Abstract:Abstrak: Through the library, the advancement of science and information technology also influences societal elements of life. The high level of community production makes it challenging for people to obtain library material…
rial needs, limiting engagement and library use. The Library and Archives Service of North Sumatra Province uses information and communication technology to meet user needs by developing technology-based services that facilitate effective and efficient library activities. Examples of these services include a library service system in a pocket (silapustaku) or online book reservations. To make it simpler to explain how the system functions and is utilized by the community, this study uses UML (Unified Modeling Language) modeling to examine the pocket library service system or online book reservation. A descriptive qualitative approach to the design of the UML system development is the research methodology adopted. The study's findings demonstrate a type of UML modeling design that enables each user to be viewed clearly and understood when utilizing the system. in order to build a library approach with the community and improve library performance via the use of technology.
Keywords: Information System, Online Book Reservation, UML (Unified Modeling Language)
Abstrak : Ilmu pengetahuan yang berkembang serta teknologi informasi yang berkermbang juga mempengaruhi aspek kehidupan di masyarakkat melalui perpustakaan. Perpustakaan dituntut untuk ikut berperan dalam meningkatkan kualitas layanannya dalam memenuhi kenutuhan informasi penggunanyal. dalam memenuhi kebutuhan pemustaka, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara memberikan inovasi pelayanan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan menggunakan sistem layanan pustaka dalam saku (silapustaku) atau reservasi buku online sebagai pengembangan layanan berbasisi teknologi dalam proses memudahkan aktifitas perpustakaan yang efektif dan efesien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis system layanan pustaka dalam saku atau reservasi buku online dengan menggunakan pemodelan UML (Unified Modeling Language) untuk memudahkan dalam memaparkan kerja system dan di gunakan oleh masyarakat. Metode penelitian yang di gunakan merupakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan perancangan pengembangan system UML. Hasil kajian menunjukkan bentuk rancangan pemodelan menggunakan UML yang memungkinkan setiap pengguna dapat terlihat jelas dan mudah di mengerti dalam menggunakan system. Sehingga penggunaan teknologi mampu meningkatkan kinerja perpustakaan dan menjalin pendekatan perpustakaan dengan masyarakat.
Kata Kunci: Sistem Informasi, Reservasi Buku Online, UML (Unified Modeling Language)
Abstract:Abstract: Medical records are managed according to established standards, creating information that should be properly maintained and stored for easy access when needed. This study is motivated by the fact that the number…
r of immunization patients continues to increase daily, so authorities still need a long time to collect information in their registration systems. It is very long and has a significant impact on the performance of healthcare workers. This study aims to redesign the immunization information system to help manage medical records and maintain the quality of health care services. The design of the developed immunization system may include information on the processing and reporting of immunization data in hospitals to enable medical staff to report results to immunization services quickly and accurately. The research method used in this study is descriptive with a qualitative approach. Data collection was conducted through observations, interviews, and literature review from studies of researchers and practitioners. The system development method adopts the waterfall method. This study's results indicate that technology is an appropriate method to more efficiently support data processing and reporting when valid data are available.
Keywords: immunization; information system; medical record
Abstrak: Rekam medis dikelola sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk menciptakan informasi yang harus dipelihara dan disimpan dengan baik sehingga informasi tersebut dapat dengan mudah diakses pada saat dibutuhkan. Penelitian ini dilatarbelakangi fakta bahwa petugas masih membutuhkan waktu yang lama untuk mengumpulkan informasi dalam kegiatan pelaporan, karena jumlah pasien yang imunisasi terus bertambah setiap harinya. Waktu yang dibutuhkan cukup lama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja tenaga kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain ulang sistem informasi imunisasi untuk membantu pengelolaan pelaporan medis sebagai upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan. Rancangan sistem imunisasi yang dikembangkan dapat mencakup informasi pengolahan dan pelaporan data imunisasi di rumah sakit agar tenaga medis dapat melaporkan hasil secara cepat dan akurat kepada layanan imunisasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi literatur hasil penelitian peneliti dan praktisi. Metode pengembangan sistem menggunakan metode waterfall. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi merupakan cara yang cukup untuk mendukung pekerjaan pengolahan data dan pelaporan secara lebih efisien ketika tersedia data yang valid.
Kata kunci: imunisasi; rekam medis; sistem informasi
Abstract:Abstract: The Indonesian Red Cross or abbreviated as PMI, is one of the organizations in Indonesia engaged in the humanitarian field. PMI has branches in all cities in Indonesia such as the red cross in Asahan district.…
Currently, the Asahan district red cross has a blood donation stock of ± 100/360 cc per bag. The purpose of designing a blood group type reader is to increase the certainty of blood types that are tested by experts or medical workers from PMI Asahan, according to the testing of the tool design. This study used a qualitative type of method, namely data taken in the form of data on the condition of the blood when rhesus fluid was given, so that the data will be calibrated with the test results so that the right test results can be decided. The results of testing the device design with blood and fluids, found that blood group A+ got an LDR value of 19.5 and 4 with a bina-ry condition of 101, while for blood group B+ got an LDR value of 19, 4 and 4 with a bi-nary condition of 011, blood group AB+ got a value LDR 19, 3 and 4 with binary condi-tion 111, blood type O+ found LDR values 19, 2 and 4 with binary condition 001. Mean-while for basic conditions, or not detecting blood type, LDR conditions 20, <=4, <=4 and binary value is 000. After testing, all results of testing the design of the tool are in full ac-cordance with the results of the conclusions of the PMI Asahan medical personnel about the type of blood group
Keywords: binary; blood donation; blood type detector
Abstrak: Palang Merah Indonesia atau disingkat PMI, merupakan salah satu organisasi di Indonesia yang bergerak dalam bidang kemanusiaan. PMI memiliki cabang di seluruh kota di Indonesia seperti palang merah di kabupaten asahan. Saat ini palang merah kabupaten asahan memiliki stok sumbangan darah ± 100/360 cc setiap kantong. Tujuan dirancang nya alat pembaca jenis golongan darah untuk menambah kepastian jenis darah yang diuji tenaga ahli atau medis PMI Asahan, sesuai dengan pengujian dari rancangan alat. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif, yaitu data yang diambil berupa data kondisi darah ketika dikasi cairan resus, sehingga data tersebut akan dikalibrasi dengan hasil pengujian sehingga memutuskan hasil pengujian tepat. Hasil pengujian rancangan alat dengan darah dan cairan, mendapati bahwa untuk golongan darah A+ mendapati nilai LDR 19, 5 dan 4 dengan kondisi biner 101, sementara untuk golongan darah B+ mendapati nilai LDR 19, 4 dan 4 dengan kondisi biner 011, golongan darah AB+ mendapati nilai LDR 19, 3 dan 4 dengan kondisi biner 111, golongan darah O+ mendapati nilai LDR 19, 2 dan 4 dengan kondisi biner 001. Sementara untuk kondisi dasar, atau tidak mendeteksi golongan darah, kondisi LDR 20, <=4, <= 4 dan nilai biner 000. Setelah dilakukannya pengujian, maka disimpulkan seluruh hasil pengujian rancangan alat sepenuhnya sesuai dengan hasil kesimpulan tenaga medis PMI Asahan tentang jenis golongan darah.
Kata kunci: biner; donor darah; pendeteksi golongan darah
Abstract:Abstract: PT. Indonesian logistics posts have cooperation in the postal network field, namely cooperation in sending goods or shipments at a certain time, a certain amount from one point to another in accordance with a warrant…
arrant from the partner. Components of the postal network include Manpower, vehicles, postal operational control, and operational costs. This study aims to examine the problems and roots of problems that cause risk potential for the risk of postal network components, especially in the manpower component (driver), and know how high the impact of the risk. The research method used in this study is qualitative and semi-quantitative methods by conducting case studies. Data collection was carried out by interview/FGD, and the distribution of questionnaires. The results showed that the risk of manpower is at high and very high levels. The results of the study will provide recommendations to the manpower component (driver) in the form of risk mitigation and can be used by companies in managing operational risk on postal networks, especially in the manpower component (driver).
Keywords: manpower; operational risk; postal network; risk mitigation.
Abstrak: PT. Pos Logistik Indonesia memiliki kerjasama dalam bidang Jaringan Postal, yaitu kerjasama dalam mengirimkan barang atau kiriman pada waktu tertentu, jumlah tertentu dari satu titik ke titik lain sesuai dengan surat perintah dari mitra. Komponen pada jaringan Postal meliputi: Man Power, Kendaraan, Pengendalian Operasional Postal, dan Biaya Operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan dan akar masalah yang menimbulkan potensi kejadian risiko pada komponen Jaringan Postal khususnya pada komponen manpower (driver) dan mengetahui seberapa tinggi dampak risikonya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan semi kuantitatif dengan melakukan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara/FGD, dan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa risiko pada manpower berada pada level high dan very high. Hasil penelitian akan memberikan rekomendasi terhadap komponen manpower (driver) berupa mitigasi risiko dan dapat digunakan perusahaan dalam pengelolaan risiko operasional pada jaringan Postal khususnya pada komponen manpower (driver).
Kata kunci: jaringan postal; manpower; mitigasi risiko; risiko operasional.
Abstract:Abstract: The system information section filing in UPT Puskesmas Rahayu to submit a medical record file to any of the poly, assembling medical records, store medical records, retention medical records are already inactive.…
e. This research aims to design and create a system of information filing outpatient medical records in UPT Puskesmas Rahayu in terms of borrowing and return the medical record file as well as facilitate the retention of medical records with the use of qualitative methods. The Data used in the study in UPT Puskesmas Rahayu, namely interviews, observation, and FGD (Focus Group Discussion). This study shows the input data of the patients is in accordance with UPT Puskesmas Rahayu. Input patient data include No RM, the Name of the KK, the Patient's Name, Gender, Address, and Villages. This research resulted in the information system of medical record filing outpatient procedures that can facilitate the officer in the management of the filing of medical records.
Keywords: borrowing and return; medical record filing; puskesmas
Abstrak: Sistem informasi bagian filing di UPT Puskesmas Rahayu untuk mengirimkan berkas rekam medis ke setiap poli, assembling rekam medis, menyimpan rekam medis, meretensi rekam medis yang sudah in aktif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem informasi filing rekam medis rawat jalan di UPT Puskesmas Rahayu dalam hal peminjaman dan pengembalian berkas rekam medis serta mempermudah dalam retensi rekam medis dengan menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian di UPT Puskesmas Rahayu yaitu wawancara, observasi dan FGD (Focus Group Discussion). Penelitian ini menunjukkan input data pasien sudah sesuai dengan yang ada di UPT Puskesmas Rahayu. Input data pasien meliputi No RM, Nama KK, Nama Pasien, Jenis Kelamin, Alamat, dan Kelurahan. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi rekam medis filing rawat jalan yang dapat mempermudah petugas dalam pengelolaan filing rekam medis.
Kata kunci: peminjaman dan pengembalian; puskesmas; rekam medis filing
Abstract:Abstract: The development of information technology has grown rapidly and has made information systems important in running an enterprise’s business. Therefore, companies need to increasingly adopt Enterprise Architecture…
itecture (EA). EA is the basis for problems that occur in an enterprise by utilizing technological innovations in meeting the expectations of information system architecture. The design quality of the Information System Architecture model has been recognized as an important factor for the success of EA design in enterprises. In meeting this quality, it is necessary to test the relevance of EA to the needs of the enterprise. This study focuses on testing the relevance of Information System Architecture design using the Enterprise Architecture Quality Framework (EAQF). The quality principle of relevance has derived attributes, which are EA Purpose and Objectives, EA Stakeholders Concerns, Usefulness, Completeness vs. Conciseness, and Level of Detail. Each attribute has an assessment method, whether qualitative, quantitative, or Yes / No. Relevance testing in this study will produce an Information System Architecture model in EA design that meets the quality principle of relevance in the EA quality framework.
Keywords: Enterprise Architecture; Enterprise Architecture Quality Framework; Information System Architecture; Relevance
Abstrak: Perkembangan teknologi informasi telah berkembang pesat dan menjadikan sistem informasi penting dalam menjalankan bisnis suatu perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu perusahaan semakin mengadopsi Enterprise Architecture (EA). EA merupakan landasan untuk permasalahan yang terjadi dalam suatu perusahaan dengan memanfaatkan inovasi teknologi dalam memenuhi harapan arsitektur sistem informasi. Kualitas perancangan model Information System Architecture telah diakui sebagai faktor penting untuk kesuksesan perancangan EA di perusahaan. Dalam memenuhi kualitas tersebut, maka diperlukan suatu pengujian relevansi EA terhadap kebutuhan perusahaan. Penelitian ini berfokus pada pengujian relevansi perancangan Information System Architecture menggunakan Enterprise Architecture Quality Framework (EAQF). Prinsip kualitas relevansi memiliki atribut turunan, yaitu berupa EA Purpose and Objectives, EA Stakeholders Concerns, Usefulness, Completeness vs. Conciseness, serta Level of Detail. Setiap atribut memiliki metode penilaian, baik yang bersifat kualitatif, kuantitatif, atau Ya / Tidak. Pengujian relevansi pada penelitian ini akan menghasilkan model Information System Architecture pada perancangan EA yang memenuhi standar prinsip kualitas relevansi pada kerangka kerja kualitas EA.
Kata kunci: Enterprise Architecture; Enterprise Architecture Quality Framework; Information System Architecture; Relevansi
Abstract:Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Tempat Pembuangan Sementara (Sampah) yang ada di kecamatan pamekasan. Manfaat pada penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dilingkungan…
ilingkungan sekitar dan tershindar dari segala penyakit dan dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memberikan pelayanan lebih baik lagi terhadap masyarakat. Khususnya untuk membangun Tempat Pembuangan Sementara (Sampah) yang ada dikecamatan pamekasan. Metode penelitian kualitatif deskriptif ini dengan pengumpulan data, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa tempat sampah sementara, pembuangan samentara (sampah) berdasarkan hasil penelitian kriteria penempatan TPS / TPS 3R sudah sesuai dalam pasal 20 permen PU nomer 03/PRT/M/2013, maka di temukan 12 desa untuk penempatan TPS yang ada di kecamatan pamekasan, dengan jumlah tempat sampah 77 TPS.
Kata Kunci: Lingkungan; Penentuan; SIG; (Sampah) TPS
Abstract: This study aims to determine the Temporary Disposal Place (Garbage) in Pamekasan sub-district. The benefits of this study can increase public awareness about the importance of cleanliness in the surrounding environment and avoid all diseases and can be taken into consideration to provide better service to the community. Especially to build Temporary Disposal Sites (Garbage) in the Pamekasan sub-district. This descriptive qualitative research method uses data, observation, and documentation. The results of the study were temporary trash cans, waste disposal based on the results of the research, the criteria for placing TPS / TPS 3R were in accordance with article 20 of the PU Candy number 03 / PRT / M / 2013, so 12 villages were found to place TPS in Pamekasan sub-district , with the TOTAL 77 TPS trash cans.
Keywords: determination; environment; of GIS; TPS (waste)
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten latihan dan soal yang merepresentasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada buku teks Matematika kelas VII SMP terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,…
et, dan Teknologi sebagai bahan ajar Kurikulum Merdeka. Anifarka & Rosnawati (2023) menyatakan bahwa buku teks yang berkualitas seyogianya mampu memfasilitasi perkembangan kognitif peserta didik selaras dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah analisis isi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen analisis merujuk pada dimensi kognitif C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), dan C6 (Menciptakan) berdasarkan revisi taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl (2001). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dari total 485 butir soal dan aktivitas yang tersebar pada enam bab, sebanyak 147 butir (30,31%) tergolong dalam kategori HOTS. Distribusi HOTS tertinggi ditemukan pada Bab 5 tentang Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (38,46%), sedangkan terendah pada Bab 1 tentang Bilangan (22,80%). Level kognitif yang paling dominan adalah C4-Menganalisis (58,50%), diikuti C5-Mengevaluasi (28,57%), dan C6-Mencipta (12,93%). Temuan ini mengindikasikan bahwa buku teks Kurikulum Merdeka telah mengintegrasikan HOTS secara lebih sistematis dibandingkan kurikulum sebelumnya (Fanani, 2018)meskipun proporsinya perlu ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21.
This study aims to analyze the content of exercises and questions representing higher-order thinking skills (HOTS) in the Mathematics textbook for grade VII junior high school published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology as teaching materials for the Independent Curriculum. Anifarka & Rosnawati (2023) stated that a quality textbook should be able to facilitate students' cognitive development in line with the established learning outcomes. The method applied in this study is content analysis with a qualitative descriptive approach. The analysis instrument refers to the cognitive dimensions C4 (Analyzing), C5 (Evaluating), and C6 (Creating) based on the revised Bloom's taxonomy by Anderson & Krathwohl (2001). The research findings indicate that of a total of 485 questions and activities spread across six chapters, 147 items (30.31%) are classified as HOTS. The highest HOTS distribution was found in Chapter 5 on Linear Equations and Inequalities with One Variable (38.46%), while the lowest was in Chapter 1 on Numbers (22.80%). The most dominant cognitive level is C4-Analyzing (58.50%), followed by C5-Evaluating (28.57%), and C6-Creating (12.93%). This finding indicates that the Independent Curriculum textbooks have integrated HOTS more systematically than the previous curriculum (Fanani, 2018), although the proportion needs to be increased to meet the demands of 21st-century learning.
Abstract:Pecahan merupakan salah satu materi matematika yang penerapannya sering dijumpai dalam kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana siswa kelas IV SD Negeri 010091 Kisaran Baru memahami konsep pecahan.…
han. Metode yang digunakan berbentuk deskriptif kualitatif dengan melibatkan 26 siswa sebagai subjek kajian. Data dihimpun melalui empat cara, yakni tes, pengamatan, wawancara, dan penelusuran dokumen. Hasil kajian memperlihatkan bahwa pemahaman siswa atas konsep pecahan tergolong masih rendah, dibuktikan oleh angka ketuntasan belajar yang hanya menyentuh 23,07%. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah hal, di antaranya lemahnya penguasaan dasar pecahan, rendahnya keterlibatan siswa saat belajar, serta metode pengajaran yang belum diterapkan secara maksimal. Mengacu pada hasil tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih interaktif untuk mendorong peningkatan pemahaman siswa terhadap pecahan.
Fraction is a fundamental mathematical topic that frequently appears in everyday situations. This study set out to examine how well fourth-grade students at SD Negeri 010091 Kisaran Baru grasp the concept of fractions. A qualitative descriptive design was employed, with 26 students taking part as participants. Four data-gathering techniques were used: testing, observation, interviews, and document review. Findings revealed that students’ grasp of fraction concepts was still limited, shown by a completion rate of only 23,07%. Several factors contributed to this outcome, among them a weak foundation in basic fraction concepts, low student involvement during lessons, and teaching methods that had not been optimally applied. Based on these findings, more interactive learning strategies are needed to help strengthen students’ conceptual grasp of fractions.
Abstract:Pecahan merupakan salah satu materi matematika yang penerapannya sering dijumpai dalam kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana siswa kelas IV SD Negeri 010091 Kisaran Baru memahami konsep pecahan.…
han. Metode yang digunakan berbentuk deskriptif kualitatif dengan melibatkan 26 siswa sebagai subjek kajian. Data dihimpun melalui empat cara, yakni tes, pengamatan, wawancara, dan penelusuran dokumen. Hasil kajian memperlihatkan bahwa pemahaman siswa atas konsep pecahan tergolong masih rendah, dibuktikan oleh angka ketuntasan belajar yang hanya menyentuh 23,07%. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah hal, di antaranya lemahnya penguasaan dasar pecahan, rendahnya keterlibatan siswa saat belajar, serta metode pengajaran yang belum diterapkan secara maksimal. Mengacu pada hasil tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih interaktif untuk mendorong peningkatan pemahaman siswa terhadap pecahan.
Fraction is a fundamental mathematical topic that frequently appears in everyday situations. This study set out to examine how well fourth-grade students at SD Negeri 010091 Kisaran Baru grasp the concept of fractions. A qualitative descriptive design was employed, with 26 students taking part as participants. Four data-gathering techniques were used: testing, observation, interviews, and document review. Findings revealed that students’ grasp of fraction concepts was still limited, shown by a completion rate of only 23,07%. Several factors contributed to this outcome, among them a weak foundation in basic fraction concepts, low student involvement during lessons, and teaching methods that had not been optimally applied. Based on these findings, more interactive learning strategies are needed to help strengthen students’ conceptual grasp of fractions.