Search Articles & Publications

Showing 1303 articles found for "Lanjut"

Analisis Model Spasial Kondisi Lahan Daerah Aliran Sungai (DAS): Mendukung Pengambilan Keputusan Berkelanjutan di DAS Paguyaman, Indonesia

Waode, Faridawaty, Fitryane Lihawa, Hasim, Dewi Wahyuni K. Baderan, Marike Mahmud
Abstract: The Paguyaman watershed in Gorontalo is crucial for life, but it faces land degradation and erosion. This study evaluates land conditions using satellite imagery and spatial data. Results indicate that 58.73% of the area… is in moderate condition, while 27.4% is in poor or very poor condition. Recommendations include reforestation with local species and integrated farming systems to improve soil fertility. Regular monitoring using remote sensing technology is proposed for the early detection of vegetation changes. Collaboration between the government, community, and researchers is essential to achieving sustainable watershed management.

Model Pembelajaran Berbasis Neurosains Problem Based Learning

Roja Saputra, Dewi Purnama Sari, Aida Rahmi Nasution, Sutarto Sutarto
Abstract: Model Pembelajaran Berbasis Neurosains dalam konteks Problem-Based Learning (PBL) telah menjadi fokus penelitian yang berkembang dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Studi ini mengeksplorasi integrasi… prinsip-prinsip neurosains ke dalam pendekatan PBL sebagai cara untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil pembelajaran. Dengan memadukan pengetahuan tentang bagaimana otak belajar dan merespons informasi dengan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah, penelitian ini menunjukkan potensi besar dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih bermakna dan efektif. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif dan studi kasus implementasi PBL berbasis neurosains, jurnal ini mengidentifikasi strategi dan praktik terbaik untuk mengintegrasikan konsep neurosains ke dalam desain pembelajaran PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat meningkatkan retensi informasi, keterlibatan siswa, dan penerapan keterampilan dalam konteks dunia nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi yang berharga bagi pengembangan pendidikan yang inovatif dan berbasis bukti, serta memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam merancang pengalaman pembelajaran yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Manajemen Persuratan Tata Usaha Dalam Meningkatkan Pelayanan Administrasi Di Sekolah

Fauzan Azhima Sirait, Mulia Ardiansah Harahap, Nur Dahyanti, Sylvi Marsella Diastami, Tengku Darmansyah
Abstract: Tata usaha sekolah mempunyai peranan penting bagi kelancaran administrasi sekolah, tata usaha sekolah perlu diperhatikan karena memiliki peranan dan fungsi yang strategis. Oleh karena itu adanya manajemen tata usaha dapat… t meningkatkan pelayanan administrasi agar berjalan secara maksimal. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini. Untuk mengetahui perencanaan tata usaha dalam meningkatkan pelayanan administrasi sekolah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi lapangan. Hasil penelitian ini adalah (1) Perencanaan tata usaha dalam meningkatkan pelaksanaan administrasi sekolah yaitu mencakup; a). Melakukan perekrutan pegawai tata usaha, b). Merumuskan pembagian tugas dan kewajiban, c). Adanya pelibatan dari berbagai warga sekolah, d). Merumuskan strategi yang akan dilaksanakan pada proses pelaksanaan nantinya, e). Memperhatikan keperluan yang dibutuhkan dalam proses pelaksanaan. (2) Pelaksanaan tata usaha dalam meningkatkan pelayanan administrasi sekolah; a). Dilaksanakan sesuai dengan bentuk pelayanan administrasi, b). Adanya peran dan strategi pemimpin dalam hal menggerakkan anggotanya, c). Memenuhi dan melaksanakan apa saja yang diperlukan dalam meningkatkan pelayanan administrasi sekolah, d). Strategi yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan administrasi sekolah, e). Mengidentifikasi adanya faktor pendukung dalam meningkatkan pelayanan administrasi sekolah. Adanya solusi dalam mengatasi hambatan pada pelaksanaan pelayanan administrasi sekolah. Hasil dari proses evaluasi yang diperoleh bahwa bentuk-bentuk pelayanan yang diberikan sudah dilaksanakan dengan baik, adanya bentuk tindak lanjut yaitu mengidentifikasi peluang serta meminimalisir kelemahan dan kekurangan.

Penggunaan QRIS Oleh UMKM Sebagai Praktik Usaha Dengan Gaya Hidup Cashless Di Era Digitalisasi

Jayanti, Putri, Nabila Yeva Putri, Sofia Nur Madina
Abstract: Penelitian ini akan membahas tentang penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai strategi dalam melakukan pembayaran dan memperkuat ekonomi digital di era… a digitalisasi. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan inovasi baru yang diluncurkan sebagai standarisasi pembayaran non tunai berbasis QR Code sebagai pemersatu pembayaran non tunai. Dengan adanya QRIS para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hanya perlu menyediakan 1 QR Code berlogo QRIS yang dapat membaca semua aplikasi pembayaran non tunai baik berupa uang elektronik, dompet elektronik, dan mobile banking. Dengan adanya QRIS menciptakan solusi yang efektif bagi UMKM untuk mengadopsi gaya hidup tanpa uang tunai (cashless) dan meningkatkan efisiensi dalam transaksi keuangan. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah kami telaah dapat disimpulkan bahwa penggunaan QRIS memiliki dampak yang beragam terhadap UMKM di berbagai kota di Indonesia. Penggunaan QRIS cenderung masih didominasi oleh kalangan pekerja kantoran daripada remaja atau mahasiswa. Namun demikian, penggunaan QRIS di kalangan UMKM menunjukkan potensi untuk memperluas pasar dan meningkatkan produktivitas, terutama jika didukung dengan inovasi teknologi dan pengetahuan yang lebih luas tentang manfaatnya. Hasil penelitian ini berimplikasi pada perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi UMKM dalam penggunaan QRIS. Peranan pemerintah dan pihak terkait penting untuk memberikan sosialisasi yang lebih luas tentang manfaat QRIS dan memberikan insentif bagi UMKM yang mengadopsinya. Selain itu, perlu dilakukan pelatihan tambahan untuk memastikan bahwa pelaku UMKM memahami secara menyeluruh cara menggunakan QRIS untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas pasar mereka dan lebih optimal dalam memanfaatkan teknologi pembayaran digital untuk pertumbuhan dan kelangsungan usaha mereka.

Klasifikasi Bentuk-Bentuk Khiyar Jual Beli  Perpektif Ulama Dalam Perekonomian Islam

Neni Hardiati, Fitriani, Ida Latifah
Abstract: Khiyar adalah hak orang yang berakad dalam membatalkan akad atau meneruskannya karena ada sebab-sebab secara syar’i yang dapat membatalkannya sesuai dengan kesepakatan ketika berakad. Dengan menggunakan metode kepustakaan… aan (library research) artikel ini menganalisis konsep khiyar menurut fuqaha. Hasil dari artikel ini yaitu, menurut Mazhab Hanafi khiyar ada empat bentuk yaitu khiyar syarat, khiyar ‘aib, khiyar ar-ru’yah dan khiyar ta’yin sedangkan khiyar majlis menurut mazhab ini batil atau tidak boleh. Pendapat tersebut berbeda dengan Mazhab Maliki yang mengatakan bahwa bentuk- bentuk khiyar ada dua yaitu khiyar ‘aib dan khiyar syarat sedangkan khiyar Majlis dan khiyar ta’yin tidak boleh menurut mazhab ini. Selanjutnya pendapat dari kalangan Mazhab Syafi’i yang mengatakan bahwa bentuk khiyar ada tiga yaitu khiyar majlis, khiyar syarat dan khiyar ‘aib, adapun khiyar ar-ru’yah dan khiyar ta’yin menurut mazhab ini tidak dibolehkan. Sedangkan Mazhab Hanbali khiyar ada empat yaitu khiyar majlis, khiyar syarat, khiyar ‘aib dan khiyar ar-ru’yah, sedang mengenai khiyar ta’yin menurut mazhab Hanbali hukumnya tidak boleh.

Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing di Sulawesi Tenggara: Masalah dan Solusinya

Trisman Awaluddin, Eliyanti Agus Mokodompit
Abstract: Perairan Sulawesi Tenggara menghadapi tantangan signifikan dari Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing yang berdampak serius pada kelestarian sumber daya laut dan kesejahteraan masyarakat lokal. IUU Fishing tidak… idak hanya mengancam keberlanjutan ekosistem laut, tetapi juga mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar serta ketidakstabilan sosial di kalangan komunitas nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama IUU Fishing di wilayah ini, mengevaluasi dampak yang ditimbulkannya, dan merumuskan solusi potensial untuk mengatasinya. Faktor ekonomi menjadi pendorong utama bagi nelayan lokal untuk terlibat dalam praktik IUU Fishing. Keterbatasan sumber daya untuk patroli laut dan lemahnya penegakan hukum memperburuk situasi ini, sementara tingginya permintaan pasar untuk produk perikanan tanpa verifikasi asal usul semakin memacu aktivitas ilegal tersebut. Dampak lingkungan dari IUU Fishing mencakup penurunan stok ikan dan kerusakan habitat laut, yang secara langsung merugikan nelayan yang patuh hukum dan mengurangi pendapatan regional dari sektor perikanan. Selain itu, praktik ini memicu konflik sosial antara nelayan lokal dan pelaku IUU Fishing. Solusi yang diusulkan dalam penelitian ini mencakup beberapa pendekatan strategis. Pertama, peningkatan patroli laut melalui penambahan kapal patroli modern dan peralatan canggih seperti radar dan drone, serta pelatihan intensif bagi personel keamanan laut untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan respon cepat. Kedua, kerjasama internasional melalui patroli bersama dan pertukaran informasi intelijen dengan negara tetangga serta partisipasi aktif dalam forum regional seperti ASEAN untuk memperkuat keamanan maritim. Ketiga, penggunaan teknologi canggih seperti Automatic Identification System (AIS) dan data satelit untuk pemantauan wilayah laut yang luas dan sulit dijangkau. Keempat, pemberdayaan masyarakat lokal melalui program edukasi dan pelatihan bagi nelayan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam melaporkan aktivitas ilegal, serta pembentukan kelompok masyarakat pengawas yang berfungsi sebagai mata dan telinga bagi pihak berwenang. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis yang dapat digunakan oleh pembuat kebijakan dan pihak terkait untuk merumuskan strategi keamanan maritim yang efektif. Diharapkan, dengan penerapan solusi-solusi ini, ancaman IUU Fishing di perairan Sulawesi Tenggara dapat diminimalisir, kelestarian sumber daya laut terjaga, dan kesejahteraan masyarakat lokal meningkat secara berkelanjutan.

Mewujudkan Visi Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Muhamad Irfan Rama, Eliyanti Agus Mokodompit
Abstract: Poros Maritim Dunia merupakan konsep strategis yang mengakui peran penting yang dimainkan oleh laut dan kelautan dalam perekonomian global serta hubungan antarnegara. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia… memiliki potensi besar untuk menjadi bagian integral dari Poros Maritim Dunia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia dalam menuju Poros Maritim Dunia, dengan fokus pada penguatan sumber daya maritim dan kerja sama internasional. Melalui peninjauan literatur dan analisis kebijakan terkini, artikel ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dalam mencapai tujuan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk dokumen kebijakan, laporan penelitian, dan artikel akademik terkait. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang telah diambil oleh pemerintah Indonesia untuk memperkuat sumber daya maritim dan memperluas kerja sama internasional di sektor maritim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah mengambil langkah-langkah penting dalam mewujudkan visi Poros Maritim Dunia. Penguatan sumber daya maritim dilakukan melalui pengembangan infrastruktur maritim, peningkatan keamanan maritim, dan pengelolaan yang berkelanjutan terhadap sumber daya alam dan lingkungan laut. Selain itu, Indonesia juga aktif dalam mengembangkan kerja sama internasional melalui kemitraan regional dan bilateral, serta melalui partisipasinya dalam organisasi maritim internasional. Meskipun demikian, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam mencapai tujuan Poros Maritim Dunia. Beberapa tantangan tersebut meliputi pembiayaan yang cukup untuk pembangunan infrastruktur maritim, harmonisasi kebijakan di antara berbagai sektor terkait, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor maritim. Kesimpulannya, Indonesia telah melakukan langkah-langkah signifikan dalam mengarahkan dirinya menuju Poros Maritim Dunia. Namun, masih diperlukan upaya yang lebih besar untuk mengatasi tantangan yang dihadapi. Dalam konteks global yang semakin terhubung melalui laut, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya sebagai poros maritim dunia yang berkelanjutan dan berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Potensi Sumber Daya Perikanan Tangkap di Kabupaten KonaweSulawesi Tenggara

Misnawati, Eliyanti Agus Mokodompit
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sumber daya perikanan tangkap di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Kabupaten Konawe memiliki potensi kelautan yang besar dan beragam, namun penelitian tentang sumber… daya perikanan tangkap di daerah ini masih terbatas. Dalam penelitian ini, dilakukan survei lapangan dan pengumpulan data melalui wawancara dengan nelayan setempat serta analisis data sekunder yang terkait dengan produksi perikanan tangkap. Metode pengumpulan data meliputi survei lapangan dan wawancara dengan nelayan yang aktif di Kabupaten Konawe. Data yang dikumpulkan meliputi informasi tentang spesies ikan yang ditangkap, alat tangkap yang digunakan, musim penangkapan, dan hasil tangkapan per unit upaya (CPUE). Selain itu, data sekunder tentang produksi perikanan tangkap di daerah ini juga dikumpulkan dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Konawe memiliki potensi sumber daya perikanan tangkap yang signifikan. Ditemukan berbagai spesies ikan yang ditangkap, termasuk ikan pelagis dan ikan karang yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Alat tangkap yang umum digunakan oleh nelayan lokal meliputi jaring, pancing, dan bubu. Musim penangkapan yang paling produktif adalah pada saat musim kemarau. Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Konawe cenderung bervariasi dari tahun ke tahun. Faktor-faktor seperti fluktuasi iklim, perubahan suhu air laut, dan aktivitas manusia dapat mempengaruhi hasil tangkapan. Upaya-upaya pengelolaan perikanan yang berkelanjutan perlu diterapkan untuk memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan tangkap di daerah ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kabupaten Konawe memiliki potensi sumber daya perikanan tangkap yang signifikan. Namun, upaya pengelolaan yang berkelanjutan harus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan tangkap ini. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam tentang potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya perikanan di Kabupaten Konawe.

Dampak Aktivitas Pariwisata Terhadap Perilaku Keagamaan Masyarakat Di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa

Herawati, Dahlan Lama Bawa, Meisil B. Wulur, Muhammad Yasin
Abstract: Hasil penelitian ini memperoleh temuan: 1)Aktivitas pariwisata yang ada dikelurahan malino ada dua yaitu  wisata alam yang terdiri dari 4 destinasi yaitu agama, sejarah, alam dan buatan dan wisata belanja yang meliputi belanja… belanja sayuran, makanan dan minuman, buah-buahan. 2)Dampak yang ditimbulkan aktivitas pariwisata perilaku keagamaan masyarakat di kelurahan Malino terbagi dua: dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif diantaranya a)Kesempatan para tokoh agama dan masyarakat mendakwahkan Islam ke pariwisatawan yang datang ke Malino. b)Meningkatkan penghasilan ekonomi masyarakat. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan: a)Maraknya wisatawan yang datang tanpa memahami aspek-aspek keagamaan dan peribadatan yang ada di Malino. b)Berkembangnya paham-paham keagamaan yang bertentangan dengan akidah Islam. c)Bergesernya nilai-nilai Islam ke nilai-nilai materialistik akibat perkembangan ekonomi yang lebih pesat daripada pendidikan keagamaan. d)Masuknya nilai-nilai yang bertentangan dengan syariat Islam misalnya cara berpakaian dan cara berperilaku. Dengan demikian Tokoh Agama membentuk kesadaran dan tindakan umat terkait dampak positif dan negatif dari aktivitas pariwisata. Selain itu memahami dan mengelola dampak-dampak negatif tersebut agar aktivitas pariwisata dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan nilai-nilai keagamaan dan budaya Kelurahan  Malino.

Evaluasi Program Imunisasi Anak di Wilayah Pedesaan Tantangan dan Solusi

Darsal Zulfakar Dafid, Wa Ode Nadziyran Urufia, Wa Ode Nurhidayati, Muhamad Subhan, Eky Endriana Amiruddin
Abstract: Program imunisasi anak di wilayah pedesaan menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, termasuk akses terbatas terhadap layanan kesehatan, kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih, dan faktor sosial-budaya. Penelitian ini… ni bertujuan untuk mengevaluasi tantangan utama dalam implementasi program imunisasi anak di wilayah pedesaan serta untuk mengidentifikasi solusi yang memungkinkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif berdasarkan studi pustaka yang relevan dengan topik ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa akses terbatas terhadap layanan kesehatan merupakan hambatan utama dalam program imunisasi anak di pedesaan. Jarak yang jauh antara pemukiman penduduk dengan fasilitas kesehatan, kurangnya infrastruktur kesehatan, dan transportasi yang tidak memadai mempersulit orang tua untuk membawa anak-anak mereka untuk divaksinasi secara teratur. Kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih juga menjadi tantangan serius dalam implementasi program imunisasi. Banyak desa yang tidak memiliki jumlah petugas kesehatan yang memadai untuk memberikan layanan imunisasi kepada masyarakat. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan tentang imunisasi juga dapat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Faktor sosial dan budaya juga memengaruhi partisipasi masyarakat dalam program imunisasi. Kepercayaan, mitos, dan praktek budaya lokal seringkali memengaruhi keputusan orang tua dalam mengimunisasi anak-anak mereka. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komunikasi yang sensitif dan berbasis budaya dalam mensosialisasikan program imunisasi. Berbagai solusi yang memungkinkan telah diidentifikasi, termasuk memperkuat infrastruktur kesehatan, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, dan melibatkan komunitas secara aktif dalam program imunisasi. Dengan mengatasi tantangan-tantangan ini secara holistik dan berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan cakupan imunisasi anak di wilayah pedesaan dan meningkatkan kesehatan anak-anak secara keseluruhan.