Abstract:Abstract: In a company, it takes employees who are able to carry out the work in accordance with the objectives in achieving a target which is the evaluation of employees by the leadership. If in general Discipline is the…
e standard in conducting assessments, teamwork, loyalty, attendance and appearance also need to be used as indicators for evaluating employee performance. Employee performance appraisal aims to evaluate employee performance to increase productivity and achievement of a company. Decision Support System is very necessary in evaluating employee performance. This study uses a Multi Attribute Utility Theory method, which is a quantitative comparison method that usually combines measurements of different costs, risks and benefits. The data processed for evaluating employee performance in this study comes from Bank Syariah Indonesia KCP Kisaran. This assessment is based on several specified criteria and weights. There are 5 criteria used in assessing employee performance. Such as Discipline, teamwork, loyalty, presence and appearance. The results of evaluating employee performance using the MAUT method are expected to assist in evaluating employee performance using predetermined criteria. So that the highest score is obtained in the 2nd alternative with a value of 0.8889 and the lowest value is in the 1st alternative with a value of 0.4722.
Keywords: Decision Support System; MAUT; Assessment; Performance; Employees.
Abstrak: Pada suatu perusahaan, dibutuhkan pegawai yang mampu melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tujuan dalam mencapai suatu target yang menjadi penilaian oleh pimpinan terhadap pegawai. Jika pada umumnya Kedisiplinan menjadi standar dalam melakukan penilaian, namun kerjasama tim, loyalitas, kehadiran, dan penampilan juga perlu dijadikan indikator untuk melakukan penilaian kinerja pegawai. Penilaian kinerja pegawai bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pegawai untuk meningkatkan produktivitas dan prestasi suatu perusahaan. Sistem Pendukung Keputusan sangat diperlukan dalam penilaian kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan sebuah metode Multi Attribut Utility Theory yaitu suatu metode perbandingan kuantitatif yang biasanya mengkombinasikan pengukuran atas biaya resiko dan keuntungan yang berbeda. Data yang diolah untuk penilaian kinerja pegawai dalam penelitian ini bersumber dari Bank Syariah Indonesia KCP Kisaran. Penilaian ini didasarkan terhadap beberapa kriteria dan bobot yang ditentukan. Ada 5 kriteria yang digunakan dalam penilaian kinerja pegawai. Seperti Kedisiplinan, kerjasama tim, loyalitas, kehadiran dan penampilan. Hasil dari penilaian kinerja pegawai dengan metode MAUT diharapkan dapat membantu dalam melakukan penilaian kinerja pegawai menggunakan kriteria yang telah ditentukan. Sehingga didapat nilai tertinggi pada alternatif ke 2 dengan nilai 0.8889 dan nilai yang terendah pada alternatif ke 1 dengan nilai 0.4722.
Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan; MAUT; Penilaian; Kinerja; Pegawai.
Abstract:Abstract: Road construction infrastructure has an important role, especially in supporting the economic, social and cultural fields. Sei Alim Ulu Village is an area that is still lagging behind due to the lack of attention…
on from the government, especially in terms of road construction. Road construction in the area can be said to be still bad, making it difficult for the community to do their activities. To facilitate the decision-making process related to development priorities in the village, a decision support system program was created. Decision support systems are systems that help users make decisions in a systematic process. Development priorities in the village are determined using the Topsis method. This study aims to obtain a decision model for the development of priority areas with criteria based on road damage, location requirements, cost estimates, road pavements, and road conditions. Of the 6 alternatives tested, v1 with a value of 0.6301303 obtained the highest score which means it is a priority area for road construction in Sei Alim Ulu Villag.
Keywords : SPK; topsis method; village infrastructure
Abstract:Infrastruktur pembangunan jalan memiliki peranan penting terutama dalam mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya. Desa Sei Alim Ulu merupakan daerah yang masih tertinggal akibat kurangnya perhatian dari pemerintah terutama dalam hal pembangunan jalan. Pembangunan jalan di daerah tersebut bisa dibilang masih buruk sehingga menyulitkan masyarakat untuk beraktivitas. Untuk memudahkan proses pengambilan keputusan terkait dengan prioritas pembangunan didesa, maka dibuatlah program sistem pendukung keputusan. Sistem pendukung keputusan adalah sistem yang membantu pengguna membuat keputusan dalam proses yang sistematis. Prioritas pembangunan didesa ditentukan dengan metode Topsis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model keputusan pengembangan kawasan prioritas dengan kriteria berdasarkan kerusakan jalan, kebutuhan lokasi, perkiraan biaya, perkerasan jalan, dan kondisi jalan. Dari 6 alternatif yang diuji, v1 dengan nilai 0,6301303 diperoleh nilai tertinggi yang berarti Sebagai Kawasan prioritas pembangunan jalan di Desa Sei Alim Ulu.
Kata Kunci : infrastruktur, metode topsis, SPK.
Abstract:Abstract:Oil palm is a palm oil producing plant. Many factors affect the quality of palm oil, including water content and impurities. One of the most important factors is fruit maturity. Maturity of oil palm fruit is basically…
ically a very important factor for the quality of crude oil. Therefore we built a decision support system using the MOORA method to identify the best/good quality of oil palm fruit. With a quantitative research methodology, which uses a lot of numbers starting from the data collection process to its interpretation. Based on the results of the research we have done, that the sale of quality palm fruit will be carried out by a fruit quality selection system using the MOORA method. And when building a decision support system for choosing oil palm fruit according to the MOORA method, the results of testing 10 alternatives achieved the highest score of 35.5
Keywords: SPK; MOORA; oil palm fruit
Abstrak:Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak sawit. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas minyak sawit, antara lain kadar air dan pengotor. Salah satu faktor yang paling penting adalah kematangan buah. Kematangan buah kelapa sawit pada dasarnya merupakan faktor yang sangat penting bagi kualitas minyak mentah. Oleh karena itu kami membangun suatu sistem pendukung keputusan dengan memakai metode MOORA untuk mengenali mutu buah kelapa sawit terbaik/ bagus. Dengan metodologi riset kuantitatif, yang di dalamnya menggunakan banyak angka mulai dari proses pengumpulan data hingga penafsirannya. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah kami lakukan, bahwa penjualan buah kelapa sawit yang berkualitas akan dilakukan oleh suatu sistem pemilihan kualitas buah dengan menggunakan metode MOORA. Dan pada saat membangun sistem pendukung keputusan pemilihan buah kelapa sawit menurut metode MOORA, hasil pengujian 10 alternatif mencapai skor tertinggi yaitu 35,5.
Kata kunci : SPK; MOORA; buah kelapa sawit
Abstract:Abstract: MitaShop shop is a shop that sells various kinds of cosmetic products. Currently, the MitaShop Store records sales transactions with a notebook, the fulfillment of cosmetic supplies is still in the estimate, so…
there is often a buildup of products that rarely sell and there is no daily report data so that store owners cannot quickly refill products. From these problems, a Data Mining system was created which aims to minimize and maximize the supply of cosmetic products. By using the Apriori Algorithm method, which is to calculate the highest frequency value to be able to find out the results of selling cosmetic products. So the results of this study can provide an overview to store owners in managing and controlling the pattern of inventory of cosmetic products at MitaShop Stores better.
Keywords: Apriori Algorithm; Data Mining; Inventory
Abstrak: Toko MitaShop adalah toko yang menjual berbagai macam produk kosmetik. Saat ini Toko MitaShop melakukan pencatatan transaksi penjualan dengan buku catatan, pemenuhan persediaan kosmetik masih dalam perkiraan sehingga sering terjadi penumpukan produk yang jarang laku dan belum adanya data laporan harian sehingga pemilik Toko tidak bisa dengan cepat melakukan pengisian produk kembali. Dari permasalahan tersebut maka dibuatlah sistem Data Mining yang bertujuan untuk meminimal dan maksimalkan persediaan produk kosmetik. Dengan menggunakan metode Algoritma Apriori yaitu menghitung nilai frekuensi tertinggi untuk dapat mengetahui hasil penjualan produk kosmetik. Maka hasil dari penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada pemilik toko dalam mengatur dan mengontrol pola persediaan produk kosmetik di Toko MitaShop dengan lebih baik lagi.
Kata kunci: Algoritma apriori; Data mining; Persediaan
Abstract:Abstract: Household waste management in Waru Village is still dominated by conventional practices without sorting, so it has the potential to cause environmental problems and has not been used as a source of economic value.…
ue. This community service activity aims to optimize waste banks as an instrument for implementing the circular economy at the household level. The method used is a participatory approach with a quantitative descriptive design through socialization, training, and mentoring to farmer group mothers, as well as evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The results of the activity showed an increase in community capacity in all variables measured, with an average score increasing from 3.67 to 4.19 or by 14.2%. The highest increase occurred in the aspect of perception and impact of the program, while behavior changes showed a tendency to increase gradually. In addition, this activity also encouraged the formation of more structured waste bank management at the group level. These findings show that participatory approaches are effective in driving changes in waste management understanding and practices, as well as supporting the implementation of a household-based circular economy.
Keywords: waste banks; waru villages; circular economy; community service; waste management
Abstrak: Pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Waru masih didominasi oleh praktik konvensional tanpa pemilahan, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai sumber nilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan bank sampah sebagai instrumen penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain deskriptif kuantitatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada ibu-ibu kelompok tani, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat pada seluruh variabel yang diukur, dengan rata-rata skor meningkat dari 3,67 menjadi 4,19 atau sebesar 14,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek persepsi dan dampak program, sementara perubahan perilaku menunjukkan kecenderungan meningkat secara bertahap. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya pengelolaan bank sampah yang lebih terstruktur di tingkat kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif untuk tranformasi perilaku dalam mendorong perubahan pemahaman dan praktik pengelolaan sampah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular berbasis rumah tangga.
Kata kunci: bank sampah; desa waru; ekonomi sirkular; pengabdian masyarakat; pengelolaan sampah
Abstract:Abstract: This program aims to transform processed bilih fish products from Lake Singkarak through business digitalization to enhance tourism appeal and increase the added value of local food products. The partner, POKLAHSAR…
HSAR Jaso Danau in Nagari Tikalak, Solok Regency, experienced a 35% decline in sales turnover over the past two years due to limited digital marketing and reliance on conventional sales. In addition, production capacity could only meet about 60% of market demand, with inconsistent product quality caused by the absence of written SOPs. The program was implemented using a participatory approach through stages of socialization, technical training, innovation adoption, and mentoring. The main focus included the development of production SOPs, logbooks and digital bookkeeping, organizational structuring, and digital marketing strategies using websites, QR Codes, and social media. The results revealed significant improvement in five key aspects: business recording, production, distribution, branding, and digital marketing. The average score increased from 2.7 (fair) in 2024 to 4.0 (good) in 2025, with the highest achievement in business recording and digital marketing through the activation of an official website and marketplace integration. This transformation demonstrates that digitalization of local food MSMEs not only improves product quality and consistency but also expands distribution channels, strengthens competitiveness, and supports the achievement of the SDGs, particularly women’s empowerment, poverty alleviation, economic growth, and sustainable consumption and production.
Keywords: bilih fish, MSME digitalization, women empowerment, digital marketing, lake singkarak
Abstrak: Program ini bertujuan mentransformasi produk olahan ikan bilih khas Danau Singkarak melalui digitalisasi usaha guna meningkatkan daya tarik wisata dan nilai tambah pangan lokal. Mitra kegiatan adalah POKLAHSAR Jaso Danau di Nagari Tikalak, Kabupaten Solok, yang mengalami penurunan omzet hingga 35% dalam dua tahun terakhir akibat keterbatasan pemasaran digital dan masih mengandalkan penjualan konvensional. Selain itu, kapasitas produksi hanya mampu memenuhi sekitar 60% permintaan pasar, dengan kualitas produk sering tidak konsisten karena ketiadaan SOP tertulis. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan inovasi, dan pendampingan. Fokus utama meliputi penyusunan SOP produksi, logbook dan pembukuan digital, pembentukan struktur organisasi, serta strategi pemasaran berbasis website, QR Code, dan media sosial. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan signifikan pada lima aspek utama: pencatatan usaha, produksi, distribusi, branding, dan pemasaran digital. Skor rata-rata naik dari 2,7 (cukup) pada 2024 menjadi 4,0 (baik) pada 2025, dengan capaian terbesar pada pencatatan usaha dan pemasaran digital melalui aktivasi website resmi dan integrasi marketplace. Transformasi ini membuktikan bahwa digitalisasi UMKM pangan lokal tidak hanya memperbaiki kualitas dan konsistensi produk, tetapi juga memperluas distribusi, memperkuat daya saing, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi-produksi berkelanjutan.
Kata Kunci: ikan bilih, digitalisasi UMKM, pemberdayaan perempuan, pemasaran digital, danau singkarak
Abstract:Jaring Halus Village experiences serious sanitation problems, including itching due to unclean water and an unhealthy environment. This research aims to identify major public health problems, design interventions to reduce…
ce the prevalence of these diseases. The aspect used is quantitative with a participatory approach and is carried out as part of a form of community service program. This program not only aims to identify and resolve health problems, but also integrates research to support the sustainability of the interventions that have been designed by providing education regarding PHBS and providing KUJARAI herbal drinks. Data was collected through village consultations involving 924 family heads. Participants were selected purposively. Measurements were carried out using the USG (Urgency Seriousness Growth) method. Data were analyzed descriptively and statistically. Itching is the main health problem with the highest score (U=99, S=101, G=105; total 305). This program has succeeded in increasing public awareness of sanitation and personal hygiene. Community-based interventions such as simple water filtration and hygiene education have proven effective in reducing skin diseases in Jaring Halus Village. Future research needs to assess the sustainability of intervention programs to prevent the return of sanitation-related diseases.
Keywords: Behavior; Coast; Environment; Health; Sanitation.
Abstrak: Desa Jaring Halus mengalami masalah sanitasi yang serius, termasuk penyakit gatal-gatal akibat air yang tidak bersih dan lingkungan yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah utama kesehatan masyarakat, merancang intervensi untuk mengurangi prevalensi penyakit tersebut. Aspek yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan partisipatif dan dilakukan sebagai bagian dari bentuk program pengabdian kepada masyarakat. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan riset untuk mendukung bagaimana keberlanjutan dari intervensi yang sudah dirancang dengan melakukan penyuluhan mengenai PHBS dan memberikan minuman herbal KUJARAI. Data dikumpulkan melalui rembuk desa yang melibatkan 924 kepala keluarga. Partisipan dipilih secara purposive. Pengukuran dilakukan dengan metode USG (Urgency Seriousness Growth). Data dianalisis secara deskriptif dan statistik. Penyakit gatal-gatal menjadi masalah kesehatan utama dengan skor tertinggi (U=99, S=101, G=105; total 305). Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sanitasi dan kebersihan pribadi. Intervensi berbasis komunitas seperti penyaringan air sederhana dan penyuluhan kebersihan terbukti efektif dalam mengurangi penyakit kulit di Desa Jaring Halus. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji keberlanjutan program intervensi untuk mencegah kembalinya penyakit terkait sanitasi.
Kata kunci: Kesehatan; Lingkungan; Perilaku; Pesisir Sanitasi.
Abstract:Abstract: The hypertension prevalence in Daerah Istimewa Yogyakarta places second rank of the province with highest cases of hypertension (Kemenkes, 2018). According to the top 10 of diseases visits data from 2 January to…
o 31 December 2020, hypertension prevalence at Puskesmas Danurejan 1 shows the prevalence of the visits’ highest number. Based on this issue, the researchers collaborated with Psychologist of Puskesmas Danureja I to conduct Conscious Breathing (COBRA) Therapy Training, as an effort to improve the skills of elderly Posyandu Cadres to treat hypertension evenly in Tegal Panggung sub-district. The activities in this program are generally divided into five stages, those are : identifying problems occurred in Puskesmas Danurejan I; obtanining information about hypertension cases and treatment carried out by Puskesmas Danurejan I; and trial of Conscious Breathing (COBRA) therapy implementation. The results of the statistical analysis of the pared sample t-test showed a Z score = -3.752a with a value of p = 0.000 (p <0.01). Therefore, it can be concluded that Conscious Breathing (COBRA) therapy training gave an impact on increasing the knowledge of elderly posyandu cadres about hypertension and its treatment.. Moreover, the Elderly Posyandu cadres also actively shared the knowledge to another Elderly Posyandu member.
Keywords: conscious breathing; elderly posyandu; hypertension; puskesmas.
Abstract: Prevalensi hipertensi di Daerah Istimewa Yogyakarta menempatkan urutan ke- 2 sebagai provinsi dengan kasus hipertensi tertinggi (Kemenkes, 2018). Prevalensi Hipertensi di Puskesmas Danurejan I menurut data 10 besar kunjungan penyakit pertanggal 2 januari sampai 31 desember 2018 menunjukan prevalensi jumlah kunjungan terbanyak. Hal ini membuat peneliti bekerja sama dengan Psikolog Puskesmas Danureja I melakukan pelatihan terapi Conscious Breathing (COBRA) sebagai upaya peningkatan ketrampilan kader posyandu lansia guna penanganan penyakit hipertensi secara merata di kelurahan Tegal Panggung. Kegiatan yang dilakukan pada program ini secara umum dibagi menjadi lima tahapan yaitu; mengindentifikasi masalah-masalah yang dialami oleh Puskesma Danurejan I, memperoleh informasi mengenai kasus hipertensi dan penanganan yang dilakukan oleh Puskesmas Danurejan I, uji coba pelaksanaan terapi Conscious Breathing (COBRA), Pelatihan terapi Conscious Breathing (COBRA), dan follow up pelatihan yang telah diberikan. Hasil analisis statistik pared sample t-test menunjukan Skor Z = -3.752a dengan nilai p = 0,000 (p < 0,01). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pelatihan terapi Conscious Breathing (COBRA) terhadap kenaikan pengetahuan kader posyandu lansia terhadap penyakit hipertensi dan penanganannya. Selain itu kader posyandu lansia juga aktif dalam memberikan ilmu yang didapatkan kepada anggota posyandu lansia.
Keywords: conscious breathing; hipertensi; posyandu lansia; puskesmas.
Abstract:Abstract: Based on data from Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang in July 2018, the highest number of teachers is in group of IV / a. One of the influencing factors is their reluctance to make scientific publications…
cations for the promotion. They do not have enough information about the journal to be addressed, do not yet understand what must be stated in a scientific article, systematics of writing, and how to make a bibliography. The online process is also one of the things they find difficult. The purpose of community service is to improve the ability of teachers to write scientific articles. Partners in this activity were 12 elementary and junior high school teachers in Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang. The implementation time is 4 months consisting of 3 training sessions and following assistance. The material presented during the training included (1) scientific articles in the ranks of teachers, (2) reference managers, and (3) article submissions. The results of the training showed that all participants increasingly understood how to use scientific articles for promotion. In addition, 58% of participants are more aware and able to use the reference manager in Ms Office Word. In the third material, 67% of participants understood and were able to register and submit articles in the Paedagogie Journal.
Keywords: scientific articles, training, scientific publications, classroom action research
Abstrak: Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang pada bulan Juli 2018, jumlah terbanyak guru berada pada golongan IV/a. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah keengganan mereka dalam membuat publikasi ilmiah untuk kenaikan pangkat. Mereka tidak memiliki informasi yang cukup mengenai jurnal yang akan dituju, belum memahami apa yang harus dituangkan dalam sebuah artikel ilmiah, sistematika penulisan, serta cara membuat daftar pustaka. Proses online juga menjadi salah satu hal yang mereka anggap sulit. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam menulis artikel ilmiah. Mitra dalam kegiatan ini adalah 12 orang guru SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayan di Kota Magelang. Waktu pelaksanaan yakni 4 bulan terdiri dari 3 kali pelatihan dan ikuti pendampingan. Materi yang disampaikan pada saat pelatihan antara lain (1) artikel ilmiah dalam kepangkatan guru, (2) reference manager, dan (3) article submission. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta semakin memahami bagaimana memanfaatkan artikel ilmiah bagi pengajuan kenaikan pangkat. Selain itu, 58% peserta semakin paham dan mampu cara menggunakan reference manager pada Ms Office Word. Pada materi ke-3, sebanyak 67% peserta memahami dan mampu untuk registrasi dan submit artikel pada Jurnal Paedagogie.
Kata kunci: artikel ilmiah, pelatihan, publikasi ilmiah, penelitian tindakan kelas
Abstract:Abstract: The assessment of PKH employees in Batu Bara Regency still requires an objective and measurable evaluation process to support performance decisions. Manual assessment can cause subjectivity and take more time,…
especially when several criteria must be considered. This study aims to apply the Simple Additive Weighting (SAW) method to the PKH employee assessment system in Batu Bara Regency. The criteria used in this assessment are attendance, teamwork, responsibility, communication, and length of service. The SAW method is applied by determining criteria weights, converting employee values, normalizing the decision matrix, and calculating preference values to obtain the final ranking. The results show that alternative A1, Rahmi Rizkya, obtained the highest score of 0.9504 and ranked first, while alternative A5, Toni Syahpradanadaely, obtained the lowest score of 0.4831. Based on these results, the SAW method can help the employee assessment process become more objective, structured, and useful as a reference for evaluating PKH employee performance.
Keywords: decision support system; PKH employee; simple additive weighting
Abstrak: Penilaian pegawai PKH Kabupaten Batu Bara membutuhkan proses evaluasi yang objektif dan terukur untuk mendukung pengambilan keputusan terhadap kinerja pegawai. Penilaian yang masih dilakukan secara manual dapat menimbulkan subjektivitas dan membutuhkan waktu lebih lama, terutama jika penilaian melibatkan beberapa kriteria. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) pada sistem penilaian pegawai PKH Kabupaten Batu Bara. Kriteria yang digunakan dalam penilaian meliputi kehadiran, kerja sama tim, tanggung jawab, komunikasi, dan masa kerja. Metode SAW diterapkan melalui penentuan bobot kriteria, konversi nilai pegawai, normalisasi matriks keputusan, serta perhitungan nilai preferensi untuk memperoleh hasil perankingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif A1 atas nama Rahmi Rizkya memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,9504 dan menempati peringkat pertama, sedangkan alternatif A5 atas nama Toni Syahpradanadaely memperoleh nilai terendah sebesar 0,4831. Berdasarkan hasil tersebut, metode SAW dapat membantu proses penilaian pegawai menjadi lebih objektif, terstruktur, dan dapat dijadikan acuan dalam evaluasi kinerja pegawai PKH.
Kata kunci: pegawai PKH; simple additive weighting; sistem pendukung keputusan