Abstract:Mading (Majalah dinding) adalah salah satu fasilitas atau sarana yang digunakan untuk menyebarkan informasi pada lingkungan pendidikan. Penyebaran informasi yang cepat sangat dibutuhkan, namun mading yang ada saat ini sangat…
ngat kurang dalam hal keamanan yang dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan penyebaran informasi. Mading konvensional dianggap sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini karena anggaran yang dikeluarkan untuk menjalankan mading konvensional ini cukup besar. Oleh karena itu, mading digital menjadi salah satu solusi yang tepat untuk menyebarkan informasi pada lingkungan sekolah. Penyebaran informasi akan lebih mudah karena pada era digital ini anak-anak lebih tertarik dengan apapun yang berkaitan dengan gawai. Metodologi penelitian dilakukan dengan 2 tahapan, yaitu tahap pengumpulan data melalui kajian pustaka, observasi terhadap jurnal dari judul penelitian sejenis. Model yang digunakan dalam pengembangan adalah model Extreme Programming atau XP yang termasuk dalam pendekatan Agile. Pada desain aplikasi digunakan bahasa permodelan UML (Unified Modeling Language). Hadil penelitian dihasilkan diharapkan dapat menggantikan fungsi dari mading konvensional guna memudahkan sekolah dalam menyebarkan infomasi dan siswa dapat mengirimkan informasi melalui aplikasi mading digital ini. Pihak sekolah dapat mengelola informasi mana saja yang akan dipublilkasikan, dan pembaharuan informasi rutin kepada siswa
Abstract: Politik dan kebijakan adalah dua hal penting dalam menjalankan roda pemerintahan tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Dua elemen ini bisa mempengaruhi pelaksanaan pendidikan Islam secara keseluruhan. Sejarah politik…
k dan kebijakan pendidikan di Indonesia telah dimulai sejak awal kemerdekaan bangsa ini, bahkan pergulatan politik dan kebijakan tersebut sudah ada sejak prakemerdekaan. Perkembangan politik dan kebijakan dalam dunia pendidikan di Indonesia memiliki dinamika yang cukup menarik untuk diperhatikan pada setiap periodenya, mulai dari awal kemerdekaan sampai dengan dinamika politik dan kebijakan pendidikan yang terjadi hari ini. Pembuatan kebijakan di bidang pendidikan seringkali menjadi ajang perebutan pengaruh para elite politik. Akibatnya, politisasi pendidikan kadang menjadi tak terhindarkan. Di sisi lain, upaya untuk melakukan pengarus-utamaan (mainstreaming) kebijakan pendidikan sehingga dapat sejajar dengan kebijakan di bidang lainnya juga tidaklah mudah. Bagi dunia ketiga dan negara-negara berkembang, upaya tersebut tidak saja berhadapan dengan sistem politik dan budaya yang kurang mendukung dan problem ekonomi yang akut. Akibatnya, seringkali kebijakan pendidikan dikalahkan oleh kebijakan lain seperti di bidang pertahanan, keamanan dan ekonomi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode Mind Mapping dalam meningkatkan minat belajar sejarah peserta didik kelas XI IPS 1 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta tahun ajaran 2025/2026. Penelitian tindakan kelas…
elas ini menggunakan model Kemmis & Taggart yang terdiri atas dua siklus: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara serta dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa dengan rata-rata nilai 70,31 pada siklus I menjadi 74,30 pada siklus II. Metode Mind Mapping mampu meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, meskipun beberapa siswa masih kurang fokus. Dengan demikian, metode ini efektif dalam meningkatkan minat dan partisipasi belajar sejarah pada jenjang SMA.
Abstract:Manajemen Sekolah Ramah Anak Berbasis Nilai Kearifan Lokal Kurung-Kurung Di Sdn Bitahan 1 Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifiksi Manajemen Sekolah Ramah Anak Berbasis Nilai Kearifan…
arifan Lokal Kurung-Kurung Di Sdn Bitahan 1 Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin. Fokus penelitian ini mencakup tiga aspek utama: (1) 1) Mengidentifikasi cara mengintegrasikan nilai-nilai gotong royong dari tradisi Kurung-Kurung ke dalam kegiatan pembelajaran di SDN Bitahan 1. 2)Mengidentifikasi Tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasi prinsip gotong royong dari tradisi Kurung-Kurung ke dalam kegiatan sekolah modern 3)Mengevaluasi Dampak penerapan nilai Kurung-Kurung terhadap perkembangan karakter, perilaku siswa, dan suasana belajar di SDN Bitahan 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa dan Masyarakat setempat. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai gotong royong dilakukan melalui berbagai cara, termasuk penyisipan dalam mata pelajaran seperti PPKn dan Bahasa Indonesia, penerapan metode pembelajaran berbasis kolaborasi, serta kegiatan ekstrakurikuler yang menanamkan semangat kerja sama dan kebersamaan. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu dalam kurikulum, minimnya sumber daya pendukung, serta kurangnya partisipasi aktif dari sebagian siswa. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya sekolah yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan, serta terbentuknya karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan dan budaya lokal. Dampak dari penerapan nilai Kurung-Kurung terhadap siswa sangat positif, yaitu peningkatan rasa kepedulian, tanggung jawab sosial, dan kerja sama dalam kelompok. Selain itu, suasana kelas menjadi lebih harmonis, dan interaksi antar siswa serta guru lebih positif. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan lebih lanjut dari pihak sekolah, guru, serta masyarakat untuk memastikan keberlanjutan integrasi nilai budaya lokal dalam Pendidikan
Abstract:Transformasi digital merupakan elemen kunci dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era industri 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah daerah…
dalam mendorong transformasi digital pada UMKM di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pelaku UMKM serta instansi pemerintah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menyediakan infrastruktur digital, pelatihan keterampilan digital, serta menciptakan kebijakan yang mendukung inklusi teknologi pada UMKM. Meskipun terdapat berbagai upaya yang telah dilakukan, tantangan seperti keterbatasan akses internet, rendahnya literasi digital, dan kurangnya pendampingan teknis masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas lokal menjadi faktor penting dalam mempercepat proses transformasi digital yang berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sekolah dalam pembinaan karakter berbasis kearifan lokal di SMP/SMA Global Islamic Boarding School (GIBS). Fokus utama penelitian meliputi proses perencanaan, pengorganisasian,…
anisasian, pengarahan, pengendalian, dan evaluasi dalam implementasi program pembinaan karakter. Pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka digunakan untuk menggali data empiris dan mendukung analisis berbasis teori pendidikan karakter dan manajemen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sekolah di GIBS berhasil mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, tanggung jawab, sopan santun, dan kejujuran dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan harian siswa. Program seperti kerja bakti, musyawarah, seni tradisional, dan pengabdian masyarakat secara efektif membentuk karakter siswa yang berakar pada budaya lokal dan nilai-nilai Islam. Evaluasi rutin, pelibatan orang tua, dan keterlibatan komunitas lokal menjadi faktor pendukung keberlanjutan program ini. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hambatan, seperti pengaruh budaya modern yang mengurangi minat siswa terhadap nilai-nilai lokal, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pelatihan guru terkait kearifan lokal. Oleh karena itu, direkomendasikan penguatan inovasi program melalui teknologi, peningkatan kolaborasi dengan komunitas, dan pengembangan sistem evaluasi yang lebih terstruktur. Penelitian ini memberikan implikasi bagi kebijakan pendidikan, khususnya dalam mendukung integrasi kearifan lokal sebagai komponen utama pembinaan karakter di sekolah. Temuan ini juga membuka peluang penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang program pembinaan karakter terhadap keberhasilan siswa di masa depan.
Abstract:Kejadian malaria khususnya yang disebabkan oleh plasmodium falciparum pada remaja khususnya di Papua mengalami peningkatan dengan salah satu faktor pengetahuan, sikap dan perilaku dalam mencegah penyakit ini. Penelitian…
ini menggunakan pendekatan korelasi analitik pada 61 responden yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang hasilnya dianalisis secara bivariat menggunakan Uji Korelasi Spearman. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap pencegahan malaria tropika dengan tingkat yang cukup kuat serta berkorelasi secara positif. Hal ini dibuktikan dengan tingkat pengetahuan remaja dalam kategori kurang yang korelasinya sejalan dengan sikap negatif dalam mencegah malaria tropika. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai lanjutan untuk penelitian selanjutnya, yang menemukan perilaku atau faktor yang berkaitan dengan pencegahan malaria tropika khususnya pada remaja.
Abstract:Ketidaksetaraan pendidikan masih menjadi tantangan besar dalam sistem pendidikan Indonesia, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel ini membahas bagaimana optimalisasi sumber ajar dapat menjadi…
i solusi untuk menghadapi tantangan educational inequality. Dengan pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis faktor-faktor penyebab ketidaksetaraan, seperti keterbatasan anggaran pendidikan, distribusi sumber ajar yang tidak merata, dan kualitas guru yang belum optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, pelatihan guru, dan kolaborasi dengan lembaga keagamaan serta komunitas dapat memperbaiki akses dan kualitas sumber ajar dalam PAI. Dengan strategi ini diharapkan kesenjangan pendidikan dapat dikurangi dan kualitas pembelajaran PAI menjadi lebih merata di seluruh Indonesia.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kolaborasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dikelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau melalui pendekatan kognitif sosial. Latar belakang penelitian ini mencakup…
up tantangan dalam pembelajaran PAI yang kurang interaktif, yang berdampak pada minat dan kemampuan kerja sama siswa. Dengan menerapkan metode diskusi kelompok dan pembelajaran berbasis proyek, siswa didorong untuk berinteraksi dan saling belajar dari pengalaman satu sama lain. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kognitif sosial dapat meningkatkan interaksi, kerja sama dan sikap positif siswa terhadap pembelajaran PAI. Siswa menjadi lebih aktif, bertanggung jawab, dan merasa lebih termotivasi dalam proses belajar. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dan pengembangan model pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif.
Abstract:Keluarga menjadi fondasi utama dalam pendidikan karakter anak guna membentuk individu yang bermoral, tanggung jawab, dan berintegritas. Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, metode amtsal yang menggunakan…
unakan cerita atau perumpamaan menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis literatur untuk menganalisis relevansi dan keunggulan metode amtsal dalam pendidikan karakter anak. Pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa metode amtsal memudahkan pemahaman konsep abstrak, membangun koneksi emosional, dan memotivasi tindakan positif terhadap anak. Meskipun demikian, penerapan metode amtsal menghadapi tantangan dalam penerapannya seperti keterbatasan pengetahuan orang tua, kurangnya waktu, dan pengaruh teknologi modern. Namun, metode amtsal menawarkan solusi dalam penerapannya seperti memperkuat pemahaman orang tua terhadap metode amtsal, pemanfaatan media digital, serta kolaborasi antara keluarga dan sekolah. Dengan pendekatan ini, metode amtsal tidak hanya membantu membentuk karakter anak. Akan tetapi memperkuat hubungan emosional dalam keluarga, menjadikannya strategi pendidikan karakter yang relevan di era modern.