Showing 3 articles found for "Black"

A Study on the CTC Method Grinding Machine in Black Tea Processing at PTPN IV Unit Kebun Sidamanik

Ayub Januari Sidauruk, Winforstein Naibaho, Tambos Agust Sianturi
Abstract: Black tea processing Is categorized into two methods: (1” Orthodox and (2) CTC (Crushing, Tearing, and Curling). These methods are implemented through hands-on activities at the company/factory based on theoretical knowledge,… wledge, which is then applied in the form of field work practice (PKL). The conclusions drawn from the field work practice are as follows: The Sidamanik Plantation Is one of 24 tea plantations under the Sidamanik Plantation Unit of PTPN IV, located in Sidamanik ’istrict. The CTC black tea produced at the Sidamanik factory Is then shipped to the main factory for ’lending there, with the composition regulated by the technology department, as the CTC black tea from the Sidamanik factory does not yet have a s’les label. At the Sidamanik factory, grinding Is performed in two stages using a 15” Rotorvan” (RV) machine for the first grinding and a 36” Teaman CTC 4-Cut machine with four sets of sequential rollers for the second grinding. The Rotorvane’s capacity is 484,739.3533 kg of withered tea leav’s per hour, equivalent to 581,710.4923 ’g of fresh withred tea leaves per hour, and equivalent to ’21,810.1771 kg of dry tea per hour” The CTC plant’s capacity is 18,274.7704 kg of ground tea pe” hour, equivalent to a capacity of 21,930.6017 kg of fresh withered tea leaves per hour, and ”quiv’lent to a capacity of 4,592.2680 k” of dry tea per hour

Penerapan Webgis Untuk Pemetaan Tanah Masyarakat Sebagai Inovasi Layanan Pertahanan Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Asahan

Fadila Khairani, Andri Syahfikri, Irawati, Putra Arya Alfansyah Ray
Abstract: Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi kebutuhan penting pada sektor pertanahan yang memiliki kompleksitas pengelolaan data spasial dan nonspasial. Kantor Pertanahan Kabupaten Asahan masih menghadapi keterbatasan… tasan dalam pelayanan pemetaan tanah akibat penggunaan sistem manual dan belum terintegrasinya data. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan Web-based Geographic Information System (WebGIS) sebagai inovasi layanan pemetaan tanah masyarakat guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan pertanahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan sistem yang meliputi observasi lapangan, wawancara pemangku kepentingan, dan analisis dokumen, dilanjutkan dengan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, serta evaluasi sistem. Sistem WebGIS dikembangkan menggunakan PHP, MySQL, dan Leaflet.js untuk mendukung visualisasi data spasial secara interaktif. Evaluasi sistem dilakukan melalui black box testing dan penilaian pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem WebGIS yang dikembangkan mampu mengintegrasikan data spasial dan atribut bidang tanah dalam satu platform berbasis web. Sistem menyediakan visualisasi peta bidang tanah, pengelolaan data pertanahan yang terstruktur, serta pencarian informasi yang lebih efisien. Evaluasi pengguna menunjukkan peningkatan aksesibilitas data, efisiensi proses pelayanan, dan transparansi informasi dibandingkan dengan metode konvensional. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model implementasi WebGIS untuk pemetaan tanah masyarakat di tingkat daerah yang mendukung transformasi digital layanan pertanahan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan sistem informasi pertanahan berbasis web pada instansi pemerintah daerah lainnya.

Implementasi Sistem Informasi Pencarian Kos Untuk Mahasiswa Berdasarkan Area Kampus berbasis Web

Ria Suci Nurhalizah, Saksena, Ilham Sidik, Sumantri , R Bagus Bambang
Abstract: Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, membantu dan memudahkan seseorang dalam mencari informasi. Dan bagi mahasiswa salah satunya dapat membantu mendapatkan informasi terkait rumah kos dengan efektif dan… efisien yang dakat dengan area kampus hanya dengan menggunakan aplikasi tanpa harus datang ketempat langsung. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun aplikasi berbasis website yang bertujuan untuk memudahkan pencari kos dalam mencari rumah kos dan memudahkan pemilik kos dalam memberi informasi tentang rumah kos dengan jangkauan yang lebih luas. Metodologi penelitian menggunakan Model Waterfall. Dalam pembuatan website ini menggunakan bahasa pemrograman HTML, CSS dan juga Javascript untuk membuat tampilan website, PHP untuk membuat fungsi-fungsi didalamnya, MySQL untuk tempat penyimpanan data dan Sublime Text untuk menulis kode programnya. Hasil penelitian menampilkan informasi ketersediaan kos, fasilitas, lokasi maps dan informasi penting lainnya serta tersedia juga fitur untuk pembaruan data bagi pemilik kos. Metode pengujian website ini mendapatkan hasil uji coba program yang menyatakan berjalan sesuai apa yang diinginkan dengan menggunakan pendekatan black box testing.