Search Articles & Publications

Showing 1123 articles found for "Pembelajar"

Implementasi Program Calistung Untuk Meningkatkan Kemampuan Belajar Siswa Kelas Rendah di SDN Lobuk 1

Serli Ulia Magareta, Dita Imaniyah, Nur Kholis Majid, Winda Dwi Merdatul Jannah, Ainur Rizqi, Hilman Nuzulul Arifqi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan program calistung (membaca, menulis, dan berhitung) dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa kelas rendah di SDN Lobuk 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif… ualitatif dengan desain deskriptif, serta teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat siswa kelas 2 dan 3 yang belum menguasai keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Untuk mengatasi hal tersebut, diterapkan program calistung dengan pendekatan kontekstual yang memanfaatkan berbagai media pembelajaran seperti buku cerita, lembar kerja, dan benda konkret di lingkungan sekitar. Program ini dilaksanakan secara rutin selama dua bulan oleh mahasiswa PPL. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dasar siswa, bertambahnya minat belajar, serta meningkatnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, program calistung dinilai efektif dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi sebagai dasar utama dalam kegiatan belajar.

Optimalisasi MPLS Berbasis Outdoor Learning untuk Penguatan Nilai Sosial Siswa Pulau Terpencil

Rozaq, Dawamur
Abstract: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan tahapan penting guna mendukung siswa baru mengenal lingkungan sekolah sekaligus mengembangkan kemampuan sosial pada tahap awal pendidikan dasar. Namun, pelaksanaan MPLS… di wilayah kepulauan dan pulau terpencil sering menghadapi keterbatasan sarana serta pendekatan pembelajaran yang kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan outdoor learning dalam kegiatan MPLS sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri dan interaksi sosial siswa di SDN 12 Kapoposang. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah campuran (mix method) dan deksriptif dengan cara mengukur sebelum dan sesudah MPLS berbasis outdoor learning. Subjek penelitian adalah siswa kelas I yang mengikuti kegiatan MPLS selama satu minggu dengan pengamatan lanjutan selama tiga minggu. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diteliti, yaitu kepercayaan diri, interaksi sosial, partisipasi kegiatan, dan adaptasi sekolah. Skor rata-rata kelas meningkat dari 1,57 sebelum kegiatan menjadi 3,78 setelah kegiatan dengan selisih peningkatan sebesar 2,21 poin. Selain itu, secara kualitatif siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih aktif, berani berinteraksi, serta lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan outdoor learning dapat menjadi strategi pembelajaran kontekstual yang efektif dalam mendukung proses adaptasi serta pengembangan kemampuan sosial siswa, khususnya pada sekolah dasar di wilayah pulau terpencil.

Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Jenjang PAUD Provinsi Sumatera Utara

Safrial
Abstract: Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk pendidikan anak usia dini. Namun, guru PAUD masih menghadapi keterbatasan pemahaman dan keterampilan… erampilan dalam mengintegrasikan konsep dasar koding dan kecerdasan artifisial ke dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru PAUD terhadap pemanfaatan koding dan kecerdasan artifisial yang disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan berupa ceramah, diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep koding, pengenalan kecerdasan artifisial sederhana, serta kemampuan merancang pembelajaran berbasis computational thinking.

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XII DI SMK 7 MEDAN

Tsuwaibatul Aslamiyah Lubis
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian dilakukan di SMK 7 Medan dengan melibatkan… 30 siswa kelas XII sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen satu kelompok pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, terutama pada aspek penalaran, pemodelan, dan logika matematika. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PBL dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah siswa.

Penguatan Keterampilan Komunikasi Lisan Bahasa Inggris melalui Workshop Storytelling Berbasis Komunitas bagi Remaja Lokal di Kutacane

Aisyah Noor Nasution
Abstract: Keterampilan komunikasi lisan bahasa Inggris masih menjadi tantangan utama bagi remaja di wilayah semi-perdesaan seperti Kutacane, Aceh Tenggara. Minimnya paparan bahasa, rendahnya rasa percaya diri, serta terbatasnya kesempatan… sempatan praktik berbahasa menyebabkan kemampuan berbicara bahasa Inggris belum berkembang optimal. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berbasis komunitas ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan komunikasi lisan bahasa Inggris melalui workshop storytelling terstruktur yang mengintegrasikan narasi budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi pembelajaran partisipatif, praktik storytelling terpandu, interaksi sebaya, role-play, serta sesi refleksi dan umpan balik. Peserta berjumlah 30 remaja usia 15–18 tahun yang berasal dari kelompok belajar masyarakat di Kutacane. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test kemampuan berbicara, lembar observasi, serta refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pelafalan, kelancaran, penggunaan kosakata, dan kepercayaan diri berbicara. Selain itu, pemanfaatan cerita lokal meningkatkan keterlibatan peserta dan relevansi budaya. Program ini membuktikan bahwa storytelling berbasis komunitas merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris remaja lokal.

Fun Learning Tasawuf: Model Pembelajaran Nilai-Nilai Akhlak Tasawuf untuk Anak Usia Dini melalui Pendekatan Multisensori

Yuni Pangestutiani, Misbachul Munir, Akhmad Ali Said, Moch. Bashori Alwi, Bayu Fermadi, Moh. Hasan Fauzi, Aina Noor Habibah, Chafidz Kusnindar
Abstract: Penanaman nilai-nilai akhlak sejak dini merupakan fondasi utama pembentukan karakter anak. Nilai-nilai tasawuf seperti syukur, sabar, jujur, dan cinta kasih memiliki potensi besar untuk dikenalkan pada anak, namun sering… dianggap abstrak dan sulit dipahami. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model “Fun Learning Tasawuf” yang menggunakan pendekatan multisensori (visual, auditori, kinestetik, taktil) untuk menyampaikan nilai-nilai akhlak tasawuf kepada anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan di PAUD Mawar, Kota Malang, dengan melibatkan 25 anak usia 4-6 tahun, 5 guru, dan 15 orang tua. Metode pelaksanaan berupa pelatihan guru, pembuatan media pembelajaran multisensori (seperti sensory box “Syukur”, puzzle “Sabar”, lagu “Ikhlas”), serta pembelajaran langsung berbasis bermain. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman anak terhadap konsep nilai-nilai tasawuf yang diajarkan. Anak-anak mampu mengidentifikasi dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas sederhana. Diskusi menggarisbawahi bahwa pendekatan multisensori yang menyenangkan efektif menjembatani konsep spiritual yang abstrak menjadi pengalaman konkret bagi anak. Model ini juga meningkatkan kemampuan pedagogis guru dalam mengajarkan nilai-nilai moral. Disimpulkan bahwa “Fun Learning Tasawuf” merupakan model inovatif yang layak dikembangkan untuk pendidikan karakter anak usia dini berbasis kearifan spiritual Islam.

PELATIHAN PERANCANGAN KUESIONER SECARA DARING BAGI SISWA SMA PEMBANGUNAN JAYA 2 SIDOARJO

Aries Yulianto
Abstract: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi riset dan keterampilan metodologis siswa SMA melalui pelatihan perancangan kuesioner secara daring. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas XII SMA Pembangunan… bangunan Jaya 2 Sidoarjo yang sedang mempersiapkan penelitian sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek. Permasalahan utama yang dihadapi siswa adalah rendahnya pemahaman mengenai prinsip dasar penyusunan kuesioner yang valid dan reliabel, meskipun telah terbiasa menggunakan platform survei daring. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan daring menggunakan aplikasi Zoom yang dikemas dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi, serta evaluasi contoh kuesioner. Materi pelatihan mencakup pengenalan kuesioner sebagai instrumen penelitian, kriteria kuesioner yang baik, langkah-langkah penyusunan pernyataan, serta aspek etika pengumpulan data. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai proses penyusunan kuesioner, struktur instrumen, teknik penulisan pernyataan, dan kemampuan mengevaluasi kualitas butir pertanyaan. Siswa juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung penguatan budaya riset sejak jenjang pendidikan menengah serta menjadi model pengabdian masyarakat berbasis daring yang efektif untuk menjembatani kebutuhan praktis siswa dengan keilmuan di perguruan tinggi.

Masyarakat Sebagai Mitra Guru: Program Pemberdayaan Pendidikan Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar

Citra Indri Pramesti Regina, Gilang Surya Leksana, Dinda Demes Sagita, Dessy Ayu Artika, Galang Budi Prakoso, Ayyas Yahya
Abstract: Kualitas pembelajaran di sekolah dasar tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru dan kurikulum yang digunakan, tetapi juga oleh dukungan lingkungan sosial di sekitar peserta didik. Masyarakat memiliki potensi besar untuk… uk berperan sebagai mitra strategis guru dalam menciptakan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan program pemberdayaan pendidikan berbasis komunitas yang menempatkan masyarakat sebagai mitra guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kajian konseptual dan analitis berbasis potensi lokal masyarakat, seperti kearifan lokal, sumber daya alam, pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta lingkungan sosial budaya sekitar sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kolaborasi antara guru dan masyarakat mampu memperkaya sumber belajar, meningkatkan motivasi belajar siswa, serta menumbuhkan karakter gotong royong dan kepedulian sosial sejak dini. Program pemberdayaan berbasis komunitas juga berkontribusi pada penguatan relevansi pembelajaran dengan konteks kehidupan siswa, sehingga pembelajaran tidak bersifat abstrak, tetapi dekat dengan realitas sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat sebagai mitra guru menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar secara berkelanjutan

ANALISIS PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI NILAI FILSAFAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI PKBM TAMAN BELAJAR MASYARAKAT

Elizon Nainggolan, Michael Yudha Pratama, Christiana Junita Panjaitan, Imely Patrica K Banjarnahor, Novia Riani Pitri, Ribkah Panjaitan, Youlia Opita Sibuea
Abstract: Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemahaman serta penerapan nilai-nilai filsafat pendidikan humanisme, pragmatisme, dan eksistensialisme dalam proses pembelajaran di PKBM Taman Belajar Masyarakat. Penelitian menggunakan… akan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan satu tutor sebagai informan utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai humanisme tercermin dalam sikap tutor yang menghargai keberagaman warga belajar dan menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman serta mendukung. Nilai pragmatisme tampak melalui metode pembelajaran yang fleksibel dan berorientasi pada pengalaman nyata peserta didik. Adapun nilai eksistensialisme diwujudkan melalui pemberian kesempatan kepada warga belajar untuk mengembangkan kesadaran diri, memilih strategi belajar, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. PKBM berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal yang menyediakan akses belajar terjangkau dan berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Meskipun masih terdapat kendala, seperti keterbatasan fasilitas dan kebutuhan peningkatan kompetensi tutor, penerapan nilai-nilai filsafat pendidikan di PKBM menunjukkan perkembangan positif menuju pembelajaran yang lebih humanis, kontekstual, dan memberdayakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan praktik pembelajaran pada lembaga pendidikan nonformal.

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Revitalisasi Pasar Buah Berastagi

Jimmy Roy Tampubolon, Sufrial Hendri, Muhammad Afifuddin Bangun, Ricky Rajanta Ginting
Abstract: Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi masih sering menghadapi kendala berupa rendahnya kepatuhan pekerja, kurangnya pemahaman terhadap potensi bahaya, serta minimnya budaya keselamatan. Kondisi… ndisi tersebut juga teridentifikasi pada Proyek Revitalisasi Pasar Buah Berastagi, sehingga diperlukan intervensi berupa sosialisasi yang lebih terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan sosialisasi K3 dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku aman pekerja konstruksi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif melalui pembelajaran, demonstrasi APD, simulasi identifikasi bahaya, observasi lapangan, serta pengukuran pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti sosialisasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada pemahaman pekerja terkait konsep dasar K3, prosedur kerja aman, dan penanganan bahaya di lapangan. Selain itu, peserta menunjukkan komitmen dalam menerapkan K3 secara konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif bagi upaya pencegahan kecelakaan kerja serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat. Dengan demikian, sosialisasi K3 sebagai strategi pembinaan keselamatan pada proyek konstruksi berskala menengah seperti Revitalisasi Pasar Buah Berastagi. Simpulan penelitian dengan melakukan sosialisasi K3 dalam memperkuat budaya keselamatan di proyek revitalisasi berskala menengah dan dapat direkomendasikan sebagai model pembinaan K3 berkelanjutan pada proyek konstruksi revitalisasi bangunan lainnya.