Abstract:Abstract:Chili is a production cropthatis much needed by the community. Good care is needed to increase the production of chili plants. Production of chili plants will decrease if the types of diseases that attack are not…
not considered. To find out about chili plant diseases, farmers only look at the disease without knowing the symptoms that appear beforehand so that it will affect the production of chili plants.So that we need experts who understand the symptoms of disease in chili plants.The existence of experts can be replaced by a system designed to detect symptoms of disease in chili plants.The expert system to be designed is web-based using the case-based reasoning method.This expert system is expected to help increase the productivity of chili plants.
Keywords:expert system; chili; case-based reasoning; chili plants.
Abstrak:Cabai merupakan tanaman produksi yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk meningkatkan produksi tanaman cabai diperlukan perawatan yang baik. Produksi dari tanaman cabai akan menurun jika tidak diperhatikan jenis penyakit yang menyerang. Untuk mengetahui penyakit tanaman cabai para petani hanya melihat penyakitnya saja tanpa mengetahui terlebih dahulu gejala yang muncul sehingga akan mempengaruhi hasil produksi tanaman cabai. Sehingga diperlukan pakar yang mengerti mengenai gejala penyakit pada tanaman cabai. Keberadaan pakar bisa digantikan oleh sebuah sistem yang dirancang untuk mendeteksi gejala penyakit pada tanaman cabai. Sistem pakar yang akan dirancang berbasis web dengan menggunakan metode case base reasoning. Sistem pakar ini nantinya diharapkan membantu untuk peningkatan produktivitas tanaman cabai.
Kata kunci:sistem pakar; cabai; casebasereasoning; tanaman cabai.
Abstract:Abstract:Application of the Scrum model in the design of research and community service information systems (Case study at STMIK Lombok), the Institute for Research and Community Service (LPPM) is an activity unit that functions…
unctions to manage all research and community service activities carried out by lecturers in connection with the lecturer improving the quality of the lecturer. The formulation of the problem is how to design and build a research and community service information system so as to facilitate the process of submitting proposals, accepting, selecting, reviewing, approving, controlling implementation and facilitating reporting. This study uses data collection methods namely observation and interviews, while the system development method uses the Scrum method, the following is a description of the stages of software development using the Scrum method, namely: Produck Backlog, Sprint Backlog, Sprint and Working Increment of the Software. Based on the data analysis, it was concluded that the research and community service information system was designed to facilitate the submission of research proposals as well as the dedication and reporting of research and service activities being carried out by lecturers. Presentation of information in this system includes lecturer data input, input of research proposal, dedication proposal input, print decision letter and report data input.
Keywords:Information Systems Research and Community Service, SCRUM Method
Abstrak:Penerapan model Scrum dalam perancangan sistem informasi penelititan dan pengabdian kepada masyarakat (Studi kasus di STMIK Lombok), Lembaga Penelititan dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) adalah sebuah unit kegiatan yang berfungsi mengelola semua kegiatan penelititan dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakasanakan oleh dosen dalam kaitan dengan peningkatan kualitas dosen tersebut. Adapun perumusan masalahnya bagaimana merancang dan membangun sistem informasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga mempermudah dalam proses pengajuan proposal, penerimaan, seleksi, review, persetujuan, pengontrolan pelaksanaan dan mempermudah pelaporan. metode pengembangan sistemnnya menggunakan metode Scrum, uraian dari tahap-tahap pengembangan perangkat lunak menggunakan metode Scrum yaitu : Produck Backlog, Sprint Backlog, Sprint dan Working Increment Of The Software. Berdasarkan analisa data yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa Sistem informasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk melakukan kemudahan dalam pengajuan usulan proposal penelitian maupun pengabdian dan pelaporan kegiatan penelitian dan pengabdian yang sedang dilakukan oleh dosen. Penyajian informasi dalam sistem ini meliputi input data dosen, input proposal penelitian, input proposal pengabdian, mencetak surat keputusan dan input data laporan.
Kata kunci:Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Metode SCRUM.
Abstract:Abstract: Food is the most important foodstuff needed by humans, in addition to consumption, the production of food crops can also be used as a source of business in the economy. This study aims to predict the production…
of food crops in the Agriculture Office of Asahan Regency. Based on data on food crop production from 2012 to 2019 at the Asahan District Agriculture Office experienced ups and downs, food crop production sometimes does not meet the consumption of people in Asahan Regency (devisit) and sometimes overproduction (surplus). So far, the Agriculture Office of Asahan Regency has predicted the production of food crops only with estimates so that the results are not accurate. Based on these problems, a proper forecasting system is needed so that it is able to predict the production rate of food crops quickly and accurately. Applications are built using Visual Basic Net 2010 and MySQL databases and use the Single Moving Average method. The results of this study can help the Agriculture Office of Asahan Regency in predicting the amount of food crop production in the next period according to the needs.
Keywords : Forecasting, Production, Food Crops, Single Moving Average
Abstrak: Pangan merupakan bahan makanan paling utama yang di butuhkan oleh manusia, selain untuk dikomsumsi, hasil produksi dari tanamana pangan juga dapat dijadikan sebagai sumber usaha dalam perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan prediksi produksi tanaman pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Asahan. Berdasarkan data produksi tanaman pangan dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2019 pada Dinas Pertanian Kabupaten Asahan mengalami naik turun, produksi tanaman pangan terkadang tidak memenuhi konsumsi masyarakat di Kabupaten Asahan (devisit) dan terkadang kelebihan produksi (surplus). Selama ini Dinas Pertanian Kabupaten Asahan melakukan prediksi produksi tanaman pangan hanya dengan perkiraaan-perkiraan saja sehingga hasilnya tidak akurat. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibutuhkan sistem peramalan yang tepat sehingga mampu meramalkan tingkat produksi tanaman pangan dengan cepat dan akurat. Aplikasi dibangun menggunakan Visual Basic Net 2010 dan database MySQL serta menggunakan metode Single Moving Average. Hasil dari penelitian ini dapat membantu Dinas Pertanian Kabupaten Asahan dalam memprediksi jumlah produksi tanaman pangan pada periode berikutnya sesuai dengan kebutuhan.
Kata Kunci : Peramalan, Produksi, Tanaman Pangan, Single Moving Average
Abstract:Abstract : This study aims to determine thecrime rate in motorbike theft cases using the programmeing langiage PHP and MySQL as a database and the application of the Exponential Smoothing method to determine the crime rate…
te of motorcycle theft that occurs in the city of Tanjung Balai for the next period. The data used in this study is motorcycle theft report data from 2018 to 2019 wich was obtained from the Tanjung Balai Police. The benefits of this research can be used by the Tanjung Balai police to determine the extent of the motorcycle theft crime that will occur in a shorter, easier and more accurate manner so that it can take optimal prevention. With the Exponential Smoothing method the alpha value will be searched randomly to find an alpha value that was a minimum error value calculated using Means Absolute Percetage Error (MAPE). Then the prediction results that have an alphan with a minimum error are the best of recommended as a prediction result for the next period. Based on this research, the prediction results obtained from the prediction of the number of motorcycle theft cases the occurred in the city of Tanjung Balai in 2020 were 12 units with an MAPE error value of 0,153%.
Keyword : Exponential Smoothing, Theft, Motorcycle, Forecasting
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kriminalitas kasus pencurian sepeda motor dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai basis data serta penerapan metode Exponential Smoothing untuk menentukan tingkat kriminalitas pencurian sepeda motor yang terjadi di kota Tanjung Balai untuk periode berikutnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan pencurian sepeda motor dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 yang diperoleh dari POLRES Tanjung Balai. Manfaat dari penelitian ini dapat digunakan oleh kepolisian Tanjung Balai untuk menentukan seberapa besar tindak kriminalitas pencurian sepeda motor yang akan terjadi secara lebih singkat, mudah dan akurat sehingga dapat melakukan pencegahan yang optimal. Dengan metode Exponential Smoothing akan dicari nilai alpha secara acak sampai menemukan nilai alpha yang memiliki nilai error yang minimum yang dihitung menggunakan Means Absolute Percetage Error (MAPE). Maka hasil prediksi yang memiliki alpha dengan error minimumlah yang paling baik atau direkomendasikan sebagai hasil prediksi untuk periode selanjutnya. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil prediksi peramalan jumlah kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di kota Tanjung Balai tahun 2020 adalah 12 unit dengan nilai error MAPE sebesar 0,153%.
Kata Kunci : Exponential Smoothing, Pencurian, Sepeda Motor, Forecasting
Abstract:Abstract:Theft is the illegal taking of property or belongings of another person without the permission of the owner. The most common crime problem in Asahan District is theft, so that the POLRES is still having trouble…
determining which areas are often the crime of theft. With this problem, we need to do a grouping for areas where theft often occurs, so the process used is the data mining process. Data mining is one of the processes of Knowledge Discovery from Databases (KDD). KDD is an activity that includes collecting, using historical data to find regularities, patterns or relationships in large data sets. One of the techniques known in data mining is clustering technique. The K-Means method is a method for clustering techniques, K- Means is a method that partitions data into groups so that data with the same characteristics are entered into the same set of groups and data with different characteristics are grouped into other groups. The attributes used in grouping this data are annual data, namely 2015, 2016, 2017, 2018, 2019. A case study of 9 POLSEK in the Asahan.
Keywords: Data Mining, Clustering, K-Means Algorithm, Theft Crimes Grouping.
Abstrak: Pencurian merupakan pengambilan properti atau barang milik orang lain secara tidak sah tanpa ijin dari pemilik. Masalah tindak kejahatan yang paling banyak terjadi di Kabupaten Asahan adalah tindak kejahatan pencurian sehingga pihak POLRES masih kesulitan untuk menentukan daerah mana saja yang sering terjadi tindak kejahatan pencuriaan. Dengan adanya masalah ini kita perlu melakukan pengelompokan untuk daerah mana saja yang sering terjadi tindak pencurian maka proses yang digunakan adalah proses data mining. Data mining adalah salah satu proses dari Knowledge Discovery from Databases (KDD). KDD adalah kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian data, historis untuk menemukan keteraturan, pola atau hubungan dalam set data besar. Salah satu teknik yang di kenal dalam data mining adalah teknik clustering. Metode K-Means merupakan metode untuk teknik clustering, K-Means adalah metode yang mempartisi data kedalam kelompok sehingga data berkarakteristik sama dimasukan kedalam set kelompok yang sama dan data yang berkerakteristik berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok yang lain. Atribut yang di gunakan dalam pengelomokan data ini adalah data pertahun yaitu tahun 2015, 2016, 2017, 2018, 2019. Studi kasus pada 9 POLSEK yang ada di daerah kabupaten Asahan.
Kata kunci: Data Mining, Clustering, Algoritma K-Means, Pengelompokan Tindak Kejahatan Pencurian.
Abstract:Abstract: Clean water availability plays an important role in supporting sanitation, environmental health, and educational activities in schools. SMP Negeri 1 Cangkringan has a natural spring water source containing iron…
(Fe) levels of 1–2 mg/L, exceeding the water quality standard stipulated in Indonesian Ministry of Health Regulation No. 32 of 2017. This community service program aimed to improve water quality through the implementation of a simple treatment system based on aeration, sedimentation, and filtration, while also supporting the Adiwiyata School Program. The implementation method applied a participatory approach involving teachers, students, and educational staff through several stages, including identification of water quality problems, initial water quality testing, design of aeration and filtration systems, installation of the water treatment unit, post-treatment water quality testing, as well as monitoring and evaluation of program sustainability. The filtration system utilized gravel, silica sand, activated carbon, and zeolite stone as filter media. Water quality testing was conducted before and after treatment to evaluate the effectiveness of Fe reduction. The results showed that the aeration and filtration system successfully reduced Fe concentrations from 1–2 mg/L to 0.5–1 mg/L with an efficiency of 50–75%, thereby meeting the hygiene and sanitation water quality standards. In addition, the program enhanced environmental awareness among school members through practice-based learning activities.
Keywords: aeration; community service; filtration; iron (Fe); spring water quality; sustainability education.
Abstrak: Ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam mendukung sanitasi, kesehatan lingkungan, dan aktivitas pendidikan di sekolah. SMP Negeri 1 Cangkringan, Yogyakarta memiliki sumber mata air alami dengan kandungan zat besi (Fe) sebesar 1–2 mg/L yang melebihi baku mutu berdasarkan Permenkes RI No. 32 Tahun 2017. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas air melalui penerapan sistem pengolahan sederhana berbasis aerasi, sedimentasi, dan filtrasi sekaligus mendukung program Sekolah Adiwiyata. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan guru, siswa, dan tenaga kependidikan melalui tahapan identifikasi permasalahan kualitas air, pengujian awal kualitas air, perancangan sistem aerasi dan filtrasi, implementasi instalasi pengolahan air, pengujian kualitas air pasca pengolahan, serta monitoring dan evaluasi keberlanjutan program. Sistem filtrasi menggunakan media kerikil, pasir silika, arang aktif, dan batu zeolit. Pengujian kualitas air dilakukan sebelum dan sesudah pengolahan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar Fe. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem aerasi dan filtrasi mampu menurunkan kadar Fe dari 1–2 mg/L menjadi 0,5–1 mg/L dengan efisiensi sebesar 50–75%, sehingga memenuhi baku mutu air higiene sanitasi. Program ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan warga sekolah melalui pembelajaran berbasis praktik.
Kata kunci: aerasi; filtrasi; pengabdian kepada masyarakat; peningkatan kualitas air; Sekolah Adiwiyata; zat besi (Fe).
Abstract:Abstract: Household waste management in Waru Village is still dominated by conventional practices without sorting, so it has the potential to cause environmental problems and has not been used as a source of economic value.…
ue. This community service activity aims to optimize waste banks as an instrument for implementing the circular economy at the household level. The method used is a participatory approach with a quantitative descriptive design through socialization, training, and mentoring to farmer group mothers, as well as evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results of the activity showed an increase in community capacity in all variables measured, with an average score increasing from 3.67 to 4.19 or by 14.2%. The highest increase occurred in the aspect of perception and impact of the program, while behavior changes showed a tendency to increase gradually. In addition, this activity also encouraged the formation of more structured waste bank management at the group level. These findings show that participatory approaches are effective in driving changes in waste management understanding and practices, as well as supporting the implementation of a household-based circular economy.
Keywords: waste banks; waru villages; circular economy; community service; waste management
Abstrak: Pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Waru masih didominasi oleh praktik konvensional tanpa pemilahan, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai sumber nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan bank sampah sebagai instrumen penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain deskriptif kuantitatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada ibu-ibu kelompok tani, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat pada seluruh variabel yang diukur, dengan rata-rata skor meningkat dari 3,67 menjadi 4,19 atau sebesar 14,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek persepsi dan dampak program, sementara perubahan perilaku menunjukkan kecenderungan meningkat secara bertahap. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya pengelolaan bank sampah yang lebih terstruktur di tingkat kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif untuk tranformasi perilaku dalam mendorong perubahan pemahaman dan praktik pengelolaan sampah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular berbasis rumah tangga.
Kata kunci: bank sampah; desa waru; ekonomi sirkular; pengabdian masyarakat; pengelolaan sampah
Abstract:Abstract: The problem faced by Ponpes Irsyaduth Tholabah Padangan is the limited knowledge and skills of the students in efficient and environmentally friendly avocado cultivation. Many students are not familiar with sustainable…
tainable farming methods, so they still rely on traditional ways that are less efficient and potentially harmful to the environment. In addition, the lack of understanding of agricultural business management and digital marketing is also another problem in optimizing agricultural yields. This activity aims to increase the entrepreneurial capacity of the students through avocado cultivation as an environmentally friendly and sustainable economic potential. This program is implemented at Ponpes Irsyaduth Tholabah, Padangan, Bojonegoro Regency, with a participatory and educational approach. The main focus of the mentoring includes the transfer of knowledge about avocado cultivation techniques, agribusiness management, and the strengthening of entrepreneurial spirit based on Islamic values. Through a series of training and field practice, the students not only gain technical skills in planting avocados, but are also able to design business models that support the go green principle. The steps of activity implementation are as follows: a) Activity location survey, b) Pre-Test, c) Avocado Cultivation and Digital Marketing Training, d) Post-Test. The results of the activities show an increase in students' understanding of sustainable farming concepts and the emergence of small business initiatives based on agricultural products. This program is expected to become the embryo for producing a generation of students who are economically independent and concerned about environmental sustainability.
Keywords: avocado farming; go green; santripreneur; sustainable economy
Abstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh Ponpes Irsyaduth Tholabah Padangan adalah terbatasnya pengetahuan dan keterampilan santri dalam budidaya alpukat yang efisien dan ramah lingkungan. Banyak santri yang belum terbiasa dengan metode pertanian yang berkelanjutan, sehingga masih mengandalkan cara-cara tradisional yang kurang efisien dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu, kurangnya pemahaman tentang manajemen usaha pertanian dan pemasaran digital juga menjadi permasalahan lain dalam mengoptimalkan hasil pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan santri melalui budidaya alpukat sebagai potensi ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Irsyaduth Tholabah, Padangan, Kabupaten Bojonegoro, dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Fokus utama pendampingan mencakup transfer pengetahuan tentang teknik budidaya alpukat, pengelolaan agribisnis, serta penguatan semangat kewirausahaan berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui serangkaian pelatihan dan praktek lapangan, santri tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis dalam menanam alpukat, tetapi juga mampu merancang model usaha yang mendukung prinsip go green. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: a) Survey lokasi Kegiatan, b) Pre-Test, c) Pelatihan Budidaya Alpukat dan Pemasaran Digital, d) Post-Test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri terhadap konsep pertanian berkelanjutan dan munculnya inisiatif usaha kecil berbasis hasil pertanian. Program ini diharapkan menjadi embrio lahirnya generasi santri yang mandiri secara ekonomi dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Kata kunci: budidaya alpukat; ekonomi berkelanjutan; go green; santripreneur
Abstract:Abstract: The purpose of this service program (PKM) that we have held in Taman Sari Hijau Housing aims to study the extent of the ability or competence of elementary school children in English in the housing. With a quota…
a of 30 students, we came to the conclusion that most of the students, apart from the lack of access to English content, we also found a lack of interest in English, so the PKM that we conducted was not only about studying partner problems, but also introducing them to English and teaching with more effective methods, and the results showed that children do need a more "fun" approach than memorizing standard vocabulary, so they can use the vocabulary they have learned with more confidence.
Keywords: community service; english language proficiency; interest in learning; fun learning methods
Abstrak: Program pengadian kepada masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di Perumahan Taman Sari Hijau berdasarkan pada kebutuhan dan peningkatan kemauan belajar dan juga minat dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris di lingkungan tersebut. Terdapat 30 anak-anak pada jenjang Sekolah Dasar yang menjadi peserta kegiatan ini. Berdasarkan hasil obeservasi awal ditemukan bahwa masih kurangnya akses terhadap konten pembelajaran berbahasa Inggris dan juga masih kurangnya minat anak-anak untuk belajar Bahasa Inggris. Dalam pelaksanaannya, kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan mempelajari permasalahan mitra dan kemudian memperkenalkan dan mengimplemnetasikan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode yang lebih efektif. Metode yang digunakan adalah Total Physical Response (TPR) yang diterapkan melalui tahapan kegiatan yang terstruktur, dimulai dari pengenalan kosakata sederhana, demonstrasi gerakan oleh pengajar, hingga praktik langsung oleh siswa melalui permainan edukatif (games). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anak-anak memang membutuhkan pendekatan yang lebih “menyenangkan” dari pada penghafalan kosakata yang baku, sehingga mereka dapat menggunakan kosakata yang telah mereka pelajari dengan lebih percaya diri.
Kata kunci: pengabdian kepada Masyarakat (PKM); kemampuan bahasa inggris; minat belajar; metode pembelajaran menyenangkan
Abstract:Abstract: This Community Service Program was carries out at SMK Mambaul Ulum to motivated by the limited digital competence of teachers, who have primarily used information technology for administrative tasks, thereby hindering…
ndering the integration of environmental values into learning. The objective of this community service (PKM) activity is to enhance teachers' digital competence through education and training on the utilization of belajar.id accounts, Canva for Education, Interactive PowerPoint, and Google Classroom, focusing on developing environment-oriented media (green education). The implementation method consists of four stages: preparation, execution (workshops and hands-on training), intensive mentoring, and evaluation. The results indicate a significant increase in teachers' digital competence, with average understanding scores rising from 45% to 85%. The most dramatic improvement was observed in the optimization of belajar.id accounts, reaching 90%. Quantitatively, this mentoring produced 25 digital learning media products, including environmental education posters and interactive presentations. The conclusion of this activity is that strengthening teachers' digital capacity can transform the learning paradigm into one that is more innovative, effective, and environment-based, ultimately strengthening students' environmental literacy in the digital era.
Keywords: interactive learning; information technology utilization; environmental education; belajar.id account; green education.
Abstrak: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMK Mambaul Ulum untuk mengatasi permasalahan keterbatasan kompetensi digital guru yang selama ini hanya memanfaatkan teknologi informasi untuk tugas administratif, sehingga menghambat integrasi nilai-nilai lingkungan dalam pembelajaran. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kompetensi digital guru melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan akun belajar.id, Canva for Education, PowerPoint Interaktif, dan Google Classroom dengan fokus pada pengembangan media berwawasan lingkungan (green education). Metode pelaksanaan meliputi empat tahap: persiapan, pelaksanaan (workshop dan hands-on training), pendampingan intensif, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi digital guru yang signifikan, di mana rata-rata skor pemahaman meningkat dari 45% menjadi 85%. Peningkatan paling drastis terlihat pada optimalisasi akun belajar.id yang mencapai 90%. Secara kuantitatif, pendampingan ini menghasilkan 25 produk media pembelajaran digital, termasuk poster edukasi lingkungan dan presentasi interaktif. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penguatan kapasitas digital guru mampu mengubah paradigma pembelajaran menjadi lebih inovatif, efektif, dan berbasis nilai lingkungan, yang pada gilirannya memperkuat literasi lingkungan peserta didik di era digital.
Kata kunci: pembelajaran interaktif; pemanfaatan teknologi informasi; pendidikan lingkungan; akun belajar.id; green education.