Abstract:Keamanan siber menjadi isu strategis dalam tata kelola digital pemerintah daerah karena pelayanan publik semakin bergantung pada sistem elektronik. Namun, kajian kebijakan keamanan siber di daerah masih lebih banyak menyoroti…
oroti strategi nasional, kepercayaan publik, atau kualitas layanan, belum pada proses implementasi di institusi daerah. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan keamanan siber di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta menjelaskan peran masyarakat dan sektor swasta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus naratif melalui wawancara terhadap enam informan kunci, observasi, dan telaah dokumen pada 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan telah dioperasionalkan melalui kepatuhan regulatif, tata kelola data, enkripsi, kontrol akses, autentikasi multifaktor, firewall, IDS/IPS, pembaruan sistem, dan pelatihan pegawai. Meski demikian, implementasinya masih dibatasi oleh infrastruktur, anggaran, tenaga ahli, dan koordinasi lintas instansi yang belum merata. Kontribusi utama penelitian ini adalah menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan keamanan siber di tingkat daerah bergantung pada keterhubungan antara regulasi, kontrol teknis, kapasitas institusional, dan kolaborasi multipihak yang terstruktur.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih berulangnya pencemaran Sungai Cikeas di tengah keberadaan regulasi pengendalian pembuangan air limbah. Kajian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pembuangan air limbah,…
mbah, mengidentifikasi hambatan utama, dan merumuskan strategi peningkatan efektivitas kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus di Sungai Cikeas, Kabupaten Bogor. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada pejabat Dinas Lingkungan Hidup, pengawas lingkungan, pelaku usaha, masyarakat, akademisi, serta komunitas lingkungan. Analisis menggunakan model implementasi kebijakan Edward III dan diperkaya perspektif partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan melalui sosialisasi, pengawasan, dan pengendalian pencemaran, tetapi belum optimal. Hambatan utama mencakup komunikasi kebijakan yang masih formalistik, keterbatasan sumber daya pengawasan, koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi, penegakan hukum yang belum konsisten, dan partisipasi masyarakat yang belum merata. Data kualitas air tahun 2021–2024 memperlihatkan fluktuasi TSS, BOD, COD, DO, dan fecal coliform, yang menandakan tekanan pencemaran domestik dan industri masih kuat. Kebaruan artikel ini terletak pada penggabungan analisis implementasi kebijakan dengan bukti kualitas air untuk menegaskan kebutuhan model pengendalian pencemaran yang kolaboratif, partisipatif, dan berbasis data. Simpulan penelitian menegaskan bahwa efektivitas kebijakan bergantung pada penguatan komunikasi, kapasitas pengawasan, integrasi kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Abstract:Transformasi digital melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Kota Batu, Kabupaten Bogor, yang semula bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan publik, justru memunculkan paradoks berupa bottleneck…
sistemik dalam alur pelayanan klinis. Penelitian ini bertujuan menguji korelasi antara waktu tunggu sebagai indikator bottleneck dengan kepuasan pasien serta akurasi dan kelengkapan data rekam medis. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif korelasional dengan 379 responden (purposive/proportionate random sampling), data dikumpulkan melalui kuesioner Likert, observasi langsung, dan audit data RME periode Juli– Oktober 2025. Hasil menunjukkan korelasi negatif signifikan antara waktu tunggu dengan kepuasan pasien (Beta = −0,32; p < 0,01; R² = 0,21) dan antara waktu tunggu dengan akurasi data (r = −0,45; p < 0,05). Rata-rata durasi input RME mencapai 9,5 menit per pasien tanpa skrining awal, dengan puncak waktu tunggu 72 menit pada periode 08:31–09:30 WIB. Kondisi tekanan tinggi mendorong petugas melakukan plotting data yang mengancam integritas rekam medis. Penelitian menegaskan bahwa digitalisasi tanpa process re-engineering dan penyesuaian kapasitas SDM menjadikan teknologi sebagai beban administratif. Rekomendasi mencakup penyederhanaan antarmuka RME, demand management pada jam puncak, dan pengembangan sistem self-service skrining terintegrasi.
Abstract:This study examines the implementation of the Local Tax on Certain Goods and Services (PBJT) in hotels in Bogor Regency and its impact on Regional Original Revenue (PAD) after Law No. 1 of 2022. Using a quantitative approach…
oach based on Edward III’s model, the study analyzes communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. Data from 684 respondents were analyzed using multiple linear regression. Results show PBJT significantly increases PAD (R²: 71.7%–76.0%; p < 0.001), with bureaucratic structure and resources as the most influential factors. However, challenges remain, including unclear communication, limited resources, and low taxpayer compliance. Strengthening institutional capacity, improving coordination, and enhancing taxpayer compliance are recommended to optimize PAD.
Abstract:Jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) sebanyak 158,3 juta jiwa di dunia, Indonesia menduduki peringkat ke-5 dari 10 negara penyandang DM terbanyak di Asia Tenggara yaitu sebanyak 20,4 juta jiwa dan diperkirakan akan terus…
us mengalami peningkatan hingga 28,6 juta jiwa pada tahun 2050. Dampak terjadinya diabetes melitus salah satunya melalui kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik berperan penting dalam membantu mengontrol kadar glukosa darah serta mencegah terjadinya komplikasi. Mengetahui gambaran aktivitas fisik penderita diabetes melitus di Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.491 diambil menggunakan teknik kuota sampling, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 65 responden yang didapatkan menggunakan kuesioner IPAQ dan dianalisis secara univariat. Mayoritas responden berusia 60-69 (41,5%) yang didominasi oleh perempuan sebanyak (64,4%) sedangkan laki-laki (35,4%), mayoritas Pendidikan penderita DM adalah SMA (44,6%) yang memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (60%). Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik penderita diabetes melitus di Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta memiliki aktivitas fisik sedang, sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan pendampingan dari tenaga kesehatan.
Abstract:Pemanfaatan pekarangan rumah merupakan strategi penting dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, khususnya di wilayah perkotaan yang mengalami keterbatasan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik…
ik pemanfaatan pekarangan rumah di Kelurahan Srimeranti Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, melalui studi kasus terhadap seorang petani bernama Iwan Setiawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan telah dilakukan narasumber selama kurang lebih lima tahun dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan seperti jambu, anggur, kelengkeng, cabai, nangka, matoa, dan tebu. Motivasi pemanfaatan pekarangan meliputi kebutuhan ekonomi, dorongan sosial melalui kegiatan yayasan Laz, serta keinginan menambah pengetahuan dalam bidang pertanian. Pemanfaatan pekarangan memberikan manfaat ekonomi melalui penghematan biaya konsumsi, manfaat ekologis berupa peningkatan kualitas lingkungan, serta manfaat sosial melalui distribusi hasil panen kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, beberapa kendala turut dihadapi, seperti mahalnya harga pupuk, keterbatasan sarana produksi, dan minimnya dukungan pemerintah. Meskipun demikian, temuan penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan pekarangan memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan memperkuat solidaritas sosial di masyarakat. Peningkatan dukungan pemerintah dan pendampingan teknis diperlukan agar program pemanfaatan pekarangan dapat berkembang lebih optimal di masa mendatang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pengembangan ekonomi lokal di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, menggunakan kerangka Teori Pemberdayaan…
an Masyarakat Ife dan Tesoriero (2006). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 15 pelaku UMKM, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM berbasis keluarga—seperti pedagang makanan ringan, usaha rumahan kuliner, kios kelontong, dan jasa pencucian motor—memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat (Rp2–5 juta/bulan pelaku utama; Rp500.000–Rp1 juta/bulan pekerja paruh waktu), penyediaan lapangan kerja informal (remaja, ibu rumah tangga: 15–20 jam/minggu), penguatan aktivitas perekonomian lokal melalui cash flow harian Rp150.000–Rp300.000 dan efek multiplier 20–30% terhadap PDB lokal, serta mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga tanpa ketergantungan total pada bantuan eksternal.UMKM ini meningkatkan perputaran ekonomi melalui transaksi harian dan rantai pasok lokal, konsisten dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja 25% di Riau (Suharno & Khamal, 2025). Namun, penelitian juga menemukan hambatan struktural seperti keterbatasan modal (akses bantuan hanya 15–20% pelaku), rendahnya pemanfaatan teknologi pemasaran digital, minimnya pelatihan manajerial, dan tingginya persaingan informal serta shock eksternal.Temuan ini menegaskan UMKM sebagai pilar pemberdayaan bottom-up, namun memerlukan dukungan berkelanjutan melalui pelatihan wajib, akses kredit mikro (KUR), literasi digital, dan inkubator kelurahan untuk daya saing dan keberlanjutan usaha.
Abstract:tantangan urbanisasi, kelangkaan lahan, serta ketahanan rantai pasok makanan di wilayah perkotaan Indonesia, khususnya Pekanbaru. Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji praktik pertanian perkotaan sebagai sarana untuk…
meningkatkan pendapatan petani melalui studi kasus di Jalan Kembang Sari, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai. Peneliti ini menggunakan metode deskriptif kualitatif cara pengumpulkan data dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam dengan petani berpengalaman, melakukan pengamatan langsung di lokasi, serta menganalisis dokumen yang berkaitan dengan produktivitas dan kebijakan lokal. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa pertanian perkotaan menyediakan pendapatan lebih stabil.. Petani memanfaatkan kedekatan lokasi produksi dengan konsumen untuk mengurangi risiko kerugian dan fluktuasi harga pasar. Mereka mengatur jadwal kerja secara fleksibel, memvariasikan jenis tanaman, serta menyesuaikan skala produksi berdasarkan kebutuhan lokal, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan keuntungan. Diskusi menekankan bagaimana petani membangun ekosistem ekonomi kecil melalui kemitraan dengan pedagang kecil dan masyarakat sekitar. Kerjasama ini memungkinkan mereka mengakumulasi modal secara bertahap untuk memperluas bisnis dan melakukan investasi jangka panjang. Namun, petani terus menghadapi tantangan struktural, seperti kenaikan biaya bahan baku, dampak perubahan iklim, serta keterbatasan akses terhadap modal dan regulasi. Petani secara umum memandang pertanian perkotaan sebagai model ekonomi inklusif. Model ini memperkuat keamanan pangan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di tengah laju urbanisasi yang pesat. Temuan penelitian ini menegaskan potensi pertanian perkotaan sebagai solusi berkelanjutan bagi diversifikasi ekonomi di Pekanbaru.
Abstract:Transformasi digital dalam sektor publik bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan birokrasi yang lambat dan berbelit. Direktorat Jenderal Imigrasi meluncurkan aplikasi M-Paspor sebagai instrumen…
strumen strategis E-Government guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam penerbitan dokumen perjalanan RI. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak implementasi M-Paspor terhadap dimensi kualitas pelayanan (SERVQUAL) yang meliputi Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangibles. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkap realitas ganda: M-Paspor berhasil meningkatkan dimensi Assurance (transparansi biaya) dan Responsiveness (efisiensi waktu tatap muka), namun mengalami degradasi serius pada dimensi Reliability akibat instabilitas infrastruktur teknis dan Empathy karena eksklusi digital terhadap kelompok lansia. Kesimpulannya, teknologi M-Paspor telah mengubah lanskap pelayanan menjadi lebih modern, namun belum sepenuhnya mencapai standar pelayanan prima (service excellence) karena hambatan teknis yang persisten dan kurangnya desain yang inklusif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penafsiran Al-Quran surah An-Nahl ayat 42-43 tentang etika belajar dengan menitikberatkan pada penggunaan kaidah asbabun nuzul dan kaidah kebahasaan (linguistik).…
ik). Kaidah tafsir merupakan fondasi metodologis dan landasan operasional dalam proses menginterpretasi Al-Qur'an guna mengungkap kedudukan serta fungsinya secara komprehensif. Etika belajar dipahami sebagai perangkat nilai moral dalam transmisi keilmuan yang bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan kaidah tafsir yang sistematis, makna etika belajar dalam Surah An-Nahl 42-43 memberikan penekanan pada pentingnya rujukan otoritatif dalam menuntut ilmu. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan etika belajar merupakan elemen fundamental dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, baik pendidik maupun peserta didik berkewajiban menjaga integritas etis dan selektif dalam menentukan sumber rujukan guna mencapai kedalaman pemahaman ilmu yang hakiki.