Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya keaktifan siswa dan sering terjadinya rasa kantuk saat proses pembelajaran berlangsung di SMAS Al-Muqri. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis…
faktor-faktor penyebab kurangnya semangat dan keaktifan siswa di dalam kelas, serta menemukan solusi pembelajaran yang efektif dalam konteks lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, para guru mata pelajaran, serta mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas PGRI Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab rasa kantuk dan pasifnya siswa adalah padatnya jadwal kegiatan keagamaan yang dilaksanakan pada malam hari sehingga waktu istirahat siswa menjadi terbatas. Selain itu, terdapat juga faktor minat belajar dan kedisiplinan internal siswa yang turut mempengaruhi kondisi tersebut. Solusi yang diterapkan meliputi penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, pendekatan yang interaktif, serta penciptaan suasana kelas yang kondusif untuk menjaga fokus siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap kondisi fisik dan psikologis siswa merupakan kunci utama terciptanya pembelajaran yang efektif di lingkungan pesantren di tengah tuntutan kegiatan kurikulum ganda.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran, mengidentifikasi tantangan, dan menganalisis refleksi pedagogis mahasiswa PGSD Universitas PGRI Sumenep selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di kelas rendah…
ndah SDIT Al-Hidayah Sumenep Tahun Akademik 2025–2026. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Sumber data berasal dari tiga laporan PPL mahasiswa yang mengajar di kelas 1, 2, dan 3. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan model Miles & Huberman, dengan triangulasi sumber untuk menjaga kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi dominan yang digunakan adalah pemanfaatan alat peraga konkret, media audio-visual, dan permainan interaktif; (2) tantangan utama meliputi manajemen kelas, adaptasi kognitif lintas jenjang, dan pengelolaan motivasi belajar; serta (3) refleksi pedagogis mahasiswa menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pendekatan pembelajaran yang sesuai perkembangan anak usia 6–9 tahun. Penelitian ini menegaskan bahwa PPL di kelas rendah merupakan arena pembentukan kompetensi pedagogik yang krusial bagi calon guru SD.
Abstract:Praktik penilaian pembelajaran saat ini masih didominasi tes tertulis dan cenderung mengukur hafalan serta pemahaman konsep, sehingga belum mampu merepresentasikan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan proses sains siswa…
swa secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas asesmen autentik dalam meningkatkan keterampilan proses pembelajaran biologi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode meta-analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis 20 artikel penelitian eksperimen yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2020–2026. Data dianalisis menggunakan perhitungan effect size untuk mengetahui kekuatan pengaruh asesmen autentik terhadap keterampilan proses sains siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar asesmen autentik penelitian memiliki nilai effect size pada kategori besar dengan nilai rata-rata di atas 1,78, yang mengindikasikan asesmen autentik memberikan pengaruh yang kuat terhadap peningkatan keterampilan proses pembelajaran biologi siswa. Penelitian ini menyimpulkan penerapan asesmen autentik efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA dan dapat digunakan sebagai alternatif penilaian yang lebih komprehensif dalam pembelajaran biologi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Busy Book pada pembelajaran IPS materi kegiatan ekonomi untuk peserta didik kelas IV MI Al Hidayah dan menguji kelayakan, kepraktisan, serta efektivitasnya. Penelitian ini…
ni menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah 26 peserta didik kelas IV MI Al Hidayah Banjarsari. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli media dan materi, angket respon peserta didik, dan tes pemahaman konsep. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) media Busy Book yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid berdasarkan validasi ahli media (97,2% dan 91,6%) dan ahli materi (94,4%); (2) media sangat praktis berdasarkan respon peserta didik sebesar 95,8%; dan (3) media efektif digunakan dalam pembelajaran dengan rata-rata pemahaman konsep peserta didik 96,79% dan ketuntasan belajar klasikal 80%. Media Busy Book layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran IPS materi kegiatan ekonomi di sekolah dasar karena mampu menjembatani konsep abstrak menjadi konkret melalui aktivitas manipulatif, meningkatkan motivasi belajar, dan mendukung pembelajaran tematik yang berpusat pada peserta didik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman konsep bangun ruang melalui pembuatan jaring-jaring kubus dan balok dalam proses pembelajaran. Pembelajaran bangun ruang pada mahasiswa PGSD membutuhkan cara yang dapat…
pat membantu mereka memahami bentuk secara lebih nyata dan mudah dibayangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang bersumber dari kajian literatur serta pengalaman pembelajaran di kelas. Pembuatan jaring-jaring kubus dan balok digunakan sebagai kegiatan belajar yang membantu mahasiswa memahami hubungan antara sisi, rusuk, dan titik sudut dengan lebih runtut. Melalui aktivitas ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep bangun ruang secara teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana bentuk tiga dimensi dapat dibentangkan menjadi dua dimensi. Pembahasan dalam artikel ini menunjukkan bahwa penggunaan jaring-jaring sebagai media pembelajaran dapat membantu memperkuat pemahaman konsep, membuat mahasiswa lebih aktif saat belajar, serta menjadikan proses pembelajaran geometri terasa lebih bermakna. Dengan demikian, pembuatan jaring-jaring kubus dan balok dapat menjadi salah satu alternatif cara mengajar yang efektif untuk memperdalam penguasaan materi bangun ruang pada mahasiswa PGSD.
Abstract:Pembelajaran geometri bangun datar pada jenjang sekolah dasar berperan penting dalam membentuk kemampuan berpikir spasial, visualisasi, dan pemahaman struktur matematis siswa. Dalam praktiknya, penyampaian materi masih sering…
ering berfokus pada penerapan rumus dan prosedur perhitungan sehingga siswa kurang memperoleh pemahaman terhadap makna konseptual dari setiap bentuk geometri. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah etnomatematika, yaitu pendekatan yang memanfaatkan unsur budaya sebagai konteks dalam menjelaskan konsep matematika formal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis konseptual terhadap pembelajaran geometri bangun datar melalui pendekatan etnomatematika di sekolah dasar. Metode yang digunakan berupa studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional yang relevan dengan tema kajian. Analisis difokuskan pada landasan teoretis, bentuk implementasi pembelajaran berbasis budaya, serta tantangan yang muncul dalam penerapannya. Hasil sintesis menunjukkan bahwa berbagai artefak budaya, seperti struktur bangunan tradisional, kerajinan anyaman, motif tekstil daerah, dan permainan tradisional, memiliki keterkaitan dengan konsep bangun datar dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperdalam pemahaman konseptual siswa. Meskipun demikian, keberhasilan penerapan pendekatan ini bergantung pada kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang sistematis dan kontekstual.
Abstract:Kemajuan teknologi informasi menuntut siswa jenjang SMA untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu mengelola teknologi secara optimal. Namun, di SMAN 2 Bone masih ditemukan kesenjangan keterampilan siswa dalam…
mengoperasikan sistem informasi berbasis web, ditambah dengan pengelolaan data akademik yang saat ini masih dilakukan secara manual. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknologi informasi siswa melalui pelatihan praktis dalam pembuatan dan pengelolaan aplikasi web sederhana. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Active Learning (pembelajaran aktif), di mana siswa terlibat langsung dalam praktikum pembuatan aplikasi untuk memecahkan masalah nyata di sekolah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan teknis siswa dalam penguasaan HTML, CSS, JavaScript, dan sistem manajemen basis data MySQL. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan sistem informasi akademik berbasis web (SIAK-SMAN 2 BONE) yang berfungsi memfasilitasi pengelolaan data nilai, absensi, dan pengumuman secara digital bagi siswa, guru, dan admin. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan literasi digital siswa serta mentransformasi sistem administrasi sekolah menjadi lebih efisien, cepat, dan akurat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pembelajaran berbasis web menggunakan Google Sites sebagai inovasi pembelajaran di kelas atas SDN Kapedi I. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus diterapkan…
apkan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses implementasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi langsung selama kegiatan pembelajaran, serta analisis dokumen materi ajar yang diunggah di Google Sites. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Sites memberikan dampak positif signifikan, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas materi pembelajaran yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa melalui penyajian materi yang menarik dan beragam media interaktif seperti video dan kuis. Platform ini juga efektif memperkuat kolaborasi antar siswa melalui proyek kelompok dan fitur berbagi tautan. Namun demikian, implementasinya menghadapi tantangan, yaitu kesiapan guru dalam menguasai teknologi dan merancang pembelajaran terintegrasi kurikulum, serta keterbatasan infrastruktur teknologi. Penelitian ini menegaskan bahwa dengan dukungan pelatihan berkelanjutan dan perencanaan matang, Google Sites dapat menjadi inovasi pembelajaran efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21. Sinergi antara guru, sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi ini.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital siswa sekolah dasar dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, sehingga diperlukan upaya pembelajaran yang inovatif melalui kegiatan workshop…
op digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi workshop digitalisasi melalui pemanfaatan aplikasi Canva dan Microsoft Word pada siswa kelas V dan VI di SDN Pangarangan III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas V dan VI yang mengikuti kegiatan workshop. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workshop digitalisasi berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan digital siswa. Siswa mampu membuat desain sederhana menggunakan Canva serta menyusun dokumen secara rapi dan sistematis menggunakan Microsoft Word. Kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas, keaktifan, dan minat belajar siswa. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa workshop digitalisasi efektif dalam meningkatkan literasi digital dan kreativitas siswa serta mendukung pembelajaran yang inovatif dan interaktif.
Abstract:Abstrak Project-Based Learning (PBL) merupakan pendekatan inovatif yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar melalui aktivitas kolaboratif dan berbasis proyek. Namun, guru di SDN 15 Padang…
dang Genting masih mengalami kendala dalam menyusun modul ajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), serta mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek secara efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan model pendampingan berbasis Project-Based Learning untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan implementasi di kelas, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan evaluasi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pendampingan yang diterapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar dan RPP berbasis proyek dengan capaian sebesar 89,3% pada kategori sangat baik. Selain itu, guru menjadi lebih aktif, kreatif, dan mampu melibatkan siswa dalam pembelajaran yang komunikatif dan kolaboratif. Dengan demikian, model pendampingan berbasis Project-Based Learning efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di SDN 15 Padang Genting.
Project-Based Learning (PBL) is an innovative approach that can improve the quality of English language learning in elementary schools through collaborative and project-oriented activities. However, teachers at SDN 15 Padang Genting still face difficulties in developing teaching modules, lesson plans, and implementing project-based learning effectively. This community service activity aimed to develop a mentoring model based on Project-Based Learning to improve teachers’ competence in English language teaching. The methods used included needs analysis, teacher training, classroom mentoring, practical implementation of learning tools, and reflective evaluation. The stages of the activity consisted of identifying teachers’ needs, designing the mentoring model, conducting training sessions, assisting classroom implementation, and evaluating the outcomes. The results showed that the mentoring model improved teachers’ ability to develop project-based teaching modules and lesson plans, achieving a score of 89.3% in the very good category. In addition, teachers became more active and creative in engaging students in collaborative and communicative learning activities. Therefore, the Project-Based Learning mentoring model was effective in improving the quality of English language learning at SDN 15 Padang Genting.