Abstract:Penelitian dibuat untuk membantu dan mengupayakan agar bisa setiap harinya terutama pada hari jumat agar dapat berbuat beramal karena banyak manfaat beramal untuk dunia dan akhiratnya. Metode yang digunakan menggunakan metode…
etode kualitatif dengan pengabdian, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyampaikan kegiatan sedekah yang dilakukan secara rutin setiap 2 minggu sekali dilakukan penyaluran pada hari jumat. Kegiatan penyaluran sedekah ini disebut dengan kegiatan beramal berkah yang dimana diharapkan bahwasannya sedekah sebagai amalan atau beramal yang dilakukan secara rutin dan untuk kegiatan beramal ini diharapkan menjadi keberkahan untuk didunia dan akhirat. Sedekah beramal berkah ini adalah kegiatan melakukan penyumbangan berupa uang, sembako atau hal yang bisa berkenan untuk membantu. Penyaluran beramal berkah ini disalurkan diberbeda-beda tempat seperti panti asuhan, pondok pesantren, pembangunan masjid, orang yang membutuhkan dan yang lainnya. Pada penelitian ini dilakukan penyaluran beramal berkah di salah satu panti asuhan ayah bunda Palangkaraya Kalimantan Tengah.
Abstract:Elderly or elderly is the final stage of life characterized by physiological changes that are increasingly declining, one of which is in cardiovascular disease. Hypertension is a chronic condition characterized by increased…
sed blood pressure on the walls of arterial blood vessels. Based on a pre-survey at Panti Wreda Budi Dharma Kasih, it was found that more than half of the elderly experienced hypertension due to a lack of elderly knowledge about hypertension. This community service activity aims to educate the elderly about hypertension and invite the elderly to have a good lifestyle. This activity was carried out at Panti Wreda Budi Dharma Kasih attended by 27 participants. The PKM method is carried out by checking the blood pressure of the elderly using a sphygmomanometer and stethoscope. Screening of PKM participants is elderly people with a minimum age of 60 years who can hear and see. The provision of education is carried out by lecture method using power points containing the definition of hypertension and elderly causative factors and ways to prevent hypertension, then a question and answer session is held. Data collection on the level of knowledge was carried out using pre-education and post-education questionnaires. The results of this activity show an increase in knowledge in the elderly after providing education for 3 meetings.
Abstract:An orphanage is a social institution that functions to provide protection, care, and guidance for children who have lost the support of their nuclear families. Its role is not limited to fulfilling basic needs but also contributes…
ontributes significantly to education and character development. Teachers working in orphanages face dual roles as educators and caregivers, requiring psychological resilience to manage emotional pressures, limited resources, and the complexity of social relationships in the workplace. In this context, resilience becomes a key factor that enables teachers to adapt, overcome obstacles, and develop effective strategies to maintain both personal and professional stability. This study aims to describe teacher resilience at Muhammadiyah Orphanage Lamongan using a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of two teachers, with data collected through in-depth interviews and participatory observation, supported by triangulated information from significant others. The findings indicate that both subjects experienced resilience dynamics due to dual roles and adaptation difficulties, particularly in time management and task distribution. Nevertheless, strategies such as effective time management, utilization of social support, and reflective ability in interpreting experiences proved to be essential factors in strengthening their resilience. The study concludes that teacher resilience in orphanages is an adaptive process shaped by the interaction of personal, social, and contextual factors. Therefore, institutional interventions in the form of self-management training and enhanced environmental support are necessary to ensure the sustainability of teachers’ roles in orphanages.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan…
Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal, hambatan penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal. Adapun jenis metode penelitian skripsi ini dengan menggunakan kualitatif melalui pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan sebuah informasi secara detail sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data di peroleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan data model Miles dan Hermawan yang meliputi pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan (1) Kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal lebih dominan negatif. (2) Pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu pola komunikasi model lingkaran, model roda, model y, model rantai dan model bintang. Dari beberapa pola komunikasi kelompok tersebut, yang paling efektif digunakan dalam meningkatkan kepercayaan diri anak yaitu dengan menggunakan pola komunikasi kelompok model roda dan model bintang. (3) Hambatan dalam penerapan pola komunikasi kelompok pengasuh dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di Panti Asuhan Siti Aisyah Kabupaten Mandailing Natal yaitu perbedaan persepsi, konflik antar pribadi dan kurangnya ketertampilan dalam berkomunikasi.
Abstract:Pengetahuan tentang penggunaan aplikasi Microsoft Excel ini penting dalam mengolah data apa saja dalam sebuah organisasi misalnya perusahaan atau instansi pemerintah, begitu juga pada dunia pendidikan dan disisi lain banyak…
yak perusahaan dan instansi memerlukan pekerja muda yang siap kerja dengan memiliki skill dalam mengolah data administrasi, maka dengan asalan tersebut kami mengangkat bahasan tentang Microsoft Excel dan mencoba mempraktekkannya dengan peserta yaitu siswa-siswa SMA Panti Budaya sehingga dengan mengikuti pelatihan mereka mengerti bagaimana caranya menggunakan Microsoft Excel dalam mengolah data tersebut.
Abstract:Abstract: Education is only one area that has felt the effects of the exponential growth in computing power. Data processing and decision-making have grown more dependent on the use of information technology systems. Manually…
ually selecting extracurricular activities at Panti Budaya Private High School causes kids to lose sight of what interests them and what they're good at. Because of this, kids may stop participating in extracurricular activities and never discover their true passions. Hence, it is necessary to have a decision-support system that can appropriately suggest extracurricular activities to kids according to their abilities. The purpose of this study is to develop and construct a recommendation system that makes use of the MCDM technique, more especially the ELCTRE method, which stands for the Elimination and Choice Translation Reality. By applying predefined criteria to a set of alternatives, this approach can choose the optimal one. The goal of this approach is to help students reach their full potential by recommending extracurricular activities that are both relevant and accurate.
Keywords: decision support system; extracurricular activities; student potential; MCDM; ELECTRE
Abstrak: Pendidikan merupakan salah satu bidang yang merasakan dampak dari pertumbuhan eksponensial dalam daya komputasi. Pemrosesan data dan pengambilan keputusan semakin bergantung pada penggunaan sistem teknologi informasi. Memilih kegiatan ekstrakurikuler secara manual di SMA Swasta Panti Budaya menyebabkan anak-anak kehilangan minat pada apa yang mereka sukai dan apa yang mereka kuasai. Karena hal ini, anak-anak mungkin berhenti berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan tidak pernah menemukan gairah sejati mereka. Oleh karena itu, diperlukan sistem pendukung keputusan yang dapat secara tepat menyarankan kegiatan ekstrakurikuler kepada anak-anak sesuai dengan kemampuan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan membangun sistem rekomendasi yang memanfaatkan teknik MCDM, khususnya metode ELCTRE, yang merupakan singkatan dari Elimination and Choice Translation Reality. Dengan menerapkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya pada serangkaian alternatif, pendekatan ini dapat memilih yang optimal. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk membantu siswa mencapai potensi penuh mereka dengan merekomendasikan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dan akurat.
Kata kunci: sistem pendukung keputusan; kegiatan ekstrakurikuler; potensi siswa; MCDM; metode ELECTRE
Abstract:Vocabulary mastery is essential to young learners in learning English. This activity of community service was aimed at utilizing flashcards in English vocabulary instruction. A convenient sample of thirteen participants,…
, mostly females between the ages of thirteen and eighteen, was chosen for this current activity. This was carried out in one of orphanages in Palembang, South Sumatera. To monitor and evaluate the degree of vocabulary achievement of the EFL learners, a vocabulary test was administered both before and after the intervention. The results indicated that the t obtained was much higher than the set t table and p value earned was much lower than .05. Therefore, it could be concluded that using flashcards significantly accelerated the acquisition of English vocabulary by young learners. Lastly, some fruitful implication were directed to future facilitators, researchers, and young learners, as participants.
Keywords: flashcards; teaching; English vocabulary; young learners
Abstrak: Penguasaan kosakata sangat penting bagi pelajar muda dalam mempelajari bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memanfaatkan kartu flash dalam pengajaran kosakata bahasa Inggris. Sampel yang terdiri dari tiga belas peserta, sebagian besar perempuan berusia antara tiga belas dan delapan belas tahun, dipilih untuk kegiatan saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu panti asuhan di Palembang, Sumatera Selatan. Untuk memantau dan mengevaluasi tingkat pencapaian kosakata pelajar EFL, tes kosakata diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh jauh lebih tinggi daripada t tabel yang ditetapkan dan nilai p yang diperoleh jauh lebih rendah dari .05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartu flash secara signifikan mempercepat perolehan kosakata bahasa Inggris oleh pelajar muda. Terakhir, beberapa implikasi yang bermanfaat ditujukan di masa mendatang kepada fasilitator, peneliti, dan pelajar muda, sebagai peserta.
Kata kunci: kartu flash; pengajaran; kosakata bahasa Inggris; pelajar muda
Abstract:Young women in orphanages often experience psychosocial challenges, such as low self-esteem and experiences of bullying, which affect their emotional and social well-being. This service aims to improve self-concept through…
gh a peer group approach as a self-management strategy against the impact of bullying. The methods used include focused group discussions (FGD), education, peer group formation, role play, mentoring, and evaluation. The results show an increase in self-concept understanding, the formation of an active and supportive peer group, improvement in self-management skills, increased self-confidence, the development of peer group modules or guides, and the establishment of sustainable partnerships. Pre-test to post-test scores increased by an average of 1.4 points. Peer groups are effective in creating a safe environment and strengthening positive interactions between adolescents. This intervention has a positive impact on the psychosocial aspect and has the potential to be replicated in other orphanages as a form of promotive and preventive mental health. Cross-sectoral support, such as caregivers, educators, and health workers, is needed for sustainable programs and optimal results.
Keywords: bullying; self-concept; orphanage; peer group; young women
Abstrak: Remaja putri di panti asuhan sering mengalami tantangan psikososial, seperti rendahnya konsep diri dan pengalaman bullying, yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan sosial mereka. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan konsep diri melalui pendekatan peer group sebagai strategi manajemen diri terhadap dampak bullying. Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok terfokus (FGD), edukasi, pembentukan kelompok sebaya, role play, pendampingan, dan evaluasi. Hasil capaian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep diri, terbentuknya peer group yang aktif dan suportif, peningkatan kemampuan manajemen diri, peningkatan rasa percaya diri, tersusunnya modul atau panduan peer group dan terjalinnya kemitraan berkelanjutan. Skor pre-test ke post-test naik rata-rata 1,4 poin. Peer group terbukti efektif menciptakan lingkungan aman dan memperkuat interaksi positif antarremaja. Intervensi ini memberikan dampak positif pada aspek psikososial dan berpotensi direplikasi di panti lain sebagai bentuk promotif dan preventif kesehatan mental. Dukungan lintas sektor seperti pengasuh, pendidik, dan tenaga kesehatan diperlukan agar program berkelanjutan dan hasilnya optimal.
Kata kunci: bullying; konsep diri; panti asuhan; peer group; remaja putri
Abstract:Cyberbullying is one of the negative impacts of the increasingly widespread development of information technology, especially among children. UNICEF (2020) reported that 45% of 2,777 young people in Indonesia aged 14-24…
years have experienced cyberbullying. This community service aims to prevent digital bullying through digital literacy education for children at the Muhammadiyah Boys and Girls Orphanage in Kediri City. This activity integrates character education, social skills, and media etiquette. Through the CBR (Community Based Research) method, steps for preventing, reporting, and handling bullying are developed which are expected to be pioneers of anti-bullying campaigns. The results of the community service activities show that the participants can receive digital literacy education to combat cyberbullying well. Children can understand the forms included in cyberbullying and understand the procedures for reporting to relevant parties. Through this activity, participants also understand digital literacy in general and through interactive digital literacy snakes and ladders game activities. This ultimately further improves children's digital literacy knowledge and skills, especially in efforts to combat cyberbullying.
Keywords: children; cyberbullying; digital literacy; media; games
Abstrak: Cyberbullying merupakan salah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi yang semakin tinggi, khususnya di kalangan anak-anak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah perundungan digital yang sering terjadi melalui edukasi literasi digital bagi anak-anak Panti Asuhan Putra dan Putri Muhammadiyah di Kota Kediri. Kegiatan ini mengintegrasikan pendidikan karakter, keterampilan sosial, dan adab bermedia. Melalui metode CBR (Community Based Research), langkah-langkah pencegahan, pelaporan, dan penanganan perundungan dikembangkan yang diharapkan para peserta dapat menjadi pelopor kampanye anti-bullying. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi literasi digital untuk melawan cyberbullying dengan baik. Anak-anak dapat memahami bentuk-bentuk yang termasuk dalam tindakan cyberbullying serta memahami tata cara untuk melaporkan kepada pihak terkait. Melalui kegiatan ini, para peserta juga memahami literasi digital secara umum dan melalui aktivitas permainan interaktif ular tangga literasi digital. Hal ini pada akhirnya semakin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan literasi digital anak-anak, khususnya dalam upaya melawan tindakan cyberbullying.
Kata kunci: anak-anak; cyberbullying; literasi digital; media; permainan
Abstract:The Kidspreneur program was created with the aim of building the mental and mental independence of children from an early age, enhancing entrepreneurial motivation, improving their knowledge and skills of entrepreneurship,…
p, as well as teaching them how to promote business products, develop their knowledge and entrepreneur skills, and develop their company's product marketing skills. The service of this community was carried out at the LKSA Panti Asuhan Hasbi Rabbi Bandar Lampung on July 10–14, 2023. The method used is participatory, involving partners in various stages of activities such as training, the practice of entrepreneurial ideas, and support. The results of these activities are motivating and encouraging participants to become entrepreneurs at a young age, enhancing entrepreneurial skills and ideas, and getting information about digital marketing. Benefits of this activity in addition to the success of the government program in the realization of the program Kota Bandar Lampung Ramah Anak. It is also expected to be an additional source of income or even a primary source of search to reduce the dependence of orphanage members on donations in order to realize the financial independence of the orphans.
Keywords: kidspreneur; training; orphanage
Abstrak: Program Kidspreneur dibuat dengan tujuan untuk membangun mental dan jiwa kemandirian anak sejak usia dini, meningkatkan motivasi kewirausahaan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan, serta mengajari mereka cara mempromosikan produk bisnis, pengetahuan dan kemampuan kewirausahaan, dan mengembangkan keterampilan pemasaran produk perusahaan mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di LKSA Panti Asuhan Hasbi Rabbi Bandar Lampung pada tanggal 10-14 Juli 2024. Metode yang digunakan adalah bersifat partisipatif, dengan melibatkan mitra dalam berbagai tahapan kegiatan seperti pelatihan, praktik ide kewirausahaan, serta pendampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah memotivasi dan mendorong peserta untuk menjadi wirausahawan di usia muda, meningkatkan keterampilan dan ide kewirausahaan, serta mendapatkan informasi mengenai pemasaran digital. Manfaat dari kegiatan ini bentuk kontribusi pada program pemerintah dalam mewujudkan program Kota Bandar Lampung Ramah Anak. Diharapkan juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan atau bahkan sumber pencarian utama untuk mengurangi ketergantungan anggota panti asuhan terhadap donatur demi mewujudkan kemandirian finansial anggota panti asuhan.
Kata kunci: kidspreneur; pelatihan; panti asuhan