Search Articles & Publications

Showing 891 articles found for "Wati"

Manfaat Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri SMP: Ditinjau dari Sisi Psikologi Pendidikan

Ariyanti Mareta Ismail, Endang Rahmawati
Abstract: Remaja merupakan masa peralihan dari kanak – kanak sehingga mengalami banyak perubahan fisik dan psikis. Pada masa ini remaja putri akan mengalami mentruasi setiap bulan dan butuh asupan gizi yang baik, dengan demikian dibutuhkan… dibutuhkan tablet penambah darah (TTD) yang harus dikonsumsi secara rutin. TTD ini bertujuan untuk mencegah remaja putri terkena anemia, karena hal tersebut akan mempengaruhi proses belajar di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitaitf dengan metode deskriptif. Informan nya meliputi pembina PMR, anggota PMR dan seluruh remaja putri di SMP. Hasil penelitian diperoleh bahwa TTD sangat berperan penting untuk remaja putri karena dapat memcegah anemia serta membantu asupan gizi pada siswa. Tak hanya itu apabila ditinjau dari psikologi pendidikan siswa yang anemia akan mengalami beberapa gejala yaitu: 1). Fungsi eksekutif, 2) efikasi diri dan 3). Regulasi emosi.

ANALISIS NILAI KARAKTER BERKEBINEKAAN GLOBAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 01 ANJONGAN.

Ade Apriani, Dessy Setyowati, Yuni listiarini
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Nilai Karakter Berkebinekaan Global Siswa Kelas V di SD Negeri 01 Anjongan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data dan sumber data yang diperoleh… eroleh menggunakan sistem pengumpulan data observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan observasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V dan guru kelas V. Hasil observasi menyatakan bahwa siswa kelas V tersebut telah berproses dalam upaya Pembelajaran dengan hasil yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas V mempunyai sikap kebinekaan dalam dirinya dengan menunjukkan proses ruang lingkup lingkungan kelas dan sekolah dengan pencapaian  elemen  kebinekaan  global  yang  lebih  dominan  tinggi  dalam pencapaian, Mengenal dan Menghargai Budaya 99,5%, Komunikasi dan Interaksi antar Budaya 90%, Refleksi dan Tanggung Jawab Terhadap Pengalaman Kebinekaan 90,6% dan Berkeadilan Sosial 99,1% di dalam kelas dengan menunjukkan pencapaian observasi tentang Kebinekaan Global dalam pencapaian Indikator Kebinekaan Global.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF DAN KREATIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN NILAI-NILAI PANCASILA DI MI NT TIBU LAMPIT

Husairi, Abdul Wadud, Sri Rahmawati, Yunia Juwaeriyah
Abstract: Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui Penerapan Model Pembelajaran Aktif dan Kereatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Nilai-nilai Pancasila Pada Siswa Sekilah Dasar. kelas I semester genap MI  NT Tibu… u Lampit tahun pelajaran 2025/2026. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas I pada semester gnap tahun pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 20 orang siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Data mengenai hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes hasil belajar. Data yang telah dikumpulkan tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I jumlah siswa 20 orang, yang lulus 8 orang dan yang tidak lulus 12 orang, Persentase kelulusan pada siklus I sejumlah 40% dan ketidaklulusan sejumlah 60%, karena belum memenuhi standar yang kami targetkan maka dilakukan penelitian kedua pada siklus II. Data yang diperoleh pada siklus II dengan jumlah siswa 20 orang, yang lulus 13 orang dan yang tidak lulus 7 orang, dengan persentase kelulusan 65% serta ketidaklulusan 35%. Karena belum merasa tuntas, peneliti melakukan penelitian kembali pada siklus III yang jumlah siswanya 20 orang, siswa yang lulus 18 orang, dengan persentase ketuntasan 90%.

Peran Self- Efficacy pada Mahasiswa yang berkerja paruh waktu

Monica Budi Saraswati, Safiinatun Najah
Abstract: Mahasiswa yang bekerja paruh waktu dihadapkan pada tuntutan ganda berupa kewajiban akademik dan tanggung jawab pekerjaan, yang berpotensi menimbulkan tekanan fisik maupun psikologis. Kondisi ini menuntut kemampuan adaptasi… si dan keyakinan diri yang kuat agar mahasiswa mampu menjalankan kedua peran secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-efficacy pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu dalam menghadapi tuntutan akademik dan pekerjaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa berusia 24 tahun yang menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus pekerja paruh waktu. Analisis data dilakukan secara induktif dengan mengacu pada model analisis interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berperan penting sebagai modal psikologis dalam membantu mahasiswa mengelola waktu, menghadapi kelelahan, serta mempertahankan motivasi akademik. Self-efficacy tercermin melalui tiga aspek utama, yaitu kemampuan menilai tingkat kesulitan tugas (magnitude), kekuatan keyakinan dalam menghadapi hambatan (strength), dan penerapan kepercayaan diri pada berbagai konteks akademik maupun pekerjaan (generality). Temuan ini menunjukkan bahwa self-efficacy mendukung ketahanan, regulasi diri, dan keberlanjutan peran ganda mahasiswa pekerja paruh waktu. Dengan demikian, penguatan self-efficacy menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan akademik dan kesejahteraan mahasiswa yang bekerja paruh waktu.

Persepsi Guru PAUD terhadap Penggunaan Media Digital dalam Pembelajaran: Tinjauan dari Perspektif Psikologi Perkembangan

Eska Hifdiyah Sahal, Mayasari
Abstract: Integrasi teknologi digital ke dalam ranah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah memicu pergeseran paradigma yang mendalam dalam cara pendidik memahami proses belajar mengajar. Laporan penelitian ini menyajikan analisis… komprehensif mengenai persepsi guru PAUD terhadap penggunaan media digital, dengan mengambil studi kasus di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi, Sumedang. Melalui lensa psikologi perkembangan, laporan ini mengevaluasi bagaimana alat-alat digital memengaruhi domain kognitif, sosial-emosional, dan motorik anak pada fase krusial "Masa Emas." Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, memanfaatkan teknik analisis data interaktif untuk mengeksplorasi narasi dan pengalaman nyata para pendidik di lapangan.  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru-guru di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi memandang media digital sebagai instrumen ganda: sebagai katalisator motivasi dan literasi yang efektif, namun juga sebagai sumber risiko potensial terhadap perkembangan sosial dan kesehatan fisik anak. Berdasarkan perspektif sosiokultural Lev Vygotsky, media digital diidentifikasi mampu menyediakan scaffolding dalam Zone of Proximal Development (ZPD), khususnya melalui metode digital storytelling yang memperkaya kemampuan bahasa ekspresif. Namun, dari perspektif kognitif Jean Piaget, terdapat kekhawatiran mengenai kesesuaian konten digital dengan tahap pra-operasional anak yang masih membutuhkan interaksi konkret. Laporan ini juga menyoroti tantangan sistemik berupa keterbatasan literasi digital guru dan infrastruktur, serta upaya strategis Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui platform Sumedang Simpati Academy (SSA) untuk meningkatkan kompetensi digital pendidik. Kesimpulan dari laporan ini menekankan perlunya model integrasi teknologi yang seimbang, berpusat pada anak, dan didukung oleh kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua guna memastikan bahwa penggunaan media digital selaras dengan tugas-tugas perkembangan anak yang holistik.  

PENGARUH PERGAULAN BEBAS DAN TEKANAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU REMAJA DI DESA HELVETIA KECAMATAN LABUHAN DELI

Anggun Syahfitri, Minna Bella, Naila Nafisah Zulfa, Riwati Amelia, Sani Susanti
Abstract: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh pergaulan bebas dan tekanan teman sebaya terhadap perilaku remaja di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik wawancara… cara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pergaulan remaja cenderung bebas dan tidak terkontrol, ditandai dengan kebiasaan nongkrong malam, mencoba rokok atau minuman beralkohol, serta mengikuti tren media sosial tanpa pengawasan. Tekanan teman sebaya memperkuat kecenderungan tersebut melalui ajakan, bujukan, dan rasa takut dikucilkan. Proyek penyuluhan yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut penelitian membantu meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya pergaulan bebas dan strategi menghadapi tekanan sebaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk perilaku remaja yang positif dan mencegah penyimpangan sosial.

Analisis Determinan Keterlambatan Literasi Dasar pada Siswa Sekolah Dasar

Nayala Intani Parasdika, ARUM, FEBRIANA ARUM SUSILOWATI, Lisna, Lisna Wati Dewi, Indah, Indah Silvianingrum, Luthfa Nugraheni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan literasi khususnya kemampuan membaca, pada siswa kelas IV SD 5 Bae. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik observasi,… ervasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, membedakan bunyi (fonem), membaca kata secara lancar, serta memahami isi bacaan. Faktor penyebab keterlambatan literasi berasal dari aspek internal siswa seperti rendahnya kemampuan fonologis dan minimnya motivasi membaca, serta faktor eksternal seperti kurangnya pendampingan orang tua, minimnya lingkungan literasi di rumah, dan metode pembelajaran membaca yang masih tradisional. Selain itu, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik turut memengaruhi rendahnya minat baca siswa. Berdasarkan temuan ini, diperlukan upaya pendampingan membaca secara individual, pembiasaan literasi di sekolah, peningkatan peran orang tua, serta penggunaan metode dan media pembelajaran yang variatif agar kemampuan literasi dasar siswa dapat meningkat secara optimal.

Analisis Perancangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Abad ke-21 (HOTS dan TPACK) sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman dan Pengalaman Lapangan Mahasiswa Calon Guru

Siti Hajar Sahari, Nur Holila Nasution, Joni Tua Pasaribu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Adapun tujuan penelitian ini  yaitu bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan  pembelajaran pada evaluasi pelajaran Geografi di sekolah MAN 2 MODEL MEDAN. Didalam penelitian kami melakukan… kan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru pada mata pelajaran Geografi. Adapun hasil dari penelitian yang kami dapat yaitu yang  menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru juga memanfaatkan beberapa berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, juga guru evaluasi ini juga masih ada beberapa menghadapi masalah/kendala.Adapun masalah atau kendala yang sering dihadapi guru yaitu seperti: Keterbatasan Kompetensi Digital dan Pedagogik, Kurangnya Pelatihan Profesional, Minimnya Fasilitas Sekolah, Resistensi terhadap Perubahan, Waktu yang Terbatas.Selain itu, ada juga beberapa penerapan soal yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa yang selalu memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Jadi penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menghadapi kendala harus memerlukan pendukung untuk evaluasi pembelajaran Geografi, supaya dapat lebih efektif, terstandar, dan relevan dalam evaluasi pembelajaran abad ke-21 berbasis HOTS dan TPACK.

Analisis Kendala Yang Dihadapi Guru Dalam Melaksanakan Evaluasi Pembelajaran Geografi Di Kelas XI Di SMA N 12 Medan

Aisyah Dwi Ramadhani, Silvia Novelina Simanullang, Tungunedo Manalu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran Geografi di kelas XI SMA Negeri 12 Medan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui… pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru mata pelajaran Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru memanfaatkan berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, pelaksanaan evaluasi masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kemampuan analisis siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas sekolah (laboratorium SIG, peta tematik, jaringan internet), serta belum adanya standar baku dari Kemendikbud terkait komposisi soal berdasarkan level kognitif. Selain itu, penerapan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa turut memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi diperlukan untuk mendukung evaluasi pembelajaran Geografi yang lebih efektif, terstandar, dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.

ANALISIS KENDALA DAN SOLUSI GURU GEOGRAFI DALAM PELAKSANANN EVALUASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 11 MEDAN

Rizky Ahmadani, Amanda Anggraini, Juni Paramita Nababan, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: dilakukan guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Geografi di SMA Negeri 11 Medan. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen pembelajaran dengan narasumber utama Ibu Nurbaiti Panggabean, S.Pd, penelitian… litian ini menemukan bahwa proses evaluasi mencakup tiga aspek utama yaitu penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi secara sistematis dan berkesinambungan, namun masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam perencanaan instrumen penilaian, pelaksanaan observasi lapangan, dan penilaian autentik. Kendala tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, fasilitas pembelajaran, serta perbedaan kemampuan siswa. Guru menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi kendala tersebut, antara lain peningkatan kompetensi melalui MGMP, penerapan teknologi seperti Google Form dan Quizizz, penilaian proyek berbasis autentik, serta penggunaan rubrik penilaian yang lebih objektif. Selain itu, guru mulai mengintegrasikan pendekatan HOTS dan TPACK dalam evaluasi, meskipun masih pada tahap awal. Hasil evaluasi juga dimanfaatkan untuk memberikan umpan balik, perbaikan metode pembelajaran, dan penentuan tindak lanjut akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi evaluasi masih membutuhkan dukungan sistemik dari sekolah, seperti penguatan fasilitas digital, pengembangan bank soal HOTS, peningkatan literasi data guru, dan penyediaan waktu khusus untuk refleksi pedagogik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi pembelajaran Geografi akan lebih efektif apabila didukung oleh kompetensi guru, fasilitas memadai, serta sistem kolaboratif yang berkelanjutan..