Abstract:Islam adalah agama yang sangat menaruh perhatian terhadap lingkungan, hal ini sangat gamblang dijelaskan dalam surat Ar-Rum ayat 41 bahwa kerusakan yang terjadi di bumi ini adalah perbuatan tangan-tangan manusia yang memiliki…
iliki krisis iman kepada Allah, berdasarkan data SPSN menunjukan pada tahun 2023 Indonesia menghasilkan 12,87 ton sampah plastik yang belum dimanfaatkan. Terlebih sampah plastik adalah sampah yang sulit terurai dan sampah plastik akan menyebabkan bencana jika tidak diolah dengan baik. Maka penulis mencoba untuk menawarkan sebuah inovasi kepada masyarakat dengan mengubah sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat yakni ecobrick. Metode yang digunakan penulis dalam pengabdian masyarakat adalah dengan melakukan sosialisasi pembuatan ecobrick di TPQ Baitul Muttaqin Semarang. Jenis peneitian ini adalah deskripsi kualitatif melalui participatory action research. Tujuan penelitian ini adalah untuk meminimalisir sampah plastik di Semarang. Santri diperkenalkan dengan ayat ekologi sekaligus implementasi ayat tersebut, termasuk konsep 3R yang melibatkan (Reduce, Reuse, Recycle) utamanya daur ulang. Adapun hasil penelitian ini santri memahami dengan baik ayat ekologi serta pemanfaatan sampah plastik. Peran aktualisasi ayat ekologi ini tidak sekadar memberikan pemahaman kepada santri, tapi juga memberikan aksi nyata untuk menjaga lingkungan.
Abstract:Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian masyarakat di daerah pedesaan, termasuk di Lombok Wetan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso. Penggunaan pupuk yang tepat dan efisien menjadi salah satu faktor kunci…
nci dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, dalam praktiknya, proses pemupukan seringkali memakan waktu lama dan kurang efektif akibat keterbatasan pengetahuan serta metode penyebaran pupuk yang kurang optimal. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi mengenai penggunaan media penyebaran pupuk menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat petani mengoptimalkan waktu dan tenaga dalam proses pemupukan.
Adapun tujuan dari adanya pengabdian ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Lombok Wetan mengenai pentingnya efisiensi dalam proses pemupukan tanaman melalui pemanfaatan media penyebar pupuk, mensosialisasikan jenis dan cara kerja media penyebaran pupuk sederhana yang dapat membantu petani menghemat waktu dan tenaga dalam kegiatan pemupukan dan memberikan pelatihan atau demonstrasi langsung tentang penggunaan alat/media penyebaran pupuk yang praktis, efisien, dan sesuai dengan kondisi pertanian lokal.
Metode pengabdian yang diterapkan ialah menggunakan metode PAR atau yang biasa disebut dengan Participatory Action Research. Metode PAR merupakan pendekatan penelitian dan pengabdian yang melibatkan langsung masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan tindakan, hingga evaluasi dan refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji bagaimana proses sosialisasi dan edukasi tersebut dilakukan serta pengaruhnya terhadap efisiensi waktu masyarakat dalam kegiatan pertanian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok fokus dengan petani di Lombok Wetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang efektif dan edukasi yang berkelanjutan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan media penyebaran pupuk sehingga proses pemupukan menjadi lebih efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi komunikasi yang tepat sangat penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan pengelolaan waktu bagi masyarakat petani Lombok Wetan.
Abstract:Perubahan iklim merupakan tantangan global yang memerlukan langkah konkret untuk mengurangi emisi karbon. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah carbon offset melalui penanaman pohon, yang melibatkan partisipasi…
aktif masyarakat. Pohon memiliki peran penting sebagai penyerap karbon dioksida, namun literasi siswa terkait fungsi ekologis pohon masih rendah. Literasi pohon menjadi kompetensi penting agar generasi muda memahami peran pohon dalam penyerapan karbon dioksida (CO₂). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pohon siswa khususnya terkait jenis pohon penyerap karbon, fungsi ekologis, dan manfaatnya bagi lingkungan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan ini menggunakan penerapan metode Inquiry-Based Learning (IBL) dengan pendekatan participatory learning yang melibatkan siswa kelas X di SMK di Jakarta. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan angket yang diukur dengan skala Likert yag bertujuan untuk mendapatkan data kepuasaan dan pemahaman literasi pohon. Penerapan tahapan Inquiry-Based Learning (IBL) dimulai dari merumuskan pertanyaan kritis, merencanakan penyelidikan, mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan literasi pohon mengenai konsep carbon offset dalam mitigasi perubahan iklim. Hasil tersebut korelasi dengan tingkat kepuasaan tinggi setelah mendapatkan sosialisasi carbon offset pada kategori “sangat puas” dan peningkatan signifikan dalam pemahaman literasi pohon pada siswa SMK, hal ini menumbuhkan kesadaran dan motivasi siswa untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan juga menstimulasi keterampilan berpikir kritis, kemampuan analisis data, dan refleksi ilmiah, sehingga literasi ekologis siswa meningkat secara signifikan.
Abstract:Industri furniture kayu mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya permintaan pasar global terhadap produk yang berkualitas tinggi dan diproduksi dalam waktu yang lebih singkat. Salah satu solusi untuk mengatasi tantangan…
ntangan tersebut adalah penerapan mesin CNC (Computer Numerical Control), untuk menggantikan sebagian proses manual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan mesin CNC terhadap efisiensi produksi, penghematan bahan baku, serta kualitas hasil akhir, keunggulannya dibanding metode konvensional, sekaligus mengidentifikasi keuntungan dan tantangan selama proses analisis. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan studi literatur, ditemukan bahwa penerapan mesin CNC meningkatkan presisi, kecepatan produksi, efisiensi biaya, serta fleksibilitas desain. Selain itu, teknologi ini berkontribusi dalam pengurangan limbah produksi dan peningkatan keselamatan kerja, yang secara keseluruhan memperkuat daya saing perusahaan di pasar global. Dengan perencanaan matang dan pengelolaan sumber daya yang baik, penerapan mesin CNC di PT. Wonojati Wijoyo berpotensi memberikan dampak positif secara berkelanjutan dan menjadi contoh penerapan teknologi manufaktur modern dalam industri furniture di Indonesia.
Abstract:Mesin boiler merupakan komponen vital dalam industri pengolahan kayu, terutama dalam proses pengeringan dan pemanasan. Boiler menghasilkan uap panas yang digunakan untuk mengeringkan kayu, meningkatkan efisiensi produksi,…
, serta memanfaatkan limbah kayu sebagai bahan bakar alternatif. Artikel ini membahas prinsip kerja mesin boiler, komponen utama, pemanfaatan limbah kayu sebagai bahan bakar, serta aspek kelayakan teknis, ekonomi, dan lingkungan penggunaan boiler di pabrik kayu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa penggunaan limbah kayu sebagai bahan bakar boiler lebih efisien secara ekonomi dan ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil. Investasi pada mesin boiler berbahan bakar limbah kayu layak secara teknis dan finansial serta mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Abstract:Wonojati Wijoyo adalah sebuah perusahaan manufaktur furnitur yang mengandalkan kayu jati sebagai bahan baku pokok. Tahap pemotongan awal kayu jati dalam proses produksi memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas dan…
n efisiensi produk akhir. Mesin bandsaw berfungsi sebagai perangkat utama pada tahap ini karena kemampuannya dalam melakukan pemotongan kayu secara akurat, cepat, dan adaptif. Namun, temuan observasi mengindikasikan bahwa kinerja mesin belum mencapai standar optimal akibat minimnya pemeliharaan rutin, penyetelan yang kurang akurat, serta teknik operasional yang belum memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berdampak pada kinerja mesin bandsaw serta melakukan optimalisasi melalui pendekatan teknis dan manajerial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, mencakup observasi lapangan, wawancara dengan operator, dan analisis komparatif data sebelum dan sesudah optimalisasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efisiensi pemotongan kayu, pengurangan limbah kayu hingga lima puluh persen, serta perbaikan kualitas permukaan potongan setelah penerapan pemeliharaan berkala, peningkatan kompetensi operator sesuai standar mesin, dan penyetelan mesin secara teratur. Pemanfaatan sumber daya ini terbukti meningkatkan daya produksi dan memperpanjang masa pemakaian mesin. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi petunjuk dalam penerapan manajemen perawatan dan pengoperasian mesin yang lebih efektif di industri pengolahan kayu jati.
Abstract:Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek fundamental dalam operasional perusahaan yang bertujuan melindungi tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi…
i K3 di PT. Wonojati Wijoyo Kediri guna mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan memberikan rekomendasi untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian observasional, melibatkan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Wonojati Wijoyo telah memiliki dasar program K3, namun terdapat kelemahan dalam sosialisasi kebijakan, kepatuhan penggunaan APD, kondisi APD, dan sistematisasi manajemen risiko. Kekuatan terletak pada komitmen awal manajemen dan ketersediaan infrastruktur K3 dasar. Kesimpulannya, implementasi K3 di PT. Wonojati Wijoyo memerlukan perbaikan berkelanjutan melalui penguatan pelatihan, peningkatan kualitas APD, optimalisasi pengawasan, dan peningkatan keterlibatan karyawan untuk mencapai lingkungan kerja yang aman dan produktif secara optimal. Upaya ini penting untuk menunjang keberlangsungan dan efisiensi perusahaan.
Abstract:Proses kristalisasi gula merupakan tahap krusial dalam industri pengolahan gula, di mana efisiensi alat pendingin berperan penting dalam menentukan kualitas produk akhir. Penelitian ini menganalisis efisiensi palung pendingin…
ingin Mono Vertical Crystallizer yang baru diterapkan di Pabrik Gula PG Djombang Baru. Dengan metode observasi langsung dan wawancara dengan karyawan, penelitian ini mengevaluasi proses transfer massecuite, waktu pendinginan, dan kapasitas sistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa Mono Vertical Crystallizer mampu menampung hingga 24 koil dan memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk transfer massecuite dari palung pendingin Kaeltroog, untuk massecuite berada dalam Mono Vertical Crystallizer selama kurang lebih 4 jam. Proses pendinginan yang dilakukan secara bertahap dengan aliran air dingin yang efisien berkontribusi pada penurunan suhu nira secara optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa Mono Vertical Crystallizer tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pendinginan, tetapi juga memastikan kualitas nira yang lebih baik sebelum diproses lebih lanjut. Dengan demikian, alat ini menjadi pilihan yang sangat baik dalam pengolahan nira untuk menghasilkan gula berkualitas tinggi.
Abstract:Analisis efisiensi palung pendingin (Kaeltroog) dilakukan pada Palung D yang terdiri dari tujuh unit kaeltroog. Setiap kaeltroog memiliki kapasitas maksimum antara 200 hingga 290 hektoliter, yang bervariasi tergantung pada…
da jumlah massecuite yang dihasilkan dari alat pan masakan. Kaeltroog berfungsi sebagai tempat palung pendingin dari messecuite yang baru keluar dari pan masak an, setelah di kaeltroog selanjuttnya di kirimkan ke ke Mono Vertical Cristalizer membutuhkan waktu sekitar 30 menit, di dalam Mono Vertical Crystalizer ini sebagai untuk proses pendinginan lebih lanjut Dalam kaeltroog, terdapat sistem pengaduk yang berperan penting dalam mencegah pengentalan massa dan mempercepat penurunan suhu, sehingga massa dapat mencapai suhu yang diinginkan dengan lebih efisien. Data rinci menunjukkan bahwa semua kaeltroog di Palung D diisi dengan kurang-kurangnya 180 hektoliter, meskipun perkiraan waktu untuk proses pendinginan adalah 24 jam dan tidak menuntaskan. Desain kaeltroog mencakup beberapa komponen penting, seperti bak pendingin, pengaduk, as pengaduk, roda gigi, motor listrik, dan talang penghubung antar palung. Penggunaan material pada pipa stainless steel tipe 316, karena memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap korosi, terutama di lingkungan yang mengandung klorida, yang sering ditemukan dalam proses pengolahan gula. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai efisiensi operasional palung pendingin dan pentingnya desain yang tepat untuk meningkatkan proses pendinginan dalam industri pengolahan massecuite.
Abstract:Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila menjadi sangat krusial di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi yang memengaruhi perilaku generasi muda. Sila keempat Pancasila, yang menekankan prinsip musyawarah…
syawarah dan kebijaksanaan, relevan untuk ditanamkan sejak pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi nilai-nilai demokratis dalam mendorong partisipasi aktif siswa di SDN Biru 2 Majalaya. Menggunakan metode pendekatan participant research, data diperoleh melalui observasi partisipasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Pembelajaran berbasis pendekatan kontekstual (CTL) diterapkan untuk menghubungkan materi dengan kehidupan nyata siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa diskusi kelompok, kerja sama, dan pengambilan keputusan bersama mampu meningkatkan keberanian siswa, sikap tanggung jawab, dan kemampuan menghargai perbedaan. Guru berperan penting sebagai fasilitator demokratisasi kelas. Meskipun terdapat hambatan seperti keterbatasan sarana dan ketimpangan rasa percaya diri siswa, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap model pembelajaran karakter yang aplikatif dan demokratis.