Abstract:Penanaman nilai tauhid sejak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter religius anak dalam konteks pendidikan Islam. Lembaga Raudhatul Athfal memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ketuhanan…
n melalui pembiasaan ibadah harian yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses konstruksi makna nilai tauhid dalam pembentukan karakter religius anak usia dini melalui pembiasaan ibadah harian di Raudhatul Athfal Al Misbah Curug Kecamatan Klari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk menggali pengalaman dan pemaknaan guru serta dinamika praktik keseharian di lembaga. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi makna tauhid terbentuk melalui integrasi pembiasaan ibadah yang konsisten, peran guru sebagai mediator nilai melalui narasi kontekstual, serta dukungan budaya sekolah religius yang memperkuat pesan simbolik dan verbal. Praktik ibadah tidak sekadar menjadi rutinitas ritual, tetapi berfungsi sebagai pengalaman sosial yang membangun kesadaran ketuhanan secara bertahap. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran guru dan pengembangan budaya sekolah religius dalam merancang pembiasaan ibadah yang reflektif dan bermakna sebagai strategi pembentukan karakter religius anak usia dini.
Abstract:Globalisasi membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk tuntutan kompetensi guru sekolah dasar. Guru tidak hanya dituntut menguasai kompetensi pedagogik, tetapi juga memiliki perspektif global agar mampu…
u mengaitkan pembelajaran dengan dinamika dunia yang saling terhubung tanpa mengabaikan nilai lokal dan nasional. Namun, pendidikan guru sekolah dasar masih cenderung berfokus pada kurikulum nasional, sementara penguatan perspektif global belum menjadi perhatian utama. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual penguatan perspektif global dalam pendidikan guru sekolah dasar di era globalisasi, meliputi konsep, tantangan, dan strategi penguatannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kajian literatur terhadap jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, serta dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perspektif global mencakup pemahaman isu global, kesadaran keberagaman budaya, keterampilan berpikir kritis, serta sikap toleransi, empati, dan tanggung jawab sosial. Penguatan perspektif global dapat dilakukan melalui integrasi kurikulum berwawasan global, pembelajaran aktif-kontekstual, dan pemanfaatan teknologi digital.
Abstract:Integrasi sains dan Islam dalam pembelajaran biologi merupakan upaya strategis untuk membangun pemahaman ilmu pengetahuan yang utuh serta menanamkan nilai-nilai keislaman pada peserta didik. Pembelajaran biologi tidak hanya…
nya berorientasi pada penguasaan konsep dan keterampilan ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran akan kebesaran Allah Swt. melalui kajian terhadap fenomena alam dan makhluk hidup. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, bentuk, dan implementasi integrasi sains dan Islam dalam pelajaran biologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap sumber-sumber relevan berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sains dan Islam dapat dilakukan melalui pengaitan materi biologi dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis, penguatan nilai tauhid, serta penanaman sikap ilmiah yang selaras dengan akhlak mulia. Integrasi ini berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman konsep biologi, penguatan karakter religius, serta pembentukan sikap spiritual peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran biologi berbasis integrasi sains dan Islam diharapkan mampu mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Abstract:Pengintegrasian nilai-nilai moderasi beragama ke dalam pengajaran Pancasila di sekolah dasar telah menjadi kebutuhan mendesak karena munculnya kecenderungan intoleransi dalam pergaulan siswa, sementara praktik pembelajaran…
an di kelas seringkali tidak memberikan pengalaman yang cukup untuk menumbuhkan sikap moderat. Situasi ini menciptakan kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan implementasi nyata di kelas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi nilai-nilai moderasi beragama, jenis nilai yang diintegrasikan, dan upaya guru dalam mengoptimalkan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada guru dan siswa di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai moderasi beragama terjadi melalui penguatan diskusi kelas, pembiasaan saling menghormati, dan mengaitkan materi Pancasila dengan situasi sosial yang dekat dengan pengalaman siswa. Guru mengimplementasikan nilai-nilai toleransi, keseimbangan, musyawarah, dan menghargai perbedaan melalui metode bercerita, kerja kelompok, dan pemanfaatan momen-momen insidental dalam dinamika kelas. Meskipun demikian, efektivitas implementasi masih dipengaruhi oleh keterbatasan pedoman, variasi kompetensi guru, dan kurangnya evaluasi berbasis karakter moderat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan model pembelajaran yang lebih sistematis, pelatihan berkelanjutan bagi guru, dan dukungan kebijakan sekolah agar pembelajaran Pancasila dapat menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan sikap moderasi beragama sejak dini.
Abstract:Masyarakat Adat Mapur di Pulau Bangka secara historis mengalami marginalisasi administratif akibat ketiadaan pengakuan formal atas sistem religi lokal mereka dalam dokumen kependudukan. Meskipun Putusan Mahkamah Konstitusi…
si Nomor 97/PUU-XIV/2016 telah memberikan legalitas bagi penghayat kepercayaan, implementasi di tingkat akar rumput masih terhambat oleh kompleksitas birokrasi, jarak geografis dan minimnya literasi hukum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat identitas hukum dan memulihkan hak sipil Orang Mapur di Dusun Aik Abik melalui tindakan advokasi, sosialisasi, dan pendampingan partisipatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development yang berfokus pada pemanfaatan aset sosiokultural lokal berupa Gebong Memarong sebagai episentrum pergerakan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi multipihak yang melibatkan Disdukcapil, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sektor swasta, dan lembaga adat berhasil mengikis keraguan sosiologis (pseudo-identity) dan membangun kesadaran hukum warga. Melalui strategi pendampingan langsung (door-to-door) dan posko pelayanan kolektif, tim berhasil melakukan inventarisasi, verifikasi, dan validasi berkas administrasi kependudukan yang sah bersama Lembaga Adat Mapur. Program ini tidak hanya memangkas rantai birokrasi formal, tetapi juga berhasil menginisiasi pemulihan hak-hak sipil dasar komunitas adat sekaligus memperkuat resiliensi kebudayaan mereka dari ancaman eksklusi sosial di era modern.
Abstract:Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi yang penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Namun, anak-anak di daerah pedesaan sering kali memiliki keterbatasan kesempatan untuk mempraktikkan…
tikkan penggunaan Bahasa Inggris dalam situasi komunikasi yang nyata. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dasar, motivasi belajar, dan kepercayaan diri anak-anak Sekolah Minggu di Stasi Santo Petrus Tampo, Kabupaten Tana Toraja, melalui program pengajaran English Conversation. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu dari Maret hingga Mei 2026, dengan melibatkan anak-anak usia sekolah dasar sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan komunikatif (Communicative Language Teaching) yang diterapkan melalui praktik percakapan, permainan bahasa, tanya jawab, dan aktivitas interaktif berbasis topik kehidupan sehari-hari. Program dilaksanakan dalam 21 pertemuan dengan materi yang mencakup aktivitas harian, keluarga, sekolah, hewan, profesi, transportasi, cuaca, dan topik lain yang dekat dengan pengalaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan kosakata dan ungkapan sederhana dalam percakapan Bahasa Inggris. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi belajar, partisipasi aktif selama pembelajaran, serta kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti ketidakkonsistenan kehadiran peserta dan faktor cuaca, kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak di lingkungan nonformal dan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
Abstract:Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penguatan literasi dan pengembangan media pembelajaran berbasis deep learning. Program…
dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan praktik pembuatan media pembelajaran berupa buku cerita anak yang kreatif dan edukatif. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran literasi serta minimnya kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua dalam mendukung pembelajaran anak usia dini.
Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan andragogi melalui model Project Based Learning (PBL) dan pendampingan intensif (coaching clinic). Tahapan kegiatan meliputi In-Service Training, On-the-Job Learning, implementasi pembelajaran di kelas, serta evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 38 guru PAUD dengan 32 responden yang mengisi instrumen evaluasi.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 10,3 meningkat menjadi 11,8 pada post-test. Selain itu, peserta mampu menghasilkan produk media pembelajaran berupa buku cerita anak yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini dan mengintegrasikan unsur kreativitas, kolaborasi, serta nilai edukatif dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman guru mengenai penerapan deep learning, pemanfaatan media pembelajaran inovatif, serta penggunaan teknologi dan AI secara bijak dalam pendidikan.
Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam pengembangan literasi dan media pembelajaran berbasis deep learning. Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan bermakna bagi anak usia dini.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) pada penulisan karya ilmiah berbasis Al-Qur’an secara efektif dan…
dan etis. Metode yang digunakan adalah pendekatan Service Learning yang mengintegrasikan pembelajaran konseptual dengan praktik langsung, melibatkan 30 mahasiswa sebagai peserta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, praktik penulisan, serta refleksi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap konsep AI dan penerapannya dalam penulisan ilmiah, yang ditunjukkan melalui keterlibatan aktif selama proses pembelajaran serta kemampuan menghasilkan karya ilmiah secara sistematis. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi penggunaan AI, khususnya terkait aspek etika dan validitas informasi. Meskipun demikian, masih terdapat variasi kemampuan peserta dalam menyusun karya ilmiah serta potensi ketergantungan terhadap teknologi. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan lanjutan dan penguatan literasi akademik serta etika penggunaan AI agar hasil pembelajaran lebih optimal dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Desa Wanasuka sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal dengan mengintegrasikan perspektif resource-based view (RBV), modal sosial, dan pariwisata berkelanjutan.…
kelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap berbagai pemangku kepentingan desa. Analisis data dilakukan secara tematik dan diperkuat dengan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wanasuka memiliki potensi yang signifikan berupa sumber daya alam, budaya, dan modal sosial yang dapat menjadi dasar keunggulan kompetitif destinasi. Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya teroptimalkan akibat keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya tata kelola kelembagaan, serta rendahnya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital. Dari hasil analisis, dirumuskan strategi pengembangan yang mencakup optimalisasi potensi lokal, penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan tata kelola, serta integrasi teknologi digital dalam pengelolaan dan promosi destinasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis melalui pengembangan model strategi yang integratif dalam konteks desa wisata berbasis potensi lokal, serta kontribusi praktis sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan Desa Wanasuka diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing destinasi, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Abstract:Keberhasilan usaha budidaya ikan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis produksi, tetapi juga oleh kemampuan pembudidaya dalam memahami potensi sumber daya alam, lingkungan, dan sosial ekonomi yang mendukung pengembangan…
an usaha secara berkelanjutan. Desa Sebakung Jaya, Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai Kampung Perikanan Budidaya Air Tawar, masih menghadapi keterbatasan pengetahuan pembudidaya mengenai potensi wilayah yang dapat dioptimalkan dalam sistem agribisnis perikanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pembudidaya tentang potensi wilayah yang mendukung usaha budidaya ikan air tawar yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sebakung Jaya dengan melibatkan 20 orang anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN). Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan difusi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) melalui pendekatan pedagogi yang dipadukan dengan presentasi, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Materi penyuluhan mencakup potensi sumber daya alam dan lingkungan, serta potensi sosial ekonomi, yang mendukung pengembangan komoditas unggulan ikan air tawar melalui upaya budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai potensi wilayah sebagai modal pengembangan usaha budidaya. Peningkatan tersebut tercermin dari tingginya partisipasi peserta dalam diskusi, kemampuan mengidentifikasi potensi wilayah, serta munculnya berbagai gagasan terkait penguatan kelembagaan dan strategi pemasaran hasil perikanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis potensi wilayah merupakan pendekatan yang efektif dalam memperkuat kapasitas pembudidaya menuju usaha budidaya ikan yang lebih produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan.