Search Articles & Publications

Showing 53 articles found for "Berkomunikasi"

PENGUATAN KOMPETENSI KOMUNIKATIF DAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK-ANAK SEKOLAH MINGGU MELALUI PROGRAM ENGLISH CONVERSATION DI STASI SANTO PETRUS TAMPO

Siumarlata, Viktor, Sallata, Yizrel Nani, Tulaktondok, Linerda, Sirande, Normalia, Tandikombong, Matius, Paki’da’, Agnesia
Abstract: Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi yang penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Namun, anak-anak di daerah pedesaan sering kali memiliki keterbatasan kesempatan untuk mempraktikkan… tikkan penggunaan Bahasa Inggris dalam situasi komunikasi yang nyata. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dasar, motivasi belajar, dan kepercayaan diri anak-anak Sekolah Minggu di Stasi Santo Petrus Tampo, Kabupaten Tana Toraja, melalui program pengajaran English Conversation. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu dari Maret hingga Mei 2026, dengan melibatkan anak-anak usia sekolah dasar sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan komunikatif (Communicative Language Teaching) yang diterapkan melalui praktik percakapan, permainan bahasa, tanya jawab, dan aktivitas interaktif berbasis topik kehidupan sehari-hari. Program dilaksanakan dalam 21 pertemuan dengan materi yang mencakup aktivitas harian, keluarga, sekolah, hewan, profesi, transportasi, cuaca, dan topik lain yang dekat dengan pengalaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan kosakata dan ungkapan sederhana dalam percakapan Bahasa Inggris. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi belajar, partisipasi aktif selama pembelajaran, serta kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti ketidakkonsistenan kehadiran peserta dan faktor cuaca, kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak di lingkungan nonformal dan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

PENGUATAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA ARAB MELALUI PROGRAM UJIAN LISAN TERBIMBING DI PESANTREN SULTAN HASANUDDIN LIMBUNG GOWA

Fauziah Bachtiar, Almardhi, Muhammad, Sitti Muthmainnah, Irfan, Mardhiana Jamal
Abstract: Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan berbicara bahasa Arab santri melalui Program Ujian Lisan Terbimbing di Pesantren Sultan Hasanuddin Limbung Gowa. Latar belakang kegiatan ini didasarkan… n pada pentingnya kemampuan berbicara Bahasa Arab bagi santri sebagai sarana komunikasi akademik dan religius. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program dilaksanakan melalui pendampingan intensif berupa latihan berbicara terstruktur, pembiasaan dialog sederhana, serta pemberian umpan balik langsung kepada santri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kelancaran berbicara, penguasaan kosakata, ketepatan struktur kalimat, serta kepercayaan diri santri dalam menghadapi ujian lisan bahasa Arab. Selain itu, santri menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap pembelajaran bahasa Arab lisan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan mahārah kalām santri dan pemahaman terhadap materi-materi pelajaran Bahasa Arab serta peningkatan kepercayan diri para santri untuk dapat lebih aktif dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dengan baik dan benar.

PELATIHAN PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS SEHARI-HARI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI INFORMATION GAP ACTIVITIES

Jamiluddin, Sriati Usman, Fadhila Zamzam, Zarkiani Hasyim, Muh. Akbar Eisemring
Abstract: Pelaksanaan pengabdian ini didasari pada beberapa hasil penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris terhadap peserta didik kurang menggembirakan karena para peserta didik menganggap bahwa pelajaran… elajaran bahasa Inggris itu sulit dipahami dan dimengerti. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tambunsaribu, G. et.al (2021) mengungkapkan bahwa faktor penyebab masalah internal peserta didik itu sendiri dimana 77 % respondent yang mengatakan bahasa Inggris itu dianggap membingungkan dan sulit dipelajari.  Dua puluh dua percent (22 %) respondent mengatakan materi berbicara (speaking) sulit dipelajari. Selain dari pada temuan penelitian di atas, hasil pengamatan pengabdi sendiri pada beberapa mahasiswa pada program studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, menemukan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan mempelajari dan memahami bahasa Inggris, mungkin disebabkan oleh  belum berkesesuaian strategi atau teknik pembelajaran bahasa Inggris yang mendorong mahasiswa untuk mengetahuinya dan merasa senang belajar. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini, pengabdi melakukan pengabdian dalam bentuk pelatihan yaitu menawarkan suatu pendekatan atau teknik yang dapat membantu peserta didik atau mahasiswa mengurangi kebingungan dan kesulitan yang dirasakan selama ini. Pengabdi menawarkan pelatihan dengan menggunakan salah satu pembelajaran kooperatif dalam kelompok kecil, yaitu berpasang-pasangan dalam mengemukakan ide, pikiran masing-masing sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pasangannya. Hasil penelitian Susanti dan Linaris (2021) mengungkap bahwa siswa yang menggunakan metode diskusi kelompok kecil memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkontribusi dalam diskusi kelas. Selanjutnya hasil penelitian mereka, juga mengungkap bahwa salah satu strategi atau teknik yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan berkomunikasi adalah melalui diskusi kelompok kecil. Temuan-temuan penelitian dan hasil pengamatan tersebut, membuat para pengabdi akan memperaktikkan salah satu strategi atau teknik diskusi kelompok kecil, yaitu terdiri dari 2 (dua) orang saling bercakap-cakap (berbicara) sesuai dengan tema bahasa Inggris yang diberikan. Teknik pembelajaran dalam pelatihan ini adalah ‘Information Gap Activities (IGA)’ dimana masing-masing mahasiswa mempunyai peran. Oleh karena itu, tahapan pelaksanaan dalam pelatihan ini dimulai dari pengumpulan bahan pelatihan berupa topik-topik percakapan bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, kemudian mahasiswa berlatih dengan memberikan kesempatan yang sama kepada masing-masing pasangan untuk memperaktikkannya sesuai peran masing-masing, dan pada akhir pelatihan, instruktur (pengabdi) memberikan penguatan tentang kegiatan yang telah dilakukan untuk menambah wawasan tentang apa yang telah diperaktikkan. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa ingin tahu mahasiswa, menambah pengetahuan bahasa Inggris, sehingga dengan sadar mempraktikkan sendiri bersama temannya melalui percakapan bahasa Inggris yang sehari-hari mahasiswa gunakan dan alami.

HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA PSIKOLOGI KRISTEN IAKN KUPANG ANGKATAN 2025

Mnir, Sonia Armeliana, Sonia, Risna Akdalia Solukh, Lao, Hendrik A.E
Abstract: Instagram merupakan salah satu media sosial yang berfokus pada berbagi foto dan video serta dimanfaatkan pengguna sebagai sarana berkomunikasi, mengekspresikan diri, dan menjalin interaksi sosial di lingkungan digital, dimana&#8230; imana intensitas penggunaanya mencangkup aspek perhatian, penghayatan, durasi dan frekuensi (Umami & Rosdiana, 2022), sementara kepercayaan diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya yang tercermin melalui sikap optimis, objektif, bertanggung jawab dan rasional (Puji et al., 2024)). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara intensitas penggunaan media sosal Instagram dengan kepercayaan diri mahasiswa Psikologi Kristen IAKN Kupang Angkatan 2025, yang dilatarbelakangi oleh fenomena lapangan dimana sebagian mahasiswa mengalami penurunan kepercayaan diri akibat social comparison ketika melihat unggahan teman yang tampak lebih berprestasi, sementara sebagian lainnya justru merasa lebih percaya diri melalui ekspresi diri dan validasi sosial di Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 30 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling, dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert empat pilihan jawaban. Uji validitas menghasilkan 34 butir valid dari 40 butir, dan uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,971 yang tergolong sangat reliabel. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 20 menunjukkan nilai koefisien signifikansi 0,000 (p < 0,01), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan, positif, dan kuat antara kedua variabel, sehingga semakin tinggi intensitas penggunaan Instagram maka semakin tinggi pula kepercayaan diri mahasiswa. Temuan ini konsisten dengan penelitian Banoet dkk.(2025) dari Psikologi Undana Kupang, Oktaviani dkk. (2023), dan Dalila (2022), dan mengimplikasikan bahwa Instagram di lingkungan IAKN Kupang berfungsi sebagai media ekspresi diri dan validasi sosial yang konstruktif, sehingga program literasi digital perlu diarahkan pada pembimbingan pola penggunaan yang sehat dan bertanggung jawab.

INTEGRASI PENDEKATAN SOSIO-PSIKOLINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI ERA MODERN

Erni Nurjaya, Darmawati
Abstract: Penelitian ini mengkaji integrasi pendekatan sosio-psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa Arab di era modern, serta implikasinya terhadap kemampuan berbahasa, retensi kosakata, dan motivasi belajar peserta didik. Metode&#8230; de yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi kurikulum. Analisis data mengikuti tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan sosio-psikolinguistik yang memadukan aspek kognitif psikolinguistik dengan dimensi sosial-kultural sosiolinguistik memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Arab, retensi kosakata jangka panjang, serta motivasi belajar yang lebih tinggi. Kendati demikian, implementasi di lapangan masih terkendala oleh kesenjangan kompetensi guru, kurikulum yang belum sepenuhnya mendukung pembelajaran kontekstual, dan keterbatasan infrastruktur digital di wilayah kurang berkembang.

DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP ETIKA BERKOMUNIKASI MAHASISWA

Amabel Kalika Sachi Nubatonis, agnes30@, Agnes Dince Lahal, Aprinike Kamengmau, Abraham Bessi, Aprido Leba, Alexandro Tanau, Yenry Anastasia pelendou
Abstract: Di era digital seperti sekarang ini, media sosial sudah menjadi bagian kehidupan manusia yang paling penting terutama bagi kalangan mahasiswa yang aktif menggunakan platform seperti whatsApp yang dikenal sebagai media komunikasi,&#8230; munikasi, Tik-Tok, Instagram, Twitter dan lain sebagainya. Dengan adanya media sosial dapat memudahkan kita dalam berkomunikasi tampa ada batasan waktu dan tempat, akan tetapi disisi lain juga menimbulkan berbagai masalah yaitu etika seseorang dalam berkomunikasi. Sehinggah penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak media sosial terhadap etika komunikasi mahasiswa dengan menggunakan metode studi literatur yang menggumpulkan dan menganalisis berbagai hasil penelitian terdahulu. dengan demikian hasil pembahasan menunjukan bahwah media sosial memberikan pengaruh ganda terhadap etika komunikasi mahasiswa: di satu sisi mempermudah akses informasi dan meningkatkan ketrampilan komunikasi, namun disisi lain memberikan dampak negatif Berupa penggunaan bahasa yang kasar, penyebaran berita palsu atau biasa di sebut hoaks, perilaku yang tidak sopan yang dimana menyebar luas dimedia sosial dan di abaikan maupun dinormalisasikan perilaku buruk  tersebut dan pengabaian norma kesopanan yang sering terjadi. Dan kelebihan media sosial adalah kemampuannya memperluas jaringan komunikasi dan mempercepat pertukaran informasi, sementara kekurangannya terletak pada potensi penyala gunaan yang menimbulkan konflik dan ketidak nyamanan antar pengguna. sehinggan kita dapat memberikan solusi berupa edukasi dan peningkatan kesadaan etika bemedia sosial bagi mahasiswa agar mereka dapat bekomunikasi lebih bertanggung jawab dan menghormati orang lain. Dengan demikian penelitian ini bisa memberikan kontribusi penting dengan cara memberikan wawasan bagi pendidik dan pembuat kebijakan agar dapat merancang program komunikasi digital yang lebih efektif dan merancang program edukasi , sehinggah program tersebut dapat menaikan etika berkomunikasi di kalangan mahasiswa  dengan begitu dapat di tingkatkan dimasa depan.

PENGARUH INFLUENCER DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA PRODUK FASHION LOKAL DI KOTA SUKABUMI

Majid, Abdul, Farhan Maulana, Ahmad, Zainuddin Hamidi, Dendi
Abstract: Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dampak influencer dan citra merek pada pilihan pembelian konsumen terhadap produk fashion asli di Sukabumi. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, studi&#8230; ini melibatkan 97 responden yang dipilih melalui sampling purposive, yakni mereka yang aktif di media sosial dan familiar dengan produk fashion lokal. Data dikumpulkan lewat kuesioner skala Likert yang sudah divalidasi dan diuji reliabilitasnya, lalu diolah menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Temuan menunjukkan bahwa influencer memiliki efek positif dan bermakna pada keputusan beli, di mana konten, kepercayaan, dan cara berkomunikasi mereka dapat memicu ketertarikan serta kepercayaan konsumen untuk memilih produk fashion lokal. Citra merek juga terbukti memberikan dampak positif dan signifikan, sehingga reputasi merek yang solid dan stabil bisa meningkatkan pandangan tentang kualitas serta membangun kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut. Secara bersama-sama, kedua faktor ini secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian dengan kontribusi 66,4%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar penelitian. Hasil ini menyoroti perlunya taktik pemasaran yang melibatkan influencer, didukung oleh citra merek yang baik, agar pengusaha fashion lokal bisa meningkatkan persaingan dan memperkuat minat beli konsumen di zaman pemasaran digital.

DAMPAK SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) TERHADAP PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMASARAN BERBASIS SEBARAN TITIK LOKASI DALAM MENENTUKAN NILAI MINIMARKET

S, Kristina Natalina, Silvany, Silvany, Supratikta , Hadi
Abstract: Artikel ini membahas tentang pemanfaatan teknologi sistem informasi geografis (GIS). Dalam pembelajaran pemasaran guna meningkatkan daya saing nilai Marketing. Tujuan pengembangan kursus pemasaran berbasis GIS adalah, (1)&#8230; ) untuk mengajar keterampilan siswa dalam memecahkan masalah pemasaran dengan menggunakan teknologi GIS sebagai dasarnya pengambilan keputusan, (2) meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi atau menyajikan masalah bisnis mereka menggunakan citra visual seperti peta dan grafik. Di dalam artikel penulis juga mengusulkan tujuh modul pemasaran berbasis GIS antara lain a modul adalah prinsip-prinsip pemasaran, manajemen ritel, perilaku konsumen, riset pemasaran, e-commerce, manajemen penjualan dan pemasaran terpadu komunikasi.

Penerapan Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Peserta Didik SMP dalam Pembelajaran di Kelas

Herisa Sintia, Desy Safitri, Sujarwo
Abstract: This study aims to examine the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) model in enhancing the communication skills of junior high school students through a literature review approach. The study critically analyzes&#8230; yzes a range of scholarly literature and recent research findings concerning the implementation of PjBL, particularly in the context of developing oral, written, and interpersonal communication skills within primary education settings. The findings indicate that PjBL fosters an active, collaborative, and contextual learning environment that significantly contributes to the improvement of students’ communication abilities. Through project completion that involves exploration, presentation, and group interaction, learners are encouraged to articulate ideas effectively, engage in active listening, and produce writing with logical and argumentative structure. Moreover, the model has been shown to enhance students' self-confidence, independence, and sense of responsibility toward their own learning process. Nonetheless, the implementation of PjBL continues to face several challenges, including limited instructional time, insufficient teacher understanding of meaningful project design, and inadequate supporting resources. Without systemic support and continuous professional development for educators, the application of this model risks becoming a mere formality with little substantive impact. Therefore, this study recommends further empirical research using a mixed-methods approach to investigate the effectiveness of PjBL across various subjects and educational levels. Such studies are expected to strengthen the theoretical foundation and promote the adoption of PjBL as a transformative learning strategy in shaping learners.

Efektivitas Pola Komunikasi Kelompok Pengasuh Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Di Panti Asuhan Siti Aisyah Mandailing Natal

Husein, Ahmad
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan&#8230; Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, hambatan penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal. Adapun jenis metode penelitian skripsi ini dengan menggunakan kualitatif melalui pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan sebuah informasi secara detail sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data di peroleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan data model Miles dan Hermawan yang meliputi pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan (1) Kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal lebih dominan negatif. (2) Pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu pola komunikasi model lingkaran, model roda, model y, model rantai dan model bintang. Dari beberapa pola komunikasi kelompok tersebut, yang paling efektif digunakan dalam meningkatkan kepercayaan diri anak yaitu dengan menggunakan pola komunikasi kelompok model roda dan model bintang. (3) Hambatan dalam penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu perbedaan persepsi, konflik antar pribadi dan kurangnya ketertampilan dalam berkomunikasi.