Search Articles & Publications

Showing 126 articles found for "Berkualitas"

Analisis Konten Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Dalam Buku Matematika Kelas VII Kurikulum Merdeka

Juwita, Nazwa Alyanda Putri, Luri Nursucita, Nita Kurnia Sari, Hera Azhari Bangun, Maisahara Dalimunthe, Elfira Ramhadani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten latihan dan soal yang merepresentasikan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada buku teks Matematika kelas VII SMP terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,… et, dan Teknologi sebagai bahan ajar Kurikulum Merdeka. Anifarka & Rosnawati (2023) menyatakan bahwa buku teks yang berkualitas seyogianya mampu memfasilitasi perkembangan kognitif peserta didik selaras dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah analisis isi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen analisis merujuk pada dimensi kognitif C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), dan C6 (Menciptakan) berdasarkan revisi taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl (2001). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dari total 485 butir soal dan aktivitas yang tersebar pada enam bab, sebanyak 147 butir (30,31%) tergolong dalam kategori HOTS. Distribusi HOTS tertinggi ditemukan pada Bab 5 tentang Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (38,46%), sedangkan terendah pada Bab 1 tentang Bilangan (22,80%). Level kognitif yang paling dominan adalah C4-Menganalisis (58,50%), diikuti C5-Mengevaluasi (28,57%), dan C6-Mencipta (12,93%). Temuan ini mengindikasikan bahwa buku teks Kurikulum Merdeka telah mengintegrasikan HOTS secara lebih sistematis dibandingkan kurikulum sebelumnya (Fanani, 2018)meskipun proporsinya perlu ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21. This study aims to analyze the content of exercises and questions representing higher-order thinking skills (HOTS) in the Mathematics textbook for grade VII junior high school published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology as teaching materials for the Independent Curriculum. Anifarka & Rosnawati (2023) stated that a quality textbook should be able to facilitate students' cognitive development in line with the established learning outcomes. The method applied in this study is content analysis with a qualitative descriptive approach. The analysis instrument refers to the cognitive dimensions C4 (Analyzing), C5 (Evaluating), and C6 (Creating) based on the revised Bloom's taxonomy by Anderson & Krathwohl (2001). The research findings indicate that of a total of 485 questions and activities spread across six chapters, 147 items (30.31%) are classified as HOTS. The highest HOTS distribution was found in Chapter 5 on Linear Equations and Inequalities with One Variable (38.46%), while the lowest was in Chapter 1 on Numbers (22.80%). The most dominant cognitive level is C4-Analyzing (58.50%), followed by C5-Evaluating (28.57%), and C6-Creating (12.93%). This finding indicates that the Independent Curriculum textbooks have integrated HOTS more systematically than the previous curriculum (Fanani, 2018), although the proportion needs to be increased to meet the demands of 21st-century learning. 

Peran Bahasa Arab dalam Al-Qur'an: Analisis Pencapaian Peningkatan Pendidikan Sustainable Development Goals (SDGs) Mewujudkan Pendidikan Berkualitas

Khairanis, Retisfa, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Penelitian ini mengkaji integrasi karakteristik bahasa Arab Al-Qur'an dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang pendidikan, khususnya target pendidikan berkualitas. Melalui metodologi penelitian kepustakaan… ustakaan kualitatif, studi ini menganalisis berbagai sumber literatur, termasuk tafsir Al-Qur'an klasik dan kontemporer, jurnal akademik, dan dokumen resmi SDGs. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa fitur linguistik dan pedagogis bahasa Arab Al-Qur'an berkontribusi signifikan dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kompetensi global yang selaras dengan SDG 4.7. Penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Qur'ani melalui pembelajaran bahasa Arab meningkatkan pencapaian akademik dan pengembangan karakter, mendukung pendekatan pendidikan holistik yang ditekankan dalam SDGs. Lebih lanjut, studi ini mengidentifikasi strategi-strategi efektif dalam mengimplementasikan kajian bahasa Arab Al-Qur'an dalam sistem pendidikan modern, termasuk inisiatif transformasi digital yang meningkatkan aksesibilitas pendidikan dan mendukung pencapaian SDG 4.5 tentang akses setara terhadap pendidikan berkualitas. Penelitian ini menyediakan kerangka komprehensif untuk pengembangan kurikulum berkelanjutan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kebutuhan pendidikan kontemporer sambil mendukung implementasi SDGs dalam pendidikan.

Bolu Susu: Oleh - Oleh Lembang Berbasis Kearifan Lokal

Vanessa Velma Nugraha, Verliona Novrilieyadi, Cindy Nia Risky, Kevin Vannes Afandi, Steffy Meylinda
Abstract: Bolu Susu Lembang atau​ yang disingkat ​BSL adalah​ bolu ​salah satu produk makanan​ modern khas Bandung dari Lembang dimiliki oleh Rizka Wahyu dan Anggara Kasih Nugroho Jati yang menggabungkan cita rasa tradisional Bandung… ional Bandung dengan sentuhan inovasi, berbahan dasar yang berkualitas, seperti susu. Bolu Susu Lembang memiliki berbagai varian rasa seperti ​original, coklat​, duren, red velvet, vanila, keju, stroberi, blueberry, pisang keju, dll. ​ Permasalahan dalam penelitian ini adalah harga bolu susu lembang yang relatif lebih tinggi karena memakai bahan yang berkualitas dan ketergantungan pada susu segar. Oleh karena itu kami hendak membandingkan bagaimana kualitas Bolu susu Lembang yang ada di gerobak dan yang ada di toko. ​Penelitian ini bertujuan​ untuk memperkenalkan dan memberikan wawasan mendalam tentang produk Bolu Susu Lembang khas Bandung kepada masyarakat lokal dan internasional terutama turis yang hendak  berkunjung ke Bandung terutama di Lembang. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan ​memakai metode berupa deskriptif kualitatif​. Sampel penelitian ini ​berupa​ penjual yang menjual Bolu Susu Lembang. Hasil penelitian Bolu Susu ​Lembang memiliki cita rasa yang​ lembut karena banyak menggunakan banyak olahan susu dengan tampilan produk yang menarik. Hal ini mencerminkan kualitas produk Bolu Susu Lembang, tren kuliner.  

Analisis Dampak Dan Pengaruh Service Excellence Terhadap Loyalitas Dan Kepuasan Pelanggan

Desi Melyanti br.Tarigan, Regina Emeninta br.Tarigan, Sindi br.Sembiring, Zulkarnainsiregar, Imamulkhaira
Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dan pengaruh service excellence terhadap loyalitas dan kepuasan pelanggan. Pelayanan Prima (Service Excellence) yang berkualitas dapat menciptakan kepuasan dan… dapat menciptakan Loyalitas pelanggan tanpa melalui kepuasan pelanggan. Konsep pelayanan prima dapat diterapkan pada berbagai organisasi, instansi, pemerintah, ataupun perusahaan bisnis.Indikator dari kepuasan adalah meliputi: (1) Kepuasan terhadap kinerja karyawan (2) Kepuasan fasilitas fisik (3) Kemudahan (4) Perasaan puas menggunakan jasa. Oliver (2007) mendifinisikan kepuasan sebagai tanggapan pelanggan, yaitu penilaian atas fitur-fitur suatu produk atau jasa, bahkan produk atau jasa itu sendiri, yang memberikan tingkat kesenangan dalam mengkonsumsi yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan. Usaha untuk menjadikan pelanggan yang loyal tidak dapat dilakukan secara langsung, tetapi melalui beberapa tahapan, mulai dari mencari pelanggan yang potensial sampai memperoleh partners.      

Pengelolaan Program Diklat Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru

Aidatul Fauziah, Okta Elviana Manurung, Abdul Fattah Nasution, Aina Ul Mardiyah Ray
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk Menjelaskan bahwa dalam pendidikan dan pelatihan sangat diperlukan dalam mengembangkan kemampuan terhadap pelaksanaan kinerja seorang, karena pendidikan sangat tergantung pada mutu pendidikan,… jika guru tidak mendapatkan pelatihan dengan baik maka mutu pendidikan tidak akan berkembang. Guru merupakan aset pendidikan bila dapat dikelola secara optimal. Sebaliknya, menjadi “beban pendidikan” jika pengelolaan tidak dibarengi dengan kompetensi yang memadai. Guru yang berkualitas akan mampu bersaing dan mereka perlu mendapat pengembangan sehingga memiliki kompetensi. Masih banyak sekolah di daerah-daerah yang mengalami kekurangan mutu, sedangkan guru yang saat ini kualifikasinya masih banyak yang tidak layak mengajar. Maka dari itu diperlukan pelatihan untuk menambah kemampuan dan wawasan secara berkelanjutan. Profesi guru dalam mengajar membutuhkan pengembangan. Oleh karena itu, seorang pengajar perlu menguasai berbagai kemampuan baik kemampuan dibidang ilmu maupun dibidang teknologi dalam mengajar.

Faktor Yang Mempengaruhi Generasi Milenial Dalam Partisipasi Kepemiluan

Nofianti, Ratna, Astuti, Junaid Gazalin
Abstract: Pemuda adalah agen perubahan yang harus terus memperjuangkan prinsip negara Indonesia dan harus mampu mengatur proses transisi demokrasi ke arah yang lebih baik, khususnya mampu mengawal pelaksanaan proses politik yang berkeadilan.… erkeadilan. Agar suatu negara maju, pemudanya harus berkualitas tinggi, maka salah satu tugas vital mereka adalah melek politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metodologi studi pustaka, yaitu dengan mencari berbagai referensi tentang keterlibatan pemilih Milenial di Indonesia, baik dari buku maupun jurnal ilmiah. Dalam hal menjaga semangat demokrasi agar tetap tumbuh di kalangan generasi milenial, temuan studi ini menunjukkan bahwa partisipasi generasi milenial sangat berpengaruh terhadap sejauh mana seorang caleg dapat terpilih. Luaran dan manfaat dari penerapan sosialisasi ini adalah mampu menumbuhkan kesadaran awal generasi muda untuk mulai aktif dalam proses politik, seperti menggunakan hak pilihnya, menjadi pemantau pemilu, dan mampu memberikan motivasi bagi generasi muda. bekerja langsung sebagai Tim Sukses dalam mendukung calon mitra yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan pandangannya.

Hambatan Dalam Mengakses Pelayanan Kesehatan: Literatur Review

Eskawati, Maria Yeny
Abstract: Setiap individu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, adil dan merata. Pada pelaksanaannya masih terdapat kendala dan ketimpangan dalam mengakses pelayanan kesehatan tersebut, Akses kerap kali dipandang… g hanya sebatas penyediaan fasilitas fisik kesehatan, namun secara luas akses meliputi kondisi geografis, kultural, kondisi sosio ekonomi dan kondisi pribadi individu tersebut. Keterbatasan dalam memandang akses ini sendiri menjadi penghambat dalam menyelesaikan sejumlah persoalan di lapangan sehingga pelayanan kesehatan yang baik tetap saja belum terpenuhi bagi masyarakat. Mendasar dari uraian tersebut, artikel ini bertujuan untuk mereview apa saja hambatan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan yang ada di wilayah Indonesia berdasarakan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Metode penelitian ini adalah review artikel dengan menggunakan mesin pencarian google scholar dan portal Garuda. Hasil review artikel menunjukkan bahwa hambatan dalam mengakses pelayanan kesehatan ini sangat varitif sekali, diantaranya berasal dari faktor internal individu seperti pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga terdekat. Kemudian muncul juga dari fasilitas kesehatan seperti ketersediaan sarana prasarana yang belum memadai, tenaga kesehatan yang masih minim dan pelayanan yang kurang memuaskan. Terakhir, hambatan muncul dari faktor ekstenal misal kondisi geografis atau alam, kultur masyarakat dan kepercayaan yang melekat di masyarakat.

Mengungkap Peran Vital Kepemimpinan dalam Manajemen SDM: Produktivitas, Kepuasan Kerja, dan Retensi Tenaga Kerja yang Berkualitas

Ahmad Muktamar, Ardan Saputra, Muh. Zali, Nabila Batara Ugi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran vital kepemimpinan dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) dan dampaknya terhadap produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi tenaga kerja yang berkualitas. Fokus penelitian… an ini adalah untuk memahami bagaimana kepemimpinan dalam konteks SDM mempengaruhi produktivitas pegawai, pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan karyawan, serta bagaimana hal tersebut berdampak pada efektivitas organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan kajian pustaka. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami peran vital kepemimpinan dalam manajemen SDM dan dampaknya terhadap produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi tenaga kerja yang berkualitas secara mendalam. Penelitian ini juga menggunakan kajian pustaka sebagai metode untuk mengumpulkan informasi dan pemahaman yang komprehensif tentang teori-teori kepemimpinan, manajemen SDM, produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi tenaga kerja. Dalam kajian pustaka, peneliti mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan artikel terkait topik penelitian. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan kajian pustaka, penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang peran vital kepemimpinan dalam manajemen SDM dan dampaknya pada produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi tenaga kerja yang berkualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam manajemen SDM memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas pegawai. Gaya kepemimpinan yang efektif, seperti memberikan arahan yang jelas, memotivasi pegawai, dan memberikan dukungan yang tepat, dapat meningkatkan produktivitas individu dan tim kerja secara keseluruhan. Penelitian ini menemukan bahwa gaya kepemimpinan juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Pemimpin yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif, memberikan pengakuan dan apresiasi, serta memfasilitasi pengembangan karir karyawan, dapat meningkatkan kepuasan kerja mereka. Kepuasan kerja yang tinggi berkontribusi pada motivasi dan keterlibatan karyawan, yang pada gilirannya berdampak positif pada efektivitas organisasi. Penelitian ini menunjukkan pula bahwa kepemimpinan dalam manajemen SDM juga berperan penting dalam retensi tenaga kerja yang berkualitas. Praktik manajemen yang mendukung pengembangan karir, memberikan kesempatan pelatihan dan pengembangan, serta menciptakan lingkungan kerja yang positif dan inklusif, dapat meningkatkan retensi tenaga kerja. Pemimpin yang mampu membangun hubungan yang baik dengan karyawan, memberikan dukungan, dan memperhatikan kebutuhan mereka, dapat menciptakan ikatan yang kuat antara karyawan dan organisasi, sehingga mengurangi tingkat pergantian karyawan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan kepemimpinan yang efektif dalam konteks SDM, implementasi praktik manajemen yang mendukung, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan inklusif. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi, kepuasan karyawan, dan mempertahankan tenaga kerja yang berkualitas.

Penyusunan Modul Ajar Berbasis ICT  Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Sustainable Development Goals (SDGS) Bagi Guru Di Kecamatan Bogor Utara

Ainiyah Ekowati, Siti Chodijah, M. Firman Al-Fahad, Raihan Naufal Karyadi
Abstract: Guru sebagai pendidik yang profesional harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogis yang dimaksud meliputi kemampuan… puan dalam memahami karakter peserta didik, kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran, serta kemampuan mengembangkan peserta didik.  Kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran berkaitan dengan kemampuan guru dalam menyusun Modul Ajar (RPP Plus dalam Kurikulum Merdeka) dan menyiapkan media pembelajaran yang menarik. Tujuan utama pengguanan media pembelajaran berbasis ICT ialah efisiensi waktu dan pemahaman siswa dalam memahami materi. Selain itu berkesinambungan dengan orientasi SDGs (Sustainable Development Goals) dalam pendidikan yaitu “Tujuan 4: Pendidikan berkualitas (Quality education)-Memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang, dan mempromosikan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan”. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran serta memberi pengalaman kepada guru dalam menyusun Modul Ajar berbasis ICT (E-Modul Ajar). Adapun metode kegiatan ini yaitu metode diskusi presentasi (sharing pengetahuan) dan simulasi penyusunan Modul Ajar dengan Canva dan FlipHTML5. Evaluasi keberhasilan dari program ini dilakukan dengan penyebaran kuisioner setelah dilakukan kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini mendapat respons positif dari guru untuk melanjutkan kegiatan serupa serta kemampuan guru bertambah dengan adanya pelatihan penyusunan Modul Ajar.

Hubungan Gaya Kepemimpinan dan Manajemen Sumber Daya Manusia

Ahmad Muktamar, Baso Muhammad Yassir, Wulan Safira Syam, Sri Wahyu Ningsi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan dengan manajemen sumber daya manusia(SDM) terhadap kinerja pegawai, serta untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan sumber daya manusia secara simultan… n terhadap kinerja pegawai, dan membandingkan bagaimana gaya kepemimpinan tokoh-tokoh terdahulu yang dapat membuat perubahan besar pada sumber daya manusia menjadi SDM yang berkualitas, dengan gaya memimpin para pemimpin era ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, dalam penelitian ini data di kumpulkan melalui dokumentasi dan kajian literatur dari berbagai pustaka. Dan untuk mendapatkan data yang valid penyusun menggunakan analisis deduktif. Sumber daya diperoleh sumber data primer seperti dokumen sejarah, dan sumber data sekunder dari berbagai karya ilmiah. Hasil penelitian ini antara lain: bahwa pemimpin yang efektif mampu menyesuaikan dan memilih gaya kepemimpinan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat ini, selain memiliki pemahaman menyeluruh tentang perkembangan manajemen SDM dan prinsip-prinsip kepemimpinan.