Abstract:Abstract: This article aims to examine a) the origins of the feminist movement and b) the objectives of the feminist movement. The study employs historical research, utilizing the historical method through the following…
stages: (1) heuristics, (2) criticism, (3) interpretation, and (4) historiography. Secondary sources, such as books and journals, were used for data collection. The research findings indicate that: a) Feminism emerged during Europe's "Dark Ages," a time when women were viewed as objects that brought suffering to the state and even the church; and b) Feminism is a flawed and destructive ideology that has been peddled to the Islamic world since the era of the Caliphate as a weapon to weaken Islamic governance.
Keywords: Feminism, Indonesia
Abstrak: Tulisan dalam jurnal ini bertujuan untuk mengetahui a) awal kemunculan gerakan feminisme b) tujuan dari gerakan feminisme. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian historis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. dengan langkah-langkah penulisan sejarah sebagai berikut: (1) heuristik, (2) kritik, (3) interpretasi dan (4) historiografi. Sumber data yang digunakan adalah sumber sekunder berupa buku dan jurnal. Hasil penelitian antara lain a) Feminisme lahir pada masa kegelapan Eropa dimana saat itu perempuan dianggap sebagai objek yang mendatangkan penderitaan bagi negara bahkan bagi gereja. b) Feminisme adalah paham yang rusak dan merusak. Dijajakan ke dunia Islam sejaka zaman kekhilafahan sebagai senjata melemahkan pemerintahan Islam.
Kata kunci: Feminisme, Indonesia
Abstract:Krisis iklim global menuntut transformasi peran institusi agama dari sekadar otoritas penjaga moral-ritual menjadi agen pelestarian bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran paradigma ekoteologi (Green…
Islam) dalam korpus khutbah Jumat dan publikasi resmi Nahdlatul Ulama (NU) serta Muhammadiyah pada periode 2024–2026. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan analisis framing Robert Entman, penelitian ini mengungkap tiga temuan fundamental. Pertama, terjadi pergeseran epistemik yang radikal dari teodise konvensional-fatalistik (membingkai bencana murni sebagai azab atas dosa ritual) menuju kritik struktural (membingkai bencana sebagai akibat kejahatan eksploitasi alam dan kelalaian kebijakan negara). Kedua, terjadinya dekonstruksi semantik teologis; NU secara progresif merekonseptualisasi istilah klasik “Maksiat” menjadi “Maksiat Eksploitasi” dan “Tobat” menjadi “Tobat Ekologis” menggunakan legitimasi kitab kuning. Ketiga, terbentuknya polarisasi strategi gerakan yang komplementer. NU mengambil peran makro-teologis melalui sentralisasi hukum publik di ruang mimbar maskulin, sementara Muhammadiyah bermanuver secara mikro-kultural melalui pendekatan ekofeminisme yang menyasar ruang domestik dan gaya hidup (Green Idul Fitri). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam Indonesia tidak sekadar mengadopsi enviromentalisme sekuler Barat, melainkan berhasil merumuskan epistemologi ekologinya sendiri yang otentik dan bersinergi melalui teks suci dan tradisi lokal.
Abstract:Abstract: This article discusses the role of customary law in resolving cases of domestic violence. Domestic violence is still an inevitable phenomenon because it still occurs very often to this day, most victims of domestic…
stic violence are women. The patterns and causes of domestic violence also vary greatly. Some regions still use adat as a solution to various problems that occur in society, one of which is the Gayo Lues area which is still very thick and respects the role of adat. This article uses a feminist perspective approach. The type of research is qualitative by looking for references related to the research and conducting interview methods via whatsapp phone. The results of this study show that there are positive and negative impacts on the role of customary law in resolving cases of domestic violence and knowing how much influence and satisfaction of victims of domestic violence through the role of adat in resolving cases of domestic violence.
Â
Keyword: Customary Law, Domestic Violence, Women, and Gayo Lues.
Â
Abstrak: Artikel ini membahas tentang bagaimana peran Hukum adat dalam penyelesaian kasus Kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi fenomena yang tak terelakkan karena masih kerap terjadi sampai saat ini, sebagian besar korban kekerasan dalam rumah tangga adalah perempuan. Pola dan penyebab kekerasan dalam rumah tangga juga sangat bervariasi. Beberapa daerah masih menggunakan adat sebagai penyelesain dalam berbagai permasalah yang terjadi di dalam masyarakat salah satunya adalah daerah Gayo Lues yang masih sangat kental terhadap menghormati peran adat. Artikel ini menggunakan pendekatan presfektif feminisme. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan mencari referensi yang terkait dengan penelitian dan melakukan metode wawancara melalui telepon whatsapp. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat dampak positif dan negatif terhadap peran hukum adat dalam menyelesaikan kasus kekerasan dalam rumah tangga serta mengetahui seberapa besar pengaruh dan kepuasan korban kekerasan dalam rumah tangga melalui peran adat dalam menyelesaikan kasus kekerasan dalam rumah tangga tersebut.
Â
Kata kunci: Hukum Adat, Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Perempuan, Dan Gayo Lues.
Abstract:Fast fashion telah menjadi fenomena global yang menciptakan dampak signifikan terhadap lingkungan dan perempuan, terutama di negara berkembang. Industri ini bertumpu pada produksi massal dengan biaya rendah untuk memenuhi…
i permintaan konsumen yang terus meningkat. Namun, model bisnis ini memicu berbagai masalah lingkungan, termasuk polusi air, limbah tekstil, dan emisi karbon yang tinggi. Selain itu, fast fashion juga memperburuk eksploitasi tenaga kerja, di mana perempuan yang mendominasi sektor ini sering menghadapi kondisi kerja yang buruk, upah rendah, dan pelanggaran hak asasi manusia. Melalui pendekatan ekofeminisme, penelitian ini menganalisis hubungan antara kerusakan lingkungan dan penindasan perempuan dalam konteks fast fashion. Ekofeminisme menyoroti bagaimana patriarki dan kapitalisme secara bersamaan mengeksploitasi alam dan perempuan untuk keuntungan ekonomi. Pendekatan ini relevan untuk memahami bagaimana ketimpangan gender dan krisis ekologi saling berkelindan dalam industri mode modern. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai literatur yang relevan, termasuk artikel ilmiah, laporan internasional, dan teori ekofeminisme. Hasil analisis menunjukkan bahwa fast fashion tidak hanya merugikan lingkungan melalui degradasi ekologi, tetapi juga memarginalkan perempuan melalui eksploitasi tenaga kerja. Solusi yang diusulkan melibatkan penerapan prinsip keberlanjutan berbasis ekofeminisme, seperti pemberdayaan perempuan, pengurangan konsumsi berlebihan, dan promosi mode yang ramah lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam upaya menciptakan industri mode yang lebih adil dan berkelanjutan, sekaligus menyoroti pentingnya kesadaran terhadap dampak fast fashion bagi perempuan dan lingkungan.
Â
Kata kunci: Fast Fashion, Ekofeminisme, Perempuan, Lingkungan.
Abstract:Kekayaan kultural Melayu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Hal itu terlihat dari jumlah wisatawan yang datang di Kabupaten Siak selalu bertambah. Interaksi antar pelaku pariwisata merupakan modal utama dalam…
alam pengembangan pariwisataberbasis budaya melayu Pada dasarnya konsep wisata berbudaya melayu merupakan mengintegrasikannilai keislaman kedalam seluruh aspek kegiatan wisata.Tidak dapat dipungkiribahwa budaya melayu menjadi budaya yang begitu erat disandangkandengan agama Islam. Pariwisata berbudaya melayu diwujudkandalam berbagai sektor,seperti busana melayu, permainan rakyat,rumah makan, transportasi, dll. Perlunya pemahaman kembali mengenai kebudayaan Melayu Riau di Kota Pekanbaru dengan tersedianya ruang sebagai media bagi Masyarakat untuk memahami nilai-nilai kebudayaan agar tetap bertahan dengan identitas lokal secara universal yang dapat dirasakan dengan cakupan yang lebih luas Kajian mengenai kearifan lokal dan pariwisata bukanlah hal baru yang belum pernah diteliti sebelumnya. Kearifan lokal merupakan warisan budaya secara turun temurun, namun saat ini mulai pudar akibat tergerus arus budaya globalisasi. Maka peran dari masyarakat dan pemerintah juga perlu dalam mempertahankan warisan budaya baik yang berbentuk maupun sacara tidak berbentuk misalnya sifat dari masyarakat itu, prinsip masyarakat, maupun sikap orang tersebut. pengetahuan etnik Melayu mencakup beberapa aspek penting yaitu Identiti Budaya, Keberagaman, Hubungan Sosial, Pengetahuan Alam dan adaptasi dan perubahan. Studi ini menerapkan metode penelitian kualitatif, dengan memanfaatkan analisis dari sumber-sumber tulisan (studi literatur). Penelitian kualitatif yaitu suatu pendekatan yang mengambil keputusan dengan menggunakan model deskriptif. Metode ini menjelaskan hasil pengamatan terhadap data penelitian yang berbentuk ucapan atau pandangan dari individu yang telah mencermati objek yang diteliti, serta memaparkan fenomena budaya dan sosial. Capaian dari penelitian dengan metode yang digunakan adalah dapat memahami serta menjelaskan fenomena-fenomena yang telah diteliti secara menyeluruh dan detail berdasarkan fakta-fakta yang ada.
Abstract:This study aims to examine the relationship between Kalde ecology, Malay feminism, cultural determinism, ecotourism, and the impact of globalization on Malay society. This study is qualitative with a descriptive-analytical…
al design that aims to explore in depth the views and experiences of Malay society in managing ecosystems, the role of women, and the impact of global culture. This study also explores the potential of Malay ecotourism as a tool to strengthen ecological sustainability and community economic empowerment, amidst the flow of globalization that brings significant changes to local cultural and economic values. The research methods used include in-depth interviews, participant observation, and surveys to obtain data from Malay society involved in ecotourism activities. The results of the study are expected to provide insight into how ecology and feminism are interconnected in maintaining cultural and environmental sustainability, and how the impact of globalization affects Malay cultural identity.
Abstract:Artikel ini mengkaji metafora gender dalam teks tasawuf klasik dan kontemporer dengan menempatkannya dalam kerangka hermeneutik-filosofis. Berangkat dari kritik terhadap pembacaan patriarkal yang cenderung memahami gender…
r secara biologis dan hierarkis, penelitian ini menegaskan bahwa dalam tradisi tasawuf, kategori maskulin dan feminin berfungsi sebagai prinsip metafisik dan kosmologis yang bersifat simbolik dan komplementer. Melalui analisis terhadap pemikiran Ibn ʿArabī, khususnya konsep wahdat al-wujud dan gagasan keperempuanan ilahi, artikel ini menunjukkan bahwa tasawuf mengafirmasi kesetaraan spiritual antara laki-laki dan perempuan. Pembacaan ini kemudian didialogkan dengan reinterpretasi feminis kontemporer, terutama melalui kontribusi Saʿdiyya Shaikh, serta konteks keindonesiaan melalui gagasan sufisme-feminisme KH. Husein Muhammad. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf menyediakan ruang hermeneutik yang signifikan untuk mendekonstruksi hierarki gender yang terbangun dalam historiografi dan praktik keagamaan Islam. Meskipun demikian, artikel ini juga menyoroti tantangan pembacaan feminis tasawuf, terutama risiko romantisasi tradisi dan ketegangan antara universalisme spiritual dan realitas sosial. Dengan demikian, tasawuf dipahami tidak hanya sebagai praktik spiritual individual, tetapi juga sebagai sumber etis dan epistemik yang relevan bagi pengembangan wacana keadilan gender dalam Islam kontemporer.
Abstract:Artikel ini bertujuan mendeksripsikan bentuk perlawanan perempuan dalam bayang kolonialisme melalui tokoh Nyai Ontorosoh pada novel Bumi Manusia karya Pramoedaya Anata Toer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif…
if kualitatif dengan perspektif pengkajian kesusastraan dan kritik feminisme. Landasan teori utama mengacu pada Abdurahman dan Hasanah (2023) mengenai unsur intrinsik karya sastra, khususnya tokoh, penokohan, konflik, dan latar yang dipadukan dengan teori feminisme sastra untuk menafsirkan bentuk subordinasi dan resistensi perempuan. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog yang menunjukkan posisi sosial, perkembangan karakter, serta tindakan perlawanan tokoh utama. Hasil penelituan menunjukkan bahwa Nyai Ontosoroh mengalami subordinasi sebagai perempuan pribumi dalam sistem kolonial, tetapi juga simbol perempuan modern yang rasional, tangguh, dan berdaya. Dengan demikian, novel ini memperlihatkan bahwa karya sastra dapat menjadi media refleksi sosial atas perjuangan perempuan dalam memperoleh martabat dan pengakuan.
Abstract:Gender bukan hanya tentang status seseorang atau posisi mereka dalam masyarakat, tetapi juga tentang konteks sosial di mana mereka integral. Analisis gender sering digunakan oleh individu dan kritikus sistem sosial seperti…
ti kapitalisme. Resistensi terhadap hal ini disebabkan oleh keyakinan bahwa menentukan status atau posisi seseorang dalam masyarakat adalah masalah pribadi dan harus ditangani oleh semua orang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena sosial ketidaksetaraan gender di Indonesia. Istilah gender berasal dari kata bahasa Inggris gender dan didefinisikan sebagai perbedaan yang jelas antara individu dan posisi mereka dalam hal penampilan dan perilaku. Gender juga didefinisikan sebagai kombinasi dari “maskulin” dan “feminin” melalui atribut yang mempengaruhi psikologi sosial dan budaya. Gender adalah konsep yang mencerminkan perbedaan antara individu dan lingkungan mereka dalam masyarakat. Ini bukan perbedaan biologis, tetapi konstruksi sosial dan budaya yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap individu dan lingkungan mereka. Gender dipengaruhi oleh feminisme dan teori feminis kontemporer, yang bertujuan guna mendapat kesetaraan gender dan keseimbangan dalam berbagai segi aktivitas, termasuk pekerjaan serta keluarga.