Abstract:This study aims to improve children's singing ability through the use of video-based learning in second-grade students at SDN 6 Kabila, Bone Bolango Regency. The research problem identified was the low singing ability of…
students due to the lack of engaging learning media. Video-based learning was employed to help students understand pitch, rhythm, and lyrics, thereby enhancing their confidence, interest, and singing skills in music education. This study adopted a Classroom Action Research (CAR) design following the Kemmis and McTaggart spiral model, conducted in two cycles (Cycle I with two meetings and Cycle II with one meeting). The subjects were 21 second-grade students (9 males and 12 females). Data collection techniques included observation, tests (performance assessments), interviews, and documentation. Data were analyzed descriptively to determine improvements in students' singing ability across four indicators: pitch accuracy, rhythmic accuracy, lyric mastery, and expression with self-confidence. The results showed that students' initial singing ability was low, with only 28% achieving the minimum mastery criterion (KKM). After implementing video-based learning, students' mastery increased to 43% in Cycle I Meeting I, 62% in Cycle I Meeting II, and 90% in Cycle II Meeting I. Teacher activity improved from 60% (adequate) to 96% (excellent), and student activity increased from 59% (adequate) to 96% (excellent). These findings demonstrate that video-based learning effectively improves children's singing ability, confidence, and active participation in music education at the elementary school level.
Abstract:This study aims to improve children's singing ability through the use of video-based learning in second-grade students at SDN 6 Kabila, Bone Bolango Regency. The research problem identified was the low singing ability of…
students due to the lack of engaging learning media. Video-based learning was employed to help students understand pitch, rhythm, and lyrics, thereby enhancing their confidence, interest, and singing skills in music education. This study adopted a Classroom Action Research (CAR) design following the Kemmis and McTaggart spiral model, conducted in two cycles (Cycle I with two meetings and Cycle II with one meeting). The subjects were 21 second-grade students (9 males and 12 females). Data collection techniques included observation, tests (performance assessments), interviews, and documentation. Data were analyzed descriptively to determine improvements in students' singing ability across four indicators: pitch accuracy, rhythmic accuracy, lyric mastery, and expression with self-confidence. The results showed that students' initial singing ability was low, with only 28% achieving the minimum mastery criterion (KKM). After implementing video-based learning, students' mastery increased to 43% in Cycle I Meeting I, 62% in Cycle I Meeting II, and 90% in Cycle II Meeting I. Teacher activity improved from 60% (adequate) to 96% (excellent), and student activity increased from 59% (adequate) to 96% (excellent). These findings demonstrate that video-based learning effectively improves children's singing ability, confidence, and active participation in music education at the elementary school level.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep hak dan kewajiban serta minimnya media pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.…
casila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penggunaan media Mono Hakwa (Monopoli Hak dan Kewajiban), tingkat pemahaman siswa terhadap materi hak dan kewajiban, selrta seljauh mana meldia telrselbut belrkontribusi dalam melmbelntuk karaktelr siswa kellas III selkolah dasar. Pelnellitian ini melnggunakan pelndelkatan kuantitatif delngan meltodel delskriptif. Sampell pelnellitian belrjumlah dua belas siswa kelas III UPT SD Negeri Doromukti yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berbasis skala Likert 4 pilihan yang mencakup tiga aspek, yaitu proses penggunaan media, pemahaman hak dan kewajiban, serta pembentukan karakter, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa pelnggunaan meldia Mono Hakwa belrada pada katelgori tinggi hingga sangat tinggi, delngan nilai belrkisar antara 75% hingga 97,9% pada lima bellas itelm angkelt. Aspelk pelmbelntukan karaktelr yang melliputi tanggung jawab, keldisiplinan, keljujuran, kelrja sama, dan kelpeldulian juga belrada pada katelgori sangat tinggi, delngan 83,3% siswa belrada pada katelgori sangat tinggi dan 16,7% pada katelgori tinggi. Simpulan pelnellitian ini melnelgaskan bahwa meldia Mono Hakwa elfelktif digunakan untuk melndukung pelmahaman matelri hak dan kelwajiban selrta melmbelntuk karaktelr siswa selkolah dasar. Implikasi pelnellitian ini selcara teloreltis melmpelrkaya kajian melngelnai meldia pelmbellajaran belrbasis pelrmainan untuk pelndidikan karaktelr, seldangkan selcara praktis melmbelrikan relkomelndasi bagi guru untuk melmanfaatkan pelrmainan monopoli eldukatif guna melmbangun karaktelr siswa.
Abstract:This study aims to examine the influence of User-Generated Content (UGC) on the TikTok platform on Brand Trust and the Decision to Choose a Higher Education Institution, with Brand Authenticity serving as the mediating variable.…
ariable. This study employs an explanatory quantitative approach. Data were collected via an online survey of a purposive sample comprising prospective students or first-year students (aged 17–21) who actively use TikTok and interact with university-related content. Data analysis was conducted on a minimum of 250 respondents using Partial Least Squares (PLS)-based Structural Equation Modelling (SEM) with the aid of SmartPLS software. The results of the outer model testing showed that all indicators used in the questionnaire were valid and reliable. Hypothesis testing confirmed that User-Generated Content has a direct, positive and significant effect on Brand Authenticity, Brand Trust and Choice Decision. Furthermore, Brand Authenticity also has a positive and significant effect on Brand Trust and Choice Decision. Mediation analysis revealed that Brand Authenticity acts as a partial mediator, bridging the influence of UGC on Brand Trust and Choice Decisions. This study confirms that user-generated organic content on TikTok is a crucial instrument in building trust and influencing the academic decisions of Generation Z. Higher education brands that are authentically represented through UGC will find it easier to win the trust and preference of prospective students.
Abstract:Sekolah Lansia merupakan salah satu bentuk pendidikan non-formal yang dikembangkan BKKBN untuk memberdayakan lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di tengah meningkatnya jumlah penduduk lansia…
sia di Indonesia. Selama ini, keberhasilan program tersebut lebih banyak diukur dari tingkat kehadiran peserta, sementara aspek bagaimana lansia benar-benar memahami dan menerima materi yang diajarkan belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman dan sikap penerimaan lansia terhadap materi pembelajaran yang diberikan pada Program Sekolah Lansia “Gema Lantang” di Kelurahan Sindang Sari Kota Samarinda. Desain penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan enam informan (empat informan utama, satu informan kunci, satu informan pendukung) yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman dan sikap lansia baik terhadap materi yang diberikan selama program berlangsung, tercermin dari rasa senang, antusiasme, dan kebanggaan mengikuti program, kendati sebagian informan sempat terkendala pendengaran yang kemudian diatasi secara mandiri melalui interaksi dengan sesama peserta. Temuan ini menegaskan pentingnya metode penyampaian yang adaptif agar materi Sekolah Lansia dapat diterima secara optimal oleh peserta lanjut usia.
Abstract:Identifikasi golongan dan jenis BTP pada jajanan UPF di lingkungan sekolah penting dilakukan sebagai dasar pengawasan keamanan pangan dan edukasi pemilihan jajanan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis…
s jajanan UPF serta golongan dan jenis bahan tambahan pangan yang terdapat pada jajanan UPF yang tersedia di kantin SD Negeri 56 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional yang dilaksanakan di SD Negeri 56 Kendari pada tahun 2026. Sampel penelitian sebanyak 28 produk jajanan UPF yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan identifikasi komposisi pada label pangan. Produk diklasifikasikan berdasarkan sistem NOVA, sedangkan bahan tambahan pangan diidentifikasi mengacu pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok jajanan yang paling banyak tersedia adalah biskuit/wafer, diikuti snack, mi instan, permen, minuman, cokelat, dan produk olahan lainnya. Golongan bahan tambahan pangan yang paling banyak ditemukan adalah pengemulsi, diikuti perisa, pewarna, penguat rasa (MSG), pengawet, pemanis, pengatur keasaman, dan pengembang. Jenis bahan tambahan pangan yang teridentifikasi antara lain lesitin kedelai, perisa sintetik, perisa identik alami, monosodium glutamat, tartrazin, kalium sorbat, sulfit, karmin, beta-karoten, annatto, asam sitrat, gelatin sapi, pektin, dan vanila. Jajanan yang tersedia di kantin SD Negeri 56 Kendari didominasi oleh produk UPF yang mengandung beragam golongan dan jenis bahan tambahan pangan. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat pengawasan keamanan pangan serta meningkatkan edukasi pemilihan jajanan yang lebih sehat bagi anak sekolah.
Abstract:This study aims to examine the role of competition law in regulating corporate conduct, protecting consumers, and enhancing economic efficiency in contemporary market economies. Amid increasing market concentration, digital…
tal platform dominance, and the emergence of data-driven business models, competition law has become an essential regulatory instrument for ensuring fair competition, safeguarding consumer interests, and promoting sustainable economic development. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) based on the PRISMA 2020 framework. Relevant literature was systematically collected from six major academic databases, namely Scopus, Web of Science, ScienceDirect, SpringerLink, Emerald Insight, and Taylor & Francis Online. The review process included identification, screening, eligibility assessment, and inclusion stages. A total of 78 peer-reviewed articles published between 2015 and 2025 were selected and analyzed using thematic synthesis techniques. The findings reveal that competition law performs four interconnected functions. First, it serves as a regulatory mechanism that shapes corporate behavior and prevents anticompetitive practices, including monopolization, cartel agreements, price-fixing, and abuse of dominant positions. Second, competition law enhances consumer welfare by promoting competitive prices, product quality, innovation, and consumer choice. Third, effective competition policy contributes to allocative, productive, and dynamic efficiency, thereby supporting long-term economic growth. Fourth, digital markets introduce new challenges associated with data concentration, platform dominance, network effects, and algorithmic pricing, requiring adaptive regulatory frameworks and strengthened institutional capacity.This study contributes to the literature by integrating Economic Efficiency Theory, Consumer Welfare Theory, Competition Policy Theory, and Regulatory Governance Theory into a comprehensive analytical framework that explains the relationship between competition law, corporate conduct regulation, consumer protection, and economic efficiency.The findings provide policy recommendations for competition authorities and governments, particularly in developing economies, regarding digital competition governance, institutional strengthening, cross-border enforcement cooperation, and data-driven market regulation.Unlike previous studies that focus on isolated dimensions of competition law, this research offers a holistic synthesis of legal, economic, consumer welfare, and governance perspectives. It further highlights how competition law can address emerging challenges in the digital economy while simultaneously promoting consumer protection and economic efficiency.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio likuiditas dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024.…
–2024. Variabel likuiditas diproksikan dengan Current Ratio (CR), profitabilitas diproksikan dengan Return on Assets (ROA), sedangkan nilai perusahaan diproksikan menggunakan Price to Book Value (PBV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian terdiri dari perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 32 perusahaan sebagai sampel penelitian dan total 160 observasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 22, yang diawali dengan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara simultan, likuiditas dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel likuiditas dan profitabilitas mampu menjelaskan variasi nilai perusahaan sebesar 39,4%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa investor pada sektor properti dan real estate lebih mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dibandingkan hanya kemampuan menjaga likuiditas perusahaan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengembangkan tari kreasi 'Pitik Walik' sebagai media stimulasi kecerdasan kinestetik anak usia 5–6 tahun di Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan (R&D)…
(R&D) dengan tahapan: studi pendahuluan, perancangan produk, validasi ahli, dan uji coba produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari 'Pitik Walik' layak digunakan sebagai stimulasi kecerdasan kinestetik anak, dengan peningkatan yang signifikan terutama pada aspek keseimbangan dan kelenturan. Kegiatan tari ini menggabungkan unsur budaya lokal dengan gerak tubuh yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari tradisional yang dikreasikan dapat menjadi alternatif stimulasi yang menyenangkan dan efektif dalam pengembangan fisik anak.
Abstract:This study aims to develop Topworksheet as students descriptive reading worksheet at SMP Negeri 21 Medan. Data consisted of an analysis of students' needs, interests, and challenges in using Topworksheet as descriptive reading…
eading worksheet, sourced from 20 ninth-grade students at SMP Negeri 21 Medan. Techniques for collecting data included distributing questionnaires, conducting interviews, and documentation. Instruments used were interview sheets, printed documents, and questionnaires. This study involved six key stages of Borg and Gall method, which included: gathering data and information, analyzing the data, designing the product, expert validation, revising and finalizing the product. The result of gathering and analyzing data showed that students had low interest in descriptive reading text due to monotonous and unvaried worksheets. This data identified students’ necessity (85%), lacks (55%) and wants (65%) for an interactive worksheet, engaging worksheet to develop reading understanding. The material designing and revising stage resulted in the Topworksheet Web, which consists of interactive descriptive reading practices, utilizing Canva-based visualization and educational games, including a glossary and word search. The expert validation involved a lecturer and a teacher, was 87.2%, and 98.4%, achieving an "Excellent" category. Based on the high validation scores from the experts, it can be concluded that the final product, the Topworksheet Web, is a highly appropriate and effective students' descriptive reading worksheet tailored to the specific needs of students at SMP Negeri 21 Medan.