Search Articles & Publications

Showing 3131 articles found for "Analisi"

EPISTEMOLOGI ISLAM (Akal, Indra, Hati Dalam Kesatuan Pengetahuan Dan Implementasi Dalam Pemahaman Dan Pengetahuan Ilmu Di Madrasah Ibtidaiyah)

Firdaus Jimmy Pasaribu, Sri Murhayati
Abstract: Epistemologi Islam memiliki karakteristik khas yang membedakannya dari epistemologi Barat karena menempatkan akal, indra, dan hati (qalb) sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi dalam memperoleh pengetahuan, dengan… wahyu sebagai landasan utamanya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep epistemologi Islam melalui integrasi akal, indra, dan hati serta menganalisis implementasinya dalam pemahaman dan pengajaran ilmu di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer yang relevan dengan epistemologi Islam dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa akal berperan dalam proses berpikir rasional dan analitis, indra berfungsi sebagai sarana empiris dalam memahami realitas, sementara hati menjadi pusat kesadaran spiritual dan moral. Integrasi ketiga instrumen pengetahuan tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan Madrasah Ibtidaiyah guna membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki keimanan, kepekaan spiritual, dan akhlak mulia. Dengan demikian, epistemologi Islam dapat menjadi landasan filosofis dalam pengembangan pembelajaran yang holistik dan berorientasi pada pembentukan insan berilmu dan berkarakter.

LANDASAN TEOLOGIS PENDIDIKAN ISLAM DALAM SURAT AZ-ZUMAR AYAT 9: ANALISIS RELEVANSI DAN IMPLEMENTASINYA DI INDONESIA

Azizah Tri Marsita, Sarwadi Sulisno
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji isi teologis, nilai pendidikan, serta penerapan praktis dari QS. Ayat 9 Az-Zumar dalam perspektif pendidikan Islam di Indonesia. Melalui metode kajian tafsir tematik dan analisis isi,… si, penelitian ini menunjukkan bahwa ayat tersebut menegaskan keterkaitan mendasar antara iman, pengetahuan, dan tindakan sebagai dasar teologis pendidikan Islam. Ayat ini menyoroti pentingnya orang berilmu dan beribadah dengan kesadaran akan kehidupan setelah mati, serta menjadikan ilmu sebagai faktor penentu utama antara manusia yang berpikir (ulul albab) dan yang tidak. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa nilai-nilai dalam QS. Ayat 9 Az-Zumar telah diterapkan melalui: peningkatan pembelajaran Al-Qur’an dan akhlak mulai dari PAUD/RA, kebiasaan ibadah mahdhah dan muamalah, pengintegrasian ilmu umum dan agama dalam kurikulum, serta pendekatan belajar yang menonjolkan kesadaran dunia dan akhirat. Namun, pelaksanaan tersebut tetap menghadapi permasalahan berupa ketidakcukupan infrastruktur, kurangnya sumber daya, dan keperluan penyesuaian terhadap kondisi saat ini tanpa mengurangi nilai spiritual.

REKONSTRUKSI SEJARAH BERDIRINYA PESANTREN USWATUN HASANAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM DI WILAYAH MANGKANG

Bunga Fitri Lestari, Habib Aifan Kamil, Atina Asnassyifa, Ika Alief Affifah, Ilza Fadilatun Nadifa, M Rikza Chamami
Abstract: Penelitian ini bertujuan merekonstruksi secara historis proses berdirinya Pondok Pesantren Uswatun Hasanah di Mangkang serta menganalisis peran dan kontribusinya terhadap perkembangan Islam dan kehidupan sosial-keagamaan… masyarakat setempat. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan menelusuri latar sosial-keagamaan, peran tokoh pendiri, dinamika kelembagaan, serta pengaruh pesantren terhadap pembentukan tradisi keislaman di wilayah Mangkang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis karena fokus kajian adalah rekonstruksi proses berdirinya Pondok. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara dengan pengasuh, keluarga pendiri, dan observasi terhadap aktivitas kependidikan dan keagamaan di lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Uswatun Hasanah berkembang dari pondok berbasis tradisional menjadi kompleks pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan formal, nonformal, dan kepesantrenan, sekaligus berperan sebagai pusat dakwah, kaderisasi, dan penguatan identitas keagamaan masyarakat Mangkang. Temuan ini menegaskan posisi pesantren sebagai agen penting dalam pembinaan generasi muslim berilmu dan berakhlak serta sebagai motor transformasi sosial-keagamaan di tingkat lokal.​

AKULTURASI BUDAYA DAN SEJARAH MASJID MENARA LAYUR SEMARANG : JEJAK KOMUNITAS ARAB DI KOTA PESISIR

M. Azka Ulinnuha, Aulya Naysa Abila, Saskia Meilana Siswanto, Nasila Ayu Natasya, Faiz Irkham Maulana, M. Rikza Chamami
Abstract: Abstrak ini mengkaji akulturasi budaya dan sejarah Masjid Layur Menara yang terletak di Semarang, sebuah kota pesisir yang kaya akan keberagaman budaya.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perpaduan budaya tercermin… ercermin dalam desain arsitektur dan fungsi dari masjid tersebut, yang juga menjadi saksi bisu kehadiran komunitas Arab di daerah ini. Melalui studi ini, diharapkan terungkap peran penting masjid dalam memperkuat identitas budaya lokal yang plural.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data meliputi observasi langsung ke lokasi, studi literatur terkait sejarah dan budaya setempat, serta wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pengurus masjid. Pendekatan ini membantu mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Masjid Layur Menara, sehingga analisis dapat dilakukan secara mendalam dan kontekstual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Layur menggabungkan elemen arsitektur dari budaya Arab, Melayu, dan Jawa.Salah satu ciri khasnya adalah menara masjid yang memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai simbol keagamaan tetapi juga sebagai mercusuar yang berperan mengawasi lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan.Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara fungsi sosial dan keagamaan yang melekat pada masjid dalam konteks kehidupan masyarakat pesisir Semarang.Penelitian ini menegaskan bahwa Masjid Layur Menara bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol penting akulturasi budaya dan keberadaan komunitas Arab yang memberikan kontribusi pada kehidupan sosial dan budaya di Semarang.Masjid ini dapat dipandang sebagai warisan budaya yang memperkaya sejarah kota pesisir sekaligus membantu melestarikan identitas budaya yang beragam dan dinamis di wilayah tersebut.

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM AL-QUR’AN DENGAN KEMATANGAN EMOSI SISWA KELAS XI MAN 2 KULON PROGO

Ridwan Faqih, Abi Prayitna, Havid Nur Solikhin, Dwi Ratnasari
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat Kecerdasan Emosional Dalam Al-Qur’an, Kematangan Emosi dan menguji hubungan dua variabel ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian… tian korelasional. Mengambil 2 kelas XI yaitu kelas E dan F dengan Teknik random cluster sampling. Penulis menggunakan uji reabilitas. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment dan analisis deskriptif. Tingkat Kecerdasan Emosional dalam Al-Qur’an termasuk dalam kategori sedang ( N= 58, Minimum= 55, Maximum=91, Mean= 70,84 dan Std. Deviation= 6.774)N dan Kematangan Emosi termasuk dalam kategori sedang.( N= 58, Minimum= 55, Maximum=91, Mean= 71,00 dan Std. Deviation= 7,680). Korelasi kuat dengan nilainya 0,734.

QANA’AH DALAM AL-QUR`AN (KAJIAN TAFSIR TEMATIK)

Wahyu Ananda. A
Abstract: Abstrak Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah qana’ah dalam Al-Qur`an (Kajian Tafsir Tematik). Adapun tujuannya untuk menjelaskan dan menganalisis makna dan manfaat qana’ah dalam Al-Qur`an. Jenis penelitian ini… an ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tematik atau maudhu’i. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah content analysis. Sumber data primer dari penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur`an yang berkaitan tentang qana’ah, kemudian kitab-kitab tafsir seperti; kitab Tafsir Shafwatut Tafasir karya Syaikh Muhammad Ali Ash-Shabuni, kitab Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab, dan kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Adapun sumber data sekunder adalah adalah hasil-hasil penelitian atau tulisan-tulisan para peneliti atau teoritis yang orisinil, kamus-kamus, buku-buku, artikel-artikel, dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil dari penelitian ini adalah qana’ah dalam Q.S al-Hajj [22] ayat 36 dimaknai dengan rasa ridha, puas hati dan perasaan cukup terhadap segala sesuatu yang diberikan Allah Swt. Qana’ah dalam Q.S Ibrahim [14] ayat 43 dimaknai dengan rasa penyesalan orang-orang yang mendapatkan siksa atas perbuatan buruknya di dunia. Adapun manfaat qana’ah dalam penelitian ini, yaitu: (1) Ridha terhadap Allah Swt, (2) Mencegah diri dari penyesalan akhirat, (3) Mendatangkan sifat ‘iffah dalam hidup, (4) Menjadikan diri mudah beryukur, (5) Mendatangkan keberkahan, dan (6) Mendapatkan keberuntungan yang besar.

PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI Z (Studi Kasus SMA Jawahirul Hikmah Tulungagung)

Mochammad Nurdin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembentukan karakter Generasi Z di SMA Jawahirul Hikmah Tulungagung. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki kontribusi penting dalam pembentukan… bentukan karakter tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral dan spiritual yang kuat. Di tengah arus digitalisasi dan keterbukaan informasi yang tinggi, generasi Z menghadapi tantangan karakter yang kompleks, seperti menurunnya empati, sikap individualis, dan lemahnya kontrol diri. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendidikan yang tepat guna menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, koordinator pendidikan karakter, guru PAI, dan siswa SMA Jawahirul Hikmah Tulungagung. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah diperolehnya pemahaman mendalam tentang bagaimana peran guru PAI mampu berperan dalam pembentukan karakter siswa generasi Z melalui kegiatan keagamaan, keteladanan guru, serta dukungan lingkungan sekolah yang religius. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dalam menjawab tantangan moral generasi masa kini.Kata Kunci: Akhlak, peserta didik, menuntut ilmu.

ISLAMIC DIGITAL FAMILY RESILIENCE FRAMEWORK: MENGINTEGRASIKAN SYARIAH, GENDER, DAN LITERASI DIGITAL UNTUK KETAHANAN KELUARGA MUSLIM DI NTB

Lalu Ibnurusd Al Hafied, Nikmahtullah, Dahlia Hidayati
Abstract: Fenomena perceraian di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun 2024 mencatat 6.674–6.946 kasus perceraian menurut Badan Pusat Statistik. Mayoritas gugatan… n berasal dari pihak istri, dipicu oleh interaksi digital yang tidak terkendali melalui media sosial dan diperparah oleh norma patriarkal yang masih dominan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media sosial terhadap dinamika keluarga Muslim di NTB, menafsirkan ulang konsep keluarga Islami dengan perspektif gender, serta menawarkan model ketahanan keluarga digital berbasis syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif-konseptual dengan analisis literatur sekunder periode 2020–2025 yang bersumber dari laporan BPS, dokumen pengadilan agama, jurnal bereputasi, serta penelitian lokal terkait pernikahan dini dan perceraian di NTB. Analisis dilakukan melalui content analysis tematik dengan identifikasi tema, pengkodean NVivo, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berkontribusi pada 25–40% kasus perceraian melalui perselingkuhan virtual, distraksi komunikasi, dan eksposur gaya hidup ideal, sementara norma patriarkal meningkatkan kerentanan perempuan, tercermin dari dominasi gugatan cerai oleh istri. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian menawarkan Islamic Digital Family Resilience Framework dengan tiga pilar utama: reinterpretasi syariah berperspektif gender, literasi digital Islami, dan dakwah digital sensitif gender. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dalam memperkaya kajian Islam kontemporer mengenai keluarga, gender, dan digitalisasi, serta secara praktis menjadi acuan bagi Kementerian Agama, pengadilan agama, dan organisasi keagamaan dalam merumuskan strategi ketahanan keluarga Muslim yang relevan dengan konteks NTB.

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI EVALUASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM: STUDI KASUS PELAKSANAAN EVALUASI DI MTSN 2 KARANGANYAR

Adi Kurniawan, Aryan Andika, Yusup Rohmadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi nilai-nilai evaluasi pendidikan dalam perspektif Islam melalui studi kasus pada praktik evaluasi pembelajaran di MTsN 2 Karanganyar. Latar belakang penelitian ini muncul… uncul dari adanya kesenjangan antara konsep evaluasi pendidikan Islami yang menekankan prinsip keadilan, kejujuran, pembinaan akhlak, serta pengembangan potensi peserta didik dengan realitas praktik evaluasi yang masih berfokus pada capaian kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui observasi proses evaluasi pembelajaran, analisis dokumen sekolah, serta wawancara dengan kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru mata pelajaran, pembina boarding, dan siswa kelas boarding. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik evaluasi di MTsN 2 Karanganyar telah mengintegrasikan sebagian prinsip evaluasi Islami, terutama pada aspek kejujuran, ketertiban belajar, dan pembinaan karakter melalui sistem monitoring harian di asrama. Namun, aspek evaluasi holistik yang mencakup spiritualitas, akhlak, dan karakter masih belum terstruktur dan belum memiliki instrumen baku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi evaluasi berbasis nilai Islam di madrasah ini menunjukkan perkembangan positif, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek perencanaan instrumen, penjaminan mutu, dan tindak lanjut evaluasi. Oleh karena itu, integrasi konsep evaluasi Islami berbasis hisbah dan tazkiyah al-nafs dapat menjadi arah pengembangan sistem evaluasi yang lebih komprehensif.

RUQYAH SYAR’IYYAH SEBAGAI AMALAN HARIAN MUSLIM: TINJAUAN NASKAH KEISLAMAN DAN KESEHATAN

Isdianto, Andik, Al Indunissy, Nuruddin, Fitrianti, Novariza, Arif, Abdul Hamid
Abstract: Artikel ini membahas ruqyah syar’iyyah sebagai praktik pengobatan spiritual dalam Islam yang berperan dalam mendukung kesehatan fisik dan mental. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan landasan normatif ruqyah syar’iyyah… r’iyyah serta efek psikospiritual dan fisiknya dalam konteks kesehatan jiwa-raga. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka, artikel ini menganalisis literatur terkait ruqyah, termasuk teori dasar dan penelitian terkini. Hasilnya menunjukkan bahwa ruqyah syar’iyyah berfungsi sebagai religious coping yang membantu mengelola stres, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan ketenangan batin, yang pada gilirannya memperbaiki kualitas tidur dan menurunkan ketegangan fisik. Selain itu, praktik ini mendukung perilaku sehat dan memfasilitasi perawatan medis konvensional. Namun, penting untuk menegaskan bahwa ruqyah tidak dapat menggantikan pengobatan medis, tetapi berfungsi sebagai terapi komplementer. Artikel ini memberikan kontribusi ilmiah dengan menekankan urgensi ruqyah sebagai amalan harian yang sah dalam kerangka kesehatan jiwa-raga, serta pentingnya integrasi spiritual dan medis dalam pengobatan.