Abstract:The development of digital technology has transformed communication patterns among young people, particularly through social media. However, the use of the Indonesian language by junior high school students in digital spaces…
aces often neglects linguistic norms and lacks politeness. This community service project aimed to educate students of SMPIT Al-Hijrah 2 Deli Serdang on how to use Indonesian properly, accurately, and politely in digital communication. The method involved initial observation, development of a contextual learning module based on social media content, implementation of interactive training, and follow-up evaluation and mentoring. The results indicate a significant improvement in students’ understanding of language norms and online communication ethics. Students became more aware in choosing appropriate diction, composing grammatically correct sentences, and maintaining polite interactions in social media posts and comments. Post-training mentoring also showed consistency in the students’ application of polite language in their digital interactions. This program demonstrates that language education integrated with digital literacy and character-building can shape ethical and productive communication behaviors among junior high school students. Such education is recommended to be continuously implemented as part of school literacy programs.
Abstract:Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Kepala desa dalam Optimalisasi Pelayanan Masyarakat pada Desa Unaasi Jaya Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe. Teknis Analisis Data dalam penelitian ini, baik…
baik data primer maupun data sekunder dianalisis secara deskriptif, dengan menggunakan metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah sebuah cara atau metode penelitian yang lebih menekankan analisa atau deskriptif. Hasil penelitian dalam penelitian ini dapat disimpuilkan bahwa Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Optimalisai Pelayanan Masyarakat pada Desa Unaasi Jaya Kecamatan Abuki Kab. Konawe ditinjau pada tiga aspek yakni pertama; Kemampuan Analitis. Kemampuan analitis kepala Desa Unaasi Jaya Kecamatan Abuki dalam optimalisasi pelayanan menunjukan kemampun analitis yang baik, hal ini dapat dipahami dari proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh kepala desa melalui beberapa tahapan dan pendalaman masalah. Kedua; keterampilan Komunikasi. Keterampilan komunikasi kepala desa dalam memberikan pelayanan di Desa Unaasi Jaya Kecamatan Abuki dinilai memiliki kemampuan komunikasi yang baik, walaupun dari aspek komunikasi formal masih belum optimal. Sedangkan kemampuan kepala Desa Unaasi Jaya Kecamatan Abuki pada aspek kemampuan mendengarkan dan adaptasi menunjukan bahwa kepala desa memiliki kemampuan yang mumpuni, hal tersebut dapat dilihat dari sikap kepala desa yang merespon dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, latarbelakang masyarakat yang heterogen di Desa Unaasi Jaya Kecamatan Abuki. Ketiga;. Ketegasan. kepemimpinan kepala desa dari aspek ketegasan dalam optimalisasi pelayanan kepada masyarakat belum mampu memberikan kepuasan dengan baik.
Abstract:Latar belakang dalam penelitian ini adalah terdapat permasalahan yakni mengenai peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sehingga perlu adanya evaluasi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam mendorong peran BUMDes…
Des di Desa Walay Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi kebijakan pemerintah desa dalam mendorong peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan mengetahui bagaimana peran dari Badan Usaha Milik (BUMDes) dalam mencapai tujuan yang telah diamanatkan oleh kebijakan pemerintah desa di Desa Walay Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe. Jenis penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif. Adapun informan dari penelitian ini terdiri dari Sekretaris Desa Walay, Bendahara, pengurus BUMDes, Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada tahun 2017-2020 dan masyarakat Desa Walay. Untuk kunci informan dalam penelitian ini adalah Direktur BUMDes yang menjabat saat ini. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam mendorong peran badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masih kurang efektif hal ini dipengaruhi kurangnya (1) partisipasi masyarakat, (2) kurangnya keterlibatan pemerintah desa, dan (3) kurangnya keterlibatan Badan Pengawas BUMDes dalam membantu mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan BUMDes. Sehingga diharapkan pemerintah harus lebih berperan penting baik itu masyarakat, maupun Badan Pengawas BUMDes dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Desa Walay.