti yang berbentuk metric yang biasanya digunakan dalam sistem pakar dalam mendiagnosa kerusakan pada sepeda motor.
Kata Kunci : bengkel Budiman, gangguan sistem, metode certainty factor, sepeda motor, sistem pakar,
Abstract:Abstract: One of the ways to improve the quality of high school students is to form a favorite class in which the class will be a flagship class compared to other classes. Students will be selected based on 3 variables,…
that is the attendance index, semester average score and also the ethics of the students themselves. Data mining is the mining or discovery of new information by searching for a particular pattern or rule of large amounts of data that is expected to overcome the condition, utilizing data obtained from SMA for grouping students using clustering method using single linkage technique. By using clustering method is expected to make it easier for grouping students - students who go to class XI. So the results of this study will also be used by in determining the students-students who will enter the majors class. Keywords: Data Mining, Clustering, Single Lingkage, Selection of Departments.
Abstrak: Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas siswa sekolah menengah adalah dengan membentuk kelas favorit di mana kelas akan menjadi kelas unggulan dibandingkan dengan kelas lain. Siswa akan dipilih berdasarkan 3 variabel, yaitu indeks kehadiran, nilai rata-rata semester dan juga etika siswa itu sendiri. Data mining adalah penambangan atau penemuan informasi baru dengan mencari pola tertentu atau aturan sejumlah besar data yang diharapkan untuk mengatasi kondisi tersebut, memanfaatkan data yang diperoleh dari SMA untuk mengelompokkan siswa menggunakan metode pengelompokan menggunakan teknik hubungan tunggal. Dengan menggunakan metode clustering diharapkan akan mempermudah pengelompokan siswa - siswa yang masuk ke kelas XI. Jadi hasil penelitian ini juga akan digunakan dalam menentukan siswa - siswa yang akan masuk kelas jurusan. Kata kunci: Data Mining, clustering, single lingkage, pemilihan departemen
Abstract:Dengan pemanfaatan teknologi,industri rumah tangga yang kecil dapat berkembang ke dalam bentuk usaha yang lebih luas lagi seperti usaha kerupuk kulit ini. Kerupuk kulit merupakan usaha yang berkembang cukup baik di kabupaten…
aten asahan. Selain itu usaha kerupuk kulit di Asahan sangat beragam, tidak hanya berbahan dari hewan namun juga tumbuhan. Kualitas kerupuknya sangat baik sehingga kerupuk tersebut memiliki pemasaran yang bagus di daerah asahan dan sekitarnya. Oleh karena itu semakin hari permintaan akan kerupuk kulit semakin bertambah. Hal tersebut mengakibatkan rantai pasokan antara pemasok bahan baku terhadap produsen dan pasokan hasil produk pada konsumen menjadi tidak seimbang. Untuk mengatasi hal tersebut produsen kerupuk kulit, khususnya Usaha Kerupuk kulit bunda menggunakan sistem informasi dalam pengolahan rantai pasokan bahan baku danpemasaran produk kerupuk kulit. Salah satu cara yang digunakan adalah E-Supply Chain Manajemen, dimana rantai pasokan baku diatur dan di kontrol sedemikian rupa mulai dari pemasok bahan baku (supplier) ke produsen serta pemasaran produk jadi kepada konsumen.Sehingga dengan adanya E- Supply Chain Manajemen produktivitas hasil industri rumah tangga dapat di kontrol mulai dari pemasokan bahan baku sampai pada proses penjualan kepada konsumen
Abstract:application of this technological development is an expert system devoted to the diagnosis of disease, one of which is malaria disease. The method used is forward chaining. This malaria diagnosis expert system is designed…
d not only to diagnose symptoms ofmalaria but also how to prevent malaria. Expert system to diagnose malaria disease is built on the web.
Keywords: expert system, forward chaining, malaria, web.
Abstrak: Seiring kemajuan teknologi komputer yang semakin pesat, seluruh aspek-aspek yang berkaitan dengan kehidupan tak luput dari pengaruh perkembangan teknologi ini, begitu juga dengan dunia kesehantan. Bentuk penerapan dari perkembangan teknologi ini adalah sebuah sistem pakar yang ditujukan untuk diagnosa penyakit, salah satunya adalah penyakit malaria. Adapun metode yang digunakan adalah forward chaining. Pada sistem pakar diagnosa penyakit malaria ini dirancang tidak hanya dapat mendiagnosa gejala dari penyakit malaria saja tetapi juga bagaimana cara pencegahan dari penyakit malaria. Sistem pakar mendiagnosa penyakit malaria ini dibangun berbasis web.
Kata kunci: sistem pakar, forward chaining, malaria, web.
Abstract:Abstract: There are several facilities in distributing funds to the customer which is owned by Bank Syariah Bukopin. One of them is Kredit Pemilikan Rumah / Housing Loan (mortgage), so far the bank when provides mortgages…
s to customers still uses risk prediction manually in giving credit to customers which is taking up a lot of time and energy especially when the customer reports is further analyzed by the Bank. One technique that can help in predicting the Bank's credit risk determination is Decision Tree which is a technique that is a part of Data Mining techniques to take a decision in the form of a tree. With Decision Tree techniques, it is expected to help the bank to allow faster and easier in predicting the data and getting a conclusion from existing data. One of the ways to predict the data is using Dtreg software. This software only uses data that is in the format of "csv (comma delimited)â€, if it is not using the format" csv (comma delimited)", so that the data can not be processed by Dtreg software. When the excel format has been converted to the "csv (comma delimited)" format, the analysis process can be done. Dtreg can generate decision tree, one of them is the result of risk decision from the number of mortgages based on the number of customers.
Keywords: data mining, decision tree
Abstrak: Ada beberapa fasilitas dalam penyaluran dana ke nasabah yang di miliki Bank Syariah Bukopin. Salah satunya Kredit Pemilikan Rumah (KPR), selama ini pihak Bank memberikan KPR ke nasabah masih menggunakan prediksi resiko secara manual dalam meberikan kredit kepada nasabah yang banyak menyita waktu dan tenaga apalagi pada saat laporan nasabah dianalisa lebih lanjut oleh pihak Bank. Salah satu teknik yang dapat membantu pihak Bank dalam memprediksi Penentuan resiko kredit adalah teknik Decision Tree yang merupakan bagian dari teknik Data Mining untuk mengambil suatu keputusan dalam bentuk pohon. Dengan teknik Decision Tree diharapkan dapat membantu pihak bank agar lebih cepat dan mudah dalam memprediksi data dan menarik suatu kesimpulan dari data yang ada.Salah satu cara memprediksi data tersebut dengan menggunakan software Dtreg. Pada software ini data yang digunakan hanya bisa dalam bentuk format “csv (comma delimited), jika tidak menggunakan format “csv (comma delimited)“ maka data tersebut tidak bisa diproses oleh software Dtreg dan selanjutnya jika format excel yang telah dirubah ke format “csv (comma delimited)â€, maka akan dapat dilakukan proses analisa. Dtreg dapat menghasilkan pohon keputusan, salah satu nya yaitu hasil keputusan resiko dari jumlah kredit pemilikan rumah berdasarkan jumlah nasabah.
Kata kunci: data mining, decision tree
Abstract:Pecahan merupakan salah satu materi matematika yang penerapannya sering dijumpai dalam kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana siswa kelas IV SD Negeri 010091 Kisaran Baru memahami konsep pecahan.…
han. Metode yang digunakan berbentuk deskriptif kualitatif dengan melibatkan 26 siswa sebagai subjek kajian. Data dihimpun melalui empat cara, yakni tes, pengamatan, wawancara, dan penelusuran dokumen. Hasil kajian memperlihatkan bahwa pemahaman siswa atas konsep pecahan tergolong masih rendah, dibuktikan oleh angka ketuntasan belajar yang hanya menyentuh 23,07%. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah hal, di antaranya lemahnya penguasaan dasar pecahan, rendahnya keterlibatan siswa saat belajar, serta metode pengajaran yang belum diterapkan secara maksimal. Mengacu pada hasil tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih interaktif untuk mendorong peningkatan pemahaman siswa terhadap pecahan.
Fraction is a fundamental mathematical topic that frequently appears in everyday situations. This study set out to examine how well fourth-grade students at SD Negeri 010091 Kisaran Baru grasp the concept of fractions. A qualitative descriptive design was employed, with 26 students taking part as participants. Four data-gathering techniques were used: testing, observation, interviews, and document review. Findings revealed that students’ grasp of fraction concepts was still limited, shown by a completion rate of only 23,07%. Several factors contributed to this outcome, among them a weak foundation in basic fraction concepts, low student involvement during lessons, and teaching methods that had not been optimally applied. Based on these findings, more interactive learning strategies are needed to help strengthen students’ conceptual grasp of fractions.
Abstract:Pecahan merupakan salah satu materi matematika yang penerapannya sering dijumpai dalam kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana siswa kelas IV SD Negeri 010091 Kisaran Baru memahami konsep pecahan.…
han. Metode yang digunakan berbentuk deskriptif kualitatif dengan melibatkan 26 siswa sebagai subjek kajian. Data dihimpun melalui empat cara, yakni tes, pengamatan, wawancara, dan penelusuran dokumen. Hasil kajian memperlihatkan bahwa pemahaman siswa atas konsep pecahan tergolong masih rendah, dibuktikan oleh angka ketuntasan belajar yang hanya menyentuh 23,07%. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah hal, di antaranya lemahnya penguasaan dasar pecahan, rendahnya keterlibatan siswa saat belajar, serta metode pengajaran yang belum diterapkan secara maksimal. Mengacu pada hasil tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih interaktif untuk mendorong peningkatan pemahaman siswa terhadap pecahan.
Fraction is a fundamental mathematical topic that frequently appears in everyday situations. This study set out to examine how well fourth-grade students at SD Negeri 010091 Kisaran Baru grasp the concept of fractions. A qualitative descriptive design was employed, with 26 students taking part as participants. Four data-gathering techniques were used: testing, observation, interviews, and document review. Findings revealed that students’ grasp of fraction concepts was still limited, shown by a completion rate of only 23,07%. Several factors contributed to this outcome, among them a weak foundation in basic fraction concepts, low student involvement during lessons, and teaching methods that had not been optimally applied. Based on these findings, more interactive learning strategies are needed to help strengthen students’ conceptual grasp of fractions.
Abstract:Fenomena waithood pada generasi Z menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap kesiapan menikah (marriage readiness) di tengah dinamika sosial kontemporer. Jika dalam tradisi Islam kemampuan menikah dirumuskan melalui…
lui konsep al-ba’ah, masyarakat modern cenderung mengembangkan konstruksi marriage readiness yang lebih kompleks dan multidimensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas hadits anjuran menikah tentang al-ba’ah, mengkaji pemaknaannya dalam literatur klasik, serta menjelaskan transformasi konstruksi marriage readiness pada Generasi Z. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui library research yang dianalisis menggunakan metode takhrij hadits, yakni kritik sanad dan matan, serta analisis fiqh al-hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis anjuran menikah mengenai al-ba’ah berstatus sahih dan dapat dijadikan hujjah dalam hukum Islam. Secara klasik, al-ba’ah dipahami sebagai kemampuan biologis dan kemampuan finansial yang menjadi prasyarat seseorang untuk memasuki kehidupan perkawinan. Sementara itu, konstruksi marriage readiness pada generasi Z berkembang menjadi konsep multidimensional yang mencakup kesiapan ekonomi, emosional, psikologis, relasional, dan sosial. Penelitian ini menemukan bahwa transformasi tersebut tidak menunjukkan pertentangan dengan substansi konsep al-ba’ah, melainkan berupa perluasan indikator operasional mengenai kemampuan menikah sebagai respons terhadap perubahan sosial pada era disrupsi. Dengan demikian, marriage readiness dapat dipahami sebagai bentuk aktualisasi kontemporer dari konsep al-ba’ah yang tetap berorientasi pada terwujudnya kemaslahatan keluarga.